Seharusnya siapapun menginginkan suatu pernikahan yang diawali dengan cinta, dan berakhir dengan kebahagiaan. Kadang pasang surut kehidupan pernikahan begitu rumit, terlebih ada orang ketiga yang hadir. Saat hati mencoba untuk menolak, namun seolah derasnya air menghanyutkan segalanya.
Suatu penyesalan diakhir, akan menjadi bencana yang menghancurkan segalanya. Tapi yang menjadi pertanyaannya adalah, mana yang jauh lebih besar, rasa cinta atau sakitnya dikhianati?
“Tidak, seharusnya aku yang minta maaf. Aku yang terlalu egois, seharusnya aku mengerti, aku tak akan bisa memilikimu sepenuhnya.”
“Siapa yang membuat tanda ini? Tanda dilehermu, siapa yang membuatnya?”
"Jika kau memang ingin selingkuh, tidak bisakah kau mencari yang lain dan bukan sahabatku sendiri? Ini begitu menyakitkan."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dori, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
1.30. When We'll be Happy?
Matt memandangi wajah Jessica, gadis ini begitu amat menyedihkan. Luka lebam disekujur tubuh, bahkan wajahnya. Matt merasa amat bersalah, ini sama saja ia memukuli Jessica secara tidak langsung. Tuan Villegas melakukan ini karena keputusannya. Dengan lembut Matt mengelus lengan Jessica.
“Ya ampun, Jessie anakku.”
Matt tersentak setelah mendengar suara lengkingan dibelakangnya. Matt merotasikan bola matanya, harusnya ia tahu siapa yang datang kalau bukan ibunya itu. Chelsea Boltom, wanita paling heboh yang pernah Matt temukan.
“Ibu, Jessica sedang istirahat. Jangan berisik.”
“Oh, baiklah baiklah.”
Nyonya Boltom menatap iba menantunya itu. Jessica amat menyedihkan, setelah setengah jam yang lalu Matt menghubuinya dan mengatakan Jessica ada dirumah sakit. Dengan cepat ia langsung datang dari luar kota. Bahkan ia sempat berdebat dengan Tuan Boltom karena masih ada beberapa acara yang harus ia hadiri. Namun Nyonya Boltom tidak peduli, keluarga adalah nomor satu dimatanya.
Nyonya Boltom menatap kearah Matt, sebenarnya bagaimana bisa Matt bertemu lagi dengan Jessica? Namun ia tidak terlalu peduli, yang penting Matt bukan seperti mayat berjalan lagi jika bertemu dengan Jessica. Ya, walaupun Jessica sudah menyakiti hati anak semata wayangnya itu. Namun bagaimanapun, ia juga sudah menganggap Jessica sebagai anaknya. Dan ia pun juga akan sangat terpukul jika Matt dan Jessica cerai.
“Oh, lihat! Jessica sudah bangun.”
Nyonya Boltom kembali heboh. Dengan cepat ia memeluk Jessica perlahan, takut akan menyakiti gadis itu. Jessica hanya membalas pelukan itu, ia sekarang benar-benar tidak bisa melihat. Yang ia rasakan hanya rasa sakit disekujur tubuhnya. Baru beberapa hari yang lalu ia berpikiran akan mengakhiri hidupnya, namun ia memikirkan nasib ibunya nanti. Walaupun di dunia ini ia akan merepotkan ibunya, tapi ia tidak bisa bayangkan jika ia meninggalkan ibunya seorang diri.
“Ibu, bisa kau bawa Nyonya Villegas kerumah kita? Kurasa Nyonya Villegas membutuhkan banyak istirahat.” Nyonya Boltom yang mengetahui jika Matt ingin berbicara berdua saja dengan Jessica mulai paham.
“Tidak aku baik-baik saja Matt, aku-”
“Tidak usah malu-malu besan ku. Kau memang membutuhkan banyak istirahat.” Nyonya Boltom menyeret keluar Nyonya Villegas.
“Tapi.. Tapi, aku-”Matt tersenyum geli melihat ibunya yang menyeret Nyonya Villegas. Tidak salah jika ibunya awet muda, bahkan sikapnya pun juga awet, seperti anak kecil.
