Su Tianjin, seorang Pangeran terbuang dari Kekaisaran Jing. Dia tidak lagi diakui sebagai Pangeran Kekaisaran dan harus terasingkan hanya karena tidak bisa berkultivasi.
Diasingkan di tempat pembuangan, di mana tempat itu merupakan tempat berkumpulnya orang-orang yang tidak bisa berkultivasi. Su Tianjin mengungkap sebuah fakta tentang dirinya dan semua orang yang diasingkan di tempat sama seperti dirinya.
Sebuah fakta jika dirinya bukannya tidak bisa berkultivasi, melainkan kekuatannya tersegel sampai usia tertentu. Sedangkan untuk orang lain yang bernasib sama sepertinya, nyatanya mereka semua bisa berkultivasi begitu segel di tubuh mereka dihancurkan.
Apa yang akan dilakukan Su Tianjin setelah kekuatan segel yang menyegrl kekuatannya hancur dan dia bisa memulai jalan kultivasinya? Apa dia akan membalaskan dendam pada Kekaisaran Su, atau dia justru membangun kekuatan baru untuk melebihi Kekaisaran yang merupakan tanah kelahirannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SiPemula, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Serangan Kekaisaran Tang
Su Tianjin tersenyum tipis saat dia melihat Kaisar Jing Ren dan ketiga putranya serta para Jenderal Kekaisaran Jing pergi meninggalkan aula istana Kekaisaran.
Dia tidak ada keinginan ikut dengan mereka, tapi dia tidak akan tinggal diam dalam peperangan besar yang segera terjadi.
Dalam sebuah peperangan, rakyat yang tidak berdaya senantiasa menjadi korban dalam peperangan, dan di sinilah Su Tianjin akan menempatkan dirinya, melindungi penduduk Ibukota Kekaisaran, yang merupakan rakyat Kekaisaran Jing.
Meski gelarnya sebagai seorang pangeran Kekaisaran Jing telah dicabut, tapi itu tidak menyurutkan keinginannya melindungi rakyat Kekaisaran Jing.
Bagaimanapun juga mereka adalah orang-orang tidak bersalah, yang terjebak dalam sebuah peperangan. Berhasil melindungi mereka akan menjadi kepuasan tersendiri bagi Su Tianjin.
Saat Su Tianjin ingin pergi meninggalkan aula istana, tangan yang begitu halus memegang lengannya, menahan kepergiannya untuk sesaat.
Menoleh, Su Tianjin melihat keberadaan Permaisuri Jin Shui yang berada tepat di sebelahnya, dan tangan yang menahannya adalah milik wanita, yang sejak kecil sering memberinya perhatian selayaknya seorang ibu, yang memberi perhatian pada anaknya sendiri.
“Tian‘er, kamu tidak perlu pergi ke tempat pertempuran! Biarkan Yang Mulia Kaisar, ketiga kakakmu, serta para Jenderal yang menyelesaikan pertempuran!” kata Permaisuri Jin Shui.
Mendengarnya Su Tianjin tersenyum, lalu dia bicara, “Ibunda Permaisuri, aku tidak akan ikut dalam pertempuran, tapi aku tidak mungkin diam di sini saat banyak rakyat tidak berdosa di luar sana, yang akan menjadi korban pertempuran!”
“Aku tidak akan ikut pertempuran secara langsung, tapi keberadaanku adalah untuk melindungi rakyat Kekaisaran Jing!” Su Tianjin lembut melepas tangan Permaisuri Jin Shui yang memegang lengan tangannya, dan setelah menunjukkan senyuman di wajahnya, dia begitu saja pergi.
Lima orang yang senantiasa menemani Su Tianjin juga pergi, dan hanya dalam satu tarikan napas semua orang tidak lagi merasakan keberadaan Su Tianjin dan lima orang lainnya.
Mereka semua adalah kultivator, yang dapat merasakan keberadaan kultivator lain yang sebelumnya, auranya telah mereka rasakan.
Namun, dalam jarak ratusan langkah dari tempat mereka berdiri, mereka tidak pagi dapat merasakan keberadaan Su Tianjin dan lima orang yang pergi bersamanya.
Dari apa yang mereka rasakan, terutama Permaisuri Jin Shui, dia yakin jika Su Tianjin telah menjadi kultivator tingkat tinggi, dan lima orang yang senantiasa bersamanya, mereka juga kultivator tingkat tinggi, yang mungkin kekuatannya setara dengan Kaisar Jing Ren.
......................
Meninggalkan aula istana Kekaisaran, Su Tianjin dan lima orang lainnya pergi ke permukiman penduduk Ibukota Kekaisaran.
Di tempat itu mereka memastikan keadaan penduduk Ibukota Kekaisaran sampai saat ini masih dalam keadaan baik-baik saja, dan teratur mereka berjalan menuju tempat perlindungan.
