'Nikmati masa mudamu selama kamu masih bisa'.
Bajingan!
Aku Nolan Farnley sangat membeci kata kata itu.
Setelah berpacaran dengan Irina selama 3 bulan, siapa sangka bahwa dia akan selingkuh dengan terang terangan di depanku?.
Tidak sampai disana, dia juga mempermalukan ku di depan banyak orang.
Hidupku kacau bukan?!
Tidak sampai disana, kesialan bajingan itu sekali lagi mendatangiku. Toko yang sudah susah payah kukembangkan malah berakhir terbakar oleh seseorang.
Apakah dewa benar benar membeciku?.
Namun, setelah aku berpikir bahwa para dewa membeciku, sebuah panel biru transparan tiba tiba muncul di depanku.
Itu adalah sesuatu yang akan berperan sangat penting dalam membuat hidupku menjadi luar biasa.
Baiklah! sekarang tidak ada cinta cinta! sekarang yang ada hanyalah Nolan Farnley dengan Bisnis nya!.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RyzzNovel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31
Duduk di meja yang berada di sudut yang seharusnya paling sulit di perhatikan.
Nolan saat ini malah mendapati dirinya menjadi bahan perhatian disaat seluruh ruangan itu menatap ke arah meja yang dia tempati.
Bagaimana tidak? melirik sekitarnya, Nolan langsung mendapati Ren, Kania, Ariana di meja yang sama dengannya, lalu tambahannya...Alvin juga berada di meja yang sama.
Nolan mengerti jika Kania datang ke meja ini untuk Ariana, dan Ren bisa memilih meja sesuka dia karena dia adalah penyelenggara dari reuni ini, namun..
'Seharusnya dia tidak memiliki alasan yang bagus untuk duduk di tempat ini kan?' pikir Nolan.
Menghela nafas kasar disaat dia melihat Alvin yang memelototinya dengan tajam, Nolan mengalihkan kan pandangannya ke arah banyak makanan dan minuman di depannya.
Setelah menunggu sejenak sebelum nya, makanan dan minuman telah di sajikan.
Gerakan segera terdengar di samping Nolan dan segera Nolan melirik Ren yang berdiri di tempatnya.
Sebagai orang yang memimpin acara reuni ini, tentu saja Ren yang harus memulainya.
-Prok..!Prok..!
"Tolong perhatikan Disni" Ucap Ren untuk mengambil perhatian mereka semua.
Setelah merasa dirinya di tatap hampir dari seluruh orang yang berada di ruangan, Ren mengangguk puas sebelum tersenyum.
"Selamat datang semuanya..! aku senang bisa bertemu dengan kalian semua setelah begitu lama kita tidak bertemu lagi." Tersenyum ramah dan memandang wajah yang lainnya satu satu, Ren melanjutkan, "Sebelum kita menikmati hidangan di depan kita, mengapa kita tidak menceritakan beberapa hal tentang apa yang terjadi pada hidup kita belakangan ini?."
"Itu cukup menarik!" Segera sebuah suara yang terdengar sangat semangat terdengar, dan itu adalah Gina yang duduk di samping Lina.
Melihat Gina yang setuju dengan semangat, yang lainnya juga setuju dan tidak keberatan sedikitpun tentang usulan Ren.
Mengangguk puas, Ren melirik ke seluruh ruangan sekali lagi, "Kalau begitu, bagaimana jika kita mulai dengan Gina? karena dia adalah yang paling semangat."
Gina yang namanya disebut oleh Ren, segera yang lainnya menatap ke arah Gina disaat mereka tenggelam dalam pembicaraan mereka masing masing dengan teman semeja mereka.
Tersenyum kecil, Gina berdiri dari tempatnya, "Yah, aku tidak masalah dengan itu."
***
Pembicaraan terus berlanjut disaat setelah yang satu selesai bicara maka yang satunya lagi akan menggantikannya.
Nolan yang duduk dengan diam hanya dengan bosan menatap ke mereka yang dengan bangga menceritakan tentang hidup mereka sendiri.
Nolan merasa sangat bosan dengan hal ini, namun dia menahannya karena demi tujuannya, dia jelas harus sabar.
Menatap kearah Ariana, Nolan mendapati raut wajah Ariana yang terlihat sama dengannya, jelasnya Ariana juga terlihat bosan dengan keadaan ini.
Tidak baik baginya untuk menatap seorang gadis untuk waktu yang lama, jadi segera Nolan mengalihkan pandangannya ke arah yang lainnya.
'Membosankan..' Batin Nolan dengan resah.
Namun, disaat Nolan merasa bahwa dia ingin menurunkan wajahnya ke meja, tiba tiba sebuah suara meraih telinganya.
"Sekarang giliranmu Nolan."
Melirik ke sumber suara itu, Nolan segera mendapati Ren yang menatapnya, melirik ke arah lainnya, seluruh orang yang berada di ruangan itu menatap dirinya.
"...."
Diam sejenak, Nolan segera menghela nafas kasar sebelum dia akhirnya berdiri dari tempatnya lalu dengan wajah bosannya, Nolan sejenak melirik sekitar sebelum berbicara.
"Hm...tentang hidupku belakangan ini ya.., Yah tidak ada hal khusus yang terjadi, aku hanya bangun pagi-bekerja-tidur dan hal itu terus mengulang hingga hari ini, ah beberapa hal yang menyebalkan juga pernah terjadi namun itu bukanlah hal yang layak diceritakan."
