NovelToon NovelToon
Takdir Cinta Inara

Takdir Cinta Inara

Status: tamat
Genre:Keluarga & Kasih Sayang / Persahabatan / Fantasi Wanita / Tamat
Popularitas:221.8k
Nilai: 5
Nama Author: Nadhifa Syafana

"Apakah aku akan tetap seperti ini? Jika saja dulu aku tidak mengajaknya masuk kedalam rumah ini, mungkin ini tidak akan terjadi. Menyesal pun aku sudah tidak bisa" (Nara 25th)
"Maafkan aku mencintaimu dan juga dia. Jangan memintaku untuk memilih. Karena kalian adalah pilihanku" (Kendra 26th)
"Aku tau aku salah. Maafkan aku. Tapi, cinta ini telah tumbuh. Aku ingin pergi jauh dari kehidupan kalian. Apakah aku bisa?" ( Yuna 25th)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadhifa Syafana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

POV Yuna

"Ck, kamu mengikuti saya ya?" Mata Yuna menatap tajam seseorang dihadapannya.

"Saya bukan pengangguran nona." Dia berjalan melewati Yuna begitu saja.

"Dasar pria menyebalkan," Yuna kembali melanjutkan langkah kakinya. Sepanjang jalan, dia masih menggerutu karena bertemu pria yang sama saat di pesawat dulu.

"Apakah dunia beneran sempit? Kenapa selalu bertemu dengan pria menyebalkan itu?" Yuna menggerutu sambil terus melangkah. Cuaca cukup indah untuk menikmati sore di bangku taman.

Sebatang es krim strawberry coklat dia nikmati sambil melihat indahnya langit sore ini. Terkadang terlintas bayangan Kendra dan dia segera menepis semua itu. Sampai saat ini, tidak lagi ada komunikasi diantara mereka termasuk kedua manta mertuanya. Perceraian Yuna masih berjalan. Minggu depan sidang putusan. Yuna tidak terlalu memikirkan putusan itu, karena pengacaranya sudah menjamin dia akan memenangkan gugatan.

Tiga puluh menit berlalu, Yuna memutuskan kembali ke rumah sewanya. Disini banyak rumah sewa kecil dengan harga terjangkau. Dia baru memulai hidupnya, sebisa mungkin dia mengatur keuangan sesuai dengan kebutuhan. Dia tidak mempermasalahkan tempat tinggalnya yang hanya memiliki satu kamar tidur, ruang tamu dan dapur kecil. Terus depan dan halaman rumahnya pun tidak besar. Meskipun halaman didepan rumahnya kecil, dia manfaatkan untuk menanam beberapa sayuran agar bisa dia konsumsi.

Hasil penjualan perhiasan yang diberikan oleh Kendra dan juga peninggalan dari mendiang ibunya, bisa sedikit membantu biaya hidupnya saat ini. Dia baru bekerja selama dua Minggu, jadi masih butuh waktu untuk menerima gaji pertamanya. Yuna juga berusaha mencari pekerjaan sambilan yang sesuai bidangnya. Dia memiliki hobi photography dan ingin menjadi fotografer.

Yuna mencoba melamar beberapa pekerjaan sebagai fotografer freelance, namun masih belum ada panggilan. Rasa kesalnya sudah hilang, dia berjalan dengan riang kembali ke rumah. Beberapa tetangganya adalah para orang lanjut usia yang tinggal tanpa ada anak mereka menjaga. Dan Yuna dekat dengan mereka.

"Selamat sore Oma," sapanya kepada salah satu tetangga di samping rumah.

"Selamat sore cantik, kamu baru sampai?" Yuna berjalan mendekati Oma tersebut.

'Iya Oma, tadi Yuna berjalan-jalan sebentar sebelum pulang." Seperti saat berbicara dengan keluarganya sendiri, Yuna menjawab pertanyaan Oma.

"Pantas kamu pulang sudah hampir malam. Masuklah sana, mandi dan beristirahat," Yuna mengangguk dan berpamitan kepada Oma.

"Nanti malam datanglah ke rumah. Oma mau masak enak malam ini," Yuna tertawa mendengar ucapan Oma.

"Siap Oma!" Dia segera masuk setelah menjawab ajakan Oma. Yuna menyalakan lampu dan mengambil segelas air putih. Dia baru merasakan haus saat sampai di rumah. Tidak menunggu lama, Yuna segera mandi agar tubuhnya kembali segar. Yuna merasa beruntung mendapatkan fasilitas bathtub meskipun rumah ini tipe sederhana. Dia bisa berendam untuk merilekskan pikiran dan tubuh.

