NovelToon NovelToon
Ketulusan Cinta Salwa

Ketulusan Cinta Salwa

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Konflik Rumah Tangga-Pernikahan Angst / Penyesalan Suami / Pengkhianatan / Tamat
Popularitas:28.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: Nita.P

Lanjutan dari novel GADIS MISTERIUS

"Apakah kau mencintaiku?" tanya Satya pada Salwa

"Aku akan mencintai suamiku dengan sepenuh hatiku dan aku mencintai suamiku karna Allah" kata Salwa tersenyum

Satya diam dengan segala penyesalan nya. Satya benar benar menyesal telah menyia nyia kan wanita sebaik Salwa. Betapa bodohnya Dia selama ini memilih Bella yang bahkan tidak mencintai nya dengan tulus dan malah menyia nyiakan Salwa yang mencintai nya dengan tulus.


Kisah rumah tangga yang banyak penghiatan di dalam nya. Kesabaran dan ketulusan seoarang istri akan membuat nya sadar. Inilah kisah Satya dan Salwa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 30

Salwa dan Satya sudah berada di dalam mobil Satya. Keduanya masih diam dengan fikiran masing masing. Salwa lebih memilih memandang keluar jendela.

"Ekhem. Salwa aku akan membawa kamu kembali ke apartemen ku" ucap Satya hati hati

Salwa menoleh ke arah Satya dengan tatapan tidak mengerti.

"Aku tidak mau. Aku akan merawat adik ku" kata Salwa tegas

"Kamu kan bisa membawa Syaida ke apartemen ku. Atau aku akan membeli rumah untuk kita" kata Satya tetap memaksa agar Salwa mau tinggal bersama nya lagi.

"Tidak. Aku kan sudah bilang aku belum siap untuk kembali bersama mu. Biarkan aku tinggal di tempat ku sekarang dengan Syaida." Salwa menarik nafas berat

"Sebelum aku memaafkan mu dan semoga aku masih bisa tinggal bersama mu" lanjut Salwa lagi

Satya hanya menghela nafas berat nya mendengar penolakan Salwa.

"Oke kalau gitu aku akan membelikan rumah yang lebih besar untuk kalian. Jangan menolak " kata Satya sengaja menekan kata terakhir

"Jangan yang besar, kamu mau akau kelelahan mengurus rumah itu. Yang sederhana saja" kata Salwa menyerah sudah cape untuk berdebat.

"Baiklah" Satya tersenyum puas

Mobil yang di tumpangi mereka sudah sampai di parkiran rumah sakit. Salwa dan Satya segera turun dan berjalan menuju ruangan Syaida.

"Assalamualaikum " Salwa membuka pintu ruangan Syaida

Salwa dan Satya melihat Gio sedang menyuapi Syaida sambil mengobrol dan bercanda bersama. Syaida dan Gio sampai tidak menyadari keberadaan Salwa dan Satya.

"Ekhem. Assalamualaikum " Salwa mengulangi salam nya karna tak kunjung dapat jawaban

Gio dan Syaida baru sadar dengan keberadaan Salwa dan Satya. Wajah Syaida langsung bersemu merah sementara Gio hanya menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal.

"Wa.. Waalaikumsalam kak" jawab Syaida gelagapan

"Bagaimana keadaan mu?" tanya Salwa mencium kening adiknya

"Baik kak" jawab Syaida masih gugup

"Jika kalian punya rasa saling tertarik maka langsung menikah jangan berpacaran. Takutnya akan menjadi dosa" kata Salwa bijak

"Apaan si kak" kata Syaida malu malu

"Sikat aja bro kalo emang lo suka sama adhe gue" kata Satya menepuk pundak Gio

"Gak ada kata pacaran jika kalian memang saling suka langsung menikah. Ingat" kata Salwa tegas

"Iya ka adhe ngerti ko" kata Syaida menunduk

Tanpa di duga semua orang tiba tiba Gio berjalan ke arah Syaida lalu Gio mengeluarkan sebuah kotak kecil dari dalam saku jas dokter nya. Semua orang sampai ternganga melihat Gio yang bergerak cepat.

"Syaida maukah kau menjadi istri dan ibu dari anak anak ku" kata Gio sangat romantis

Syaida hanya menutup mulutnya dengan kedua tangan nya dengan mata berkaca kaca. Syaida menatap kaka nya seolah minta persetujuan dari sang kaka. Salwa pun hanya menganggukkan kepalanya.

"Aku bukan lah wanita sempurna, aku mungkin bukan wanita yang pantas untuk bersanding dengan mu. Tapi aku yakin inilah takdir Allah untukku. Maka dari itu aku menerima mu dokter Gio" kata Syaida tersenyum tapi air mata bahagia tetap menetes di pipi nya.