“Matt...” Matt menatap Jessica, gadis itu menunduk dalam.
“Maaf, dan terimakasih untuk semuanya.”
Matt tersenyum lembut, dengan perlahan ia memeluk Jessica. Menyandarkan kepala gadis itu pada dadanya. Ini salah satu momen yang amat dirindukan Matt, waktu berdua saja dengan Jessica terlebih memeluk wanitanya seperti ini.
“Sshhh.. Bagaimanapun kau masih istriku, dan akan menjadi istriku untuk selamanya Jess.”
Jessica terlihat tersentak, namun tidak lama ia membalas pelukan Matt sangat erat, seolah ia tidak akan melepaskan pria itu untuk jauh darinya. Matt memejamkan mata, menikmati momen ini. Ia baru beberapa minggu tidak merasakan ini, namun seolah sudah bertahun-tahun.
Suara deringan ponsel milik Matt membuatnya menghela napas kasar. Siapa yang berani menggangunya disaat momen seperti ini, sungguh ia akan memakinya. Jessica melepaskan pelukannya. Dibalik wajah bengkaknya itu Jessica tersenyum, dimata Matt, dalam keadaan apapun Jessica tetap wanita tercantik dimatanya.
“Angkatlah.” Jessica berucap lembut, Matt mengangguk dan keluar ruangan rumah sakit itu. Matt melihat layar diponselnya. Ia dapat melihat Mark menghubuinya.
“Tuan, Tuan dimana?”
“Ada apa?”
“Bagaimana dengan makan malam hari ini Tuan? Saham Xien Company lumayan mengun-”
“Apa kau tidak bisa menangani masalah sepele seperti ini, Mark?”
Diseberang sana Mark menghela napas berat, berusaha untuk sabar dan tidak terdengar oleh atasannya itu. Jika terdengar, bisa-bisa atasannya itu berkoar-koar. Bagaimana ia bisa tahu? Karena ia sudah pernah mengalaminya, dan ia tidak akan pernah mengulanginya.
“Baik Tuan, aku akan menggantikanmu untuk makan malam hari ini.”
“Ya. Oh iya, Mark.”
Mark menahan napas, ia sudah hapal jika seperti ini. Atasannya akan kembali memerintahkannya. Karena ia sangat tahu, Matt akan langsung mematikan panggilannya jika itu tidak penting bagi dirinya.
“Cari keberadaan Tuan Villegas, dan masukan ia ke jeruji besi. Jerat ia sebagai pelaku penganiayaan anak, dan kaum wanita. Biarkan ia dihukum seberat-beratnya, hukum ia bertahun-tahun di penjara.”
“Baik, Tuan.”
Tanpa mengatakan apapun lagi Matt mematikan panggilannya. Emosinya kembali memuncak, ia tidak akan membiarkan siapapun yang menyakiti Jessica bebas begitu saja, walaupun itu adalah mertuanya sendiri.
“Tuan Boltom.”
Matt menoleh, dihadapannya terlihat seorang pria sekitar umur tiga puluhan dan berkaca mata. Matt menatap kearah name tag yang sedang ia pakai, disana tertera nama 'Dr. Carlo Navarr'
“Ada apa Dokter?”
“Saya ingin membahas mengenai Nyonya Boltom, kurasa jika dihadapannya mungkin bisa membuat mentalnya down. Saat ini Nyonya Boltom berada dibawah tekanan, mungkin dihadapan anda memang terlihat ceria. Namun ia memiliki tekanan yang kuat. Dan kabar baiknya, kandungannya masih bertahan hanya saja-”
“T.. Tunggu Dokter. K...Kandungan?” Matt tersentak, ia merasa seluruh tubuhnya menegang. Sejak kapan ia dan Jessica..
“Iya, Nyonya Boltom sedang mengandung sekitar satu setengah bulan. Apa anda tidak tahu?”
“A..Ah iya Dokter, silahkan lanjutkan.”
“Kandungan Nyonya Boltom sangat lemah, saya tidak tahu sampai kapan kandungannya itu akan bertahan.” Matt terdiam.
___________
Matt termenung, perkataan dokter sekitar dua jam yang lalu menjadi penyebabnya. Tubuhnya masih bergetar, ia sangat tidak percaya jika Jessica telah mengandung. Jelas-jelas ia dan Jessica..
