NovelToon NovelToon
Feng Zun Journey : Netherworld 2

Feng Zun Journey : Netherworld 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Balas Dendam
Popularitas:706.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: UdahPernah

Lanjutan Feng Zun Journey

Bagi yang belum baca season sebelumnya, saya sudah merangkumnya di bab pertama.

Disaat Little Leaf sedang menghadapi bencana, pergolakan besar justru terjadi pada klan yang dia pimpin.

Dia adalah wanita bergelar Permaisuri pertama dari klannya, dan rumor mengatakan bahwa dia adalah kekasih dari guru Feng Zun, Long Shangdi.

Dalam konflik kali ini, Klan Ular Hantu bukan hanya ditekan dari semua sisi, tapi para anggota Aliansi Fantian Absolut dari Wild Orion yang dipimpin oleh murid Xuanwu Yang juga muncul, ikut campur menekan klan tersebut.

Jika antek Kaisar Iblis Damballa juga muncul disini, mungkinkah Feng Zun mampu kembali menenangkan badai sendirian?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon UdahPernah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CH 31 : Akhir Pergolakan

Di luar Aula Utama Leluhur.

Banyak anggota Klan Ular Hantu telah berkumpul.

Ketika mereka melihat Feng Zun dan Tukang Jagal Tua itu muncul, terjadi keributan di antara kerumunan penjaga saat mereka membuka jalan.

Mereka telah melihat semua yang terjadi di dalam, termasuk bagaimana Leluhur Yuan Xu memperlakukan Feng Zun dengan begitu hormat.

Mengingat keadaan itu, siapa yang berani menghalangi jalan mereka?

Yu Tong merasa terguncang, dan hatinya penuh rasa kagum.

Bahkan sebelum mereka tiba di Kota Tianyun, dia telah menyaksikan kekuatan tempur Feng Zun yang menentang langit, di atas Kapal Menara Awan.

Tapi dia tetap tidak menyangka pemuda berjubah putih itu bisa berjalan menuju badai sendirian, dan membalikkan keadaan dalam satu gerakan!

Melihat Feng Zun muncul dari Aula Utama Leluhur, Yu Tong merasa seolah sedang menatap dewa!

Sementara Roh Kesembilan, secara refleks buru-buru bersembunyi di antara kerumunan. Kepalanya menunduk, sisa tangannya terkepal erat, hatinya penuh teror dan kegelisahan.

Sebelumnya, ketika Feng Zun masuk ke Aula Utama Leluhur, Roh Kesembilan mengejeknya, mengatakan bahwa ini bukan Paviliun Menara Langit, dan pemilik penginapan tidak lagi melindunginya di sini.

Tapi ternyata, bukan hanya pemilik Paviliun Menara Langit telah datang, bahkan Leluhur Yuan Xu memperlakukan Feng Zun dengan sangat hormat.

Bagaimana mungkin Roh Kesembilan tidak gemetar?

Bahkan jika harus mengabaikan semua itu, fakta bahwa Feng Zun telah membunuh Yuan Fang dengan mudah, sudah memberi tahu Roh Kesembilan bahwa jika Feng Zun ingin membunuhnya, dia tidak memerlukan bantuan pemilik Paviliun Menara Langit!

Dia pasti tidak lupa kata-kata Feng Zun sebelumnya, yang menjanjikan dia kesempatan untuk membuang nyawanya!

Roh Kesembilan tidak ingin mati, dan dia tentu saja tidak ingin membuang nyawanya.

Karena itu, dia menyembunyikan dirinya di tengah kerumunan, berharap dia tidak terlihat dan semoga Feng Zun mengabaikan dia begitu saja.

Namun di luar dugaan, Feng Zun malah berjalan ke arahnya! 

Hati Roh Kesembilan seketika mencelos, dan dia merasakan hawa dingin di tangan dan kakinya.

"Janjiku sebelumnya masih berlaku." kata Feng Zun. "Apakah kau ingin mencobaku?"

