Noda hitam yang sudah mengotori tak akan bisa di hapus oleh waktu. Menikahi perempuan yang pernah di sakiti tidak menjadikannya terobati. Tapi justru dendam akan menjadi bumbu rumah tangga. Tapi kini ia meminta maaf dengan kedatangan dirinya yang telah bertransformasi menjadi ustadz, apakah akan ada ujung dendam?
Simak kisahnya,,
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahma .R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
31. Malu tapi cemburu
Malam hari,,
Malam itu Athar masih sholat isya di mesjid. Mina melihat ke arah jam dinding, sudah seharusnya Athar kembali seperti biasanya. Sedari tadi ia berdiri di kaca memantau apakah Athar sudah kembali. Mina benar-benar khawatir sesuatu bisa terjadi pada Athar.
Namun tak lama kemudian Athar muncul. Begitu melihat Athar yang hampir sampai ke rumah, Mina pun buru-buru bergegas ke kamar. Ia langsung pura-pura sibuk main hp. Tentu ia gengsi jika Athar tau kalau Mina mengkhawatirkan Athar.
"Assalamualaikum.." ucap Athar saat ia memasuki kamar.
"Waalaikumussalam, eh udah pulang," sapa Mina.
"HM..sayang tadi aku kaget tiba-tiba ada orang di kaca lagi berdiri gitu, tapi tiba-tiba orang itu hilang kira-kira itu siapa ya.." ucap Athar, ia tau itu Mina namun ia sengaja untuk meledeknya.
"Hah..ma-masa sih,"
"Iya..tadi itu mirip kamu, mana mukanya khawatir gitu lagi, kayaknya sih dia lagi nungguin suaminya dari mesjid, itu kamu nggak sih," lanjut Athar yang membuat Mina semakin malu.
"Mampus ketahuan deh," batin Mina, ia tampak malu dihadapan Athar.
"Ngaji yuk, kamu kan bilang kalau kita harus ngaji sebelum tidur, ya udah ngaji yuk," ajak Mina untuk mengalihkan pembicaraan.
"Iya kami benar, ayok kita ngaji," Athar lalu mengambil al- Qur'an dan mengaji berhadapan dengan Mina.
"Kalau salah bakal di hukum ya.." tegas Athar sebelum mulai,
"Hah..kok di hukum, hukumannya apa?"
"Di jewer,"
Mina pun memulai membaca sedang Athar menyimaknya. Tiba-tiba huruf Tsa tak sengaja terbaca Sa. Padahal kesalahan hanyalah sedikit, namun hukuman tetap berlaku.
"Et..salah.. berarti harus di hukum!"
"HM..militer bangat sih peraturannya," keluh Mina namun ia mengarahkan telinganya untuk mendapatkan hukuman Jewer.
Ia sudah menutup mata karena khawatir ini akan sedikit sakit. Tak di sangka Athar malah tersenyum sembari mencium pipi Mina.
Hal ini membuat Mina terkejut, pipinya memerah karena malu. "Kamu apa apaan sih," protes Mina yang amat malu menatap Athar.
"Hukumannya di ganti," ucap Athar sembari tersenyum menatap Mina di hadapannya.
"HM..modus! ini lanjut apa gimana nih,"
"Ya udah lanjut baca," perintah Athar
Mina pun melanjutkan bacaan Al-Qur'an. Tak lama kemudian ada lagi huruf yang salah baca yaitu ع. Sadar ia salah Mina pun bersiap untuk mendapatkan hukuman.
"Salah lagi tuh, berarti di hukum," tegur Athar
"Iya..iya.." Mina tampak menutup matanya, entah apa yang ada di pikirannya, ia menunggu Athar mencium pipinya.
Namun Athar malah benar-benar menjewer telinga mina.
"Aw..sakit tau, udah ah, Shodaqallahul'azim.." Mina mengakhiri bacaan Al-Qur'an nya dan bergegas untuk tidur.
Sedangkan Athar masih melanjutkan sedikit pekerjaan yang harus ia selesaikan. Ia bekerja di depan laptopnya.
"Mau lembur?" tanya Mina yang bangun dari tempat tidur
"Nggak..ini cuma dikit kok," jawab Athar tanpa mengalihkan pandangannya dari laptop di depannya.
Mina duduk di sofa sembari memainkan hp nya. Ia menunggu Athar hingga selesai bekerja. Namun malah tertidur di sofa itu.
