NovelToon NovelToon
Tertolak Rindu

Tertolak Rindu

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:39.6k
Nilai: 5
Nama Author: Rahma AR

Perhatian Kian Sakala selalu tercuri pada teman perempuan SMAnya, Wanda Safia yang selalu diperlakukan seperti babu oleh Aditama Hasta.

Wajah lelah dan tertekannya selalu mengusik hati manusiawinya Kian. Tapi sepertinya pertolongannya terhadalp Wanda malah selalu berbuah pahit untuk temannya itu

Semoga suka, ya♡♡♡
Spin off Pesona Cassanova. Tapi bisa dibaca terpisah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahma AR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Selalu ada masalah saat kencan

"Jadi keluarga Aditama tidak masalah Wanda ikut dengannya?" Elia bertanya dengan raut wajah aneh, seolah ngga yakin keluarga Aditama dengan rela dan lapang dada melakukannya.

"Iya." Ezra berusaha tetap tenang dan menjaga ekspresinya agar Elia mempercayai kata katanya tanpa ada sedikit pun keraguan. Tapi melihat ekspresinya, sepertinya Ezra harus sedikit bekerja keras.

"Rasanya tidak mungkin. Yah, agak sulit aku percaya," jawab Elia jujur.

"Kenapa kamu ngga percaya?" tantang Ezra sambil menatap dalam manik mata Elia.

"Aku melihat tatapan marah Aditama pada Kian."

Ezra mengangguk sambil menyuapkan makanannya ke mulutnya. Nasi bakar dengan ayam panggang yang berbalutkan sambal merah. Sedangkan guru keponakannya memesan nasi yang terpisah dengan sop potongan daging yang kecil kecil, wortel, brokoli dan juga kentang.

Elia menunduk dengan hati yang berdesir ketika tatapan Ezra terasa menganggu kestabilitas detak jantungnya. Jadinya dia mengaduk nasinya dengan sendok dan garpunya tanpa berniat memasukkannya ke dalam mulutnya.

"Aku merasa, mereka akan berantem lagi," ucapnya pelan, masih menunduk. Tapi kemudian dia kaget ketika Ezra menyodorkan sendok yang berisi penuh nasi dan ayam.

"Cobain punya aku. Enak," ucap Ezra ketika Elia ingin menolak.

Elia terpaksa membuka mulutnya lebih lebar agar bisa menampung suapan sebanyak itu. Dalam hati dia mengomel.

Setelah memasukkan semua isi suapan itu ke dalam mulutnya, Elia dengan rona malu menutupi pipinya yang menggembung dengan tangannya sambil melihat ke arah lain.

"Enak, kan." Ezra tersenyum melihat pipi yang menggembung itu dan kesulitan Elia.mengunyah makanannya.

Elia.hanya mengangguk, masih tidak mau melihat Ezra. Dia sedang berusaha keras untuk melewatkan makanan itu ke dalam kerongkongannya.

Rasa pedas sambal membuat matanya agak berair.

Pedas banget, keluhnya ketika merasa kerongkongannya seolah terbakar.

Setelah berhasil mengosongkan mulutnya, dengan agak terburu buru Elia meneguk es teh dinginnya.

"Kamu.ngga suka makan sambal?" Ezra baru sadar sup Elia sangat bening tanpa ada campuran warna merah sambal di dalamnya

Elia mengangguk. Dia terlalu lama ikut neneknya di Belanda. Neneknya juga tidak suka pedas.

"Sesekali ngga apa makan pedas, biar hidup lebih berwarna. Ngga hanya asin dan manis saja." Ezra tertawa, dia sulit lupa dengan ekspresi Elia yang dianggapnya lucu dan menggemaskan.

Kalo nanti kapan kapan Elia diajak makan di rumahnya, Ezra akan memberi pesan lebih dulu pada maminya agar menyiapkan menu tanpa sambal.

Mami Gista dan Daddy Kaysar sama sama penyuka sambal tingkat dewa. Sup aja dikasih irisan tipis cabe rawit.

