NovelToon NovelToon
Pemilik Hati Ku

Pemilik Hati Ku

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Konflik Rumah Tangga-Pernikahan Angst / Angst / Tamat
Popularitas:174.1k
Nilai: 5
Nama Author: shalsyalala

Follow Ige author : Shalsyala


"Apa kamu lupa? aku menyetujui pernikahan ini hanya untuk menyelamatkan kehormatan keluarga ku dari rasa malu kak..?"
Livia Gunawan Baskoro.

"Aku tidak pernah mengingat apapun itu, yang aku ingat kamu sekarang adalah istriku, dan kamu sangat mencintaiku sejak dulu, tapi sekarang kenapa aku tak lagi melihat cinta itu?"
Anggara Wisnu Hutama

Dua anak manusia itu terikat hubungan persahabatan sejak kecil dan di kehidupan sekarang keduanya terikat dalam sebuah pernikahan tanpa rencana yang dilakukan Angga dalam menyelamatkan Livia dari rasa malu.

Mampukah mereka mempertahankan mahligai rumah tangga yang berlandaskan cinta yang berlimpah dari Livia namun tidak untuk Angga yang hati dan cintanya masih dimiliki orang lain?



Yuuuk merapat langsung baca yaaa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shalsyalala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

31

Senja yang indah menyambut kedatangan Livi di bandara internasional kota X. Kaca mata jenis CatEye membingkai mata indahnya. Rambut pirangnya ia ikat ke atas secara sembarangan. Meski terlihat berantakan, bukannya terlihat mengganggu tapi malah menampilkan pesona tersendiri bagi seorang Livia. Ia berjalan dengan kaki jenjang yang dibungkus dengan sepatu semi boots yang terlihat begitu elegan.

Dibelakangnya diikuti dua body guard juga satu orang laki laki, siapa lagi jika bukan Vero.

Livi dan Vero sudah memasuki mobil yang menjemput kedatangannya. Vero duduk disebelah kemudi, sedang Livi berada di kursi penumpang.

"Apa tempat pertemuan kita dengan investor itu jauh? Aku sungguh sangat lelah." Ia menekuk kepalanya ke kanan dan ke kiri secara bergantian.

Vero menatap Livi sekilas lewat kaca spion tengah. "Dari sini kita membutuhkan waktu hampir setengah jam Nona. Rombongan Mr. Andrew juga dalam perjalanan menuju kesana saat ini."

Terlihat Livi hanya mengangguk. Ia menyenderkan kepalanya di kaca mobil sambil menikmati suasana kota X yang ternyata pemandangannya indah saat langit sedang menjemput malam.

Semilir angin, bawalah sedikit rasa sakit hati ini.

Menghilanglah bersama pekatnya malam.

Tawarkan aku kesejukan angin.

Tawarkan aku cahaya bintang meski kerlip.

Tawarkan aku secercah harapan meski hanya angan.

Bukan serakah, namun semestinya,

semestinya jika seorang insan selalu berkesempatan mereguk kata bahagia, merekahkan senyum menyambut bahagia.

"Nona Livia. Kita sudah sampai."

Suara Vero menghentikan lamunan Livi. Wanita itu menegakkan kepalanya lalu mengamati sekitar luar mobil. Ia sedikit merapikan diri sebelum keluar dari mobil. Tak butuh waktu lama, Livi beserta Vero bersiap memasuki Resto yang terletak di kawasan salah satu hotel ternama di kota itu.

...💮💮💮💮...

Hooeeek....hooeeekkk....

Suara Angga yang tengah memuntahkan seluruh isi perutnya di kamar mandi terdengar hingga di luar kamar. Bi Sarah yang berada di depan kamar Angga hanya mondar mandir dengan resah dengan apa yang sedang dialami tuannya.

Suara muntah dari dalam kamar sudah tak terdengar. Bi Sarah memberanikan diri untuk mengetuk pintu kamar. "Tuan. Apa anda baik baik saja?"

Tak lama pintu kamar terbuka. Bi Sarah sedikit terkejut saat melihat wajah Angga yang benar benar pucat seolah tak ada aliran darah di wajah Angga. "Tuan, anda baik baik saja?" Tanyanya kembali dengan cemas.

Satu tangan Angga memegangi handle pintu dan satunya lagi ia sandarkan di dinding seolah menahan tubuhnya agar tak jatuh. "Aku baik baik saja Bi. Tapi bisakah Bibi membuatkan ku air jahe yang hangat?"