Tiga puluh menit berlalu, Yuna sudah selesai mandi dan bersantai sambil menunggu waktu makan malam tiba. Ponsel miliknya berdenting. Wajahnya tersenyum bahagia setelah mendapatkan email balasan dari salah satu perusahaan tempatnya mengirim lamaran sebagai fotografer.

"Akhirnya, aku bisa berkerja ditempat impianku," dia terus menatap layar ponsel miliknya. Yuna berdiri dan berjalan kearah almari mencari pakaian yang sesuai untuk wawancara besok pagi. Beruntung besok dia libur bekerja di minimarket. Pakaian yang sesuai sudah dia siapkan, tak lupa semua persyaratan juga dia periksa ulang.

Yuna terlalu asyik dengan kegiatannya di rumah, dia lupa janjinya dengan Oma sebelah rumah. Oma datang menghampiri Yuna di rumah. Dengan berjalan pelan, Oma mengetuk pintu rumah Yuna.

"Yuna, kamu tidak apa-apa kan?" Suara khas wanita paruh baya itu dapat di dengar oleh Yuna.

"Astaga, aku lupa mau ke rumah Oma." Dia segera membuka pintu rumahnya untuk Oma.

"Oma, maafkan Yuna lupa dengan janji kita," dia segera menuntun tangan keriput itu kembali ke rumah.

"Oma pikir terjadi sesuatu padamu Yuna. Kamu tidak pernah melupakan janji. Makanya Oma datang menjemput kamu," Yuna tersenyum. Dia tersentuh mendengar ucapan dari Oma.

"Yuna sedang menyiapkan berkas untuk wawancara besok Oma. Hingga melupakan janji kita. Maaf," Oma terkekeh melihat ekspresi wajah Yuna yang menggemaskan.

"Bukannya kamu sudah bekerja? Apa kamu tidak menyukai pekerjaan kamu sekarang?" Yuna menuntun Oma dengan hati-hati sambil berbincang.

"Yuna menyukai pekerjaan sekarang Oma. Tapi pekerjaan baru Yuna, adalah impian sejak sekolah dulu. Itu hobi Yuna," Oma mengangguk pelan. Tidak terasa mereka sudah sampai di pekarangan rumah Oma.

"Apapun yang kamu kerjakan, lakukan dengan hati. Jangan karena terpaksa," Yuna mengangguk. Kakek sudah menunggu kedatangan mereka di teras rumah. Melihat kedatangan dua wanita berbeda usia itu, beliau segera menyambut dan bersama-sama masuk kedalam rumah.

Yuna membantu Oma menyiapkan makan malam mereka dan sesekali mereka berbincang. Kehadiran Yuna membuat sepasang suami istri itu tidak lagi merasakan kesepian. Semenjak anak mereka berkeluarga, semua pergi meninggalkan sepasang suami istri renta itu hidup sendiri. Anak-anaknya masih mengunjungi, meskipun hanya waktu tertentu saja. Makan malam selalu rame seperti biasanya. Sebelum pulang, Yuna membersihkan semua piring kosong.

Malam ini dia tertidur dengan senyuman bahagia. Dia berdoa agar esok berjalan dengan lancar. Tanpa terasa pagi pun tiba, Yuna penuh semangat menyambut hari ini. Dia bergegas masak dan sarapan pagi sebelum mandi dan bersiap. Semangatnya begitu membara. Dia sudah mencari tahu letak perusahaan yang akan dia datangi pagi ini. Jaraknya lumayan jauh, itu mengharuskan Yuna untuk berangkat lebih awal.

Yuna menyiapkan bekal berupa sandwich dan air mineral. Dia lebih suka membawa bekal ketimbang jajan diluar. Setelah mengunci pintu rumah, Yuna segera berjalan ke ujung jalan komplek agar mudah mendapatkan taksi. Sepanjang jalan dia berdoa agar bisa mendapatkan kesempatan kali ini. Meskipun hanya freelance, itu tidak masalah bagi Yuna. Dia menganggap ini sebagai batu loncatan untuk kesempatan lain yang lebih baik.

Satu setengah jam waktu yang Yuna tempuh untuk sampai di perusahaan tersebut. Setelah menenangkan diri, dia berjalan masuk kedalam perusahaan yang tampak mewah itu. Yuna mendekati resepsionis untuk bertanya.

"Selamat pagi Bu, bisa saya bantu?" Sapa resepsionis itu kepada Yuna.

"Pagi kak, maaf saya mau bertemu Bu Meti. Saya mendapatkan panggilan wawancara pagi ini," Yuna menjelaskan maksud kedatangannya.

"Baik Bu. Anda bisa naik ke lantai tiga, ruangan Bu Meti ada di lorong sebelah kiri," resepsionis menunjukkan arah kepada Yuna.

