NovelToon NovelToon
Life In Another World With The Goddess

Life In Another World With The Goddess

Status: tamat
Genre:Komedi / Fantasi / Petualangan / Harem / Light Novel / Tamat
Popularitas:5.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Isekai Fantasy

Menceritakan pemuda bernama Shiji yang tiba-tiba saja di panggil Oleh Dewi untuk menyelamatkan dunia.

Saat Shiji mendapatkan satu permintaan Ia tidak memilih kekuatan ( overpower ) atau pun senjata cheat, melainkan Dewi itu sendiri.

Bagaimana kisah Shiji selanjutnya, dimana ia harus mengalahkan raja iblis yang masih belum di ketahui keberadaannya di tambah ia juga harus melawan Dewi kegelapan beserta para penyihir Agung.

Kisahnya akan terus berlanjut....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isekai Fantasy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 31 : Memulai Petualangan Di Ibukota Alpinia

Kota ini jauh lebih besar dari yang ku perkirakan, hampir semua bangunan disini berlantai dua.

Aku dan Eris melihatnya kagum dari kereta.

"Tolong hentikan, tingkah kalian seperti orang yang baru keluar dari desa," Floria berkata demikian.

"Sepertinya kamu pernah kesini ya, Floria." mendapat pertanyaan dari Eris, Floria berubah terkaku.

Aku ingat, Floria pernah bilang ia hampir di perebutkan oleh kerajaan, jangan-jangan.

"Floria, apa pihak kerajaan Alpinia pernah melamarmu menjadi istrinya."

"Itu benar, hanya saja...."

Floria terdiam sesaat.

"Hanya saja apa?"

"Dia wanita."

Kami semua tertawa.

"Hentikan tolong jangan tertawa, tidak hanya kerajaan Alpinia, semua kerajaan yang lain pun sering memperebutkanku, mereka semua pria tampan."

Kurasa itu bukan kebohongan yang ia buat, kecantikannya sudah tidak di ragukan lagi tapi bagi Eris, dia pasti akan menggodanya.

"Floria apa kamu tertarik dengan tubuhku...."

Eris membuka kancing atas bajunya.

"Uwahh...... tolong aku, Floria jangan mencekikku."

Dewi ini mendapatkan karmanya.

Kami tiba di istana dengan pengawalan Sirius.

"Aku merasa tidak ingin masuk kedalam, walau orang yang menyukaiku sudah tiada, aku tetap merasakan hal buruk akan selalu terjadi jika aku melangkah lebih jauh."

Seberapa besar dia mengalami trauma, aku tidak ingin memaksanya, jadi aku meminta bantuan pada Rosalin untuk menemaninya berjalan-jalan di kota, dengan catatan jangan membuat keributan, terutama Rosalin jika ada orang yang menyentuh tubuhnya kuharap dia bisa menahan untuk tidak membunuhnya.

Membiarkan mereka pergi dengan perasaan ragu, aku dan Eris mengikuti Sirius ke sebuah ruangan megah, bukan aula kerajaan melainkan sebuah ruangan biasa.

Pintu di ketuk.

"Saya Sirius Alistria Weafolt, menghadap pada yang mulia Ratu."

"Silahkan masuk."

Kami bertiga masuk dan yang menunggu kami adalah seorang wanita dengan pakaian tipis, sudah kuduga di dunia ini memang seperti itu.

"Ayo pergi Eris."

"Heh! kau mau kemana Shiji.."

Sama seperti kerajaan Argarista, kerajaan ini juga di pimpin oleh ratu. Jika wanita memerintah, pasti akan terjadi sesuatu buruk padaku. Itu pasti...

"Shiji ? apa kamu petualang yang berhasil mengalahkan naga Edulas."

Aku menganguk mengiyakan dan ratu terlihat antusias selagi mendekat ke arahku.

"Ratu sebaiknya anda mengganti pakaian dulu."

"Ah, benar... komandan Sirius, bisakah kau membawa mereka ke meja perjamuan."

"Sesuai yang ratu inginkan, mari ikuti aku."

Kami berjalan di koridor. Aku yang panik bertanya pada Sirius.

"Bukannya kerajaan Alpinia di pimpin oleh seorang Raja, kenapa seorang ratu yang memimpin."

"Sebenarnya Raja sudah tidak ada lagi, sebelum pasukan raja iblis menghentikan serangannya mereka pernah menyerang ke kota ini lalu menghabisi yang mulia."

