Saat Dewa Turun ke Dunia
"Satu jari... cukup untuk memusnahkan satu kota."
Dalam sekejap, Kota Tai berubah menjadi lautan abu. Jutaan nyawa lenyap tanpa perlawanan. Di antara seluruh penduduk, hanya seorang anak kecil berusia tujuh tahun yang selamat—Li Tianxuan.
Sebelum menghilang, sosok dewa memasuki tubuhnya.
Sepuluh tahun kemudian, Li Tianxuan melangkah keluar dari Kota Tai yang telah tersegel oleh Formasi Kuno. Namun dunia di luar seolah tak pernah mengetahui kehancuran kota itu. Demi mengungkap kebenaran, ia menempuh jalan kultivasi yang dipenuhi darah, pengkhianatan, reruntuhan kuno, dan peperangan melawan para jenius dari sekte-sekte terkuat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chen Xuan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31 — Dao Pedang
Li Tianxuan tidak dapat menjawab. Pikirannya masih terpaku pada apa yang baru saja dilihatnya.
Hanya dengan satu jentikan jari, seluruh tatanan semesta berada dalam genggaman Dewa Terkutuk itu.
Pemandangan tersebut membuat hati Li Tianxuan bergetar.
Li Tianxuan mulai mempertanyakan dirinya sendiri.
Apakah dia benar-benar mampu membalas dendam?
Apakah dirinya benar-benar mampu mencapai tingkatan yang bahkan para pendahulu pun sulit untuk mencapainya?
Dendam yang selama ini ingin dia balaskan, kini terasa begitu jauh.
Sangat jauh.
Berapa lama waktu yang dibutuhkan olehnya untuk mencapai tingkatan yang sama dengan Dewa Terkutuk itu?
Di tengah keheningan, sang Dewa tersenyum tipis.
Lalu, dia berkata dengan suara pelan.
"Li Tianxuan... Jika kau benar-benar ingin membunuhku, maka kau harus mencapai tahap akhir dari seluruh Ranah!"
Li Tianxuan menatap tajam sosok di hadapannya. Kedua tangannya mengepal erat.
"Kau... benar-benar kejam!"
"Kejam?"
Sang Dewa menggeleng pelan.
"Tidak, tidak... Aku melakukan semua ini tentu saja memiliki alasan."
"Alasan?"
Li Tianxuan berteriak keras.
"Aku hanya tahu bahwa kau menghancurkan seluruh Kota Tai! Itu adalah fakta yang tidak dapat dibantah!"
"Jangan terburu-buru..."
Sang Dewa tetap tenang.
"Aku akan menceritakannya kepadamu pelan-pelan."
"Kota Tai adalah kota kuno yang telah berdiri sejak zaman dahulu. Kota ini sangatlah misterius."
Dia menatap Li Tianxuan.
"Apa kau penasaran mengapa aku menghancurkannya?"
Li Tianxuan terdiam.
Tentu saja dia sangat ingin mengetahui alasan apa yang membuat Dewa Terkutuk itu menghancurkan Kota Tai.
"Tentu saja!"
"Alasannya sederhana."
Sang Dewa tersenyum tipis.
"Karena... aku sedang berlatih!"
Li Tianxuan tersentak.
Pupil matanya mengecil.
Hanya karena Dewa sialan yang berdiri di hadapannya sedang berlatih, seluruh penduduk Kota Tai menjadi korban yang tidak bersalah!
Napas Li Tianxuan semakin cepat.
Alasan sesederhana itu seolah-olah nyawa seluruh penduduk Kota Tai sama sekali tidak berharga di mata sang Dewa.
"KAU..."
Suara Li Tianxuan bergetar karena amarah.
"KAU DEWA YANG PANTAS MATI!"
Sosok Dewa itu hanya tersenyum.
"Cobalah!"
Li Tianxuan ingin melangkah maju.
Namun, kakinya tidak dapat bergerak sedikit pun.
"Karena kau tidak ingin melakukannya, maka akulah yang akan membunuhmu!"
Sosok Dewa itu mengangkat tangannya.
Kemudian, dia menjentikkan jarinya dengan pelan.
Klikkk!!!
Dalam sekejap, seluruh tubuh Li Tianxuan retak.
Retakan menyebar ke seluruh tubuh kesadarannya sebelum akhirnya—
BAM!!!
Tubuhnya hancur berkeping-keping.
Namun...
Hanya beberapa detik kemudian, tubuh Li Tianxuan kembali menyatu.
Seolah-olah tidak pernah terjadi apa pun.
Sang Dewa tertawa kecil.
"Ha-ha-ha... Kekuatan regenerasimu benar-benar telah mencapai tingkat yang membuatmu tidak dapat mati."