"Alhamdulillah" Salwa mengucap syukur

Gio pun segera memasangkan cicin itu di jari manis Syaida. Semuanya bertepuk tangan dan tersenyum bahagia. Salwa segera memeluk adik kesayangan nya itu.

"Semoga semua yang Allah takdirkan pada kita adalah yang terbaik dhe" Salwa berucap dengan air mata haru

"Amin kak" Syaida tersenyum

"Gio aku menitip kan adhe ku ini sama kamu. Jika suatu saat terjadi sesuatu padaku kamu harus menjaga nya agar tetap bahagia" kata Salwa dengan berlinang air mata

"Apa maksud kaka?" tanya Syaida bingung

"Tidak ada. Kita kan tidak tahu hidup seseorang kedepan nya akan bagaimana" kata Salwa

"Ka jangan berbohong. Aku tahu ada yang kaka sembunyikan dari kita semua. Kaka sebenarnya kenapa?" tanya Syaida menatap kaka nya lekat lekat

"Jika waktunya tiba kamu akan tahu semuanya dhe. Sekarang kamu fokus dulu pada kesembuhan mu" kata Salwa tak bisa menahan air mata yang meluncur terus menerus

"Sekarang kalian kapan akan menikah?" tanya Salwa mengalihkan pembicaraan

"Secepatnya " jawab Gio mantap

Satya hanya diam menatap Salwa yang terlihat sangat aneh. Satya mencerna semua kata kata Salwa barusan. Dia juga berfikiran yang sama kalau memang ada yang di sembunyikan oleh Salwa.

"Syukurlah kalau begitu. Niat baik jangan di tunda tunda lagi" kata Salwa tersenyum dan menghapus sisa air matanya

...................

Salwa telah sampai di kosan nya. Dia diantar oleh Satya. Salwa berjalan menuju ke kosan nya diikuti Satya yang memaksa ingin berbicara dengan nya. Salwa pun tidak menolak karna memang Dia sudah malas berdebat.

"Sal sebenarnya apa yang kamu sembunyikan dari kita semua?" tanya Satya yang sudah penasaran dari tadi di rumah sakit

"Tidak" jawab Salwa singkat

"Jangan bohong Sal" Satya memelas

"Aku tidak berbohong. Kamu juga tidak akan peduli dengan apapun yang aku alami dan aku rasakan. Jadi cukup menanyakan hal yang tidak penting" kata Salwa sedikit kesal

"Sal, sekarang aku sudah peduli sama kamu karna kamu ibu dari calon anak ku" kata Satya

"Bukan nya kamu tidak mau mengakui anak ini? Jika aku tidak mengandung anakmu kamu tidak akan peduli padaku kan?" kata Salwa

"Sekarang kamu pergi dari sini aku mau sendiri dulu, terimakasih sudah mau mengantarku pulang" kata Salwa yang langsung masuk ke dalam kosan nya.

1
Megandaru
anabell
Armando Mando
Biasa
Armando Mando
Buruk
Megandaru
pasti bayi anabel
Megandaru
dasar bang saatt dulu aja luu siksa dia sekarang bucin nya kebangetan
Megandaru
set ternyata lu ganteng juga bang saatttt
Megandaru
dasar bang saattt luu udah dapet istri cantiknya ky gitu masih aja di kecewain
andalan servindo
Luar biasa
ANNTIE
satya sialan kampret
Ciprut Imut
menarik sekali ceritanya
MakBarudakh
bagus ceritanya
Marhaban ya Nur17
Bella emaknya seno
Marhaban ya Nur17
jd nya dear dear dor
Marhaban ya Nur17
masa g ada maid nya
Marhaban ya Nur17
nama syaida 🤔 jd ke ingat nama gedung menara yg ada di ibu kota
Fastabiqul Khairat
Bella mamanya Seno yg Donor mata u/ calon mantunya
Fastabiqul Khairat
sad story 😭😭😭
Vivi Bidadari
anak sarang tawaon sam sandi kah ini
Vivi Bidadari
Si sarang tawon mulai beraksi tapi sayang krn bodoh dikira salwa selingkuh padahal itu bpk nya...

Kamu pasti dibohongi lgi sama bpk mu tdk sakit Salwa entah utk apa uang itu mendingan utk biaya berobat adik dan dirimu
Vivi Bidadari
Sombong banget kamu Satya ujung" penyesalan yg kamu dapatkan nih, jgn bilang kamu bawa Bela ke apartemen mu utk menyakiti Salwa 😠😠
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!