NovelToon NovelToon
Pernikahan Tak Terduga

Pernikahan Tak Terduga

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Cinta setelah menikah / Pernikahan Kilat
Popularitas:7.8k
Nilai: 5
Nama Author: RaeathaZ

Yussallia Tsaverra Callisto selalu memimpikan kehidupan pernikahan yang indah di masa depan. Yussallia masih berharap bahwa kehidupan pernikahannya bersama Rionegro akan berjalan semulus yang ia harapkan, meskipun pernikahan mereka didasari oleh sebuah kesalahan satu malam yang mereka lakukan pada di masa lalu.

Rionegro Raymond Kalendra tidak pernah menyangka bahwa menolong seorang gadis yang terjebak dalam badai hujan akan berujung pada pernikahan yang tidak pernah ia inginkan. Rionegro tahu ia tak bisa menghindar dari kewajibannya untuk menikahi Yussallia, gadis yang pernah ia bantu, meskipun mereka memiliki seorang anak bersama akibat kesalahan satu malam yang mereka buat di masa lalu.

Dan dengan segala harapan dan keraguan yang menggantung di atas pernikahan mereka, apakah Yussallia mampu mewujudkan mimpinya tentang pernikahan yang bahagia? Atau akankah pernikahan itu berakhir dengan kegagalan, seperti yang ditakuti Rionegro?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RaeathaZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 29

Pagi itu dimulai lebih sunyi dari biasanya.

Bukan karena tidak ada suara di rumah. Justru suara-suara kecil terasa tetap ada seperti hari-hari lain—langkah pelan asisten rumah tangga di lantai bawah, dentingan peralatan makan yang saling bersentuhan, suara pintu lemari yang dibuka lalu ditutup kembali.

Namun bagi Yusallia, semuanya terasa sedikit lebih jauh.

Sedikit lebih pelan.

Sedikit lebih berat untuk diikuti.

Ia terbangun bahkan sebelum alarm berbunyi.

Matanya terbuka perlahan, menatap langit-langit kamar yang sudah sangat familiar baginya sejak kecil.

Beberapa detik pertama terasa biasa saja.

Lalu rasa tidak nyaman itu muncul.

Pelan.

Seperti gelombang kecil yang naik perlahan dari perutnya.

Ia mengerutkan kening.

Tangannya secara refleks menyentuh perutnya.

Bukan rasa sakit.

Lebih seperti perasaan tidak enak yang sulit dijelaskan.

Ia mencoba menarik napas pelan.

Mungkin hanya lambungnya kosong.

Ia memang tidur tanpa makan banyak semalam.

Ia mencoba bangun.

Namun saat tubuhnya bergerak duduk, rasa mual itu tiba-tiba terasa lebih jelas.

Ia berhenti sejenak di tepi tempat tidur.

Menunggu sensasi aneh itu mereda.

Namun bukannya menghilang, rasa itu justru bertahan lebih lama dari biasanya.

Ia berdiri perlahan.

Langkahnya menuju kamar mandi terasa sedikit lebih lambat.

Begitu pintu tertutup, ia langsung menyalakan lampu.

Cahaya terang membuat matanya sedikit menyipit.

Ia berdiri di depan wastafel.

Menatap bayangannya di cermin.

Wajahnya terlihat sedikit pucat.

Ia membuka keran dan membasuh wajahnya dengan air dingin.

Sensasi segar biasanya membantu.

Namun kali ini tidak terlalu banyak perubahan.

Ia menarik napas pelan.

Lalu tiba-tiba, rasa mual itu naik lebih kuat.

Ia menutup mulutnya cepat.

Mencondongkan tubuh ke arah wastafel.

Beberapa detik berikutnya terasa sedikit kabur.

Tubuhnya bereaksi lebih cepat dari pikirannya.

Setelahnya, ia berpegangan pada pinggir wastafel.

Menunduk.

Mencoba mengatur napasnya kembali.

Jantungnya berdetak sedikit lebih cepat.

Perasaan tidak nyaman itu belum sepenuhnya hilang.

Ia berkumur beberapa kali.

Lalu membasuh wajahnya lagi.

“Cuma asam lambung,” gumamnya pelan.

Kalimat sederhana yang langsung ia pilih.

Alasan yang terasa paling aman.

Paling logis.

Ia mengeringkan wajahnya dengan handuk kecil.

Menatap dirinya di cermin beberapa detik lebih lama.

Matanya terlihat sedikit lebih sayu dari biasanya.

Ia keluar dari kamar mandi dengan langkah pelan.

Hari ini ia memang tidak memiliki jadwal jaga di rumah sakit.

Hari liburnya jatuh tepat di tengah minggu.

Biasanya ia memanfaatkan waktu itu untuk membaca jurnal, menyusun catatan penelitian, atau sekadar beristirahat.

Namun pagi ini, tubuhnya terasa sedikit lebih lemah dari biasanya.

Ia duduk di tepi tempat tidur.

Menunggu sampai rasa tidak nyaman itu benar-benar mereda.

Beberapa menit berlalu.

Ia mencoba berdiri lagi.

Berjalan menuju lemari.

Memilih pakaian rumah yang sederhana.

