NovelToon NovelToon
Althea (Luka Yang Ku Peluk)

Althea (Luka Yang Ku Peluk)

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Nikah Kontrak / Obsesi / Romansa
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author:

Althea hanya ingin melupakan masa lalu.
Tapi takdir membawanya pada seorang Marco Dirgantara ,CEO Dirgantara Corp sekaligus mafia yang disegani di Eropa.
Kisah cinta mereka tidak biasa. Penuh luka ,rahasia dan bahaya.

Bab 31 - Malam Konser

Ke esokan harinya ,pagi di Amsterdam menyambut dengan udara dingin yang menusuk. Jendela-jendela kota tua dipenuhi butiran embun. Langit berwarna abu-abu pucat, seakan ikut menyimpan rahasia malam sebelumnya.

Di kamar nya, masih di Mansion Marco ,Althea berdiri di depan cermin tinggi. Tidak ada sisa air mata, tidak ada wajah rapuh. Yang ada hanyalah tatapan seorang wanita yang sudah memutuskan untuk berdiri tegak, apa pun yang menantinya.

Hari ini adalah hari yang Besar bagi seorang Althea Safira. Untuk pertama kalinya ia akan tampil di depan publik ,yang sayangnya bukan untuk diperkenalkan sebagai Istri dari seorang Marco Dirgantara ,melainkan sebagai karyawan Legal perusahaan DirCorp yang di percaya sekaligus untuk mengisi Acara klien Perusahaan.

Wajah cantik nya hanya memakai make up flawless, dan tidak mencolok. Foundation tipis menyatu dengan kulitnya yang sebening porselen, concealer hanya menutupi sedikit bayangan di bawah mata dan sudut bibir yang masih membiru. Eyeshadow smoky abu-abu pekat mempertegas tatapannya, eyeliner hitam meruncing di ujung luar memberi kesan tajam dan tak terintimidasi. Bulu matanya lentik, memberi kedalaman pada sorotan matanya yang dingin.

Bibirnya berbalut lipstik merah wine warna aristokrat yang elegan, bukan merah menyala yang murahan. Rambut hitam panjangnya dibiarkan tergerai bergelombang, jatuh di bahu dan punggungnya seperti tirai malam.

Gaun satin hitam dengan potongan leher berbentuk V membingkai leher jenjangnya, sementara belt tipis berwarna emas pucat menonjolkan pinggang ramping. Sementara sepatu stiletto hitam berujung runcing membalut kedua kaki indahnya dan warna nya yang mengkilap memantulkan cahaya lampu kamar.

Althea mematut dirinya ,Kali ini ia merasa dirinya memang Cantik ,namun sayang dibalik itu ,hatinya mulai Retak perlahan.

Ketika ia melangkah keluar, Reno sudah menunggu di depan pintu.

“Kita berangkat sekarang, Althea,” ucapnya, nada suaranya formal namun penuh respek.

Althea menatapnya sebentar, lalu mengangguk. “Pastikan kita tiba sebelum sesi media dimulai.”

Perjalanan menuju venue MuseVibe dipenuhi keheningan. Jalanan Amsterdam yang basah memantulkan lampu-lampu toko dan kafe yang baru buka. Dari kursi samping kemudi ,Althea memandangi kanal yang berkilau di kejauhan.

“Media masih membicarakan pertunangan Tuan Marco dan Patricia,”dan hari ini Kedua orang tua Tuan Marco hadir sebagai tamu Undangan VIP. Reno akhirnya berkata, memecah keheningan.

Althea tidak menoleh dan tidan berminat untuk menjawab. Fokusnya saat ini adalah ,Perceraian.

Mobil yang membawa Althea dan Reno berhenti tepat di depan pintu masuk venue. Begitu pintu dibuka, udara dingin langsung menyapa kulitnya. Suara obrolan para kru, tamu undangan, dan wartawan mendadak mereda ketika Althea melangkah keluar.

Beberapa kepala menoleh, Banyak pasang mata yang mengikuti setiap langkahnya. Gaun hitam, dan tatapan dingin.... membuat ia tampak seperti bangsawan yang datang untuk memberi vonis. Bahkan dari jarak beberapa meter, auranya memerintah ruangan.

“Siapa itu? Cantik sekali...” bisik seorang kru pada rekannya.

“Bukan cuma cantik. Dia kelihatan... berkuasa,” jawab yang lain.