Roh Kesembilan membeku, lalu menundukkan kepalanya dan berkata dengan getir, "Orang tua ini mendengar bahwa pedang seorang dewa tidak untuk membunuh semut. Sebelumnya, saya benar-benar buta. Yang Mulia, mohon pandang saya layaknya seekor semut, dan saya mohon agar Anda dapat bermurah hati."

Tukang Jagal Tua itu mencibir, "Dasar pengecut."

Ketika Feng Zun melihat ini, dia langsung kehilangan minat dan menunjuk ke Aula Utama Leluhur, "Masuklah dan akui kesalahan atas kemauanmu sendiri."

"Di mengerti!"

Roh Kesembilan setuju dengan ketakutan yang jelas.

Feng Zun tidak mau repot-repot meliriknya untuk kedua kali, kemudian berjalan dengan tangan di belakang punggung, menyelinap melewati kerumunan, dan tiba di sisi tebing dengan pemandangan yang indah.

Ada air terjun, pohon-pohon pinus kuno yang hijau, dan gemericik mata air.

Pemandangan itu menghadap lautan awan yang diterangi matahari, bergejolak seiring angin pegunungan yang bertiup kencang.

Feng Zun berdiri di sana, jubah dan rambut hitam panjangnya berkibar rendah di sekelilingnya.

Keindahan alam jauh lebih menyenangkan daripada pertikaian dan perebutan kekuasaan, yang baru saja dia saksikan di Aula Utama Leluhur.

Tukang Jagal Tua itu berdiri diam tidak jauh dari situ. Setelah beberapa saat, dia berkata, "Monster Tua Long, aku tidak menyangka Anda akan begitu berbelas kasih."

Feng Zun berkata datar, "Hidup dan mati mereka tidak penting. Aku hanya tidak ingin membuat Little Leaf sedih."

Tukang Jagal Tua itu mengangguk, tampaknya dia sudah menduga inilah alasannya.

Setelah berpikir sejenak, Tukang Jagal Tua itu bertanya, "Apakah tujuan terakhir dari perjalananmu ke klan ini adalah untuk mengambil pedangmu?"

"Mm." kata Feng Zun.

Tujuan ketiganya secara alami adalah mengambil Pedang Jantung Kosmos!

"Lalu… Setelah Anda menyelesaikan urusan, bisakah Anda mempertimbangkan untuk membantuku menerobos hambatan Dao Heart-ku?" tanya Tukang Jagal Tua dengan suara rendah.

Feng Zun mengangguk. "Tidak masalah."

Tukang Jagal Tua itu langsung menghela nafas lega, dia tampak sangat bahagia dan bersemangat.

Kultivasinya telah mengalami stagnasi selama puluhan ribu tahun. Dalam kurun waktu ini, dia benar-benar tersiksa, bahkan telah tenggelam dalam keputusasaan.

Tapi sekarang, akhirnya dia kembali melihat harapan untuk menerobos.

Mudah untuk membayangkan betapa besar kebahagiaan yang sedang dia rasakan.

…..

Aula Utama Leluhur.

"Yuan Louhan, mengapa kau memilih berkolusi dengan orang luar demi mendapatkan kursi pemimpin klan?" tanya Yuan Xu.

Banyak dari mereka yang hadir juga bertanya-tanya tentang hal ini.

Yuan Louhan berkata dengan muram, "Paman Martial, pemenangnya adalah raja, dan yang kalah adalah pecundang. Saya sudah mengaku kalah, dan bersedia menerima hukuman."

Yuan Xu mengerutkan alisnya, "Aku bertanya tentang motifmu!"

Yuan Louhan terdiam.

Namun saat itulah Ying Liujiang tiba-tiba angkat bicara, "Saya dapat memberitahu Anda."

Semua mata langsung tertuju padanya.

