berawal dari ikut pesta bersama ayah dan ibu tirinya nya. malah menjadi pengantin oleh pria yang sama sekali dia tak kenal. hal itu karena ayah nya memiliki utang kepada sang pemilik acara tersebut. seharusnya dia menolak, tapi karena paksaan ibu tiri nya nya akhirnya dia mau menjalani pernikahan tanpa tau apa yang terjadi dengan nasib nya kedepan. bagaimana kelanjutan nya yuk simak sama sama>>>>
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putrinw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab.31
Keesokan harinya...
Saat bangun di pagi hari, Aksa begitu kaget melihat dirinya yang sudah telanjang bulat. dan hanya tertutup selimut tebal saja.
Rahang nya mengeras, seolah tak terima dengan apa yang sudah terjadi sebelum nya. Dia mengingat kejadian semalam, bahwa dia telah menodai gadis itu. Perasaan nya kalut, dan mood nya hancur seketika.
"Argh... brengsek Lo Aksa!' batin nya yang sudah merasa bersalah tapi ego nya sangat tinggi.
Aksa langsung bangkit dari tempat tidur, dan terlihat noda darah di atas tempat tidur nya. Ini adalah hasil penyatuan nya yang semalam. Hasil bercinta nya dengan Laras. Dan ini adalah keperawanan Laras yang telah dia renggut secara paksa.
"Sial!" ucap nya yang begitu malu saat mengingat kejadian semalam.
Sedangkan Laras yang saat ini sudah berangkat ke kampus pagi pagi sekali, untuk menghindari Aksa dan juga mertua nya itu. rasanya tak sanggup dan begitu sakit melihat apa yang sudah terjadi semalam.
"Hiks.... Nita." ucap nya yang menangis di pelukan sahabat baiknya.
"Loh, ada apa ras, Lo kenapa?" ucap nya yang panik.
Saat ini kedua nya berada di mobil milik Nita, tentu saja Laras langsung masuk ke dalam mobil sahabat nya itu. Dan langsung memeluk tubuh Nita.
"hiks....gue udah ga suci, lagi."
"apa maksud nya ras, Lo jangan buat gue takut deh, ada apa?" ucap Nita yang berusaha menenangkan sahabat nya. Dia juga kaget saat laras menarik nya masuk ke mobil, dan langsung menangis tersedu seduh seperti ini.
kemudian Laras menceritakan kejadian yang sebenarnya kepada Nita, hanya kepada sahabat nya dia bisa menunjukkan bahwa dia begitu Menderita saat ini.
"Ya Allah ras, kenapa masalah kayak gini Lo sembunyi kan dari gue. Ya ampun, terus area bawah Lo gimana, apa baik baik saja?" ucap Nita yang sudah berkaca kaca mendengar cerita sahabat nya.
"Sakit nit, hiks...dia jahat sama gue. Dia ingkar janji. Bahkan dia ngeluarin di dalam. gue takut Nita." ucap nya dengan tatapan cemas dan juga miris nya.
Nita bener bener merasa tidak tau apa yang terjadi di hidup sahabat nya itu. Tentu saja merasa begitu prihatin dengan yang terjadi saat ini. Dia juga mengutuk ayah nya Laras, karena telah menjadikan Laras seperti ini.
"Lo jangan takut ya, gue tau ini terdengar ga masuk akal. Tapi pikirkan baik baik ras. Dia udah jadi suami Lo, tentu saja dia yang akan bertanggung jawab kalau Lo hamil. Kalau dia ga mau tanggung jawab, biar gue yang bawa Lo pergi jauh bersama dengan anak Lo ini. Jangan khawatir gue selalu ada di samping Lo ras. Gue kecewa saat Lo bilang udah nikah terus ga ada kabar lagi anjir. Tapi gue merasa bersalah, karena ga tau apa apa tentang penderitaan Lo selama ini." ucap nya dengan mata nya berkaca kaca.
"Hiks.... maaf, bukan maksud gue menyembunyikan rahasia ini nit, gue terpaksa. Gue_"
"Udah, jangan dilanjut lagi. Gue tau berat pasti jadi Lo, sekarang lebih baik kita bolos aja. Yuk. Gue temenin Lo supaya bisa berpikir jernih lagi."
"Makasih nit."
"Apa masih sakit ras?"
"Udah engga sih, udah gue obatin pake salep sendiri."
"Ckck... Laki Lo bener bener keterlaluan ya, ga nyangka bringas banget lagi. liat bekas kiss mark nya." omel Nita yang prihatin melihat kondisi sahabat nya pagi ini.
Laras membuka ponsel nya, dan mengirimkan pesan kepada mama mertua nya, bahwa dia ada kelas pagi. tentu saja berbohong, sebab tak sanggup satu ruangan dengan orang yang saat ini dia Hindari.
"Tap...tap..tap..
Aksa berjalan tegap sambil memakai topeng nya itu, dan melihat ke arah meja makan hanya ada orang tua nya saja. dan dimana gadis itu, dia pun tak melihat keberadaan istri nya.
"Pagi ma/ pah." ucap nya singkat kepada kedua orang tua nya.
"Pagi sayang, tumben telat bangun nya?"
"Eh... iya, karena semalam kelelahan." ucap nya dengan nada sedikit canggung.
"Apa yang kamu lakukan semalam boy?" tanya Jenar dengan tatapan datar kepada putra sulung nya.
"Deg....
tapi,cuek aja atas sikapnya Aksa ya Laras,,biar saja dia mau ngapain terserah, biar waktu yg menjawab kedepannya,
semangat Thor./Smile//Smile/