"...."

"Yang mulia memutuskan untuk tidak menikah lagi dan memimpin kerajaan di tangannya."

Busyet, di dunia ini terlalu banyak janda, semua ini gara-gara raja iblis, aku harus segara mengalahkannya.

"Ayo kalahkan Raja Iblis itu."

Sirius tertawa lalu menoleh ke arahku.

"Dia sudah menghilang ntah kemana, mungkin dia sedang merencanakan sesuatu dan akan kembali pada waktunya."

Aku juga mendengar desas desus yang sama ketika di kota Orion. Saat serangan orc terjadi mereka bukan pasukan Raja Iblis, mereka hanya sekumpulan monster biasa. Eris menipuku untuk memprovokasi ku segera menyelamatkan dunia.

Raja Iblis pasti akan muncul dan kemunculannya akan menimbulkan sesuatu yang buruk, hal itu pasti akan terjadi di masa depan, yang kita bicarakan ini Raja Iblis bukan tukang roti.

Kami duduk di meja panjang yang megah, beberapa pelayan muncul sembari meletakan bawaaannya.

"Makanan ini terlihat sangat mahal."

Aku setuju dengan apa yang dikatakan Eris, semuanya makanan yang belum pernah kulihat, olahan seafood, olahan daging , sup dan beberapa wine menghiasi seluruh meja.

Tak lama ratu muncul dengan gaun singgasana lengkap dengan mahkotanya.

dia terlihat seperti ratu sebenarnya.

Ia duduk dan kami mengikutinya.

"Namaku Venus Alpinia, terima kasih sudah mau menerima undanganku."

Ia mengucapkan terima kasih dengan tulus sesuatu yang jarang ku lihat dari seorang pemimpin.

"Ah ya, sebuah kehormatan ratu mau mengundang kami," aku mencoba mengikuti arus sedangkan Eris dia sudah makan sebelum di persilahkan.

Ampun, Dewi ini pasti sengaja melakukannya...

Melihat aku kebingungan, ratu tertawa..

"Tak apa, anggap saja rumah sendiri...alasan aku mengundang kalian kesini murni untuk berterima kasih, ku dengar dari nyonya Regalia kalian lah yang mengalahkan naga Edulas, apa benar?"

Aku hanya mengangguk mengiyakan.

"Aku merasa hal itu tak perlu di banggakan."

"Sesuai yang di harapkan dari seorang pahlawan, kamu tidak ingin memanfaatkan popularitas yang kamu miliki."

"Tunggu dulu, kenapa kau memanggilku pahlawan, sebenarnya apa yang terjadi disini."

Sirius lah yang menjawab.

"Sebenarnya naga Edulas adalah sosok yang meresahkan dunia, Ia bisa merusakan setiap apa yang di lewatinya, membakar dan membunuh setiap orang,.... tapi sebelum ia bisa mencapai ibukota ini, bukannya kamu telah berhasil mengalahkannya terlebih dahulu, jika tidak di panggil pahlawan lalu kata apa yang cocok denganmu."

"Kalian terlalu jauh memandangku, benar kan Eris."

"Itu benar, selain mesum, Shiji adalah sosok yang berbahaya bagi setiap wanita... panggilan pahlawan terlalu tinggi baginya."

"Oi, kata-katamu tidak membantu sama sekali disini."

Eris tersenyum jahil, sementara kedua orang itu mengangguk.

"Jadi begitu, aku harus berhati hati padamu mulai sekarang."

Bahkan Sirius yang kuat juga memperlihatkan kewaspadaannya, memangnya seberapa berbahayanya diriku ini.

"Hmm pahlawan mesum mungkin julukan yang pas untukmu."

"Tolong jangan lakukan itu, aku sudah cukup kesulitan dengan party ku... terlebih aku lebih suka di perlakukan biasanya di banding sebagi pahlawan."

Seakan mengerti dengan keinginanku, mereka berdua akhirnya setuju.

"Ini tidak seberapa, tolong terima ini sebagai perhargaan atas pencapaian mu, di masa depan nanti tolong bantuannya."

Seorang pelayan meletakan sebuah kantong lumayan besar di dekat kami, saat ku buka di dalamnya adalah beberapa berlian serta uang yang cukup banyak.

Aku sedikit tersenyum.

Dan selanjutnya kami menikmati hidangan yang sudah di sajikan dengan hati senang.

