NovelToon NovelToon
SECRETS

SECRETS

Status: sedang berlangsung
Genre:Trauma masa lalu / Keluarga & Kasih Sayang
Popularitas:38.4k
Nilai: 5
Nama Author: Rawai

Mutiara, gadis yang menjadi korban keegoisan kedua orang tua berjuang untuk terus melanjutkan hidup dengan baik dengan bantuan sang eyang.

Namun saat orang terakhir yang menjadi alasan untuk hidup telah pergi untuk selamanya membuat Mutiara semakin terpuruk.

Namun hidup tidak lah seburuk itu.
Karena takdir memberikannya seseorang yang akan kembali menjadi alasan dirinya bisa kembali tersenyum pada kehidupan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rawai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 31

Salana melihat jejak tetesan darah dari tangan Mutiara segera mengambil syal yang tergantung dan berlari mengejar Rayden.

"Tutup luka Mutiara, darahnya masih keluar" Salana memberikan Syal itu pada Rayden sebelum masuk ke dalam mobil.

"Masuk ke dalam mobil " titah Reiga pada gadis yang selalu ada di samping Mutiara sat menyadari jika putranya tidak begitu mendengar perkataan Salana.

Salana segera masuk dan duduk di kursi diujung kaki Mutiara yang tubuhnya dipangku oleh Rayden. Rayden terlihat linglung, Ia seperti tidak peduli hal lainnya selain Mutiara.

"Ku mohon sadar Ara"

Rayden terlihat terpukul dengan kejadian ini.

"Sayang, please buka mata kamu. Kamu tidak sendiri, ada aku yang akan menemanimu. Kenapa? kenapa kamu mengambil langkah bo-doh seperti ini."

Kalimat yang terus terucap dari Rayden terdengar lirih dan menyedihkan di telinga orang yang mendengarnya.

Reiga segera melajukan mobil dengan cepat dan penuh konsentrasi. Disampingnya ada Denaya yang terus melihat Rayden. Ia dapat melihat jelas kekhawatiran di wajah Rayden pada keadaan Mutiara. Ada secuil rasa penyesalan dalam hatinya karena tidak memberi restu pada hubungan keduanya jika melihat sikap Rayden saat gadis itu kritis. Bagaimana jika gadis itu pergi dari sisinya. Ia tak berani memikirkan seberapa putus asa dan kesedihan yang harus di tanggung oleh putera semata wayangnya.

Salana segera mengambil tangan Mutiara yang terluka lalu membalutnya agak ketat dengan Syal hingga tidak ada lagi darah yang terlihat keluar. Ia juga membawa pergelangan tangan Mutiara hingga posisinya berada di atas dadanya.

"Tuan, tahan tangan Muti disini" pinta Salana pada Rayden agar menekan kain yang membalut luka Mutiara agar darah yang keluar dapat berhenti.

"Seperti ini?" tanya Rayden lirih sambil mempraktekkan apa yang diminta Salana.

"Benar."

Rayden tersenyum seraya mencium kening Mutiara.

"Lihat Ara, disini juga ada Salana yang mengkhawatirkanmu. Kau benar-benar membuat kami gila" Rayden mulai terisak-isak. Hal yang tak pernah dilakukan oleh pria itu sebelumnya.

"Kamu tidak sendiri sayang, masih banyak yang menyayangimu, hentikan kebiasaan bodohmu itu Ara. Tidak semua yang mereka pikirkan benar-benar akan mereka lakukan. Itu hanya pikiran sesaat mereka." pekik lirih suara Rayden terdengar di tengah bunyi mobil yang berjalan.

"Sayang! ku mohon buka matamu. Jangan tinggalkan aku. Aku akan berjuang untuk bisa hidup bersamamu. Aku sudah menunggu lama untukmu. Jangan biarkan penantianku sia-sia Ra. Ku mohon" Rayden terus bicara terlihat seperti orang linglung. Seketika tidak terlihat wibawa dan kharisma seorang pemimpin dari perusahaan yang menaungi puluhan ribu karyawan, yang ada kini hanyalah seorang pria lemah yang menangisi wanitanya.

Setibanya di rumah sakit Mutiara langsung dibawa di IGD menjalani perawatan. Rayden duduk di depan kamar IGD menundukkan kepala. Disamping ada Ayahnya, Reiga yang merangkul bahunya mencoba memberikan kekuatan.

