Karena panggilan sahabatnya, yang telah bekerja di ibukota, Esther Valencia pun datang ke ibukota, untuk bekerja di perusahaan sahabatnya.
Siapa sangka, ia dijual sahabat yang ia percayai selama ini, kepada lelaki hidung belang di sebuah club malam.
Tubuh panas Esther menabrak tubuh seorang pria, saat ia melarikan diri dari kejaran pria hidung belang, yang bertepatan pria tersebut akan masuk ke dalam sebuah kamar.
Esther pun akhirnya menghabiskan cinta satu malam dengan pria asing, karena pengaruh obat yang diberikan sahabatnya ke dalam minumannya.
Bagaimana sikap Esther setelah ia sadar dari pengaruh obat, kalau ia telah tidur dengan seorang pria yang tidak ia kenal?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KGDan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 31.
"Kamu tidak mengaca, usiamu itu sudah berapa? jangan bertingkah seperti anak kecil! kita tidak pernah akrab!!"
Adriana seketika cemberut mendengar nada dingin Jack, dan melirik Esther dengan tajam, melemparkan sinyal kebencian pada Esther.
Esther dapat merasakan aura bermusuhan dari Adriana.
"Jack! ternyata kamu disini! kemari sebentar!" Charlotte datang menghampiri mereka, "Esther, sebentar, ya? ada sedikit urusan!" lalu menarik tangan Jack pergi dari sana.
Begitu Jack pergi, raut wajah Adriana seketika berubah dingin memandang Esther.
Adriana melangkah mendekati Esther, dengan tatapan mata yang terlihat tidak suka memandang Esther.
"Aku peringatkan padamu! aku dan Jack sudah pacaran sejak Jack berusia lima belas tahun! jangan kamu pikir sudah melahirkan bayi untuk Jack, kamu sudah mendapatkan Jack!!" kaki Adriana semakin dekat melangkah pada Esther.
"Jack pernah berjanji padaku, kalau dia hanya mencintaiku saja! kamu bukan tipe, Jack! dan satu lagi yang perlu kamu tahu, Jack itu mandul!!"
Tubuh Esther seketika membeku mendengar apa yang dikatakan Adriana, matanya membulat tidak percaya mendengar apa yang dikatakan Adriana.
"Iya, benar! kak Jack mandul! makanya aku curiga kalau keempat bayi ini bukan anak kak Jack!!"
Melda melangkah mendekati mereka, bergabung dengan Adriana untuk memprovokasi Esther.
Sejak Esther dibawa Jack dan keluarga Jack ke kediaman Sebastian, mereka tidak pernah mengatakan padanya kalau Jack mandul.
Kaki Esther terasa berat menopang tubuhnya, membuat kakinya tanpa sadar terhuyung ke belakang.
Kalau memang Jack mandul, kenapa ia bisa hamil setelah malam itu tidur dengan Jack? pikirnya tidak percaya.
"Apa yang kalian bicarakan, Nona? pergi sana! jangan ganggu Nona muda kami!!" Pengasuh bayi kembar Esther mengusir Adriana dan Melda.
Mata Adriana tajam memandang Pengasuh itu, "Jangan ikut campur! kamu hanyalah Pengasuh, kerjakan saja pekerjaanmu!!"
"Memangnya kenapa kalau hanya seorang Pengasuh? apa Nona tidak sadar ini kediaman siapa? jangan bertingkah jadi Nyonya di sini!!"
Pengasuh lainnya datang mendekat menimpali apa yang dikatakan Adriana, dengan menaikkan suaranya menegur Adriana.
Raut wajah Adriana menjadi merah mendengar nada tinggi Pengasuh keluarga Sebastian itu padanya, membuatnya ingin membentak Pengasuh itu.
"Huh! Ayo kita pergi!!" Adriana mengajak Melda pergi dari sana, "Ingat! kamu tidak akan pernah bisa memiliki Jack! dia hanya mencintaiku saja!!"
Setelah selesai mengatakan apa yang harus ia katakan, Adriana dan Melda pergi dari sana.
Esther mengedipkan matanya melihat Adriana dan Melda, melangkah menjauh berbaur dengan tamu lainnya.
"Tuan dan Nyonya!!"
Terdengar suara Charlotte berdiri di anak tangga dengan suara yang kencang, dan semua tamu pesta memberi perhatian ke arah Charlotte.
"Terimakasih sudah datang ke pestaku! pesta penyambutan menantuku masuk ke dalam keluarga Sebastian, dan ucapan terimakasih padanya sudah memberikan empat cucu pada keluarga Sebastian!!"
Tamu memperlihatkan reaksi senang dengan ucapan Charlotte.
"Selamat Nyonya Sebastian! kami turut senang mendengar kabar bahagia dari keluarga anda!!" sahut salah satu tamu.
"Terimakasih, Tuan! saya ingin memperkenalkan menantuku pada anda semaunya!!" Charlotte menoleh ke arah Esther, lalu mengulurkan tangannya kepada Esther.
Melihat Charlotte mengulurkan tangan padanya, Esther melangkah menerima uluran tangan Charlotte.
Ia kemudian berdiri di samping Charlotte, dan Charlotte memperkenalkan Esther.
"Menantu Nyonya ternyata sangat muda, saya pikir tadi keponakan anda Nyonya!!" sahut salah satu tamu.