Su Tianjin ingin memastikan tidak ada hal buruk yang akan terjadi pada rakyat Kekaisaran Jing. Sedangkan untuk keadaan garis depan pertempuran, untuk saat ini dia sama sekali tidak peduli dengan keadaan di tempat itu.
“Tian’er, apa kita tidak turun tangan membantu Kaisar Jing Ren? Hanya dengan kekuatannya, aku sangat yakin dia tidak akan bisa mengalahkan Kaisar Tang Zuhai, yang lebih kuat darinya!” ujar Su Liyun.
“Aku tidak ingin terburu-buru membantu mereka. Biarkan saja mereka berjuang sampai titik darah penghabisan, dan jika mereka benar-benar tidak bisa mengalahkan Kaisar Tang Zuhai, baru kita akan turun tangan membantu mereka!” balas Su Tianjin.
Si Liyun mengangguk pen mendengarnya, begitu juga dengan empat orang lainnya.
“Saat ini kita hanya perlu fokus melindungi rakyat Kekaisaran Jing! Begitu mereka semua sudah berada di tempat yang aman, baru kita akan melihat keadaan di garis depan pertempuran!” kata Su Tianjin.
Setelahnya tidak lagi ada pembicaraan apapun diantara mereka, karena mereka benar-benar fokus mengawasi pergerakan penduduk Ibukota Kekaisaran Jing menuju tempat perlindungan.
......................
Kaisar Jing Ren saat ini telah duduk di atas kuda. Penampilannya terlihat begitu gagah dengan zirah perang menyelimuti tubuhnya dari ujung kaki sampai bagian kepala.
Dengan kedua matanya dia bisa melihat kekuatan musuh, yang ternyata hampir dua kali lebih kuat dari seluruh kekuatan milik Kekaisaran Jing.
Kaisar Tang Zuhai membawa lebih dari lima ratus ribu prajurit untuk menyerang Kekaisaran Jing. Sedangkan saat ini, Kekaisaran Jing hanya memiliki kurang dari tiga ratus lima puluh ribu prajurit.
Sebenarnya jumlah prajurit Kekaisaran Jing bisa lebih banyak dari yang dibawa Kaisar Tang Zuhai, tapi saat ini lebih dari dua ratus ribu prajurit Kekaisaran Jing berada di wilayah perbatasan, menghalau serangan Kekaisaran Han, yang berkali-kali melancarkan serangan ke perbatasan Kekaisaran Jing.
“Hahahaha... Jing Ren, apa kau suka dengan kejutan yang telah aku persiapkan jauh-jauh hari sebagai hadiah ulang tahunmu?” tanya Kaisar Tang Zuhai sambil terus tertawa, menertawakan Kaisar Jing Ren.
Tanpa sepengetahuan Kaisar Jing Ren, Kaisar Tang Zuhai justru menjalin kerjasama dengan Kekaisaran Han. Ditambah dengan rencana pernikahan palsu antara Putri Mahkota Kekaisaran Tang dengan Putra Mahkota Kekaisaran Jing, membuat Kaisar Tang Zuhai mudah membawa prajuritnya sampai di depan gerbang Ibukota Kekaisaran Jing.
Kaisar Jing Ren tersenyum kecut mendengar apa yang baru dikatakan Kaisar Tang Zuhai padanya. Dia benar-benar tertipu, dan baru saja dia mendapatkan kabar dari salah satu pengawal bayangan miliknya, jika Kaisar Tang Zuhai menjalin kerjasama dengan Kekaisaran Han, dan saat ini diperbatasan sedang terjadi peperangan karena prajurit Kekaisaran Han kembali melakukan penyerangan.
Kaisar Jing Ren yang semula ingin menarik prajurit diperbatasan untuk membantu melawan Kaisar Tang Zuhai, meski mereka nanti datangnya terlambat. Segera dia membatalkan keinginannya, dikarenakan tidak ingin melepas begitu saja wilayah perbatasan, yang nantinya membuat Kekaisaran Han semakin leluasa menguasai wilayah Kekaisaran Jing.
“Melihatmu yang hanya diam, sepertinya kau sudah tahu apa yang sedang terjadi di perbatasan, dan hubungan apa yang telah aku jalin dengan Kekaisaran Han! Hahaha... disini aku ingin menegaskan posisiku, dan sebagai seorang kakak dari Permaisuri Kekaisaran Han, tentu saja aku akan membantu Kekaisaran Han, yang ingin menguasai seluruh wilayah Kekaisaran Jing!” Kata Kaisar Tang Zuhai dan dia masih saja tertawa.
Mendengar itu Kaisar Jing Ren teringat jika Kekaisaran Han dan Kekaisaran Tang sudah terlebih dahulu memiliki hubungan pernikahan, dan bodohnya dia melupakan semua itu karena terlalu senang Putri Mahkota Kekaisaran Tang bersedia menjadi istri putranya.
