NovelToon NovelToon
Setahun Untuk Mencintaimu

Setahun Untuk Mencintaimu

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Romantis / Dijodohkan Orang Tua / Cintamanis / Cinta Seiring Waktu / Konflik etika
Popularitas:27.1k
Nilai: 5
Nama Author: Diana Putri Aritonang

Cakra Atlas, seorang pria rupawan yang bekerja di sebuah bar, rela menerima pernikahan dadakan demi membayar hutang janji orang tuanya di masa lalu. Namun, siapa sangka, wanita yang dia nikahi adalah Yubie William, seorang wanita yang baru saja gagal menikah karena calon suaminya memilih menikahi wanita lain.

Yubie, yang masih terluka oleh kegagalan pernikahannya, berjanji untuk menceraikan Cakra dalam setahun ke depan. Cakra, yang tidak berharap ada cinta dalam hubungan mereka, justru merasa marah dan kesal ketika mendengar janji itu. Alih-alih membenci istrinya, Cakra berusaha untuk menaklukan Yubie dan mengambil hatinya agar tidak menceraikannya.

Dalam setahun ke depan, Cakra dan Yubie akan menjalani pernikahan yang tak terduga, di mana perasaan mereka akan diuji oleh rahasia, kesalahpahaman, dan cinta yang tumbuh di antara mereka. Apakah Cakra akan berhasil menaklukan hati Yubie, atau akankah Yubie tetap pada pendiriannya untuk menceraikannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diana Putri Aritonang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 31.

Tuan Calton William, ayahnya Yubie meminta bantuan Cakra untuk menggantikan posisi beliau sebagai CEO perusahaan William Group?

Yubie berusaha keras memahami kalimat itu. Ini bukanlah sebuah bantuan. Lebih tepatnya, ayahnya sedang menunjuk Cakra sebagai penerusnya.

"Bie?" panggil Cakra yang melihat istrinya terdiam tanpa reaksi. Cakra sudah menduga hal ini akan terjadi pada istrinya, tapi tidak akan ia biarkan kesalahpahaman ada di antara dirinya dan Yubie.

"Kau bohong 'kan?"

Beberapa kata yang masih memiliki makna tidak percaya itu meluncur halus dari bibir Yubie.

Cakra menggeleng. Tangannya terangkat mengusap wajah Yubie. "Aku tidak bohong. Semua yang aku katakan itu adalah benar." Cakra menarik pelan istrinya untuk berdiri. Satu tangan pria itu melingkari erat pinggang Yubie, seperti menjerat Yubie agar fokus mendengarkan semua yang akan Cakra katakan.

"Tapi, aku menolak permintaan Daddy. Aku hanya mau membantu untuk menggantikannya sementara sampai beliau bosan jadi pengangguran di luar sana." Cakra masih sempat-sempatnya terkekeh kecil. Sementara Yubie masih dengan usahanya dalam memahami semua informasi yang baru saja ia terima. Dan ya! Ini informasi benar-benar mengejutkan untuknya.

Ada seribu satu macam pertanyaan muncul di dalam kepala Yubie, yang semakin ia pikirkan lagi, malah semakin sulit ia menemukan jawabannya. Tuan William sama sekali tidak memilih ia ataupun Lusy sebagai penerus? Atau membagi perusahaan menjadi dua, jika takut ia dan Lusy bertikai. Alih-alih melakukan kemungkinan-kemungkinan itu, Tuan William ternyata malah memilih kemungkinan yang paling tidak memungkinkan ada di di dalam pikiran orang, beliau memberikan kedudukannya pada sang menantu, Cakra. Yang merupakan seorang pelayan di club malam?

Netra Yubie mengerjap, bukan ia merendahkan pekerjaan suaminya. Tapi, untuk memimpin sebuah perusahaan besar? Ilmu yang mempuni dan segudang pengalaman sangat dibutuhkan. Lalu apa alasan ayahnya hingga bisa memilih Cakra?

"Why?" tanya Yubie.

"Kenapa, apa?"

Yubie sempat terdiam. Jantungnya mulai berdetak kencang karena saat ini Cakra memeluknya dengan bokong pria itu yang setengah duduk di meja kerjanya. Netra biru pria itu juga sukses memenjarakan Yubie. "Kenapa menolaknya?" tanya Yubie lagi dengan susah payah.

Mendapati pertanyaan itu dari sang istri membuat Cakra tersenyum kecil. "Karena aku belum memberi tahu istriku," jawab Cakra enteng.