Aku dan Eris keluar dari istana, ketika kami berniat mencari keberadaan teman kami, mereka tengah duduk tidak jauh dari istana.

"Master, apa sudah selesai."

"Kalian masih disini, bukannya aku menyuruh kalian untuk jalan-jalan di kota."

"Meski master bilang begitu kami sudah tidak punya uang lagi, betulkan Floria."

"Itu benar, aku tidak ingin menjual tubuhku untuk hal seperti mendapatkan uang."

Aku menghela nafas panjang sebelum berkata.

"Aku baru saja mendapatkan banyak uang sebagai prestasi mengalahkan naga Edulas, kurasa tidak ada salahnya berbelanja dan tinggal disini beberapa hari, anggap saja sebagai liburan."

"Master aku mencintaimu," suara itu datang dari rosalin

"Aku mengerti," jawabku lemas.

"Jujur akhir-akhir ini kau terlihat ganteng Shiji, mungkin aku mulai menyukaimu," Floria mengatakan nya dengan senang, dasar cewe matre.

Sekarang, aku beralih menatap Eris.

"Kau tidak mengatakan apapun tentang ku?"

"Shiji tolong bayarin hutangku, aku mencintaimu," Eris mengatakannya dengan malu malu.

"Baiklah, Ayo menikah."

"Hehh, kenapa perlakuan master padaku jauh berbeda."

Mengabaikan protes rosalin, kami berjalan menuju kota. Kebersamaan dengan mereka tidaklah terlalu buruk, ntah kenapa aku mulai menyukainya.

"Dengar setelah mengalahkan raja iblis baru kita menikah titik."

"Tolong nikahi aku juga master."

"Aku juga dong."

"Berisik, menjauhlah dari ku, aku bisa masuk got ini."

1
LAU
apakah cerita nya konyol???
𝙍𝙮𝙪𝙪 𝘼𝙯𝙖𝙩𝙝𝙤𝙩𝙝
... Hum
𝙍𝙮𝙪𝙪 𝘼𝙯𝙖𝙩𝙝𝙤𝙩𝙝
... 100 Nil aja?
𝙍𝙮𝙪𝙪 𝘼𝙯𝙖𝙩𝙝𝙤𝙩𝙝
hoo?
𝙍𝙮𝙪𝙪 𝘼𝙯𝙖𝙩𝙝𝙤𝙩𝙝
humu
𝙍𝙮𝙪𝙪 𝘼𝙯𝙖𝙩𝙝𝙤𝙩𝙝
beh
𝙍𝙮𝙪𝙪 𝘼𝙯𝙖𝙩𝙝𝙤𝙩𝙝
... Musuh berat Shiji ya
𝙍𝙮𝙪𝙪 𝘼𝙯𝙖𝙩𝙝𝙤𝙩𝙝
... Humu
𝙍𝙮𝙪𝙪 𝘼𝙯𝙖𝙩𝙝𝙤𝙩𝙝
... Uh, jadi Shiji pahlawan ke 2000 ya
𝙍𝙮𝙪𝙪 𝘼𝙯𝙖𝙩𝙝𝙤𝙩𝙝
... Hufftt
𝙍𝙮𝙪𝙪 𝘼𝙯𝙖𝙩𝙝𝙤𝙩𝙝
*Bersiul
𝙍𝙮𝙪𝙪 𝘼𝙯𝙖𝙩𝙝𝙤𝙩𝙝
... Sudah ku duga, hanya sedikit yang bertahan di chapter ini
𝙍𝙮𝙪𝙪 𝘼𝙯𝙖𝙩𝙝𝙤𝙩𝙝
... Aku lanjut baca setelah sekian lama
guskus
nyimak
Andrian Septi raharjo
Luar biasa
𝙍𝙮𝙪𝙪 𝘼𝙯𝙖𝙩𝙝𝙤𝙩𝙝
... Pelayan Setia
𝙍𝙮𝙪𝙪 𝘼𝙯𝙖𝙩𝙝𝙤𝙩𝙝
... Sialan.. Ini Membuatku Menumbuhkan Iri Hati
𝙍𝙮𝙪𝙪 𝘼𝙯𝙖𝙩𝙝𝙤𝙩𝙝
... Medusa Ya..
Agung Juli
kapan novel iki rame yo?.
Agung Juli
kapan novel iki rame yo?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!