ini kisah anak bungsu dari 6 bersaudara dia bernama laras.laras gadis SMA berumur 17 tahun yang periang dan memiliki suara yang indah yang dijodohkan dengan seorang anak pengusaha besar yang kaya raya.dewa adalah anak pengusaha besar dia anak tertua dari 3 bersaudara.cerita ini bermula saat perjanjian yang dilakukan kakek mereka saat muda dulu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santisnt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
tamu undangan
dewa yang kesal kemudian masuk kedalam kamarnya dan mengerutu
"apa apaan dia marah sampai segitunya,sampai mendiamkan ku "ucap dewa kesal
"aku ini suaminya sehari dia bisa bersikap baik,lagian aku kan sudah minta maaf apa susahnya tinggal memaafkan" ucap dewa kesal dan menendang kursi
sementara dewa kesal lalu sekeras Juan mengetuk pintu dan memberi informasi
"tok...tok...tok" bunyi pintu diketuk
"iya masuk lah" ucap dewa menghela nafas
"maaf tuan mengganggu,ini ada undangan dari perusahaan PT intan partner bisnis kita.dia mengadakan acara ulang tahun perusahaanya dan meminta kita untuk datang" ucap sekertaris Juan memberi kartu undangan
"iya nanti aku pasti datang" ucap dewa
"yasudah kamu pergi dan pulang lah,besok siapkan semuanya kita berangkat besok" ucap dewa .
sekertaris Juan luar dan dewa membersihkan diri .
"sebaiknya besok pagi aku bilang Laras ,dan suruh dia ikut " ucap dewa dalam hati sambil berendam
setelah membersihkan diri dewa memutuskan tidur dan berbicara pada Laras di esok hari.kini Laras bangun tidak sepagi biasanya karena hari libur sekolah
"selamat pagi bik"ucap Laras tersenyum dan menuju dapur
"pagi nyonya biar saya bantu" ucap bik Ina
"nyonya mau membuat sarapan apa" ucap bik Ina melihat Laras
"mau buat pancake bik".ucap Laras
Laras sibuk membuat pancake dan dewa keluar dari kamarnya menuju ruang makan
"akhirnya kamu keluar juga" ucap dewa
namun Laras hanya diam mendengarnya
"selesai masak sarapan kamu mandi lah bersiap kita akan pergi ke Hawaii untuk menghadiri acara" ucap dewa cetus
"kenapa mengajak ku,ajak saja kekasih mu" ucap Laras
"hey kamu cemburu" ucap dewa mengejek
"tidak aku tidak cemburu,hanya saja aku merasa tidak pantas.itu kan acara besar mana mungkin kamu membawa gadis seperti ku.Jessica terlihat lebih pantas"ucap laras kesal
"Tidak mungkin aku membawa Jessica semua orang tau aku telah menikah dan bukan menikah dengan Jessica" ucap dewa melihat kearah Laras
"kami bisa membawanya ,lakukan diam diam saja itu akan baik.orang lain tidak akan mengetahuinya" ucap Laras sambil meletakkan pancake diatas meja
"sudah berhenti lah berbicara omong kosong,cepat makan sarapan mu dan berkemas keperluan kita disana" ucap dewa menarik tangan Laras agar Laras duduk
"ya baiklah aku ikut" ucap Laras agak takut karena dia tidak pernah berpergian sejauh ini
dewa dan Laras menghabisi sarapan mereka dan bersiap siap pergi menuju Bandara
"sekertaris Juan tolong urus penerbangan pribadi kita ,aku menunggu diruangan".ucap dewa menarik tangan Laras menuju ruang tunggu
"apa penerbangan pribadi ,laki laki dingin ini punya pesawat sendiri .banyak juga duitnya" ucap Laras dalam hati
"kenapa diam,kamu masih marah" di ucap dewa mengusap rambut Laras
"apa sih ,siapa yang marah.kamu mau melakukan apa pun juga bukan urusanku" ucap Laras menolehkan kepalanya
"benar bukan urusanmu kamu tidak marah aku mau melakukan apa pun" ucap dewa mendekati wajah Laras.
"iya nggak ada guna juga marah" ucap Laras
tiba tiba dewa meraih wajah Laras dan menciumnya.
"nah kalau seperti tadi tidak marah kan" ucap dewa tersenyum licik
"dasar laki laki mesum ditempat umum pikiran mu masih kotor juga" ucap laras menginjak kaki dewa
"kenapa harus malu kamu kan istri ku " ucap dewa tersenyum
dewa terus menerus meledek laras.hingga saat tiba penerbangan
"aku mau duduk bersama Asisten Devi" ucap Laras
"tidak ada yang boleh duduk denganmu selainku" ucap dewa duduk disamping Laras
"kenapa begitu,kamu juga boleh duudk dengan perempuan lain.kenapa aku duduk dengan asisten ku tidak boleh kami kan sama sama perempuan" ucap Laras melotot kearah dewa
"husst Jagan banyak bicara,aku cemburu" ucap dewa berbisik dan membungkam mulut Laras
laras merasa ketakutan karena itu pertama kalinya dia menarik pesawat
"kamu kenapa mukamu pucat kami sakit".ucap dewa melihat kearah Laras
"aku takut" ucap Laras bergetar
"takut kenapa ,aku tidak macam macam kan aku hanya duduk saja disini" ucap dewa menunjuk kursinya
"bukan itu aku takut ,karena baru pertama kalinya aku menaiki pesawat" ucap Laras menutup matanya
"kamu ini lucu sekali," ucap dewa tertawa dan merapatkan kursinya sehingga menjadi kasur
"nah ini sudah dekat sekarang kamu aman, sekarang tidurlah aku tidak akan macam macam" ucap dewa
"tapi aku masih takut" ucap Laras
dewa langsung memeluknya hingga mereka posisi tertidur berhadapan dan menutup sekat hingga menjadi ruang privasi
"sudah kamu tidak perlu takut,kamu pejamkan mata saja.disini ada aku aku akan menjagamu dan memastikan mu baik baik saja" ucap dewa memeluk Laras erat
"terimakasih ya" ucap laras menaruh kepalanya di dada dewa dan tertidur
"kenapa perasaan ku seperti ini didekat Laras,jantung ku berdegup kencang seperti ini.laras ternyata cantik juga kalau dilihat dari dekat" ucap dewa dalam hati dan tersenyum
Laras akhirnya tertidur didalam pelukan dewa.namun dewa yang awalnya melihat dan memperhatikan wajah Laras akhirnya ikut tertidur pulas