SEQUEL MENGGODA MY SEXY BODYGUARD
Rossabelle Lucette Mayer (24), putri tunggal Louisa Rae dan Ethan Mayer itu adalah seorang model yang sedang berada di punca popularitasnya.
Ke mana pun Rosabelle pergi, akan selalu ditemani oleh dua sahabat sekaligus bodyguardnya yang tampan dan seksi, Noah (23) dan Gavin(24).
Kebersamaan mereka rupanya menimbulkan cinta satu sama lain, cinta yang cukup pelik tapi juga manis.
Rossabelle mencintai Gavin yang sangat manis, dan selalu memanjakannya. Cinta itu tidak bertepuk sebelah tangan karena Gavin juga mencintainya, bahkan ingin menjadikan Rosabelle sebagai istri.
Namun, entah bagaimana di hati Rossabelle juga tersimpan nama Noah, meskipun dia dingin, kaku, dan tidak ada yang bisa menebak isi hati dan kepala pria itu.
Satu hal yang pasti dari Noah, pria itu rela mati untuk Rossabelle.
Lalu, bagaimana benang cinta segitiga itu akan terurai?
Apakah Noah juga menyimpan nama Rossabelle di hatinya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SkySal, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Terlambat?
Perlahan Anna membuka matanya dan samar-samar ia mendengar suara yang tak asing, wanita itu mengerang lirih saat merasakan perih di punggungnya.
"Anna?" Suara itu semakin dekat, tetapi Anna tidak bisa melihat dengan jelas siapa yang ada di sisinya. "Anna, kau bisa mendengarku?"
"Gavin?" gumam Anna saat menyadari yang ada di sisinya adalah Gavin.
"Oh Tuhan, syukurlah kamu baik-baik saja," ucap Gavin yang langsung bernapas lega. "Aku akan memanggil Doker!"
Anna tak menanggapi, ia hanya bisa terdiam apalagi setelah mengingat apa yang terjadi padanya dan Rossabelle.
"Rossabelle?" tanya Anna kemudian, raut wajah wanita itu tampak cemas. Bahkan, Anna berusaha bangun, tetapi Gavin langsung mencegahnya.
"Dia baik-baik saja," jawab Gavin sembari memegang pundak Anna, meminta wanita itu kembali tidur.
"Aku ingin melihatnya," kata Anna dengan suara yang terdengar sangat lemah. "Aku ingin memastikan apakah dia baik-baik saja atau tidak, Gavin."
"Percaya padaku, Anna!" tegas Gavin. "Rossabelle baik-baik saja, dia hanya mengalami luka memar sedikit."
"Maafkan aku," cicit Anna kemudian. "Ini semua salahku, aku yang membawa Rossabelle ke pria itu, Gavin." Anna mulai terisak, ia merutuki kebodohannya sendiri yang percaya pada penjahat itu, apalagi apa yang Anna lakukan hampir merenggut nyawanya dan nyawa Rossabelle.
"Jangan khawatir, semuanya sudah baik-baik saja!" tukas Gavin yang berusaha menenangkan Anna. "Daddy juga sudah berusaha menemukan orang tuamu."
Anna tak mengatakan apapun, ia hanya menyaka air matanya dalam diam.
Tak berselang lama, Rossabelle dan Joel muncul, dan kedua orang itu langsung menghela napas lega melihat Anna yang sudah sadar.
"Bagaimana keadaan mu, Anna?" Rossabelle melangkah cepat, mendekati Anna yang masih berbaring di ranjangnya.
"Aku baik-baik saja," jawab Anna. "Maafkan aku, Rose, aku ... aku membuatmu dalam masalah."
"Semuanya sudah selesai, jangan khawatir," ujar Rossabelle.
"Selesai bagaimana? Kamu ... membunuh orang," cicit Anna sambil meringis". "Bagaimana ini, Rose? Kamu bisa masuk penjara hhmmpph."
Gavin langsung membekap mulut Anna yang terus mengoceh tanpa henti, sementara Anna langsung melotot terkejut sembari berusaha melepaskan tangan Gavin dari mulutnya. Rossabelle pun melotot tajam pada managernya itu, tetapi ia bisa memahami ketakutan Anna.
"Semua sudah beres dan jangan membahas itu lagi!" bisik Rossabelle dengan tajam. "Jika ada yang bertanya apa yang terjadi padamu, katakan saja kamu diarampok dan terluka saat memberikan perlawanan."
Gavin melepaskan tangannya dari mulut Anna, sementara Anna hanya bisa menatap ke tiga pria itu dengan bingung.
"Besok kita akan kembali ke London," tukas Gavin.
"Tapi bagaimana dengan mayat itu?" bisik Anna yang masih takut.
Bagaimana tidak?
Rossabelle bisa dalam bahaya jika sampai polisi menemukan mayat itu, karir Rossabelle akan hancur, dan Anna juga akan kehilangan pekerjaan.
"Sudah kembali ke asalnya." Rossabelle menjawab dengan tenang, membuat Anna semakin bingung.
"Tapi—"
"Bukankah aku sudah bilang jangan membahas itu lagi?" desis Rossabelle. "Besok pagi kita akan kembali ke London, jadi pastikan kau sanggup melakukan penerbangan."
Anna hanya tertunduk dan mengangguk, kini Rossabelle yang di depannya tampak berbeda dari Rossabelle yang ia kenal.
...🦋...
"Habisi saja dua orang tua itu!" titah Evelin pada anak buahnya yang menjaga orang tua Anna. "Aku sudah muak dengan mereka semua!"