Dia kemudian melanjutkan dengan mengatakan, "Yuan Louhan ingin mempromosikan pemimpin baru karena mempertimbangkan kesejahteraan klan. Satu-satunya kesalahan dia adalah menawarkan pedang leluhur kami sebagai imbalan, dengan jaminan bahwa saya akan campur tangan jika Klan Ular Hantu menghadapi bencana."

Semua orang terperangah.

Yuan Xu mengerutkan alisnya. "Benarkah?"

Ekspresi Yuan Louhan berubah. Akhirnya, dia berkata dengan suara rendah, "Perubahan besar pada Domain Kegelapan membuat Leluhur Yuan Yu terjebak. Tetua Agung telah pergi untuk menyelidikinya, sementara Saudara Yuan Qing sedang mengasingkan diri. Sebelum dia muncul, aku adalah satu-satunya Immortal God yang mempertahankan benteng. Jika musuh dari luar memanfaatkan kesempatan ini untuk menyerang, seluruh klan kita pasti akan menghadapi bahaya yang tidak dapat diprediksi."

Dia melanjutkan, "Semua orang tahu bahwa Yang Mulia Long Shangdi telah meninggal lima ratus tahun yang lalu, jadi kita hanya bisa membiarkan salah satu pewarisnya mengambil kembali pedang tersebut. Itulah mengapa saya memilih untuk bersekutu dengan Rekan Taois Ying Liujiang...

"Hanya dengan memilih pemimpin baru, saya dapat memanfaatkan momen tersebut untuk menggunakan kekuatan empat Token Giok Leluhur, membuka Tanah Terlarang dan membantu Rekan Taois Ying Liujiang mengambil kembali pedang leluhurnya."

Yuan Yingsan dan Ruoyi tercengang.

"Tapi kenapa kau mencoba membunuh Yuan Situ?" tanya Yuan Xu.

Yuan Louhan menghela nafas. "Saya akui bahwa terlalu terburu-buru untuk mengumpulkan Token Giok Leluhur sehingga saya bertindak sembrono."

Untuk sesaat, semua orang merasa berkonflik.

Namun, Yuan Xu tertawa dingin, "Mungkin niatmu baik, tapi tindakanmu terlalu tercela! Perbuatanmu yang bodoh itulah yang justru menyebabkan semua pergolakan ini!"

Dia berhenti sejenak, lalu berkata dengan marah, "Lagi pula, bagaimana kau bisa mengatakan dengan pasti bahwa Ying Liujiang tidak menipumu? Jika dia membawa kabur senjata Yang Mulia Long Shangdi, bagaimana kau akan bertanggung jawab pada kakak perempuanku?"

Yuan Louhan tidak bisa mengatakan apapun tentang itu.

Ying Liujiang mengerutkan keningnya, "Saya adalah pewaris Yang Mulia Xuanwu Yang, pemimpin Aliansi Fantian Absolut, yang berdiri di bawah panji Sekte Kaisar Fantian yang agung. Memang benar aku berencana mengambil pedang leluhurku, tapi bagaimana Anda bisa menyebut itu sebagai tipuan?"

Yuan Xu meliriknya dengan dingin, "Karena gurumu adalah pengkhianat. Dia telah mengkhianati guru dan sektenya lima ratus tahun yang lalu!"

Hati orang banyak bergetar.

Ternyata Xuanwu Yang telah mengkhianati Yang Mulia Dewa Naga?

Mereka belum pernah mendengar hal seperti itu sebelumnya!

Ekspresi Ying Liujiang menjadi gelap. "Jangan pernah berpikir untuk memfitnah guruku! Bagaimana mungkin orang seperti beliau bisa berkhianat?"

Yuan Xu mengabaikan pertanyaan itu. "Aku tidak mau repot-repot menjelaskannya padamu."

Dia kemudian berbicara kepada Yuan Qing, "Pertama, penjarakan Yuan Louhan. Saat kakakku kembali, biarkan dia menentukan nasibnya sendiri."

Yuan Qing mengangguk.

Bersamaan dengan itu, Yuan Xu juga mengeluarkan serangkaian perintah lainnya.

