Romeo terpaksa menikahi guru yang paling ia benci karena suatu hal. Bukan seperti kisah Romeo dan Juliet yang saling mencintai terpisahkan karena tidak mendapatkan restu.
Kisah mereka adalah kisah Romeo dan Juliet yang berusaha untuk terpisah dari pernikahan paksa ini.
Bagaimana akhir kisah pernikahan mereka? Akan mereka berhasil?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda FK, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sayang
Waktu terus berlalu, jam pelajaran pun berakhir. Juliet baru saja merebahkan tubuhnya di kursi kerjanya. Ia ingin menenangkan pikirannya dari bayangan Romeo yang selalu membuatnya pusing.
Tiba-tiba saja ia dikejutkan oleh seseorang yang masuk menyelinap ke dalam ruangannya. Siapa lagi kalau bukan suami tengilnya yang datang sambil membawa kotak berisi makanan untuk sang istri.
"Kau mengagetkanku! Bagaimana kalau ada yang melihat?" tanya Juliet panik.
"Tenang aja, semua aman sayang," ucap Romeo berbisik lalu mencium bibir istrinya.
"Aku mencintaimu," ucap Romeo dengan santai.
Juliet dengan cepat menutup mulut Romeo dengan tangannya. Ia tidak ingin ada orang lain yang mendengar ucapan Romeo. Ia akan mendapatkan masalah apabila ada yang mengetahui hubungannya dengan Romeo.
"Kau ingin aku dipecat!" bisik Juliet dengan mata menyalang.
"Kau tidak bekerja pun aku masih sanggup menafkahimu sayang," timpal Romeo dengan percaya diri.
"Kau belahan ingin menafkahiku sementara biaya Beauty kau masih memakai kartu kredit dari orangtuamu," ejek Juliet lalu terkekeh.
"Aku sudah menggantinya sayang, kau tidak usah khawatir aku akan selalu memenuhi segala kebutuhanmu lahir batin," seloroh Romeo dengan senyum nakal.
"Aku geli mendengar kau memanggilku sayang," ucap Juliet bergidik.
"Sayang..sayang.." Romeo semakin sengaja terus berkata seperti itu membuat Juliet menutup kedua telinganya karena jengah.
"Stop! tidak ada jatah isi ulang atau apapun apabila kau terus seperti ini," ancam Juliet.
Ia terus menerus melihat kearah pintu, Juliet takut apabila ada orang lain yang mendengar percakapan mereka.
Romeo auto mengunci bibirnya rapat-rapat daripada ia tidak mendapatkan jatahnya. Ia mencium bibir Juliet sebelum pergi meninggalkannya.
"I love you," bisik Romeo membuat Juliet tersipu malu.
Saat jam pulang sekolah Joy dan teman-temannya mampir ke sebuah kafe. Ia berjalan memesan minuman untuknya dan juga teman-temannya.
" Tiga milkshake chocolate dan satu ice coffee caramel macchiato," ucap Joy sambil sibuk mencari dompetnya di dalam tas.
"Kau lagi?" ucap seseorang barista di depan Joy sambil mencebik.
Joy mendongak ketika mendengar suara yang paling tidak mau ia dengar lagi. Suara pria menyebalkan yang sombong dan angkuh. Joy memutar kedua bola matanya jengah, takdir ternyata mempertemukan mereka lagi.
"Seratus dua puluh lima ribu semuanya Nona," ucap Marvel mencoba tetap profesional dengan pekerjaannya.
"Antar kesana ya, Kak" timpal Rena sahabat Joy yang tiba-tiba datang begitu saja.
Ia menunjuk kearah dua sahabat lainnya yang sedang duduk di dekat jendela. Marvel mengangguk sambil tersenyum seolah menyetujui permintaan Rena.
Setelah Joy membayar pesanannya, ia terus menatap pria menyebalkan yang berani menolak uluran tangannya semalam. Joy mendengus kesal, melihat begitu banyak gadis memuja pria itu. Mereka bahkan rela mengantri demi melihat sang barista idola mereka.
Joy tidak mengira barista yang dibicarakan oleh teman-temannya adalah pria menyebalkan itu. Andai ia tahu pria itu adalah dirinya, ia tidak akan ikut datang ke kafe.
"Oh my God! Kak Marvel ganteng banget," pekik Sashi salah satu temannya yang paling antusias untuk datang kemari.
Tak lama kemudian Marvel datang menghampiri mereka sambil mengantarkan pesanan mereka. Ia tersenyum manis kepada ketiga teman Joy, namun senyumnya memudar ketika melihat Joy.
