Bryen berusia 25 tahun seorang pria pemilik cafe sederhana, memiliki karyawan untuk membantu melayani seorang pelanggan, saat sibuk melayani pelanggan ia tidak sengaja menumbuhkan Kopi ke pakaian seorang perempuan sombong, angkuh dan dingin, yg lagi asik berbincang sama teman kantor nya, hingga ia kaget langsung beranjak
"HEI KAMU... HATI - HATI DONG! INI BAJU MAHAL, LIHAT.... BAJUKU JADI KOTOR!! PAKAI MATA ENGGAK!! ". Ucapnya sentak marah
" maaf nona, saya tidak sengaja, sini saya bersihin! ". Jawab brayen sambil mengelap gaun yang kena tumpahan kopi
" TIDAK USAH!! BISA SENDIRI, DASAR LAKI-LAKI!! ". Ucapnya dengan tatap kesel melangkah melewati, temannya pun mengikuti dengan ekpresi bingung
Ini pertama kalinya bagi bryen di marahin oleh seorang wanita.
kehidupan bryen sangat suka hidup biasa saja, walaupun sang ayah selalu menjodohkan dirinya dengan seorang wanita kenalan teman ayahnya, sampai kini sang ayah masih membahas perjodohan itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon as2357zzjdj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 31 SEPI DAN HAMPA!!
Elina melangkah menghampiri pintu, Elina berfikir mungkin joni yang mengetok pintu kebiasaan bagi joni suka menggangu di waktu yang tidak tepat, namanya juga joni tidak tahu apa-apa mau bilang wajar memang harus seperti itu.
Klak
Elina pun buka pintu dan ternyata benar joni yang datang di pagi-pagi begini
"Pagi, nona". Sapa joni senyum
" Pagi juga, ayo masuk". Minta Elina
Joni melangkah masuk, Elina menutup pintu setelah joni masuk mereka berdua melangkah
"Duduk saja". Ucap Elina pada joni
" iya". Jawab joni duduk di sofa
Tidak lama brayen muncul sudah memakai kemeja putih tidak memakai kemeja cafenya.
"Lain kali, kalau datang ke hotel, di waktu yang tempat jangan di waktu tidak tempat". Keluh brayen kesel terhadap joni
Joni yang baru datang duduk di sofa langsung terheran-heran bingung entah salahnya di mana, padahal ia datang waktu yang tempat tidak terlambat.
Elina yang mendengar itu hanya terdiam senyum tipis, merasa terselamatkan oleh godaan brayen.
"Aku datang tidak terlambat, salahnya di mana? ". Tanya joni langsung berdiri
" Salah mu banyak!! ". Ucap brayen kesel melangkah jalan
" Hey!! tunggu!! ". Minta Joni namun brayen terus berjalan tidak menghiraukan
Elina yang memperhatikan mereka berdua hanya menggeleng heran
******
******
******
Dara terdiam duduk di meja makan, ia merasa kesepian tidak ada kakaknya, biasanya pagi-pagi begini suka ribut dan berdebat tapi sekarang terasa hening dan sepi, dara merasa hampa tanpa kakaknya sendiri di rumah.
"Pagi.. ". sapa Williams namun tidak di jawab oleh dara terus melamun, membuat Williams pertanyan-tanya
Williams duduk di hadapan Putrinya yang sedang melamun
" Dara.. ". panggil Williams tegas
" Hemmm.. ". jawab dara tersadar kan
" Kenapa bengong?? ".
" Tidak apa-apa ayah... hanya saja rumah ini jadi sepi semenjak kak Elina nikah ".
" ooh... kangen...?? ".
" iihh... enggak ya.. bukan kangen tapi sepi saja". Ngeles dara merasa gengsi untuk menjawab jujur bawah ia sebenarnya rindu dengan sosok kak Elina
"masa...? ". Williams pun mengoda dara senyum manis ia tahu kalau dara gengsi untuk mengakui
" Iya... ayah... sudah lah, jangan di bahas". Minta dara kesel.
"Kalau rindu... temui saja di hotel, kalau mau di kantor setiap hari Elina ada". ujar Williams
" iihhh udah lah ayah.... ". kesel dara merasa males namun sebenarnya berniat menemui kak Elina
Williams hanya tersenyum senang melihat ekpresi dara, ia mengambil isi roti di piring.
Kemudian tidak lama Dara sampai kantor melangkah jalan di lorong kantor.
" Tumben pagi-pagi sudah ada di kantor, kesambet apa kamu!?? ". Sahut Elina di belakang dara
Dara tersenyum sinis pasti akan ngomong seperti itu. Ia pun berbalik berubah ekpresi angkuh
" Terlambat salah, tempat waktu pun salah. maunya apa sih paling sok rajin!!? ". Ucap dara sentil dengan nada ngegas
Elina menghela nafas panjang
" Hanya aneh saja. merasa ada yang jagal, aku curiga kamu ingin baik-baik in ayah iya...? ".
" Idih.... untuk apa aku lakukan itu, kurang kerjaan. lebih baik, baik-baikin pacar akuh... yang kaya, tampan dan wibawa, tidak seperti laki situ... tidak jelas banget!! ". Dara menyombongkan seseorang dengan gaya ekpresi sentil
" ihhs... gitu amat, Belum tentu laki-laki rese itu menjadi pendamping yang baik untuk mu. liat aja nanti kamu akan menyesal pacaran dengan pria berengsek ". Ucap Elina tegas
Elina melangkah senggol kasar melewati dara dengan ekpresi bete
" ihhh.. sakit tau! ".
" Bodo...!! ". Ucap Elina tidak terlalu peduli terus melangkah jalan meninggalkan dara.