Yuan Qing tidak berani lalai. Dia menjalankan setiap perintah, satu per satu.

Yuan Louhan dipenjara.

Xie Luan mendapat kesempatan kedua, dan dia diizinkan pergi.

Ying Liujiang ditahan, menunggu Feng Zun kembali dengan pertanyaan untuknya.

Roh Kesembilan menerima hukuman atas kemauannya sendiri, dan dikirim ke penjara bawah tanah.

Yuan Situ, yang dipenjara sebelumnya, dibebaskan.

Para tamu yang datang untuk menyaksikan konferensi tersebut bubar.

Dengan itu, tirai pergolakan internal para Ras Ular Hantu telah ditutup.

Namun, sebuah pertanyaan besar masih melekat di benak setiap Ras Ular Hantu, "Siapakah Feng Zun itu, dan dari mana asalnya?"

...

Sebuah istana kuno yang dibangun di puncak Gunung Teratai Suci.

Ying Liujiang berdiri di sini, kepala cantiknya menunduk dan ekspresinya suram.

Hanya dia dan Feng Zun yang ada di sini.

Feng Zun duduk sambil memegang sebotol anggur. Sepertinya dia sedang memikirkan sesuatu, membuat waktu demi waktu berlalu dalam keheningan.

Pada akhirnya, Ying Liujiang tidak tahan lagi dengan kesunyian yang menyiksa ini. "Aku tidak takut untuk mati. Jika kamu ingin membunuhku, lakukan sekarang!"

Dia merasa seperti seorang tahanan yang menunggu keputusan. Itu sama sekali tidak menyenangkan, lebih baik selesaikan secepatnya.

Feng Zun menatap wanita cantik dengan gaun merah, sedikit terkejut. "Lupakan. Kau boleh pergi."

Ying Liujiang langsung terperangah, seolah-olah dia hampir tidak berani mempercayai telinganya.

Beberapa saat kemudian, dia berkata, "Bahkan jika kamu melepaskanku, tidak mungkin aku menyerah untuk mengambil senjata leluhurku! Aku mungkin tidak bisa melakukannya sekarang, tapi suatu hari nanti, aku pasti bisa melakukannya!"

Matanya bersinar dengan tekad yang keras kepala.

Feng Zun hanya tertawa. "Kau tidak akan mendapat kesempatan, karena tujuan ketigaku datang kesini adalah untuk mengambil senjata itu."

Tubuh halus Ying Liujiang menegang. Sesaat kemudian, dia mengertakkan gigi dan berkata, "Bahkan jika kau mendapatkan pedang leluhur kami, suatu hari nanti aku akan merebutnya kembali!"

"Itu terserah padamu." kata Feng Zun. "Kau harus pergi sekarang, sebelum aku berubah pikiran."

Ying Liujiang menatapnya dengan bingung. "Kau… benar-benar tidak berencana membunuhku?"

Pemuda berjubah putih itu tampak terlalu aneh. Bukan hanya asal usulnya yang mencurigakan, bahkan sesuatu dalam pikirannya pun tak pernah terduga, seolah-olah dia adalah sekumpulan misteri yang berjalan, dia sama sekali tidak bisa melihatnya.

Feng Zun melambai. "Enyahlah. Aku tidak mungkin mengantarmu."

Raut wajah cantik Ying Liujiang berubah tak menentu. Akhirnya, dia menarik napas dalam-dalam dan berkata, "Di masa depan, jika kau menderita kekalahan di tanganku, aku juga akan meninggalkan jalan hidup untukmu."

Dengan itu, dia berbalik dan pergi.

Baru setelah dia meninggalkan Gunung Teratai Suci dan memastikan bahwa tidak ada seorang pun yang menghentikannya, barulah dia menyadari bahwa Feng Zun benar-benar telah melepaskannya.

Namun, dia merasa bingung. "Tapi kenapa orang itu membiarkanku pergi? Apa yang dia rencanakan?"

