NovelToon NovelToon
Menjadi Pengasuh Putri Kecil Mafia

Menjadi Pengasuh Putri Kecil Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Mafia / Ibu Tiri
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author: Isshabell

Luna berjalan menyusuri jalanan yang sepi di malam yang semakin pekat dan dari jauh dia melihat sosok anak kecil berlari kencang dengan napas tersengal-sengal dan di belakang gadis kecil itu terlihat seorang pria bertubuh tinggi berkulit hitam dengan wajah layaknya seorang penjahat, pria itu berlari mengejar gadis kecil itu sambil mengarahkan pistolnya ke udara memberi peringatan keras pada gadis kecil yang semakin ketakutan itu.
Merasa ada yang tidak beres dengan sigap Luna meraih tubuh mungil gadis kecil itu dan membawanya bersembunyi di dalam sebuah gang sempit sambil menutup mulut gadis kecil itu agar tidak bersuara.

Luna menatap gadis kecil yang ketakutan itu sambil meletakkan jari telunjuknya ke mulutnya memberi isyarat, gadis kecil itu menganggukkan kepalanya menurut.

Luna berhasil menyelamatkan gadis kecil itu dari kejaran para penjahat.

yuk ikuti kelanjutannya di sini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isshabell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.31 Pesta mewah peresmian pernikahan

Tanpa mengucap sepatah kata pun, Leon menyambar ponsel intinya, lalu menekan satu tombol panggilan cepat.

Leon bicara dingin dan lugas ke ponsel "Marco. Kosongkan jadwal minggu ini Hubungi pengacara keluarga, siapkan seluruh dokumen pernikahan resmi negara besok pagi. Dan pesan ballroom utama di Hotel Grand Imperium untuk akhir pekan ini."

Luna dengan mata terbelalak kaget, menatap Leon dalam-dalam "Leon?! Apa yang kamu..."

Leon mematikan sambungan ponsel, menatap Luna dengan intensitas yang menghipnotis, menangkup kedua pipi wanita itu "Aku salah karena berpikir lembaran kertas tidak penting. Kalau kamu butuh kepastian di mata hukum dan pengakuan dari seluruh dunia, maka aku akan memberikannya."

Napas Luna tertahan "Tapi... acara besar seperti itu dalam hitungan hari?"

Leon tersenyum posesif, mengusap bibir Luna dengan ibu jarinya "Aku pimpinan keluarga ini, Luna. Tidak ada yang tidak bisa aku lakukan. Seluruh jajaran elit, pengusaha, hingga rekanan bisnis di kota ini akan hadir untuk menyaksikanmu menjadi istri sah seorang Leon secara resmi. Mulai minggu ini, tidak akan ada satu orang pun yang berani mempertanyakan statusmu lagi."

Esok paginya di sebuah hotel berbintang dan berkelas di dalam sebuah kamar pengantin terlihat di dalam kamar itu Luna sedang di rias oleh tata rias ternama di kota itu sementara Emily susah duduk cantik menunggu Luna selesai di make up, gadis cilik itu terlihat sangat bahagia sekali hari ini sepertinya dia tahu kalau hari ini adalah hari yang sangat penting bagi keluarga kecilnya. Setelah selesai dengan make up nya beberapa pelayan datang dengan membawa gaun pengantin termahal pilihan sang suami, dengan di bimbing pelayannya Luna masuk ke dalam kamar ganti dan tak berapa lama dia pun keluar dari kamar itu dengan mengenakan gaun pengantin putih penuh dengan hiasan mutiara di bagian depan dengan rambut ikalnya yang tersanggul rapi membuat Luna terlihat sangat anggun dan cantik sekali. Kemudian Luna pun keluar dari kamar ganti itu "Mami Luna cantik sekali!" pekik Emily yang melihat Luna keluar dari kamar ganti, Emily langsung turun dari kursi yang didudukinya saat ini dan berjalan ke arah Luna yang masih berdiri di ambang pintu kamar ganti, Emily meraih tangan Luna "Mami Luna cantik," ucap Emily sambil mendongakkan kepalanya menatap Luna yang jauh lebih tinggi dari dirinya itu. Luna menundukkan kepalanya dan tersenyum melihat Emily "Terimakasih sayang," ucap Luna sambil mengusap kepala gadis kecil itu. Tiba-tiba pintu kamar terbuka, Leon berdiri di ambang pintu dengan mengenakan stelan jas putih pandangan mata Leon langsung tertuju pada Luna sang pengantin wanita yang sedang berdiri di samping Emily, Leon berdecak kagum dalam hatinya dia tidak menyangka kalau pengantinnya bak seorang peri yang turun dari langit, netra Leon melihat kecantikan Luna yang terpancar dari wajahnya yang lembut dan teduh itu. Leon melangkah mendekati Luna dan berbisik padanya "Kamu cantik sekali hari ini, sayang," bisik Leon di telinga Luna. Luna tersenyum tersipu mendengar pujian Leon. "Aku siap mendampingi kamu berjalan di depan para tamu undangan," Leon mengarahkan lengannya pada Luna, Luna tersenyum sambil menggandeng lengan Leon dan mereka berdua pun keluar dari kamar itu menuju ke ballroom hotel tempat acara pernikahan mereka.