"Baik, Nyonya Cameron!" jawab pria dari seberang telepon dengan patuh.
Evelin menarik napas panjang kemudian menghembuskannya secara perlahan, ia berusaha mengatur emosinya yang masih menggebu setelah semua siasat nya gagal total.
Kini, yang ia miliki hanya kedua orang tua Anna dan Evelin ingin melampiaskan semua kemarahannya pada mereka.
"Jika kamu membunuh mereka, mungkin Tuan Mayer akan balas dendam pada mu, Evelin," tukas Nyonya Cameron memperingatkan, tetapi Evelin mengabaikan peringatan itu.
"Maka biarkan saja mereka balas dendam, bukan kah dunia kita memang berputar di sana?" Evelin tersenyum sinis, membuat sang Ibu hanya bisa menghela napas berat.
"Terserah kau saja kalau begitu." Nyonya Cameron sudah pasrah, ia tahu hati dan otak putrinya itu seperti batu. Dia tidak akan mendengarkan nasihat apapun dan dari siapapun saat ia membuat keputusan.
...🦋...
Kedua orang tua Anna hanya bisa menangis dan memohon agar dilepaskan pada orang yang menculik mereka, bahkan sang Ayah mencoba menjelaskan bahwa istrinya menderita kanker dan sedang dalam pengobatan. Berharap itu bisa membuat mereka berbelas kasih, tetapi penjahat tetap lah penjahat. Mereka hanya punya hati sebagai salah satu organ dalam tubuhnya, bukan untuk menyimpan belas kasih pada orang lain.
"Bakar rumah ini!" seru pria itu pada anak buahnya.
"Baik, Tuan!"
Anak buahnya langsung bergegas hendak mengambil minyak, tetapi tiba-tiba beberapa orang datang dan langsung menghajar mereka tanpa ampun.
Tak berselang lama, Noah datang dengan mobil sportnya dan pria itu langsung menyelamatkan kedua orang tua Anna.
"Kau?" lirih ibunya Anna. "Bukan kah kau Bodyguard Nona Rossabelle?"
"Ya," jawab Noah dengan ekspresi wajah yang datar.
"Oh Tuhan, terima kasih kau sudah datang menyelamatkan kami," ucap wanita itu penuh hari. Namun, Noah tak menanggapi dan ia hanya membawa kedua orang itu masuk ke dalam mobil.
Sementara anak buah yang datang bersamanya kini sedang sibuk melumpuhkan anak buah Evelin, sesuai apa yang Daddy Ethan perintahkan.
...🦋...
Rossabelle dan Gavin kembali ke hotel untuk beristirahat, penjagaan mereka juga diperketat untuk menghindari bahaya. Beberapa anak buah Gerald juga berjaga di rumah sakit, untuk memastikan keamanan Anna.
Di kamarnya, Rossabelle terdiam merenung, teringat kembali bagaimana Noah menatapnya saat sedang video call. Pria itu terlihat sangat cemas, dan entah kenapa cara Noah menatapnya itu membuat Rossabelle tidak tenang.
Ia merasa seperti ada yang berbeda.
"Mungkin karena aku juga mengkhawatirkannya," ucap Rossabelle pada dirinya sendiri.
Hari sudah malam, ia pun merebahkan diri di ranjang sembari menatap foto Noah yang tersimpan di ponselnya. "Dadaku berdebar," gumam Rossabelle sembari memegang dadanya yang berdebar kencang.
"Apa aku seperti ini karena mengkhawatirkannya, atau...." Rossabelle langsung duduk tegak, teringat kembali pertanyaan sang Ibu tentang perasaannya pada Gavin.
"Apa ini yang dimaksud Mommy? Sebenarnya aku mencintai Noah, bukan Gavin?"
Rossabelle kembali memegang dadanya, di mana jantungnya berdetak dengan cepat. "Oh Tuhan, apakah aku benar-benar mencintai Gavin?"
Ia memejamkan mata, dan mengenang kembali kebersamaannya dengan Gavin selama ini. Semuanya terasa indah dan penuh warna, Rossabelle merasa bangga bisa memiliki Gavin dalam hidupnya. Ia merasa senang dan bahagia
Namun, saat ingatannya tertuju pada Noah. Ada perasaan yang bergemuruh di dada Rossabelle. Ia seperti berada di ujung sungai, begitu mendebarkan. Namun, Rossabelle tidak takut.
Ia juga teringat dengan semua yang Noah lakukan padanya, bukan hanya sekali atau dua kali Noah mengorbankan diri demi dirinya.
"Dia sangat peduli padaku," gumam Rossabelle. "Mungkin dia tidak pernah mengatakannya, tapi dia melakukannya."
Seketika air mata Rossabelle tumpah, kini ia menyadari jantungnya berdetak cepat untuk Noah, bukan Gavin meskipun Gavin membuat hatinya selalu merasa senang. Namun, Noah membuatnya.
"Ya Tuhan!" Rossabelle mengusap wajahnya dengan kasar. "Semuanya sudah terlambat."
selain berjuang mengalahkan musuh, ternyata mereka juga berjuang u/ mendapatkan cinta yang begitu rumit. Antara cinta,saudara,dan persahabatan.
Kami menanti kelanjutan kisah mereka
penasaran..
mang dah tamat ya?
Jangan berduaan bersama Noah karena akalmu bisa oleng dan akhirnya terjadilah tragedi kecap kecup...deg deg serr takut ketahuan,tapi nikmat yg pingin di ulang 😂😂
Hmmm..gimana nanti nasib Gavin klo Rossabelle pindah haluan sma Noah ? 🥺