"Baik tuan, segera Bibi buatkan. Bibi akan membawakan makan malam juga." Bi Sarah segera undur diri setelah Angga mengucapkan terima kasih.

Angga beranjak merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Tubuhnya sudah benar benar meminta untuk diistirahatkan. Ia meraih ponselnya, keningnya berkerut kala menatap layar ponselnya yang terasa berputar. Tak ada pesan apapun dari Livi, ia hendak mengetikkan pesan, namun tenaganya seolah habis tak tersisa hingga tangannya terkulai lemah. Matanya terpejam rapat namun nafasnya terengah begitu berat.

"Permisi tuan." Bi Sarah masuk kedalam kamar karena pintunya terbuka. Ia meletakkan nampan berisikan air jahe juga sepiring makan malam di meja.

"Tuan, apa perlu bibi panggilkan dokter? Sepertinya anda sedang sakit."

"Aku tidak apa apa Bi." Ternyata Angga masih sadar, hanya saja mungkin sudah tak kuat menahan dentuman keras yang menghajar kepalanya. "Bibi boleh keluar, aku akan beristirahat." Ucapnya lirih.

"Baik Tuan." Seolah enggan meninggalkan tuannya dalam keadaan seperti itu, Bi Sarah sesaat mematung menatap Angga. Tapi akhirnya dengan cemas ia akhirnya memilih untuk keluar kamar.

...💮💮💮💮...

Waktu tak terasa sudah berlalu hampir berjam jam untuk pertemuan yang di lakukan Livia dengan inverstor yang bernama Mr. Andrew. Obrolan bisnis itu terlihat membawa hasil yang baik.

"Saya tidak menyangka jika pak Gunawan memiliki putri secantik juga sepintar anda, Nona Livi." Suara Mr. Andrew dengan logat bulenya dalam mengucapkan kalimatnya terdengar begitu menggelitik telinga Livi.

"Dasar penjilat."

Livi hanya tersenyum. "Anda terlalu berlebihan, Mr Andrew."

"Tapi sayangnya, aku dengar anda sudah menikah bukan?"

Livi mengangguk. "Memang benar. Saya sudah menikah." Senyum terulas dibibirnya.

"Suami anda sungguh orang hebat Nona Livia, aku dengar jika dalam waktu singkat sudah bisa mengambil alih jabatan ayahnya dalam mengelola JayaRaya Group lebih maju. Sungguh serasi dengan anda yang juga berbakat."

Senyum Livi memudar seiring ia melirik ke arah Vero yang terlihat menahan tawa atas ucapan Mr. Andrew.

"Ehmmm... Perlu saya luruskan saja Mr. Andrew, jika suami saya bukanlah penerus JayaRaya Group." Livi mencoba meluruskan kesalah pahaman tentang pernikahannya.

Mr. Andrew tampak terkejut. Ia tak menyangka jika kabar yang ia dengar di kalangan pebisnis jika Mega Intern Gruop berbesan dengan JayaRaya Group itu adalah salah. "I'm Sorry Nona Livia. Saya mendengar kabar itu beberapa bulan yang lalu. Tapi ternyata saya salah. I'm Sorry." Ucapnya penuh sesal.

"It's okay Mr. Andrew." Livi mengembangkan senyum palsu.

"Baiklah, semoga kerja sama ini dapat berjalan dengan lancar dan sesuai dengan yang kita harapkan. Thank you very much, Nona Livia and see you nex time."

"Okay, your welcome."

Semua yang hadir di meeting saat itu berdiri dari duduknya. Saling menjabat tangan lalu bergerak meninggalkan area Resto dan semuanya berpisah di lobby hotel.

"Ternyata banyak yang tidak tahu mengenai gagalnya pernikahan mu dengan penerus JayaRaya Group." Vero yang berada di bekalang Livi berucap, mengalihkan sorot mata wanita itu, yang semula menatap perginya Mr. Andrew.

"Apa maksud mu?"

"Jika melihat ucapan Mr. Andrew barusan, berarti dia juga tidak tahu jika kau adalah suami dari seorang auditor hebat, Anggara Wisnu Hutama." Vero melempar senyum mengejek.

Livi hanya mengembuskan nafas dengan kasar. Ia berjalan menuju sisi bangunan hotel yang terdapat sebuah taman kecil yang begitu indah. "Mungkin itu lebih baik jika mereka tidak tahu siapa suami ku." Ucapnya sambil terus melangkah diikuti Vero di belakangnya.