"Terima kasih kak," dia bergegas menuju lift dan mengikuti arahan dari resepsionis. Perusahaan ini cukup besar. Meskipun hanya terdiri dari tiga lantai saja. Perusahaan ini bergerak di bidang fashion. Dia berjalan menuju lorong yang dimaksud tadi, disana sudah ada staff yang mendata peserta yang akan mengikuti wawancara pagi ini.

"Selamat pagi bu, saya mendapatkan panggilan wawancara pagi ini," Yuna menunjukkan salinan email kepada petugas disana.

"Selamat pagi, baik silahkan duduk dulu. Wawancara akan dimulai tiga puluh menit lagi," Yuna tersenyum dan duduk bergabung dengan beberapa calon pegawai lainnya.

Tangan Yuna terasa sangat dingin. Dia gugup sekali. Dia mendapatkan giliran ke lima, dan saat ini sudah orang ketiga. Berulang kali dia mengatur nafasnya agar tidak terlalu gugup. Peserta berikutnya sudah masuk kedalam ruangan. Tinggal beberapa menit lagi gilirannya.

"Tuhan jika ini terbaik untuk ku, lancarkan semuanya. Aku pasrahkan semua kepada mu. Dengan segala usaha dan doa terbaikku," gumamnya pelan melafazkan doa.

Giliran namanya dipanggil. Dia berjalan dengan berusaha mengatur kegugupan. Di dalam ruangan sudah ada empat orang yang akan menjadi penguji. Setelah memperkenalkan diri, Yuna segera memulai presentasinya. Tak lupa hasil karyanya pun ikut dia tampilkan.

"Presentasi dan hasil karya kamu, sudah cukup bagus. Dan kami memutuskan anda untuk bergabung dalam team kami. Selamat nona Yuna, anda kami terima." Dia membisu dan tidak bisa berkata apapun lagi. Bahkan untuk berjabat tangan saja, semua bergetar.

"Saya diterima pak?" Pertanyaan Yuna membuat penguji tertawa.

"Benar nona, anda diterima bekerja diperusahaan ini. Dan Anda bisa memulai Minggu depan, dengan jadwal yang akan kami kirimkan nanti," spontan Yuna mengangguk karena bahagia.

"Terima kasih pak, Bu atas kesempatan yang diberikan kepada saya," Mereka berjabat tangan dan saling bergantian.

"Setelah ini, silahkan nona bertemu Pak Farid selaku HRD untuk mendapatkan kartu akses karyawan serta menandatangani kontrak kerja," Yuna segera keluar dari ruangan itu dan mencari ruangan selanjutnya setelah mendapatkan arahan dari staff yang berjaga.

"Ini baru permulaan Yuna, kamu harus bisa"

1
nisacantik
ko ga ada iya nyari istriku polos
nisacantik
ga pantas lh aku benci perselingkuhan
meris dawati Sihombing
Jenderal memeluk Inara.. 🤪🤪
meris dawati Sihombing
Luar negeri?? Bunda😩😉, yg elegan kek..Mommy...
LN ada loe, gue..Hadeuhhh bnyak ngawur ini othor
Nurr Amirr🥰💞
Lelaki jtu apa si Rico..
Sakinah Gina
ko bacany emosi ya udh jijik bgt sm si Kendra ma yuna
Aida Wati
Luar biasa
Soraya
mksh thor karyanya👍
Soraya
lanjut thor
Soraya
Lumayan
Soraya
yang nabrak Nara dh ketauan blm thor
Soraya
julian ceo masa klh sama perempuan yg biasa aja klo dh tau orangnya yg berniat jahat knp gak langsung tangkap aja
SALSA Bila
lanjut
Aya Hadad
Makin penasaran nich 😱😱😜 lanjut lg trs Kak updatenye jngan lama ditungguuu....................👌👌😘🙏🙏 🤗 semangaaat 💪💪
Soraya
julian yg dipepet leo yg sibuk 😂😂😂
Aya Hadad
Lanjut lg trs updatenye ditungguuu....👌👌😘🙏🙏 selalu semangaaat 🤗💪💪👍
Aya Hadad
Lanjut lg trs Kak double updatenye ditungguuu....................👌👌😘🙏🙏 semangaaat 💪💪
Aya Hadad
Waaah pelakor mulai beraksi, gak tau diri ☹️☹️😝😕😕😝 lanjut lg Kak double upnye ditungguuu............👌👌😘🙏🙏 semangaaat 💪💪
Senja
ceritanya bagus..
ada keselnya ada meweknya ada bapernya.
upnya jgn lama2 ya soale penasaran sm kelanjutan ceritanya...🙏💪👍🫶
Senja
ditunggu upnya 😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!