Elia menahan kedongkolannya dengan tidak mengumpati laki laki songong itu. Tapi tidak bisa dia pungkiri ketampanan yang jadi berlipat ketika Ezra sedang tertawa.

"Tenang saja. Aditama tidak akan bisa berbuat apa apa karena papanya sudah setuju. Dia memang wajar merasa marah, tapi lama lama pasti bisa terima. Nanti juga Aditama diberikan asisten pengganti," jelas Ezra santai setelah tawanya mereda.

Elia tidak menyahut. Tapi dia yakin ngga akan semudah itu.

Selagi mereka disergap dalam keheningan, suara sapaan manja menyapa Ezra.

"Ezra? Kamu di sini?"

Seorang gadis cantik dengan balutan tanktop dan celana pants kini mendekat.

Sebelum Ezra membalas sapaan yang tidak dia sangka sangka, satu kecupan lembut mampir di pipinya.

"Kangen tau. Tadi aku ke kantormu, tapi kamu ngga ada."

Elia ngefreeze. Bukan hanya karena sikap agresif gadis ini di depan umum, tapi dia juga mengenalnya. Dulu, bertahun lalu di Belanda mereka pernah menjadi teman.

Mereka saling kenal?

Ezra menghapus sopan bekas ci-um@n teman kencan yang sudah lama tidak dia temui.

"Kamu di sini?"

"Iya." Dengan santai dia menarik kursi kosong yang berada tidak jauh darinya ke samping Ezra. Kemudian duduk dan dengan manja meletakkan dagunya di atas bahu Ezra.

"Halo Elia. Ngga nyangka ketemu kamu di sini," sapanya dengan senyum manis

"Hai." Elia menjawab tenang, berusaha menahan keterkejutannya. Hubungan mereka dulu sempat memburuk gara gara seorang laki laki.

Elia seperti dejavu. Kisah lamanya terulang lagi?

"Kalian sudah kenal?" Ezra menangkap tatapan ngga suka Elia akan pertemuan ini.

"Dunia ini sempit, Ezra." Gadis itu memalingkan wajahnya ke arah Ezra hingga ujung hidung mereka hampir bersentuhan.

Yang membuat Elia ilfeel, Ezra membiarkan kelakuan perempuan itu.

Ezra sudah biasa menghadapi keagresifan para perempuan terhadapnya. Dia dengan tenang menggeser kursinya menjauhi Maria.

"Kamu kapan datang?"

"Baru juga. Aku masih jetlag." Wajah Maria tampak cemberut karena Ezra terang terangan menjauh darinya.

Ezra manggut manggut kemudian melirik Elia yang sepertinya sudah ngga berselera lagi melanjutkan makannya

"Kita pulang sekarang?"

Maria hampir menjawab, tapi tatapan Ezra mengarah pada Elia membuat hatinya panas.

Elia yang ngga sadar kalo pertanyaan itu tertuju untuknya, mengacuhkannya.

"Biar dia pulang sendiri aja."

Perkataan Maria membuat Elia menatap Ezra.

Ezra menggelengkan kepalanya.

"No. Aku harus mengantarkan guru keponakanku pulang."

Seketika Maria terpaku, tapi kemudian tawanya berderai, terdengar sumbang.

"Haa.... Kamu jadi guru, Elia?" Tawanya masih panjang durasinya.

Elia sudah merasa bokongnya panas, jadi secepatnya dia berdiri sambil mengambil tasnya.

"Pak Ezra, saya bisa pulang sendirian."

Ezra menggeleng.

"Aku yang bawa kamu ke sini, jadi aku yang antar kamu pulang."

Ezra menoleh ketika Maria ikut berdiri sambil menggayuti lengannya.

"Antar aku pulang juga Ezra. Ada yang mau aku ceritakan. Penting."

"Besok saja. Aku bawa motor. Hanya cukup bawa satu orang."

Elia dapat melihat tatapan ngga terima Maria pada Ezra.

"Kamu tega?" rajuknya.

"Kamu ke sini sama siapa?"