Tidak ada alasan khusus untuk berdandan rapi hari ini.

Ia hanya ingin merasa nyaman.

Langkahnya menuju tangga terasa pelan.

Saat ia hampir sampai di lantai bawah, aroma makanan dari dapur tiba-tiba terasa lebih kuat dari biasanya.

Aroma telur dan roti panggang yang biasanya biasa saja, kini terasa terlalu tajam.

Ia berhenti di anak tangga terakhir.

Menelan pelan.

Perutnya terasa kembali tidak nyaman.

Ia memalingkan wajah sedikit.

Mencoba menghindari aroma yang entah kenapa terasa terlalu menusuk pagi ini.

“Kakak?”

Suara itu membuatnya sedikit terkejut.

Yasvera berdiri di ruang makan dengan pakaian santai namun tetap terlihat rapi seperti biasa.

Rambutnya tertata dengan effortless, wajahnya terlihat segar meskipun tanpa banyak riasan.

Ia tampak sedikit heran melihat Yusallia berdiri diam di dekat tangga.

“Kakak ga sarapan?”

Yusallia mencoba tersenyum kecil.

“Sebentar lagi.”

Namun sebelum ia sempat melangkah lebih jauh, rasa mual itu datang lagi.

Lebih cepat dari yang ia perkirakan.

Ia menutup mulutnya refleks.

Langkahnya berbalik cepat menuju kamar mandi kecil di lantai bawah.

Pintu tertutup sedikit lebih cepat dari biasanya.

Yasvera yang melihat itu langsung mengerutkan kening.

“Kakak?”

Tidak ada jawaban beberapa detik.

Lalu suara kecil dari dalam kamar mandi membuat Yasvera semakin khawatir.

Ia berdiri di depan pintu.

Tidak langsung mengetuk.

Namun jelas terlihat ragu.

Hubungan mereka memang tidak pernah benar-benar dekat.

Tidak buruk.

Tidak juga hangat.

Selalu ada jarak tipis yang sulit dijelaskan.

“Kakak… gapapa?”

Beberapa detik kemudian, pintu terbuka.

Yusallia berdiri di sana.

Wajahnya terlihat sedikit pucat.

Namun ia tetap berusaha terlihat tenang.

“Gapapa.”

Yasvera menatapnya beberapa detik.

Seolah mencoba memastikan apakah jawaban itu benar.

“Kakak sakit?”

“Engga.”

“Kakak kelihatan pucat.”

“Cuma agak mual aja.”

“Mual?”

Yusallia mengangguk kecil.

“Mungkin asam lambung.”

Yasvera terdiam sebentar.

Raut wajahnya menunjukkan kekhawatiran yang tidak sepenuhnya ia sembunyikan.

“Kakak makan ga teratur lagi?”

“Nanti juga baikan.”

Nada suara Yusallia tetap lembut.

Tetap tenang.

Seolah berusaha memastikan bahwa semuanya memang tidak perlu dibesar-besarkan.

Namun Yasvera masih menatapnya cukup lama.

“Aku panggilin Mama?”

“Ga usah.”

“Kakak yakin?”

“Iya.”

Hening sebentar.

Percakapan mereka selalu terasa sedikit canggung.

Seolah masing-masing tidak sepenuhnya tahu harus berkata apa.

Namun Yasvera tetap berdiri di sana.

Tidak langsung pergi.

“Aku… maksudnya… kakak istirahat aja dulu.”

“Iya.”

“Kakak hari ini ga kerja kan?”

“Engga.”

“Bagus.”

Nada suara Yasvera terdengar sedikit lega.

“Mending tidur lagi.”

“Iya.”

“Kalo masih mual… bilang aja.”

“Iya.”

Yasvera tampak ragu sejenak sebelum akhirnya berkata pelan,

“Jangan dipaksain kuat terus.”

Kalimat itu sederhana.

Namun entah kenapa sedikit berbeda.

Yusallia menatap adiknya sebentar.

Lalu tersenyum kecil.

“Iya.”

Yasvera mengangguk kecil.

Lalu kembali ke ruang makan.

Percakapan singkat.

Canggung.

Namun tetap ada sesuatu yang terasa tulus di dalamnya.

1
Reilient
ditunggu lanjutannya
Rei_983
lanjutin
Ocean Blue
lanjutin ceritanya
Rose Ocean
lanjutin ceritanya kak
Reha Hambali
lanjutin ceritanya thorr
Riha Zaria
lanjutin ceritanya thor
Reezahra
lanjutin thorr
Zariava
lanjutin thor
Reatha
lanjut thorr
Reazara
lanjutin kak
Zahira
lanjutin thor
Zahra
lanjutin kak
Ria08
lanjut kak
Reza03
lanjut thor
Riza09
lanjut
Rei_Mizuki98
lanjut thor
Rose Mizuki
lanjut💪
Rieza05
lanjut kak
Reva456: lanjut
total 1 replies
@RearthaZ
boleh kok, kak
Unparalleled: haii aku mampir nih..
btw semangat okee buat The continuation of the story nyaaa🤩
total 1 replies
sayang kamu
gw nyicil bacanya ya min bagus gw baca setiap hari 1 bab krn sibuk sendiri di realita gk bisa maraton semangat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!