Salana duduk seraya merafalkan doa untuk keselamatan Mutiara. Ia benar-benar tidak menyangka akan kecolongan seperti ini. Ia pikir Mutiara hanya sekedar tidur seperti biasa saat bilang kalau ia ingin beristirahat, bukan istirahat dengan tujuan untuk tidur selama-lamanya seperti ini.

Ia benar-benar akan merasa bersalah pada Eyang Murti jika terjadi sesuatu yang buruk. Harusnya Ia selalu berada disampingnya dan tidak membiarkan gadis itu sendirian.

Sedang Denaya terlihat terus memandangi Rayden. Ia tidak pernah melihat Rayden dalam keadaan seperti ini. Putranya selalu menjadi sosok yang kuat dihadapannya terlebih dihadapan orang lain.

Berkat didikan dari kakek dan Ayahnya, sejak kecil ia tak pernah menunjukkan sisi lemah dirinya bahkan saat Ia mengalami cidera karena di keroyok oleh sekelompok pemuda saat masih bersekolah. Rayden masih bersikap biasa saja.

Saat kepergian kakeknya pun Rayden tidak pernah terlihat terisak seperti ini. Entah seberapa besar cinta putranya pada sepupunya sendiri hingga menjadikannya seseorang yang sangat berbeda, hanya Rayden dan Tuhan yang tahu.

"Tenanglah Son! Yakinlah Mutiara akan baik-baik saja" bujuk Reiga

"Kenapa Dad? Kenapa Ara melakukannya?" bukannya menjawab, Rayden malah mempertanyakan alasan Mutiara melakukan hal yang bisa membahayakan nyawanya sendiri.

Reiga hanya bisa menghela nafas, Ia tidak tabu jawaban apa yang akan diberikan karena semua jawabannya ada pada Mutiara sendiri. "Setelah ini jaga dia dengan baik. Temani dan hibur dia! Jangan biarkan dia merasa sendiri, jangan biarkan dia merasa bahwa dirinya tidak diinginkan."

Rayden hanya bisa menganggukan kepalanya tak. Masih terdengar isakan darinya.

Tidak lama berselang Dwi ditemani Irena dan Mulya bersama Mustaf datang bergabung didepan ruang IGD.

"Bagaimana keadaan putriku?" tanya Dwi dengan nada cemas pada Rayden dan Reiga namun tak menemukan jawaban apapun.

Atensinya beralih pada Salana yang pandangannya ke arah ruangan dimana Mutiara dirawat.

"Salana?" panggil Dwi pelan.

"Masih di dalam Paman" jawab Salana tanpa mengalihkan pandangannya.

"Mutiara baik-baik saja kan?" Dwi bertanya kembali ingin memastikan keadaan Mutiara.

"Entahlah, dokter yang memeriksanya belum keluar sampai sekarang". Salana mengusap air mata yang kembali keluar.

Mulya yang mendengar jawaban Salana dan ekapresi yang lainnya mendekati Dwi lalu mengambil kedua tangannya.

"Kak Dwi, ku mohon biarkan Mutiara bersamaku." Mulya menjeda ucapannya lalu melanjutkannya kembali." Aku bersama Ibuku yang menyembuhkannya dulu, aku tahu apa yang dibutuhkannya"

"Tidak" Dwi dengan tegas menolak membuat Mulya kembali marah.

"Jangan egois Dwi" bentak Mulya dengan murka yang jelas terlihat dari wajahnya yang memerah.

"Karena aku mengizinkannya dulu pergi dari rumah, Ia menjadi seperti ini. Ara mengira aku tidak menyayanginya lagi, Ara mengira aku tidak membutuhkannya lagi" Dwi terisak lirih menjatuhkan dirinya di lantai depan ruang IGD tanpa malu.

"Aku sangat merindukannya Mulya, Aku merindukan putriku seperti ingin gila."

"Aku juga salah saat mengikuti perkataan Tiana untuk tidak muncul lagi di rumah itu. Aku terlalu mencintai kakakmu Mulya, Aku terlalu mencintai Tiana sampai mengikuti apapun yang dia inginkan tanpa memperdulikan apa yang terjadi setelahnya."

"Aku bingung mengartikan apa yang mereka inginkan sebenarnya. Aku salah, Aku yang salah tapi aku ingin memperbaikinya. Memperbaiki semuanya sebelum aku pergi Mulya. Ku mohon mengertilah aku. Aku ingin memberikan putriku kehidupan yang lebih baik."