Sampai membuat Yubie mengerutkan alis. Karena belum memberitahunya? Jawaban macam apa itu!

"Jadi kalau sudah memberi tahuku, kau akan menerimanya?"

Cakra lagi-lagi terkekeh, ia begitu menikmati ekspresi serius Yubie sampai pria itu mengecup kilat bibir istrinya.

"Tergantung," kata Cakra tampak tak ingin berhenti menikmati kebingungan istrinya. "Apa titah istriku selajutnya."

"Kau akan menerimanya, jika aku..." Kalimat Yubie tidak selesai saat tangan Cakra mengusap pelan bibir wanita itu. Yubie seketika membeku.

"Aku tahu, kau bukanlah orang yang selalu banyak bertanya, Bie. Jangan gerogi, aku suamimu. Dan, jika yang paling ingin kau tahu adalah kenapa Daddy meminta padaku. I don't know. Aku tidak tahu alasannya. Meskipun aku sudah pernah bertanya pada beliau; kenapa aku?" Cakra menunduk demi bisa meraih bibir istrinya dan menyesapnya.

Yubie tidak bisa menghindar. Ia sepenuhnya dalam pelukan Cakra. Merasakan istrinya mulai sulit bernapas karena ulahnya, tangan Cakra merayap untuk meraih kancing jacket hitam yang masih melekat di tubuh Yubie.

Hanya dengan sekali tarikkan, jacket hitam itu terbuka. Cakra menyingkirkannya ke sembarang tempat dan mulutnya itu masih saja tidak berhenti berkelana. Netranya sempat membidik bekas merah yang masih tercetak jelas di leher Yubie. Ia tersenyum penuh kebanggaan, baginya itu adalah hasil karyanya yang luar biasa, dan ia berniat kembali membuatnya.

Yubie sampai terperanjat. Tapi, Cakra memeluk tubuhnya kian erat. Yubie melenguh, terengah. Mulai bisa merasakan sensasi panas yang menyebar luas, dan ia dapat merasakan mode on-nya seorang Cakra.

"B-ie... Bie...?" panggil Yubie.

Tak ada respon dari suaminya.

"Jantungku dingin, Bie," kata Yubie lagi. Kalimat yang sangat aneh, karena terlontar seadanya, Yubie juga terdesak atas tindakan Cakra yang semakin merajalela.

"Aku tahu."

Nah itu dia yang dari tadi khusyuk sesap menyesap akhirnya menyahut jua. Tapi, bukannya berhenti dari pekerjaannya, tangan Cakra malah dengan lihainya membuka blouse istrinya, dan menyisakan atasan Yubie, hanya bra hitam yang begitu kontras dengan warna kulitnya.

Yubie jelas saja terkejut, dengan cepat ia menutupi bagian tubuhnya yang terekspos. "Ini kantor, Bie." Ia melirik ke arah pintu. Berharap Cakra sadar di mana mereka sekarang.

"Aku tahu."

Sudah senang Yubie, karena Cakra menjawab tahu. Tapi, itu hanya beberapa detik, sebelum akhirnya Cakra meraihnya dan menggendongnya seperti bayi koala setelah pria itu melepaskan kaosnya.

"Akhhh! Bie, kau mau apa?" Yubie sampai memekik sangking kagetnya. Tangannya reflek melingkar di leher sang suami.

"Aku mau istriku."

Cakra kembali mencium bibir istrinya, kali ini ciuman penuh gairah yang tak lagi ditahannya. Dengan masih menggendong Yubie tanpa melepaskan cumbuannya, Cakra langsung membawa langkah, masuk ke kamar yang ada di ruang kerja istrinya.

Di sana, pria yang sudah dalam mode on fire itu menumpahkan segala hasratnya. Tak lagi menahan denyut kesakitan yang semalam gagal Cakra salurkan. Yubie pun sudah abai akan semuanya, benteng pertahan yang ia bangun dari awal luluh lantak dalam seketika.

Rintihan tertahan membalut panas tubuh keduanya yang saling berpacu memadu kenikmatan. Setiap sentuhan dan cumbuan seperti api yang membakar sampai ke sela nadi. Tapi, gilanya mereka menginginkan lagi dan lagi.

*

*

*

Meninggalkan pasangan yang baru saja menikmati surga dunia, di sudut lain perusahaan, ada Kanny yang tampak malas menerima panggilan dari istrinya, Lusy.