Waktu menunjukkan pukul 03.30. Mina terbangun dari tidurnya, ia mendapati dirinya yang tidur di sofa di temani Athar. Sofa itu cukup sempit untuk muatan dua orang. Mina tampaknya kaget hingga spontan mendorong Athar hingga jatuh.
"Aduh..sakit ..pinggang ku kayaknya encok dah, kenapa di dorong Mina.." keluh Athar
"Kamu sih.. ngagetin aja," cetus Mina
"Ngagetin apanya, kamu yang tidur di sofa aku,"
"Ya kenapa semalam kamu nggak bangunin aku?"
"Udah aku bangunin, tapi kamu bilang gini, 'Athar kita tidur di sofa aja' kamu nggak ingat emangnya?"
Mina pun mengingat ingat kembali, ia begitu malu ketika mengingat dirinya yang semalam mengigau hingga menyuruh Athar tidur di sofa.
"Udah jam setengah empat, mending kamu mandi, mau ke mesjid kan?" Mina yang malu berusaha mengalihkan perhatian.
"Iya udah aku mandi dulu," ucap Athar sembari bergegas bersiap.
Mina malu sendiri di kamar. Ia menampar pipinya sendiri. "Aduh..bodoh bangat sih aku.." gerutu Mina dalam hatinya.
Usai bersiap siap, Athar pun langsung berangkat ke mesjid. "Kamu nggak ikut?" tanya Athar menatap Mina.
"Aku sholat di rumah aja," jawab Mina, namun seketika ia mengingat tetangga sebelah bernama Julia yang sering mengikuti Athar dalam perjalanan menuju mesjid. "Nggak bisa di biarin nih, bisa-bisa dia berduaan sama si Julia," batin Mina yang berpikir panjang.
"Eh..aku ikut aja deh, tunggu bentar ya," Mina buru-buru mengambil mukenanya, untungnya ia sudah mandi dan berwudhu.
"Tadi katanya nggak, sekarang tiba-tiba mau, HM.. mood perempuan memang nggak bisa di tebak," ucap athar berbicara sendiri saat ia menunggu Mina.
"Udah siap! ayok berangkat," kata Mina seraya mengajak Athar.
Dan benar saja, di perjalanan sudah ada Julia yang menunggu di depan rumahnya. "Assalamualaikum ustad, akhirnya datang juga," sapa Julia si tetangga baru
"Waalaikumussalam," jawab Athar yang masih lanjut berjalan.
Melihat Julia yang berusaha mendekati, Mina langsung mengambil posisi di samping Athar. Ia menggandeng tangan suaminya itu.
Athar lalu menatap Mina dengan bingung, "Batal deh, tapi nggak pa pa lah," kata kata yang terucap saat Athar menggandeng Mina.
"Kamu nggak mau di gandeng? ya udah maaf kalau gitu!" cetus Mina lalu mempercepat langkahnya.
"Yah ngambek deh tu. Nggak gitu mina, tunggu.." Athar mempercepat langkahnya mengejar Mina.
"Pada ngapain sih," gerutu Julia di belakang.
"Mina..jangan ngambek dong," bujuk Athar mengikuti Mina.
"Nggak..aku nggak ngambek,"
"Nggak yakin aku, itu mukanya kok di tekuk,"
"Nggak..kamu salah lihat kali.." cetus Mina
Athar meraih tangan Mina dan menggandengnya. "Udah jangan ngambek lagi, jalan ke mesjid di suasana sebelum subuh itu romantis kalau barengan sama kamu," Tutur Athar merayu mina,
"Kamu jalan sama Julia aja," cetus mina, untungnya Julia masih jauh di belakang jadi ia tak mendengarnya.
"Cemburu ya.."
"Nggak.."
"Cemburu juga nggak pa pa kali," ucap Athar sambil tersenyum menatap wajah Mina yang makin memerah pipinya.
Sampailah di mesjid,
"Udah sampai, aku izin lepas tangan kamu ya, ya udah sana wudhu!" kata Athar saat ia akan melepaskan tangannya yang sedari tadi menggenggam tangan Mina.
"Ya udah sana sana..lebai bangat deh, pake izin segala," gerutu Mina lalu ia pergi bergegas ke tempat wudhu, namun ia tersenyum saat sudah membelakangi athar.
"HM..ini sih malu malu tapi cemburu," batin Athar tersenyum lucu melihat tingkah Mina yang sedari tadi amat sensitif.
Athar pun bergegas berwudhu ke tempat wudhu pria.
Makasih Thor..
aku tunggu karyamu yang lain..