NovelToon NovelToon
Cinta Anak SMA

Cinta Anak SMA

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Ketos / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:7.4k
Nilai: 5
Nama Author: dinda.glow

Bagaimana jika dua orang remaja yang tidak saling dekat, namun dipaksakan berdua karena perjodohan?

Akankah mereka menerima nya? atau sebaliknya?

____

"Di sekolah, Arthan itu terkenal sangat ketus, kaku, dan dingin. Kami bahkan sempat bermusuhan karena insiden bumper mobil! Bagaimana bisa Ibu berpikir untuk menjodohkan aku dengan cowok seperti dia?"

"Aku juga tidak tertarik dipasangkan dengan gadis yang ceroboh dan selalu membawa masalah di setiap langkahnya."

_____

"Oh iya... yang pintar mah beda." ucap Lyra menyindir cowo dihadapannya itu.

"Makanya belajar! Bukan baca novel!" sarkas cowo itu, yang membuat Lyra ingin mencabik-cabik cowo yang dihadapannya ini.

-- Dua orang Sikap berbeda yang terpaksa bersama --

Follow akun ini(@dinda.glow), like & komen disetiap cerita yaw! di upload setiap hari Jam 09:00 WIB & 21:00 WIB

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dinda.glow, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24. Lyra balas dendam kepada Rian, Rian jadi Mati Kutu

Sorakan demi sorakan masih menggema di sudut kelas XI-3.

Doni dan Kevin bahkan mulai memperagakan adegan fiktif di mana Arka memasangkan helm ke kepala Lyra dengan gerakan yang sangat dramatis dan lambat, memancing tawa riuh dari teman-teman yang berkerumun.

Rian berdiri di tengah-tengah lingkaran itu, bersedekap dengan dada membusung, tampak sangat puas karena berhasil menjadi sutradara dari panggung penderitaan Lyra pagi ini.

Lyra yang sejak tadi menyembunyikan wajah di balik kedua telapak tangannya perlahan menurunkan tangannya.

Rasa malu yang tadinya membuat pipinya merona merah, kini perlahan berganti menjadi sebuah senyuman misterius.

Kilatan panik di matanya lenyap, digantikan oleh binar kelicikan yang jarang ia perlihatkan.

Lyra menyadari satu hal: bertahan terus-menerus hanya akan membuat Rian semakin melunjak.

Cara terbaik untuk menghentikan serangan musuh adalah dengan meluncurkan serangan balik yang jauh lebih mematikan.

Dan kebetulan, Lyra memegang kartu as terbesar dalam hidup Rian.

Lyra menegakkan punggungnya, melipat tangan di dada, lalu menatap Rian dengan pandangan meremehkan.

"Oh, jadi lo ngerasa udah menang banget ya, Yan, hari ini?" suara Lyra terdengar tenang, namun entah mengapa membuat tawa Rian agak menyusut.

"Lho, jelas dong. Bukti digital tidak pernah bohong, Tuan Putri," sahut Rian, mencoba mempertahankan rasa percaya dirinya meskipun naluri bertahan hidupnya mulai membunyikan alarm bahaya.

Lyra menarik napas dalam-dalam, memastikan suaranya bisa menjangkau seluruh penghuni kelas yang sedang mengerubungi meja mereka.

"Kalian semua tahu gak," buka Lyra dengan nada bicara yang sengaja dibuat dramatis, meniru gaya presenter acara gosip yang biasa Rian gunakan.

"Rian ini getol banget ngetawain hubungan gue sama Arka. Padahal, dia sendiri lagi menderita penyakit kronis yang namanya... cinta bertepuk sebelah tangan sama anak kelas sebelah!"

Kelas yang tadinya bising oleh sorakan untuk Lyra, mendadak senyap.

Detik berikutnya, fokus kerumunan itu bergeser seratus delapan puluh derajat.

Mata puluhan anak kini tertuju pada Rian yang wajahnya langsung menegang seketika.

"Wah, wah, ada plot twist nih!" Doni langsung menyenggol lengan Kevin.

"Maksudnya gimana, Ly? Anak kelas sebelah siapa?"

"Lyra, jangan ngaco ya lo!" Rian mulai panik.

Ia mencoba menyembunyikan ponselnya kembali ke saku celana, berniat mengakhiri permainan ini sebelum segalanya berbalik menyerangnya.

"Udah, udah, bel masuk bentar lagi bunyi. Bubar kalian semua, bubar!"

"Jangan dengerin Rian!" potong Lyra dengan cepat, berdiri dari kursinya agar semua orang bisa mendengarnya dengan jelas.

"Kalian tahu kan kelas XI-2? Kelas yang isinya anak-anak olimpiade itu?"