Di ruang kerjanya, Kanny tengah menghadapi pekerjaan yang banyak, ponselnya sudah berdering beberapa kali. Kanny hanya meliriknya, tertera jelas nama Lusy di sana, dan itulah yang membuat Kanny malas menerima.

Pagi tadi mereka sudah bertengkar, Kanny tidak ingin bertengkar lagi, hingga ia memilih untuk mengabaikan telepon dari Lusy.

Namun, ponsel Kanny terus saja berdering, sampai akhirnya membuat sang pemiliknya merasa muak. Tangannya pun lekas menyambar ponsel dan mulutnya sudah terbuka, bersiap untuk melepaskan kemarahan serta kekesalannya pada Lusy yang dinilai mengganggu waktunya dalam bekerja.

Tapi, saat panggilan terhubung, dan sura Lusy yang bercampur tangis serta kemarahan lebih dulu terdengar, membuat Kanny terdiam. Ia mengerutkan alis begitu dalam. Banyak sekali yang istrinya katakan. Kini sepenuhnya perhatian pria itu pun terfokus pada panggilan istrinya. Rahang Kanny bahkan tampak mengeras, tangannya menggenggam erat pulpen, hingga benda itu patah menjadi dua bagian.

"Aku tidak terima! Aku tidak terima semua kecurangan ini, Kak! Seharusnya kamu lah yang menempati posisi itu!!" Lusy terisak-isak mengadu di seberang sana.

"Sekarang cari keberadaan Kakak ipar! Dia ada di perusahaan 'kan. Permalukan dia di sana! Dia tidak pantas menjadi seorang pemimpin!!" perintah Lusy pada suaminya.

Tanpa menunggu lama, Kanny mematikan panggilan dan langsung beranjak keluar dari ruangannya. Wajah pria itu terlihat begitu gelap. Ia menuju ruang kerja mertuanya demi mencari keberadaan Cakra, tapi tidak menemukan pria sialan itu. Hingga Kanny berbelok mendatangi ruangan Yubie.

"Anda tidak boleh masuk, Tuan Kanny."

Mariana mencegah Kanny untuk tidak masuk ke dalam ruang atasannya. Jangankan orang lain, dia saja sang sekertaris belum bisa masuk sesuai ucapan Bu Yubie, karena masih ada Pak Cakra di dalam.

Kanny yang sudah diselimuti amarah oleh kabar yang ia dengar dari Lusy tak memperdulikan ucapan Mariana. Ia mendorong sekertaris wanita itu dan berlalu begitu saja untuk menerobos masuk ke dalam ruang kerja Yubie.

"Aigh!!! Tuan Kanny! Anda benar-benar... tidak sopan."

Kalimat akhir Mariana tiba-tiba tenggelam begitu saja saat ia susah payah berlari menyusul Kanny ke dalam ruang kerja sang atasan. Mariana sudah takut setengah mati akan kemarahan Yubie karena Kanny berhasil lolos masuk tanpa izin. Tapi, kenyataannya sekarang Mariana seakan dibuat mati berdiri karena menemukan pakaian sang atasan dan suaminya malah berserakan di atas lantai.

Kanny terbelalak melihat itu semua. Ia meraih blouse Yubie dan mencengkramnya begitu kuat sampai pandangannya jatuh pada salah satu pintu. Kamar istrahat Yubie di kantor.

"Stop! Hentikan, Tuan Kanny!!" Mariana reflek maju, menghalangi Kanny dengan kedua tangannya yang ia bentangkan. "Anda sudah melewati batas. Ini adalah privasi Bu Yubie. Anda bisa melanggar kode etik kerja dan itu bisa membawa Anda dalam masalah!" Mariana berkata tegas pada Kanny.

"Mereka suami istri. Mereka juga pemilik perusahaan ini." lagi Mariana bersuara.

Yang seketika membuat Kanny mengumpat kasar dan melempar blouse Yubie ke wajah Mariana sebelum pergi meninggalkan ruangan itu.

Mariana bernapas lega melihat Kanny yang keluar. "Nasib bawahan," katanya seraya memunguti pakaian Yubie dan Cakra yang berceceran. "Apa begini tingkah pengantin baru? Di mana aja gak masalah?" Mariana melirik takut pintu kamar Yubie. Tak ada suara apapun yang terdengar dari sana. Karena memang ruangan itu kedap suara. Ia lekas berlalu meninggalkan ruang sang atasan sebelum pemiliknya sadar bahwa tingkah mereka sudah diketahui.