"Silahkan dinikmati!" ucap Marvel ramah. Marvel lalu kembali setelah mengantarkan minuman mereka.
Joy menjawab dengan ekspresi ingin muntah ketika melihat Marvel sangat ramah kepada mereka.
Rena, Sashi dan Tiana sama-sama fans fanatik pria itu, bahkan pesanan minuman mereka pun sama. Joy memutar kedua bola matanya jengah mendengar teman-temannya terus mengagungkan Marvel.
"Cakepan juga Abang gue," timpal Joy sambil mengaduk minumannya dengan sedotan.
"Iya, gue akui Junior Abang lo emang paling tampan. Tapi dia satu-satunya pria yang sulit digapai," ucap Rena yang berkali-kali ditolak oleh Junior saudara kembar Joy.
"Kurang sajen lo ngejar cinta Junior harus pake mantra," ejek Sashi.
"Lo juga jangan kayak Junior yang cintanya cuma sama pelajaran doang. Cari cowok biar hidup lo sedikit berwarna Joycelin," pungkas Tiana.
"Belum ada yang buat gue tertarik sampai sekarang," jawab Joy santai.
"Kalian ini emang saudara kembar yang kompak, banyak yang mengejar tapi kalian lebih suka menjomblo," sahut Sashi.
"Lo enggak tertarik apa sama Kak Marvel? Dia jomblo lho," Rena berusaha meracuni Joy agar ikut memuja Marvel.
"Dia? Dia satu-satunya pria yang masuk dalam daftar black list," cetus Joy mendelik menatap pria yang sejak tadi menatapnya dengan tatapan tajam.
"Kenapa gue ngerasa kalian memiliki chemistry yang kuat," goda Rena terkekeh.
"Idih najis!" sewot Joy.
Kini pandangan mereka beralih ketika melihat Marvel duduk bersama seorang wanita saat jam istirahatnya. Wanita itu sangat mereka kenal, ia adalah guru killer mereka di sekolah siapa lagi kalau bukan Bu Juliet.
"Kok Bu Juliet bisa deket banget sama Kak Marvel?" tanya Tiana penasaran.
"Entahlah!"
Marvel tersenyum mengejek melihat wanita yang ia cintai kini duduk didepannya. Wanita yang sejak kecil sangat ia sayangi, wanita yang selama ini menganggapnya sebagai kakak. Namun tidak bagi Marvel, ia menyayangi Juliet layaknya pria kepada wanita.
Apalagi kini ia melihat ada cinta dalam mata Juliet untuk musuh bebuyutannya Romeo. Juliet tidak pernah menatapnya seperti itu selama ini. Namun mengapa? Mengapa harus Romeo? Selalu Romeo yang mengambil apa yang ia inginkan. Raja jalanan, dan kini Juliet wanita yang sejak dulu ia cintai.
"Aku pikir, adikku tidak akan menemuiku lagi," ucap Marvel dengan nada sedikit mengejek.
"Apa kau baik-baik saja?" tanya Juliet tidak menghiraukan sindiran yang Marvel lontarkan.
"Aku baik-baik saja, namun aku kecewa melihatmu kini berpihak padanya. Bukankah kalian berniat ingin berpisah?" tanya Marvel penasaran.
"Kali ini kami akan mempertahankan pernikahan kami, aku mencintainya Kak!" ucap Juliet terdengar menohok bagi Marvel.
"Seharusnya aku yang kecewa kepadamu, kau menjadikanku bahan taruhan," sambungnya lagi.
"Satu-satunya cara agar dia melepaskanmu, aku tidak ada pilihan," jawab Marvel membela diri.
"Itu ambisi bukan pilihan Kak," balas Juliet menatap Marvel dengan sangat kecewa.
Marvel tersenyum mengejek seolah meremehkan cinta yang baru saja diucapkan oleh Juliet. "Apa kau tidak menghargai perasaanku selama ini Juliet?"
"Kita kini bersaudara, kau tidak boleh menyukaiku. Jangan membuatku merasa bersalah Kak," pungkas Juliet dengan tegas.
"Oke! Aku akan melupakanmu. Aku baru saja menemukan gadis yang cocok untuk ku jadikan kekasih," ucap Marvel dengan sedikit kesal.
Ia bangkit dari duduknya bersamaan dengan Joy yang berjalan hendak menuju toilet. Tiba-tiba saja Marvel mencium bibir Joy didepan banyak orang. Manik mata Joy membelalak ketika mendapatkan serangan dadakan dari Marvel.
"Wow amazing!".
....
Jangan lupa like komen dan vote bestie 💕 Calangheyo 🤗 gomawo