“Sssttt dia adalah bagian Legal DirCorp yang cukup disegani karena kepiawaian dalam setiap peresentasi.”

Reno berjalan setengah langkah di belakang Althea untuk memberi ruang. Agar setiap orang yang ingin mendekat otomatis menahan diri.

Di area VIP, kedua orang tua Marco sudah duduk di barisan depan. Wajah sang ibu, menunjukkan wibawa khas wanita kelas atas, sementara ayahnya duduk tegap dengan tangan bersedekap. Kilat kamera media memotret mereka.

Tak lama, Marco masuk. Tuxedo hitamnya sempurna, rambutnya tertata rapi. Namun di lengannya, Patricia menggandeng erat, menebar senyum ke kamera. Sorakan kecil terdengar dari beberapa tamu yang mengenali mereka sebagai pasangan yang saat ini menjadi berita trending.

Tatapan Marco langsung menemukan Althea. Ada ketegangan di matanya, seperti ingin menghampiri... tapi tangan Patricia yang menggenggamnya erat membuatnya terpaksa tetap di tempat.

Sial ! Kenapa dia harus berdandan secantik dan se sexy itu. Ucap Marco dalam hati dengan mata yang terus menatap tajam ke arah Althea.

Di sisi lain, Jay berdiri di dekat panggung. Setelan hitam pas badan, kemeja putih tanpa dasi, rambut hitam pekat jatuh sedikit menutupi dahi. Wajahnya tajam, rahang tegas, mata hangat namun penuh penilaian ,visual yang membuat beberapa tamu wanita mencuri pandang.

Ketika mata Jay bertemu dengan Althea, ia tersenyum tipis. “Akhirnya kamu datang juga,” ujarnya pelan saat mereka berpapasan.

“Kontrak ku bilang aku harus datang.” jawab Althea singkat, dan tersenyum tipis. Namun ada nada bercampur rasa canggung ,mengingat adegan di rooftop beberapa waktu lalu.

Jay hanya mengangguk, tapi matanya mengikuti langkah Althea.

Tak sulit untuk menyadari rasa cemburu Marco ketika semua mata pria di ruangan itu ,termasuk Jay memperhatikan Althea. Jari-jarinya mengetat di lengan Patricia, matanya sesekali melirik, seolah menahan diri untuk tidak menarik Althea menjauh.

Ketika sesi penampilan nya dimulai, Althea maju ke panggung. Ia berjalan dengan sangat anggun ,dengan wajah cantik yang dihiasi oleh senyum nya yang lembut.

Musik dari lagu Blossom mulai mengalun.

Suara Althea mengisi ruangan ,jernih, penuh kendali, dan setiap nadanya mampu menembus hati. Gaun hitamnya berkilau di bawah sorot lampu, tatapannya menyapu audiens tanpa gemetar.

Ketika lagu berakhir, ruangan berdiri. Standing ovation terdengar riuh. Bahkan idol K-Pop terkenal yang lagunya ia cover ikut berdiri, menunduk hormat sambil bertepuk tangan.

Di kursi VIP, Patricia menatap Althea dengan rasa tidak suka. Ia mencondongkan tubuh ke arah orang tua Marco, berbisik cukup keras untuk terdengar oleh beberapa tamu terdekat.

“Itu Althea... karyawati wanita bagian Legal DirCorp yang diam-diam dinikahi Marco.”

Wajah ibu Marco menegang. Ayahnya menoleh tajam ke arah panggung, rahangnya mengeras.

Apa katamu ,hanya seorang karyawan Legal? Tapi penampilan nya sudah seperti orang Kaya beraura bangsawan. Huh ,sungguh melankolis menarik hati para pria. Ucap momy Tere dengan sinis.

Di Backstage, setelah penampilan, Althea hendak keluar dari area panggung ,namun langkah nya terhenti. Orang tua Marco sudah berdiri menunggunya, Patricia di sisi mereka dengan senyum licik. Sementar Marco berdiri beberapa langkah di belakang ,tidak maju, tidak bicara.

“Kau,” suara ibu Marco rendah, tapi sarat ancaman, “wanita yang berani merusak rencana keluarga kami.”

Althea hanya berdiri, bahunya tegak, tatapannya tak bergeming.

“Kami bisa membuat hidupmu hancur hanya dengan satu telepon,” ayah Marco menambahkan.

