Season 2 cek IG ilona_shanum
Alexander Brandon Haidar pebisnis besar, yang ternyata memiliki cinta pada seorang gadis SMA dan menikahinya.
Pertemuan pertama berhasil mengetuk pintu hatinya yang beku, menjadikan Angelina Kayla Justin sebagai gadis pertama yang ia cintai, meski jarak usia terlalu jauh yakni 30 dan 17 tahun
Sebuah tipu muslihat Carlos, telah membuat mereka semakin dekat dan menikah. Akankah pernikahan itu berhasil?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shanum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 30
Pukul 06.30 Brandon yang telah terbangun dari tidur bergegas mencari Angel dikamar nya yang tak ia temukan sosok gadis dengan perkataan menyakitkan semalam di dalam kamar yang terdapat tepat di samping kamar nya. Ia melangkahkan kaki ke bawah mencari gadis kecil yang telah menggoreskan luka pada hati nya. Brandon memulai pencarian mata nya ke arah dapur tempat biasa Angel memasak pagi hari namun tak ia dapati di sana.
" Dimana Angel? " tanya Brandon pada Santos yang tengah memeriksa pekerjaan asisten rumah tangga di ruang tamu.
" Tadi pukul lima nona Angel sudah pergi bersama barang barang nya Tuan, dia mengatakan telah mendapat ijin dari Anda " jelas Santos kepada Brandon yang berdiri di hadapan nya dengan masih mengenakan piyama tidur.
" Kenapa kau membiarkan nya pergi? " teriak Brandon penuh amarah untuk pertama kalinya pada Santos.
" Maaf Tuan saya sudah berusaha mencegah, namun nona Angel mengatakan jika dia pergi atas perintah Tuan " tambah Santos menjelaskan pada Brandon.
" Sial " singkat Brandon dan berlari ke arah kamar nya mengambil ponsel untuk menghubungi nomor Angel.
Berulang kali Brandon mencoba menghubungi Angel namun nomor Angel masih juga belum aktif. Ia memutuskan untuk pergi ke kamar Angel dan menemukan ponsel yang ia berikan tergeletak di meja samping tempat tidur beserta semua barang yang telah ia berikan pada Angel di atas ranjang.
" Kenapa aku harus mengatakan jika dia boleh pergi " gumam Brandon emosi dan sangat frustasi.
" Kenapa dada ini kembali sakit " tambah Brandon memegang dada nya sembari mengernyitkan kedua alis menahan rasa sakit yang terasa sangat menyayat perih di dalam dada nya.
Brandon duduk di ujung tempat tidur Angel menatap semua barang yang ditinggalkan oleh Angel begitu saja. Tangan nya meraih sebuah piyama satin berwarna merah yang di kenakan Angel ketika terakhir kali mereka tidur bersama.
Tangan Brandon menggenggam kuat piyama milik Angel hingga membuat tangannya gemetar karena amarah lalu ia pun berdiri dan melempar piyama tersebut kasar ke atas tempat tidur.
" Pergi lah sejauh mungkin jika itu membuatmu bahagia " seru Brandon lalu keluar dari kamar Angel membanting dengan keras pintu tersebut.
Dengan perasaan yang terluka ia kembali melangkah ke dalam kamar nya dan mulai bersiap untuk ke kantor, meninggalkan ruangan kamar yang penuh dengan kenangan Angel didalam nya. Usai bersiap ia berjalan menuruni anak tangga dengan wajah lebih dingin dari biasa nya. Brandon mulai duduk di meja makan dengan adanya Pieter di sana menunggu seperti biasa. Mata nya menatap ke arah kursi yang beberapa hari ini di tempati oleh Angel dan semakin membuat hati nya terasa begitu sakit mengingat semua hal yang mereka lalui bersama seakan terasa masih sangat nyata hingga suara amarah Angel pun masih jelas terngiang di telinga Brandon.
Ia menghempaskan semua makanan yang ada di meja tanpa ke lantai mencicipi lebih dulu.
" Pecat semua yang memasak semua ini dan ganti dengan pelayan baru !" teriak Brandon dengan amarah yang memuncak lalu pergi meninggalkan Pieter untuk ia mengemudi sendiri.
" Ada apa ini? " tanya Pieter pada Santos melihat Brandon dengan amarah nya lalu pergi begitu saja.
" Nona Angel pergi meninggalkan rumah setelah pertengkaran mereka semalam " jelas Santos yang juga menyaksikan perdebatan Brandon dan Angel membuat Tuan nya sampai membanting vas dan menendang sofa karena amarah.
" Celaka, ini akan menjadi sebuah malapetaka besar " seru Pieter dan berlari menuju mobil nya mengikuti arah Brandon pergi yang tak ia temukan jejak mobil dari sahabat nya tersebut.
Pieter terus menyusuri jalanan dengan menekan pedal gas kuat agar dapat menyusul Brandon karena takut jika terjadi sesuatu pada sahabat nya yang tengah mengemudi dengan sangat emosi.
" Jika tahu begini aku tak akan menyarankan dia melepaskan Angel kemarin " gumam Pieter sambil terus mengemudi.
Pieter tak mengetahui jika perasaan Brandon terhadap Angel terlalu dalam, karena ia pikir Brandon hanyalah bermain main dengan gadis kecil malang tersebut. Ia terus mengutuk dan menyalahkan diri nya sendiri atas apa yang terjadi pada Brandon dan Angel.
Pieter memutuskan untuk langsung saja ke kantor, dan memang benar Brandon tengah memarahi semua karyawan di dalam kantor ketika mereka mulai menyapa ke hadiran Brandon.
Sementara Angel yang sudah meletakan kembali barang barang nya di rumah memutuskan untuk menemui Olivia karena memang luka memar yang sudah mulai menghilang dan bisa ia tutupi dengan pulasan bedak.
" Pergilah, Tugas kalian sudah selesai hari ini dan kembalilah ke rumah Tuan Brandon " ucap Angel pada dua pria yang siaga berdiri di depan ruang inap Olivia.
Dengan perintah Angel yang mereka pikir adalah permintaan dari Brandon, mereka setuju untuk kembali ke rumah Brandon tanpa menanyakan apapun pada Angel.
Olivia yang terus menanyakan bagaimana putrinya bisa mengenal Brandon membuat Angel kembali teringat sosok lelaki yang mengisi hidup nya dengan banyak nya perhatian dan kasih sayang. Angel menceritakan semua tentang biaya perawatan Olivia yang di tanggung oleh Brandon hingga Olivia keluar dari rumah sakit. Namun Angel tak menceritakan dengan jujur jika pertemuan mereka berawal dari dirinya yang jual oleh Carlos demi meminta biaya operasi karena takut Olivia akan terguncang.