Maria menunjukkan rombongannya. Elia juga ikut melihatnya dan tubuhnya bergetar. Mereka teman teman lamanya, yang sudah mengkhianatinya.

"Ya, sudah, kamu sama mereka saja." Ezra menangkap wajah tegang Elia.

Dia kemudian meraih lengan Elia.

"Aku antar kamu pulang."

Elia menepis tangan Ezra membuat laki laki itu agak terkejut.

"Aku pulang sendiri aja."

Elia berjalan cepat meninggalkan Ezra.

"Elia," seru Ezra bermaksud menyusul.

"Sudah, biar, kan, saja dia." Maria menahan tangan Ezra dengan cekalan kuat.

"Kita bisa bicara kapan kapan." Ezra menepis kasar hingga cekalan itu terlepas.

Maria terkesiap.

"Dia ngga akan mau sama kamu kalo tau kamu pernah tidur denganku, Ezra;" tahan Maria.

Ezra menoleh.

"Bukan hanya denganmu. Aku juga tidur dengan yang lain," jawab Ezra datar sebelum mengejar Elia.

*

*

*

Aditama yang meminta supirnya membuntuti Kian dan Wanda, agak mengerutkan keningnya ketika melihat saingannya itu mampir ke rumah Keyra. Ngga lama kemudian dia melihat Kian mengendarai motornya lagi keluar dari gerbang rumah Keyra. Tapi hanya sendirian saja.

Wanda di rumah Keyra? batinnya menduga kesal.

Kenapa Wanda dioper ke sana kalo Kian tidak mau tinggal bersamanya? batin Aditama menggerundel kesal.

"Kenapa si Wanda be-go banget. Mau aja dia dilempar Kian ke sana sini. Dasar gob-log!" makiannya tersembur, wajahnya menunjukkan perasaan marah dan muak yang amat sangat.

Pak Supri yang mendengarnya hanya diam saja. Yang penting bukan dirinya yang jadi sasaran kemarahan Aditama. Seperti hari hari kemarin, dirinya dianggap sudah membuat tuan mudanya kehilangan Wanda. Dia terus mendapatkan tatapan marah, semprotan dan juga umpatan.

1
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ MENTARY 💘
Erza emang bibit Kay lah
Rahmawati
Wanda pasti malu bgt kl tahu dia saudaraan sama aditama
Pujierde
mungkin wanda akan marah kepada bapaknya sitam" dan mungkin wanda malu sama kian, saudara"nya kian dan teman" yang lainnya sehingga wanda kabur
Pujierde
saking syak syik syok tuh lambung jadi kembung 😂😂
Pujierde
kamu mksdnya kepala ezra dibahu kamu el 🙈🙈
Pujierde
wiih udh tengleng aja tuh kepala kamu el syak syik syok yaa 😂😂
Pujierde
betul banget anak tengilmu main langsung ngegas aja
Pujierde
kan tadi ezra udah ijelasin waktu kenalan klo elia pacarnya hadeeee oma gista udh lupa aja
Pujierde
opa kaysar......udh tuir woiiii tolong jangan ngajarin anaknya makin tengil😂😂
Pujierde
kok akuh merasa gista dan keysar belum cocok punya cucu yaks 😀😀
Pujierde
berarti puncuk dicinta ulampun tiba donk jadi bisa langsung gaskeeeen
Pujierde
ezraaaaa kenapa siiiih kamu model bapak kamu 😂😂
Lusi Hariyani
ezraaa...bikin ank org jantungan km
✨@dian_$💫
ihhiirrr om ezzraaaaa....
Rahmawati
lanjuttt
Rahmawati
elia gk bisa berkutik😂
udah dikenalin sbg calon istri berarti ezra serius
✨@dian_$💫
lebih suka part Ezra nya drpd Kian😀
Setyowati Setyowati
lanjut ...jangan tunggu lama"
biby
ajaran sesat sang bapak... tapi bs jg d coba 🤣🤣
Lusi Hariyani
keberuntunganmu ezra
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!