Patricia tersenyum miring. “Kau mungkin bisa menjadi Legal terbaik, tapi kau tidak akan pernah cukup untuk berdiri di sisi Marco. Kau hanyalah....”

“Simpan kata-kata itu untuk orang yang mau mendengarnya,” potong Althea, suaranya dingin dan jernih. “Karena aku tidak berutang penjelasan pada kalian.”

Ibu Marco melangkah lebih dekat. “Berani sekali kau bicara seperti itu padaku.” Althea sedikit memiringkan kepala. “Keberanian adalah satu-satunya yang tersisa... ketika harga diri seseorang diinjak.”

Sunyi sesaat ,lalu langkah sepatu terdengar. Jay muncul dari balik tirai, berdiri di sisi Althea.

“Jika ingin bicara soal kehormatan,” ucapnya, tatapannya menusuk ke arah orang tua Marco, “periksa dulu bagaimana anak kalian memperlakukan istrinya.”

Patricia terkekeh. “Istri? Dia bahkan tidak diakui di depan publik....”

“Bukan berarti dia tidak sah,” potong Jay dingin. “Dan kalian tidak punya hak untuk merendahkannya di sini.”

Wajah Marco menggelap namun ia tetap diam. Tidak ada pembelaan, tidak ada penjelasan. Althea menatapnya sekilas ,tatapan yang dingin, tanpa sisa harapan ,lalu berbalik pergi.

Jay mengejar langkan cepat Althea ,namun terlambat karena Althea sudah tidak ada. Jay tampak kecewa ,karena Althea harus pergi secepat itu meninggalkan konser perdana nya di sini.

Althea melangkah keluar dari pintu belakang gedung dengan langkah mantap. Angin malam Amsterdam menyapu rambutnya yang sudah mulai lepas dari tatanan, tapi tatapan matanya tetap tenang, seperti seseorang yang sudah memutuskan arah hidupnya.

Reno sedikit curiga pada Althea. Ia berjalan setengah langkah mengikuti di belakang, dan menatap tuannya dengan khawatir. Namun, Althea tahu dan ia menoleh. Kemudian hanya mengangkat dagu tipis, memberikan isyarat bahwa semua baik-baik saja.

Tidak lama ,mobil hitam yang menunggunya membawanya menuju sebuah gedung kantor di distrik yang lebih sepi.

Di lantai tiga kantor pengacara ,seorang pria paruh baya dengan setelan abu-abu sudah menunggu di balik meja kaca.

“Selamat malam, Miss Althea,” sapanya dengan nada hormat. “Semua dokumen sudah siap. Hanya tinggal tanda tangan Anda di sini, dan proses akan berjalan dalam waktu tujuh hari kerja.”

Althea duduk tanpa terburu-buru, mengambil pena hitam yang disodorkan. Jemarinya yang ramping bergerak anggun, tapi mata gelapnya memantulkan cahaya dingin.

“Tidak ada klausul yang terlewat?” tanyanya datar.

“Tidak, semua sesuai permintaan Anda. Hak Anda tetap terjaga, aset pribadi Anda aman,” jawab sang pengacara mantap.

Althea mengangguk sekali, lalu menandatangani tanpa ragu. Tinta menggores kertas dengan mulus ,dan setiap guratan adalah tanda berakhirnya satu bab dalam hidupnya.

Begitu selesai, ia menutup map itu dengan perlahan. Tidak ada senyum, tidak ada air mata. Hanya keheningan yang terasa berat.

Marco... aku rasa ini satu-satunya cara. Cinta yang pernah kita jaga, kini hanya tinggal nama. Dan aku... tidak akan menoleh lagi.

Ia berdiri, meraih clutch hitamnya, lalu berjalan menuju pintu. Namun, tepat sebelum keluar, langkahnya terhenti.

“Pastikan,” ucapnya pelan tapi tegas kepada sang pengacara, “bahwa ketika semuanya selesai ,tidak ada lagi yang mengikat namaku pada dirinya.”

Pengacara itu mengangguk. “Tentu, Miss.”

Althea tersenyum tipis ,senyum yang lebih mirip torehan dingin di udara.

Tangan nya meraih map perceraian di meja, menutupnya rapat.

Lalu ia melangkah keluar, meninggalkan ruangan itu. Suara hak sepatunya bergema di koridor panjang, seakan menghitung mundur waktu menuju kebebasannya.