"Menarik..."
Senyumnya semakin dalam.
"Sangat menarik!"
Li Tianxuan merasakan dengan jelas apa yang baru saja terjadi.
Seluruh tubuhnya terasa seperti terbakar.
Energi spiritual di dalam tubuh kesadarannya bergejolak hebat, berkumpul menjadi sebuah bola kecil.
Namun, tekanan yang begitu kuat membuat bola energi spiritual itu tidak mampu lagi menahan kekuatannya sendiri.
Akhirnya—
BAM!!!
Bola energi tersebut meledak.
Bersamaan dengan itu, tubuh kesadaran Li Tianxuan kembali hancur.
Klikkk!!
Pada saat yang sama, sang Dewa kembali menjentikkan jarinya.
Tubuh kesadaran Li Tianxuan kembali hancur.
Namun, beberapa saat kemudian, tubuhnya kembali menyatu.
"Li Tianxuan!"
Suara sang Dewa terdengar tenang.
"Ingat namaku."
Dia menatap Li Tianxuan.
"Cang Xuan."
"Aku akan memberikanmu satu teknik sederhana."
Setelah mengatakan itu, sosok yang memiliki nama Cang Xuan tersebut mengangkat tangannya dan menunjuk Li Tianxuan.
Ujung jarinya memancarkan cahaya emas yang sangat terang.
Swushhhh!!
Cahaya emas itu melesat dan langsung memasuki dahi Li Tianxuan.
Begitu cahaya tersebut masuk ke dalam pikirannya, sebuah teknik langsung memenuhi kesadarannya.
Sebuah suara kuno terdengar di dalam pikirannya.
"Ketika jiwa menyatu dengan pedang, kekuatannya mengguncang bumi."
"Ketika jiwa menjadi pedang, kekuatannya mengguncang langit dan bumi."
"Namun, saat Dao-mu menjadi pedang..."
"Langit dan bumi bagaikan debu yang mudah dihapus."
Pada saat itu, sebuah bayangan muncul di hadapan Li Tianxuan.
Bayangan tersebut mulai memperagakan sebuah teknik pedang.
Tangannya bergerak cepat membentuk sebuah segel.
Dalam sekejap—
Sebuah pedang raksasa muncul di atas langit.
Perlahan, tubuh bayangan itu mulai memasuki pedang tersebut.
Itulah yang disebut...
Jiwa Pedang!
Wussshhh!!!
Pedang raksasa itu seketika melesat menuju sebuah gunung yang berada di kejauhan.
BOOM!!!
Gunung tersebut hancur menjadi puing-puing.
Li Tianxuan menatapnya dengan serius.
Namun, ketika dia menoleh, sebuah bayangan lain kembali muncul.
Bayangan itu hanya berdiri diam.
Tidak bergerak sedikit pun.
"Apa yang dilakukannya?"
Li Tianxuan mengerutkan kening.
"Apakah berdiri diam seperti itu disebut sebuah teknik?"
Detik berikutnya, bayangan tersebut perlahan menutup matanya.
Dari dalam dadanya, sebuah bola cahaya hitam tiba-tiba muncul.
Energi spiritual dalam jumlah yang sangat besar mulai berkumpul ke dalam bola cahaya tersebut.
Perlahan...
Bola cahaya itu mulai berubah bentuk.
Menjadi sebuah pedang.
Ketika akhirnya benar-benar terbentuk menjadi pedang, pedang tersebut bergerak sendiri ke atas.
Wussshhh!!!
Awan gelap mulai berkumpul.
Dalam sekejap, sebuah pusaran besar terbentuk di langit.
Di tengah pusaran tersebut, petir merah mulai bermunculan.
KRAKKK!!!
Gemuruh petir terdengar begitu keras hingga mengguncangkan seluruh ruang.
Kemudian...
Pedang itu keluar dari tengah pusaran.
Kilatan petir merah menyelimuti setiap sisi bilahnya.
Perlahan...
Pedang tersebut turun dari langit.
Lalu—
BOOOOM!!!
Pedang itu menghantam tanah dengan kekuatan yang mengerikan.
Gelombang energi langsung menyebar ke segala arah.
Dalam radius sepuluh mil, seluruh permukaan tanah berubah menjadi abu hanya karena gelombang energi yang terpancar keluar.
Li Tianxuan terbelalak.
Matanya dipenuhi keterkejutan.
Teknik pertama sudah cukup untuk membuatnya terkejut.
Namun, teknik kedua jauh melampaui bayangannya.
Li Tianxuan menatap pedang yang berdiri di tengah kehancuran tersebut.
"Inikah..."
Dia menelan ludah.
"Dao Pedang?"