Charlotte tersenyum senang mendengar apa yang dikatakan tamunya, "Bagaimana? cantik, kan?!"
"Iya! pantas saja dapat melahirkan bayi kembar, ternyata masih muda! melihat tubuhnya yang sehat, jelas sekali terlihat kalau ia memiliki tubuh yang subur, sangat mudah mengandung seorang bayi!!" sahut yang lain.
Charlotte tersenyum semakin senang mendengar apa yang dikatakan tamu lainnya.
"Bibi! Bibi! gawat!!!"
Tiba-tiba Melda berlari ke tengah ruangan pesta sembari berteriak, dengan raut wajah panik ke arah Charlotte berdiri.
"Ada apa?! kenapa kamu berisik sekali?!" tanya Charlotte tidak senang melihat Melda.
"Ba.. baru saja aku tidak sengaja melihat, kak Jack dan kak Adriana masuk ke dalam kamar tamu! dan a.. aku mendengar suara aneh dari dalam kamar! setelah mereka masuk ke dalam kamar!!!" jawab Melda dengan nada yang panik, dan terlihat begitu gugup.
"Apa?!!!" mata Charlotte membulat dengan lebar, lalu bergegas dengan langkah cepat menuju kamar tamu.
"Dasar anak tidak tahu diri! apa dia masih menyukai perempuan itu?!"
Raut wajah Ethan mendengar apa yang dikatakan Melda terlihat mengeras, ia pun bergegas ke kamar tamu untuk memberi pelajaran pada putranya tersebut.
Tinggallah Esther berdiri ditempatnya dengan perasaan membeku, melihat semua tamu bergegas ke kamar tamu.
Melda menyunggingkan senyuman kemenangan di sudut bibirnya, ia memandang Esther yang tidak bergerak ditempatnya berdiri.
"Sudah kukatakan padamu! kak Jack itu milik kak Adriana! mereka sudah memiliki hubungan sejak usia remaja!!"
Setelah mengatakan apa yang dikatakannya, Melda pergi meninggalkan Esther, untuk ikut bergabung melihat yang terjadi di kamar tamu.
Esther yang masih berdiri di anak tangga, merasakan dadanya tiba-tiba terasa nyeri.
Dengan langkah berat ia melangkah menuju kamar tamu, yang berdesakan ingin melihat apa yang terjadi di dalam kamar.
Esther yang berdiri di bagian belakang, dan nyaris tidak dapat melihat ke dalam kamar, melemparkan pandangan matanya melihat dari antara sela-sela berdirinya tamu.
Ia melihat Jack seperti sedang kesulitan bernafas duduk di tepi tempat tidur, dengan posisi tubuh sampai membungkuk memegang lehernya.
"Cepat! cepat! panggil Dokter! kenapa bisa seperti ini?!!" terdengar suara Charlotte begitu cemas dan panik.
"Kamu ingin membunuh putraku, ya?!!"
Ethan membentak Adriana sembari mengacungkan jari telunjuknya ke wajah Adriana, yang tampak panik dan ketakutan melihat keadaan Jack.
"A.. aku tidak melakukan apa pun, Paman! a.. aku hanya mendorong kak Jack masuk ke dalam kamar! aku.. aku hanya ingin menjalin kembali hubungan kami! tiba-tiba dia seperti itu karena aku tidak ingin menjauh darinya!!"
Plak!!!
Dengan kencang Charlotte menampar Adriana, "Sudah tahu Jack tidak ingin dekat denganmu! kamu masih saja ingin menempel padanya! mulai malam ini, kamu jangan pernah menginjakkan kaki di kediaman Sebastian!!!"
Jack yang merasa kesakitan dalam rongga pernafasan, melihat sosok Esther diantara tamu di depan pintu kamar.
Tangannya terulur memanggil Esther untuk menolongnya, dengan suara yang tidak dapat keluar dari kerongkongannya.
Jack merasakan dadanya terasa semakin menyempit, dan membuat raut wajahnya semakin pucat.
"Nyonya, lihat! dari hidung putra anda mengeluarkan darah!!" salah satu tamu berseru panik.
"Butler! mana Dokternya? kenapa lama sekali?!!" jerit Charlotte histeris.
"Dok.. Dokter sedang dalam perjalanan, Nyonya!!" jawab Butler ikut panik.
Jack mencengkram tangan Ibunya, yang mencoba menenangkan keadaan dirinya.
Dengan susah payah Jack mengeluarkan suaranya, "Ma, E.. Esther.. "
Charlotte seketika tersadar begitu mendengar suara lemah Jack, dan ia pun sontak memanggil Esther.
"Butler! panggil Nyonya muda kemari, cepat!!!" jerit Charlotte sampai nyaris menangis.
"Oh, i.. iya, Nyonya! baik!!" jawab Butler semakin panik dan gugup.
Begitu Butler keluar dari dalam kamar tamu, ia melihat Esther berdiri diam sendirian di belakang tamu.
"Nyonya muda, cepat masuk! penyakit hidung Tuan muda kambuh!!"
Tubuh Esther terhuyung, Butler menarik tangannya begitu selesai bicara, menerobos tamu masuk ke dalam kamar tamu.
Bersambung........
cari penyakit aja kamu.....😡
makanya cepetan nyatain perasaan kamu, biar gk salaha paham terus.
🤭🤭