Dia tidak bisa mendapatkan petunjuk apapun tentang hal itu.

Setelah beberapa saat, dia berpikir, "Sepertinya aku harus segera kembali ke Wild Orion dan bertemu dengan guru…

...

Istana kuno di puncak Gunung Teratai Suci.

Tukang Jagal Tua itu muncul tanpa suara entah dari mana. "Monster Tua Long, apakah Anda berencana membiarkan Ying Liujiang mengirim pesan ke Xuanwu Yang, agar dia datang ke Netherworld?" 

"Xuanwu Yang tidak akan datang." kata Feng Zun dengan tenang. "Tapi ini akan menimbulkan kecurigaannya, dan itu sudah cukup. Aku hanya harus menunggu dan melihat bagaimana dia akan merespon."

Tukang Jagal Tua itu tidak memahaminya. "Mengapa Xuanwu Yang tidak akan datang?"

"Jika dia meninggalkan Wild Orion, Permaisuri Ling Tang, pasti akan menyerang Aliansi Fantian Absolut, jadi Xuanwu Yang tidak mungkin berani mengambil risiko seperti itu." kata Feng Zun.

Dia pernah menjelaskan hal yang sama kepada Chang Weizong.

Ekspresi Tukang Jagal Tua itu tidak dapat dipahami, "Murid-muridmu saling menyerang untuk mengejar kekuasaan. Rasanya pasti tidak enak, kan?"

Feng Zun melirik ke arah Tukang Jagal Tua itu. "Apakah kau menertawakan kemalanganku?"

Tukang Jagal Tua itu buru-buru menggelengkan kepalanya. "Tidak... Saya tidak akan berani!"

Feng Zun berkata dengan dingin, "Selain itu, mereka hanya 'murid magang' dan aku tidak pernah mengakui mereka sebagai muridku yang sebenarnya, kecuali mereka yang benar-benar setia kepadaku."

Sebelum Tukang Jagal Tua sempat merespon, Yuan Xu masuk ke dalam dan berkata sambil tersenyum, "Kakak ipar, saya telah mengambil alih tiga Token Giok Leluhur."

"Kakak ipar?"

Ketika dia mendengar bagaimana Yuan Xu memanggil Feng Zun, ekspresi Tukang Jagal Tua berubah sedikit aneh.

Namun Feng Zun sudah lama membiasakan diri dengan hal ini. Dia segera bangkit dari kursi rotannya dan berkata, "Tidak ada gunanya menunda hal ini. Lebih baik kita mengunjungi Tanah Terlarang Klan Ular Hantu."

Yuan Xu buru-buru berkata, "Kakak ipar, keponakanku, Yuan Qing, ingin bertemu denganmu."

"Ada apa?" Feng Zun tidak menyangka hal itu.

1
KING Escanor
thor tolong update
KING Escanor
ayoo update thor
Asiana Tyas
mantap thor tp mana kelanjutannya
Mia Mamarey
lanjut thorr semangat😍
ORS
horeeeee 🤣🤣
ORS
bangkeeee 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ORS
kaki terpeleset masih bisa disembuhkan, tp lidah yg terpeleset bisa menyengsarakan bahkan bisa membunuh
ORS
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣👍
ORS
🤭🤭🤭🤭🤭🤭
Gardenia AS
Gass Poll Thor...semoga bisa menulis lagi...🙏🙏🙏
Vanz Gao
Feng Zun masih kurang kejam ke musuhnya. Harusnya semuanya udah dibunuh
Megi Mariska
Haaaaaaaaahhhhh. Hiatus dah
Semoga Cerita ini terus berlanjut
Hancurkan Kultivasinya
Lebih baik menonton dr pada mati
Jalan Reikarnasi... dan semua orang akan mengalaminya
Bertemu lagi
Bantai saja
Kalau Mau Up Cerita baru.. tuntaskan yang ini sampai selesai agar membuat reader semangat dg Karya Autor
Mantap
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!