"Tuan mohon jangan berisik!" seorang perawat datang memperingati untuk tenang dalam rumah sakit.

Reiga melihat keadaan Dwi seperti itu sangat iba. Ia melepaskan tangannya dari Rayden dan membantu Dwi untuk berdiri dan menuntunnya duduk disamping Rayden.

"Seperti yang diucapkan Eyang, biarkan Mutiara memilih jalan hidupnya. Jangan berikan dia tekanan yang dapat memperburuk mentalnya." Reiga berbisik pada Dwi.

sedangkan Mulya hanya bisa diam melihat sikap Dwi. Sungguh Ia sangat terkejut dengan semua ucapan Ayah dari keponakanya. Ia hanya ingin yang terbaik, Bagaimana pun Mutiara memiliki hak untuk bahagia sebagai ganti dari lalainya mereka menjaga Tiana.

(Ω Д Ω)

1
.
belum selesai lagi
Rio: 😆😆😆😆..,.....
total 1 replies
🍾⃝ͩᴅᷞεͧᴅᷠεͣ ᴅrε
semoga sukses y /Rose/
Rawai hiatus ✅: Terimakasih kak sudah mampir
total 1 replies
🔵🌼⃝⭕Tunik
Hai Mutiara....Ara nya Ayahnya,Salam kenal ya💐🌼
Rawai hiatus ✅: Salam kenal kak tun
🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️
total 1 replies
jemput aja yah
Rawai hiatus ✅: datang sendiri lah.. manja klo pake jemput2an/Facepalm/
total 1 replies
bunda y dh gada kah
Rawai hiatus ✅: nggak adaa... harusnya tadi aku bilang like saja ya /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
brrti Muti blm siap menika kmu
Rawai hiatus ✅: ?????? /Speechless//Speechless/
total 1 replies
Sila☺
,🤔🤔🤔🤔 dipantau
ahma
luar biasa
.
semangat
.
Belum selesai sudah di up
Rawai hiatus ✅: 🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️
total 2 replies
Kayla El_Fariza
penasaran bgt...apa ky yg di film Mangkujiwo ya
Rawai hiatus ✅: kak bisa bagi link? 🙏.. film mangkujiwo yg sy dpt jauh beda dgn ceritaku... ttg pengusaha batik yg kena santet.. trus film mngkujiwo lain yg judulnya makmum...
total 4 replies
Rose_Ni
bakal ada pelakor ini
Rawai hiatus ✅: 😅😅😅 semoga nggak ada lagi...

susah punya istri 2 harus kerja berat tiap hari... 🤣🤣🤣
total 1 replies
Rose_Ni
Semangat ! ! !
Rawai hiatus ✅: Semangatt kakkk. 🥺

masih harus harus banyak belajar
makasih kakk atas dukungannya.

kakak juga semangatt..
total 1 replies
Rose_Ni
maksudnya?
Rawai hiatus ✅: Semangaaaat.... Semangatt... semangaatt....
total 6 replies
Rose_Ni
aku pun bila diposisi Ara juga begitu,mungkin lebih parah
Rawai hiatus ✅: Okkeyy 🤗

sekali lagi makasih kak udah singgah di karyaku yg masih banyak kurang..

Selalu Sehat dan Semoga sukses disetiap usaha..
total 3 replies
Rawai Na
.....
Azkam
Untuk karya yang baru dibuat, sudah lumayan meski banyak kesalahan penulisan. semangat
𝕄𝕚𝕒📴
hadir, semangattt💪💪💪
𝕄𝕚𝕒📴: dih anak ini, goo semangat.b
total 2 replies
🍾⃝ʙͩaᷞiͧ ǫᷠiͣɴƓǫɪɴƓ 💞🇵🇸
aku like kamu like kita semua like...

babai hadir disini untuk memberi semangat kaka author yang kecteh.. /Determined//Determined//Determined//Determined//Determined/
Rawai hiatus ✅: Terimakasih kak 😂😂😂🤗
total 3 replies
❀∂я🤎AnitaPraditaM⃟3💋
waduh ayah y Ara maksa banget, ada apa sebenarnya nih Ara suruh dtng kerumah ayah y🤔
Rawai hiatus ✅: nggak taw 🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!