Belum juga selesai mengutuk kebodohannya sendiri, Kaisar Jing Ren mendengar komando tegas Kaisar Tang Zuhai pada pasukannya, untuk segera menyerang prajurit Kekaisaran Jing.
“Serang dan bunuh mereka semua!” teriak Kaisar Tang Zuhai dengan suara keras.
Prajurit Kekaisaran Tang segera menarik keluar pedan mereka, dan bergerak maju menyerang prajurit Kekaisaran Jing.
Tidak tinggal diam, prajurit Kekaisaran Jing juga menarik keluar senjata mereka, kemudian bergegas menyambut serangan yang dilakukan prajurit Kekaisaran Tang.
Trang... Trang... Trang...
Boom... Boom... Boom...
Suara pedang yang saling berbenturan terdengar, begitu juga suara prajurit yang sedari awal menggunakan energi spiritual dalam pertempuran.
Unggul dalam jumlah, prajurit Kekaisaran Tang mulai mendominasi jalannya pertempuran. Namun, prajurit Kekaisaran Jing yang berkeinginan kuat melindungi Kekaisaran mereka, mereka tidak gentar dan terus melakukan perlawanan.
Saat kekuatan dan jumlah mulai menggerus semangat yang dimiliki prajurit Kekaisaran Jing, serta para petinggi Kekaisaran Jing yang menemui lawan sepadan dari Kekaisaran Tang sehingga mereka tidak bisa membantu prajurit berperang, datang enam sosok yang dengan mudah membunuh ratusan prajurit Kekaisaran Tang, begitu mereka datang ke tengah-tengah ke dan pertempuran.
Seorang pemuda, dua pria dewasa, serta tiga wanita, mereka yang ikut berperang tanpa memakai zirah perang, keberadaan mereka seketika merubah arah pertempuran.
Dengan kekuatan yang mereka miliki, ribuan prajurit Kekaisaran Tang tumbang kurang dari sepuluh tarikan napas, dan jumlah itu semakin banyak seiring waktu yang terus berjalan.
Baang... Baang... Baang...
BOOOMM...
Enam sosok itu tidak lain adalah Su Tianjin, Yue Yan, Su Liyun, Su Jingmi, Su Moya dan Su Cen.
Mereka akhirnya turun dalam pertempuran karena tidak ingin melihat lebih banyak lagi prajurit Kekaisaran Jing yang gugur dalam pertempuran, yang jauh dari kata pertempuran seimbang.
Prajurit Kekaisaran Tang unggul dalam kekuatan dan jumlah. Jika Su Tianjin dan yang lainnya tidak segera turun ke medan pertempuran, hanya dalam waktu singkat prajurit Kekaisaran Jing dapat dipukul mundur, dan selanjutnya mereka hanya bisa bertahan di balik benteng kokoh Ibukota Kekaisaran Jing, dan tinggal menunggu waktu untuk musuh dapat membobol benteng Ibukota Kekaisaran.
Melihat sendiri kekuatan besar yang dimiliki Su Tianjin dan lima orang lainnya, membuat semangat prajurit Kekaisaran Jing kembali bangkit.
Saat tidak bisa mengalahkan prajurit Kekaisaran Tang dalam pertarungan satu lawan satu, prajurit Kekaisaran Jing mulai membentuk kelompok dan menyerang satu-persatu prajurit Kekaisaran Tang.
Dengan membentuk kelompok yang beranggotakan paling sedikit tiga orang, prajurit Kekaisaran Jing mulai bisa mengalahkan prajurit Kekaisaran Tang, dan benar-benar membalikkan keadaan.
“Ayo maju serang musuh dan kalahkan mereka!” teriak salah satu prajurit Kekaisaran Jing, dan mereka semakin bersemangat menyerang prajurit musuh.
Sementara prajurit Kekaisaran Tang, mereka mulai kewalahan menghadapi prajurit Kekaisaran Jing, apalagi ada enam sosok yang sangat kuat, dan saat ini mereka sedang melakukan pembantaian pada prajurit Kekaisaran Tang.
Medan pertempuran dalam waktu singkat telah menjadi lautan darah, dengan mayat berserakan di mana-mana.
Su Tianjin yang baru pertama kali melihat pertempuran besar, dia sama sekali tidak merasakan ketakutan.
‘Meski aku bukan lagi Pangeran Kekaisaran Jing, tapi ada darah Kaisar Jing Ren yang mengalir di tubuhku, yang membuatku tidak boleh berdiam diri saat Kekaisaran Jing dalam ancaman!’ batin Su Tianjin, dan dia terus saja membunuh prajurit Kekaisaran Tang.
......................
Bersambung.