Dan di luar sana langit Amsterdam menggantung berat, seperti menahan hujan yang tak jadi jatuh. Lampu-lampu kota Amsterdam berpendar seperti bintang yang jatuh... satu per satu, mengantar kisah mereka ke ujung yang tak pernah Marco bayangkan.

Marco mungkin berpikir aku akan selalu menunggu... tapi ia lupa, bahkan cinta yang paling tulus pun bisa mati bila terlalu sering disakiti.

Karena mulai malam ini... namaku tak lagi miliknya, dan hatiku tak lagi pulang padanya.

Sementara itu di Venue...

Marco mendapat kabar dari Reno tentang Althea yang pergi tergesa ,dan sedikit mencurigakan. Ia yang sudah muak dengan sandiwara ini meninggalkan Patricia begitu saja.

Marco meninggalkan acara konser, dengan Reno ia mulai mencari Althea ,menghubungi ponselnya namun tidak ada jawaban. Marco mulai frustasi ,ia mulai menyadari semua nya ,perasaan nya ,rasa bersalahnya.

Namun seperti yang pernah Althea bilang saat perdebatan malam itu di ruang kerja nya ,Ketika Marco sadar ,ia telah kehilangan Althea.

Baru Update karena lagi sakit..

Happy Reading Kak ♥️

Jangan lupa tinggalkan jejak yaa 💕

1
partini
Marco ko gitu sih ,, menyebalkan sekali kamu
ko bisa ingat Jay apa benar akan kembali ke jay Thor
peran utama kalah dengan peran pembantu
Langit Senja
Alhamdulillah ,makasi banyak Kak ♥️🥰
partini
OMG good 👍👍👍👍👍👍👍lope lope dah keren cerita nya
Langit Senja
Hihihi mau di spill nanti nggak kejutan kak 🤭.. sbentar lagi pawang nya Althea keluar kak.. ♥️
partini
alteha she be come queen mafia ga Thor kalau cuma jadi wanita myek2 engga bangtt ,,secara dia tuh bukan orang biasa is more interesting kalau dia berubah jadi tegas di dingin plus kejam dan sadis like ibunya marco
partini
Thor Athea kan bukan orang sabarangn power nya masih 0 belum ada 0000, gitu
Langit Senja: Belum kak.. staytune gebrakan nya kak🤭 hihihi..
total 1 replies
partini
wah maju kena mundur kena ,,apa sehebat itu ibunya Marco ga ada yg bisa lawan gitu
Langit Senja: Hihihi .. untuk saat ini ya Kak.. tapi tidak dengan selanjutnya. 🥰
Stay tune kak ♥️
total 1 replies
partini
jangan ketemu dulu Thor biar Marco stress ,
Langit Senja: Sipp.. Insha Allah Kak 🥰♥️ makasi yaa kak
total 3 replies
partini
sehat sehat Thor,,makin menarik dan bikin penasaran lanjut 👍👍👍👍👍
Langit Senja: Terimakasi banyak kak 🙏🥰♥️
total 1 replies
partini
ihhhh penasaran akauhhh ,,up lagi thor
Langit Senja: Baru up lagi kak ,lagi tumbang hehehe 🥲🙏🥰
total 1 replies
partini
sakit Thor ,,sadis banget
kata NK mulai ini masih Marco yg di atas angin
Langit Senja: Tenang kak ,abis marco yang dibuat bungkam xixixi.. 🤭
total 1 replies
partini
kalau balik lagi is ok jg kn peran utamanya mereka berdua, tetapi si Marco di kasih Shok terapi dulu yg extrim biar otak nya berfungsi dengan baik
Langit Senja: sippppp ♥️
Stay tune kak 🥰🙏🏼
total 1 replies
partini
good story 👍👍👍👍👍
Langit Senja: Makasih banyak-banyak Kak 🥰🙏
total 1 replies
partini
wah keren ,,tumben ini gasken biasana nya pada bertahan Ampe darah darah biarpun di sakiti masih aja di samping suaminya ini keren 👍👍👍👍
partini: asiappp Thor 👍👍👍
total 2 replies
partini
heh di cium
Langit Senja: Terimakasih Kak sudah mampir dan menjadi pembaca setia Althea.. staytune terus yaa kak ,Happy Reading ♥️🥰
total 1 replies
ISIMPFORMITSUKI
Mantap jiwaa!
Thảo nguyên đỏ
Gemesin banget karakternya!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!