***

Guys author minta maaf karena gak up sampe berhari-hari. Itu semua bukan disengaja 😭 tapi, nikmat sehatnya lagi diganti sama sakit. Sama sekali gak bisa nulis, lemes banget. Fokusnya pengen istrahat, tapi gak sungguh-sungguh istirahat karena di kepala ini isinya Cakra aja😭 terus kepikiran sama readers yang pasti kecewa 🥺 maafin author ya yang udah ngecewain kalian🙏

Ini author nulisnya pelan-pelan, masih sedikit gemetar, tapi author harap, semoga bisa mengobati rasa kecewa kalian❤️‍🩹 Dan terima kasih banyak untuk yang masih tetap bertahan dan stay nungguin cerita Cakra-Yubie.🥺😭❤️

Stay safe and healthy untuk kita semua ya, apalagi yang lagi liburan nataru. 🫂❣️

1
Muft Smoker
aduuuh ad hawa2 menegangkn niih ,, yubie hati2 suami mu si cakra Khan lg mode singa lapar ,, 🤭🤣🤣🤣🤣

semangat trus kak author ,, dtggu pakee banget update selanjut ny ,,
Bismillah langsung 5 bab🤭🤣🤣 ,,
sehat selalu kak ,,
Muft Smoker
akhirat si tuan gaya kura2 di sebut juga ,,
🤭🤣
〈⎳ FT. Zira
aneh.. aku gak bisa komen di paragrap
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ👑: knp tetiba horor begitu 😭😭
total 3 replies
ora
Yubie istrimu, kenapa malah tanya Kevin/Facepalm/
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ👑: gak sengaja 🤣🤣
total 1 replies
ora
Bicarakan dong, jangan menerka-nerka😭
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ👑: tebak dulu,, tahu sebenarnya belakangan 🤣🤣
total 1 replies
ora
Cak😌😌
Istri mu gelisah nungguin kamu yang nggak pualng-pulang loh ...
Muft Smoker
waah bang cakra kyakny lgi nyusun strategi ni ,,
mau di bungkus pake ap ni duo ulet sagu ,,
bikin rusuh aja ,,,
Nita Nita
ko cakra malah percaya kan ud tau kelakuannya 😣
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ👑: getok kepala Cakra kak 🤣
jangan mudah terhasut
total 1 replies
hasana
jangan salah paham cak
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ👑: berpikir waraslah Cak 😊
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
maunya diobatin ma satu satunya orang yg ada di hatinyaa🤣🤣🤣.. pertanyaa,emang orang bisa ya masuk ke dalam hati orang lain/Facepalm//Facepalm/
〈⎳ FT. Zira: kalo bagian itu tanyakan pada pecipta karakter/Grin/
total 2 replies
mama
kok gk cari tau dulu leh cak2,knp malah percaya sm ibis macam lusy🤣..kasian km kemakan dgn fto lusy
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ👑: gak dimakan Cakra kok kak itu foto 🤣
dipandangin doang mah sama dia 🤣🤣
total 1 replies
ora
Heum... malah ke club dia. Kamu marah kah Cak? Jangan macem-macem loh ...
Muft Smoker: yx abis di anter ke bis ,, jgn lupa kak d bis ny kasih bom ,,
biar lebih cepat pindah ke alam tetangga🤭🤣
total 10 replies
partini
udah ke tembak hemmmmm
🤣🤣🤣🤣
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ👑: iya pada paham salah mereka 🤣 entah yang mana yang paham dan yang mana yang salah 🤣
author mama reni ya, rasanya pernah dengar kak
total 3 replies
kalea rizuky
benci cwek sombong gini pantes di tinggalin. wong sok bgt sok cantik lu
〈⎳ FT. Zira
perenkaran khas wanita.. jambakkk🤣🤣
venezuella
itu lusy, hamil kegatelan pula
Dew666
🪻💎
partini
lah ko yubie mau ja di obatin Keny di kamar lagi ,yub kamu ga mikir nanti adikmu kasih video atau foto ke suamimu parah kamu yub ga peka punya adik berhati iblis
ora
Ampun deh sama kelakuan demit satu ini. Berulah terus😌
Muft Smoker
aduuuh pusing deh liat kelakuan si lusy ,,
kak author gmn cerita ny sih ,,
si ikan kembung lusy bisa ad di keluarga William ,,
ap tuan William selingkuh ap gmn ,,
/Smug//Smug/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!