Selesai dengan pidato singkatnya, Nolan duduk kembali di kursinya disaat dia mendapatkan banyak tatapan heran yang mengarah padanya.
Itu wajar disaat yang lainnya membicarakan tentang diri mereka sendiri tentang bagaimana mereka berhasil melakukan suatu pencapaian dan dengan bangga menyanjung diri mereka sendiri.
Berbeda dengan Nolan, apa yang dia ucapkan hanyalah sesuatu yang sangat membosankan dan terasa sangat tidak berwarna.
Setelah keheningan yang terjadi sejenak, segera suara seorang pria terdengar memecahkan keheningan.
"Ekhem, sekarang giliran ku bukan?." Alvin berkata dengan arogan disaat dia membusungkan dadanya sendiri.
Segera tatapan yang lainnya tertuju padanya termasuk Nolan yang terlihat bosan.
"Seperti yang kalian ketahui, ayahku memberiku banyak modal untuk memulai sebuah usaha dan sekarang aku berhasil menjalankan sebuah bisnis yang penghasilannya mencakup 30 milyar perbulan." Mendengar itu segera yang lainnya menatap Alvin dengan tatapan kagum.
30 Milyar bukanlah angka yang kecil, itu adalah sebuah angka yang sudah cukup untuk menghidupi seorang gelandangan selama seumur hidupnya.
Tentu saja selama gelandangan itu tidak boros..
Alvin kemudian terus melanjutkan ceritanya, berbeda dengan yang lainnya, dia memiliki cerita yang paling panjang dan setiap kesempatan yang ada, dia akan terus memuji dirinya sendiri.
"Begitulah kehidupanku belakangan ini" Ucap Alvin dengan bangga disaat dia menyelesaikan ucapannya.
Melirik ke arah Nolan, Alvin menyeringai puas seakan dia telah memenangkan sesuatu, namun bagi Nolan, itu tidaklah berarti.
Sekarang adalah giliran Ariana dan semua pandangan langsung tertuju padanya, Nolan juga sedikit tertarik tentang apa yang akan Ariana katakan.
Menatap Ariana yang segera berdiri di tempatnya dengan wajah tenang yang bosan, segera Ariana berbicara.
"Kehidupanku tidak terlalu berbeda dengan Nolan." Ariana berkata disaat dia menunjuk kearah Nolan yang membuat Nolan sedikit terkejut, diam sejenak, Ariana melanjutkan, "Aku bangun pagi, bekerja lalu tidur di malam hari dan itu terus berulang, beberapa kali masalah menyebalkan juga datang kepadaku, yah itu tidak layak diceritakan."
"...." Semua nya terdiam disaat mereka mendengarkan ucapan Ariana.
Bahkan Alvin sendiri terkejut, dia memang menang dalam cerita tentang prestasinya dengan Nolan, namun dia saat ini merasa dirinya kalah.
Dia membanggakan dirinya untuk menarik perhatian Ariana, tapi apa? cerita membosankan yang Nolan ucapkan sekarang di ucapkan ulang kepada Ariana?.
Hal itu membuat Alvin semakin mengeraskan rahangnya.
Situasi ruangan menjadi canggung disaat tidak ada satupun yang bisa berkata-kata, Ariana sendiri hanya duduk dengan tenang tanpa ekspresi apapun diwajahnya.
Namun, dengan keberadaan Ren, segera situasi kembali menjadi tenang dengan semula.
-Cough! cough!
Ren berpura-pura batuk untuk mendapatkan perhatian sekitarnya, "Nah, karena semuanya sudah selesai bercerita, bagaimana jika kita menikmati hidangannya sekarang?."
Segera suasana ruangan menjadi kembali normal dengan diiringi dengan musik ringan yang berada di dalam restoran itu.
Suara tawa hangat yang terus terdengar dibawah sinar matahari yang hangat disaat mereka semua melakukan perbincangan ringan.
Ren adalah orang yang sangat menikmati sesuatu yang santai dan damai seperti ini, karena melihat semuanya memasang senyum di wajahnya, Ren juga secara tidak sadar tersenyum.
Tentu saja itu berbeda dengan Nolan dan Ariana yang memang terlihat bosan dengan reuni ini, adapun Alvin yang masih memasang raut kemarahan di wajahnya.
Baiklah kesan pertamaku pada novel ini gak sesuai judulnya less 🤣🤣... kukira bakalan toko kecil sungguhan ternyata cukup gede, dari modal aja udah keliatan ( 33 juta 🗿 bahkan bibiku yang mulai bisnis aja cuman 10 juta )
Kedua, plotnya menurutku terlalu cepat. kukira bakalan berprogres gitu dari nol atau setidaknya dari kecil ( gak terlalu paham aku )
Ketiga, keknya lebih bagus gitu barang yang dijual agak dimahalin dikit gitu dari harga pasar.... Itupun kalo misalnya MC yang kamu ceritakan gak mau menonjol menonjol banget (kayaknya gak mungkin sih melihat sifatnya 😅)
Kesimpulannya sih ceritanya gak "wah" gimana gitu tapi untuk seukuran Noveltoon mah udah cukup 😁, intinya aku enjoy.
Sekian.
Semangat less