"Kenapa?"

"Aku berpikir, jika tiba saatnya nanti, aku lelah dengan pernikahan ini, maka tak akan banyak orang yang akan mencibir suami ku dengan gosip gosip murahan atas keretakan rumah tangga ku."

"Kau masih saja menghawatirkan suami mu, Livi." Angga berdecak tak habis pikir.

"Mungkin menurut mu aku ini wanita gila. Yang hanya mencintai satu pria yang tidak mencintai ku. Tapi untuk saat ini, aku sedang tidak ingin memilih. Aku ingin mengalir begitu saja."

"Dan kau akan terombang ambing Livi, menepilah jika kau sudah tak sanggup." Ucapan Vero menghentikan langkah Livia. Wanita itu berbalik menatap Vero dengan wajah sedih.

"Kenapa kamu gencar sekali memprovokasi ku untuk menyerah dengan pernikahan ku Ver? Bukan kah seharusnya kamu mendukung juga memberi ku semangat untuk bertahan?"

"Jika aku melakukan itu, aku semakin menjerumuskan mu dan diri mu akan semakin terlihat sangat menyedihkan."

Livi menatap tajam ke arah Vero. Vero pun demikian, sorot mata laki laki itu menajam seolah benar benar menantang Livia.

Hening. Hanya saling pandang seolah tak mampu Livi menimpali ucapan Vero. Hingga akhirnya getaran ponsel dalam genggaman Livi memutus pandangnya pada Vero. Livia menatap layar ponselnya dan terlihat nomor telfon rumahnya memanggil.

"Halo."

"Non Livi? Saya Bi Sarah Non."

""Iya Bi. Ada apa?"

"Tuan Angga sedang sakit Non. Panasnya sangat tinggi, dan beliau muntah muntah hebat non."

Livi melebarkan matanya saat mendengar penuturan dari Bi Sarah. Wajahnya berubah tegang dengan kepanikan yang langsung tertangkap oleh mata Vero .

"Bibi jangan panik. Panggil dokter untuk segera datang ke rumah!"

"Saya takut Non, tuan Angga betul betul melarang saya untuk memanggil dokter."

"Bibi tenang dulu ya Bi, terus berada di samping kak Angga. Bibi kompres dengan air hangat." Livi memberi instruksi pertolongan pertama untuk pasien sakit yang ia pelajari di masa sekolahnya dulu. "Aku akan segera pulang Bi, mungkin dini hari aku akan sampai."

Livi segera memutus panggilannya. "Ver! aku harus pulang sekarang." Ucapnya buru buru berlari namun tangannya di tahan oleh Vero.

"Livi, urusan bisnis kita belum selesai. Besok masih ada peninjauan pabrik dengan Mr. Andrew." Cegah Vero.

"Ver, kamu bisa menghandlenya sendiri kan? Suami ku sakit Ver!" Sentak Livi yang merasa jengkel dengan aksi Vero yang menahannya.

"Tapi Liv..."

"Suami ku sakit Ver, dia sedang membutuhkan ku. Lepas!!" Ia memicing tajam ke arah tangan Vero yang menahannya.

Dengan terpaksa Vero pun melepaskan tangan Livi. Ia melihat wanita itu berlari terbirit birit. Ia bersedekap sambil menyunggingkan senyum licik.

"Dasar perempuan bodoh!"

"Baiklah jika aku tidak bisa mendapatkan mu dengan cara halus. Aku akan bermain sedikit lebih cerdik, Livi." Ucapnya dengan seringai dan tatapan tajam.