Pikirannya sekarang campur aduk. Hatinya sakit, tapi ia masih sangat tidak percaya. Ternyata sejauh itu Jessica mengkhianatinya. Hatinya sangat hancur.
“Matt, apa kau disini?”
“Ah, iya.”
Matt menatap Jessica, gadis itu duduk diatas kasurnya. Dan berusaha menggapai lengannya dan menggenggam erat. Haruskah ia mengatakan kepada Jessica mengenai kandungannya itu? Pikirannya sedang kacau sekarang, ia tidak tahu apa yang akan ia lakukan selanjutnya.
“Jess, kau hamil.”
Matt dapat melihat tubuh Jessica tiba-tiba menegang, Jessica tidak tahu jika ia sedang mengandung. Wajahnya terlihat panik sekaligus bingung.
“Matt.. Matt, aku...aku-"
“Ayo kita gugurkan bayinya.”
“Matt!”
“Jika kau tidak mau, lebih baik kita bercerai.”
My Note :
Hehe maafin author ga sesuai janji yang bakal post seminggu sekali. Sebagai gantinya author postnya cepet yaa hehe..
Kemungkinan part berikutnya adalah part terakhir, kali ini author ga janji bakal cepet yaa. Takut ingkar lagi😂😂
Thankyou reader atas dukungannya~
Salam cinta dari author, luv❤️
Masalah rumah tangga Matt & Jessie di S2 ini kan cm salah paham. Sangat disayangkan kalau rumahtangga mereka bubar karna salah paham..
Yg menang banyak malah si Mark, dpt Boltom's Company, dapetin pula si Jessie
Enak betul si Corrine, Dia udah bunuh anaknya Matt & Jessie, ambisinya buat miliki Matt seutuhnya tercapai.
Malah hidup bahagia lg.
Sumpah kagak rela Corrine dpt bahagia !!!
Kenapa sih ga ada kesempatan kedua buat Matt & Jessie bersatu ?
Mereka udah sama2 berdarah2 lho..
Padahal Aku msh berharap Matt bersatu lg sm Jessie
Dulu Jessie selingkuh Matt yg terluka, skr Jessie yg nuai karma tp Matt juga ikut ngerasain lukanya.
Sangat disayangkan kalo mereka sampai cerai, padahal kan masalah diantara mereka cuma salah paham.
makin seru.. 👍👍
mskpn Jessie prnh berkhianat, tp dia sdh bertobat,, 😓
semangat thor, ku slalu tunggu upmu.
knp harus meninggal Thor ?
kasian Jessie.. hiks
emg sih kepedihan Jessie skr mjd karma kelakuan jalaangnya di masa lalu.
Udah ga ada lg perekat antara Jessie & Matt dong ? kedua anak mereka meninggal semua.
Kayaknya bakal bubar ini Matt & Jessie
smoga happy ending...
semangat thor...
Matt ga bertindak apa2 gitu buat kasih pelajaran si Iblis betina???
Jangan dipulangin dulu ke Perancis sebelum dia hancur sehancur2nya.
Masa udah bunuh calon bayinya Matt + nusuk Jessie, dia masih bebas berkeliaran, harusnya dia membusuk di Penjara. Enak banget udah ngelakuin tindakan kriminal, tapi hukumannya, cuma diasingin ke Luar Negeri, itupun hukuman dari keluarga, hidupnya masih bisa bernapas lega, masih makan mewah, masih tidur nyenyak dikasur empuk.
Corrine harusnya di penjara Thor.
ternyata Lyn anak kandung Matt...
Aku ikut bahagiaaaa....
aku suka dgn alur cerita novel ini, bagus ...tp knapa yg mampir sedikit?
antara Matt dan Jess itu bener2 krisis komunikasi, parah. Masing2 bertindak sendiri2 dan berujung salah paham.
Nikmati aja karma mu Jess
mksh thor upnya..
ayo jess lbh baik minta cerai, drpd terus disakiti...
mksh thor upnya, smoga up tiap hari
semoga kali ini Matt buka mata lebar2 kelicikan Corrine.