Leon dan Luna sudah memasuki pintu masuk ballroom hotel yang sudah di dekorasi dengan sedemikian cantiknya, bunga beraneka macam warna tampak menghiasi seluruh ruangan pesta. Dengan penuh keyakinan Leon menggandeng Luna berjalan di atas red karpet menuju ke sebuah panggung besar yang ada di depan dan para tamu undangan yang hadir pun berdiri semua menyambut kedua pengantin yang sedang berjalan itu.

Leon merancang pernikahan resmi secara hukum dan menggelar pesta peresmian megah di ballroom termewah di kota, mengundang seluruh jajaran elit, pengusaha, hingga pimpinan sindikat sekutu.

Banyak di antara para tamu undangan itu yang berdecak kagum melihat kecantikan Luna yang terpancar dari auranya yang meneduhkan itu.

Luna tampil mempesona dalam balutan gaun pengantin elegan yang dirancang khusus, memancarkan aura nyonya besar yang anggun namun tetap berhati lembut. Di sisinya, Emily tampil menggemaskan sebagai flower girl, menyempurnakan potret keluarga utuh yang kini sah di mata hukum dan publik.

Lampu-lampu kristal gantung di ballroom utama Grand Imperium memancarkan kilau emas yang mewah. Ratusan pasang mata para pejabat tinggi, pengusaha kawakan, hingga petinggi sindikat berpengaruh tertuju ke tengah lantai dansa. Alunan musik orkestra mengalun lambat. Leon merengkuh pinggang Luna dengan dominasi yang lembut, menuntun setiap langkah dansa wanita yang tampak begitu memikat dalam balutan gaun pengantin sutra putihnya.

Leon tersenyum tipis, menunduk sedikit hingga bisikannya hanya terdengar oleh Luna "Lihat mereka semua, sayang, Malam ini, tidak ada satu orang pun di ruangan ini yang berani meragukan posisimu."

Luna mengikuti ritme langkah Leon, matanya menatap pendar lampu kilat kamera di sekeliling ballroom "Jantungku berdegup kencang sekali, Leon. Rasanya seperti mimpi..."

Leon mengeratkan genggamannya di tangan Luna, membawanya tepat ke dada bidangnya "Ini bukan mimpi. Rasakan ini... detak jantungku sama kencangnya dengan milikmu."

Musik perlahan mencapai puncaknya. Leon menghentikan langkah dansa mereka, memutar tubuh Luna dengan anggun sebelum menariknya kembali ke dalam pelukan erat. Pria itu menyambar mikrofon genggam yang disodorkan oleh pengawal pribadinya, lalu berpaling menatap seluruh tamu undangan dengan aura otoriter yang menakutkan sekaligus memukau.

Suara Leon terdengar berat dan menggelegar, bergema di seluruh penjuru ballroom "Selamat malam, Ladies and Gentlemen."

Suasana ballroom seketika hening total. Seluruh lampu kilat media tertahan, menunggu ucapan dari pimpinan mafia terkuat itu.

Leon menatap tajam ke arah jajaran tamu elit, lalu beralih menatap Luna dengan penuh kehangatan "Selama ini, banyak rumor yang beredar tentang siapa wanita yang berdiri di sampingku. Banyak yang mengira dia hanya pelindung putriku, atau sekadar pendamping sementara di mansion ku."

Leon jeda sejenak, mengangkat genggaman tangannya bersama tangan Luna yang sudah dihiasi cincin berlian pernikahan mereka ke udara.

Leon melanjutkan dengan penekanan dingin namun penuh kebanggaan "Malam ini, di depan hukum, di hadapan kalian semua, dan di bawah nama keluarga ini... aku umumkan secara resmi. Luna bukan lagi sekadar pengasuh Emily, bukan pula sekadar pendamping sementara."

Genggaman tangan Leon berpindah, menangkup lembut pipi Luna di depan ratusan pasang mata yang terpana.

"Dia adalah istri sahku. Nyonya besar di rumahku, dan sang ratu di atas seluruh hidup serta kekuasaanku. Siapa pun yang menghormatiku, wajib menghormatinya. Dan siapa pun yang berani menyentuhnya..." Mata elang Leon menyapu ruangan dengan intimidasinya yang legendaris "...berarti menantang perang denganku secara langsung."

Gemuruh tepuk tangan dan decak kagum membahana di seluruh ruangan. Luna menatap Leon dengan mata berkaca-kaca, merasa seluruh keraguan dan rasa cemasnya hilang sepenuhnya malam itu.

Luna berbisik lembut di antara riuh tepuk tangan "Terima kasih, Leon..."

Leon mengecup dahi Luna lama di bawah sorotan lampu utama "Sama-sama, Ratuku."

1
𝓮𝓵𝓯𝓪𝓷𝓪𝔂𝓪 ₳ⱤⱤ₣₳₳ 🕸🌪
kuy double up kk 🙌
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!