1
senja indah
torrr...apa g ada pgn bikin cerita ank kembar mereka hhh
senja indah: penasaran kisah mereka...LunaYumi
total 3 replies
Kaira Caem
aku yg gc nyambung apa cerita nya yaaa,,,kok tiba2 uda nikah aja gimana sih
AZura Hasan
👍👍👍👍👍
AZura Hasan
makin seru aj
AZura Hasan
perasaan gk bisa di paksakan
Regita Regita
kita tidak bisa menghujat atau menyalahkan Angga,karena kita ridak bisa memaksa atau mengatur perasaan oranglain.Angga yang sudah sangat lama berada dalam zona persahabatan dan menganggap Livi sebagai adiknya yang selalu ingin Angga lindungi,mesti merubah perasaannya menjadi cinta kepada Livi sementara Angga sangat mencintai Alya walaupun Angga juga sadar kalau sudah tidak mungkin untuk memiliki Alya.Angga ada pada titik bingung memastikan perasaannya pada Livi. seperti apa yang Akbar bilang pada Alya,seandainya Akbar jadi menikah dengan Livi,mungkin keaadaannya akan sama seperti Angga,Angga akan tetap mencintai Alya walaupun sudah menikah dengan Livi. ya...akhirnya kembali bahwa kita tidak bisa mengatur atau memaksa perasaan orang lain untuk memilih.kita kembalikan kepada Allah yang Maha membolak balikan hati manusia. karena ini dunia halu,kita kembalikan pada AUTHOR yang mengatur segalanya.semangat Author...ceritamu The Best.tetap semangat,semoga makin banyak yang baca.bunga dan kopi meluncur....💖💖💖
Shalsyalala: Huuu terharuuu kalau ada pembaca kayak kakak giniiii❤️❤️
total 1 replies
Regita Regita
sepertinya Vero,Nisya dan Dipta berkomplot untuk mengahancurkan rumahtangga Angga dan Livi...
Regita Regita
ceritanya bagus,tapi yang baca masih sedikit padahal udah lama ya? apa belum banyak yang menemukan judulnya,sama kaya aku yang baru menemukan dan langsung mampir.semangat kak...semoga makin banyak yang baca.
senja indah
ini cerita super keren tpi kok like y g ada ratusan....oh no...tetap semangat berkarya otor soleha
senja indah: aku.baca udah 2 kli torr...superrr keren...tpi sedih bgt...knpa readers y dikit bgt yaaa
total 2 replies
ani suchaeni
bagussss, alur ceritanya
Shalsyalala: makasih kak udah mau baca😍😍
total 1 replies
Fransiska Siba
makan itu kebodohan mu Livia, coba kau tidak memberi cela Vero dlu maka tidak akan sepeti itu
Fransiska Siba
itulah Alya ga peka perasaan org lain, pengen dia yg dimengerti terus
Shalsyalala: Jangan lupa baca kisah Alya juga ya kak 😘
total 1 replies
Fransiska Siba
untung Livia tidak salah dalam pergaulan di luar negeri ya krn tidak mendapat sandaran hidup. ini yg aku suka dari Livia dia bisa membatasi diri dalam bergaul dan dia mempunyai cita2 sederhana yaitu menjadi ibu yg baik dan istri yg baik, dia tidak mau mengulangi kesalahan org tuanya dikemudian hari, dia tidak mau menjadi seperti org tuanya, dia tidak mau anak2 nya merasakan apa yg dirasakan olehnya dlu.
Livia hidup kesepian tanpa arahan org tuanya, tp dia tahu arahan hidupnya menjadi lebih baik
Fransiska Siba
tp jujur aku lebih suka Livia dibandingkan dengan Alya, Alya banyak teman tp kesan murahan dan kurang peka perasaan org sekitarnya.
sedangkan Livia tidak banyak teman tp dia memantapkan hati pada satu hati dan dan dia benar2 pilih yg tulus padanya, meskipun dia harus merelahkan laki2 yg ia cintai bersama sahabatnya.
aku lebih suka sifat Livia
Mega Chai
ortua yg keras n memaksa anak untuk jadi no 1 seperti ortua livia adalah ortua yg akan membuat anak nya frustasi, didunia nyata utk org2 yg sudah jadi ortua,semoga kita semua tidak menjadi ortua seperti ortua livia,mw prestasi anak seperti apa pun kita harus ttp memberikan anak semangat utk menjadi lbh baik lagi bukan malah memaksa anak,krn sebagai anak pun mereka sudah berusaha utk mendapatkan prestasi yg terbaik,kita pun pernah diposisi anak kita dulu sebagai pelajar,
Shalsyalala: hai kakak salam kenal. Makasih ya sudah mau baca karyaku🤗
total 1 replies
KIA Qirana
Ayo....kami datang
💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕
❤️❤️❤️❤️💜💜💜💜💙💙💙💙
KIA Qirana
Ayo....kami datang
💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕
💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕
KIA Qirana
Ayo....kami datang
💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
KIA Qirana
Ayo....kami datang
💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕
💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙
Shalsyalala: makasih dukungannya kak
total 1 replies
KIA Qirana
Ayo....kami datang
💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕
💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!