"Iya, kenapa emangnya?" sahut Cika, matanya berbinar penuh rasa ingin tahu yang tinggi.

"Ada yang tahu anak baru pindahan dari Bandung sebulan yang lalu? Yang rambutnya sebahu, yang kalau ke perpustakaan selalu bawa binder warna pastel?" Lyra melemparkan petunjuk demi petunjuk dengan sangat rapi.

Mendengar petunjuk itu, wajah Rian yang tadinya kuning langsat langsung berubah menjadi seputih kertas.

"Lyra, demi apa pun, diem!" bisik Rian dengan nada memohon yang sangat amat dalam, namun Lyra sudah kepalang tanggung.

"Nanda! Namanya Nanda, kan?" teriak Kevin dari barisan belakang yang langsung mengingat sosok siswi tersebut.

"Tepat sekali, Kevin!" Lyra menjentikkan jarinya ke arah Kevin dengan senyum kemenangan yang amat lebar.

"Sahabat kita yang sok jagoan ini, yang kerjaannya tiap sore ngintipin orang di pos satpam, ternyata punya hobi rahasia. Tiap jam istirahat kedua, dia rela nongkrong di depan mading koridor tengah cuma buat nungguin Nanda lewat setelah selesai piket laboratorium fisika!"

"WAAAAAH!!! PARAH SIH INI!" Doni berteriak lebih kencang dari sebelumnya, bahkan sampai memukul-mukul meja saking hebohnya.

"Gak cuma itu!" Lyra melanjutkan serangannya tanpa ampun, memanfaatkan momentum di mana Rian sudah tidak berkutik lagi.

"Kalian tahu gak kenapa Rian minggu lalu tiba-tiba rajin banget nanya-nanya soal rumus gelombang elektromagnetik ke gue? Padahal dia biasanya benci banget sama fisika? Itu karena dia sengaja mau cari alasan buat nge-chat Nanda dengan kedok 'nanya tugas'!"

Sorakan di kelas XI-3 kini benar-benar pecah, namun kali ini badai godaan itu sepenuhnya mengarah kepada Rian.

Kevin dan Doni langsung merangkul pundak Rian dari kanan dan kiri, menjepit cowok jangkung itu agar tidak bisa melarikan diri dari pengadilan massa kelas.

"Cieeee! Rian diam-diam menghanyutkan ya!" goda Mita sambil tertawa puas.

"Pantas aja kemarin pas gue minta tolong temenin ke koperasi dia nolak, katanya sibuk. Ternyata sibuk mantau mading koridor tengah!"

"Aduh Rian, seleranya anak olimpiade cuy! Saingan lo berat, anak-anak jenius semua!" Doni menepuk-nepuk dada Rian dengan dramatis.

"Gimana? Chat-nya dibales gak? Atau cuma di-read doang kayak koran?"

Rian yang biasanya memiliki sejuta kata untuk membalas godaan orang lain, kini benar-benar mati kutu.

Ia hanya bisa menundukkan kepalanya dalam-dalam, merutuki nasibnya yang malang karena telah salah memilih lawan.

Semburat merah keunguan kini memenuhi seluruh wajah dan telinganya, bahkan jauh lebih parah daripada ekspresi Lyra beberapa menit yang lalu.

"Lyra... tega banget lo sama temen sebangku sendiri," gumam Rian pasrah, menatap Lyra dengan pandangan memelas seperti anak kucing yang kehujanan.

Lyra kembali duduk di kursinya dengan anggun. Ia mengambil botol minumnya, meneguknya sedikit, lalu menatap Rian sambil menaikkan sebelah alisnya.

"Itu namanya hukum karma, Rian. Siapa yang menanam boba, dia yang akan menuai badai rahasia."

"Tapi kan gue belum jadian, Ly! Lah lo sama Arka kan hilalnya udah keliatan jelas!" Rian masih mencoba melakukan pembelaan terakhirnya, meskipun suaranya terdengar sangat lemah di tengah-tengah sorakan teman-temannya yang masih belum mereda.

"Gak ada hubungannya!" balas Lyra sambil menjulurkan lidahnya jahil.

"Makanya, mulai sekarang, kalau lo berani keluarin itu foto atau video lagi di depan anak-anak, gue bakal mastiin satu sekolah tahu kalau lo pernah salah kirim pesan teks puisi cinta yang harusnya buat Nanda tapi malah masuk ke grup angkatan. Mau gue coba?"

Ancaman terakhir Lyra itu sukses membuat Rian melakukan gerakan mengunci mulutnya rapat-rapat dan membuang kunci imajinernya ke udara.

Ia mengangkat kedua tangannya ke atas, tanda menyerah sepenuhnya secara total.

Teman-teman sekelas yang melihat kekalahan telak sang raja jahil langsung tertawa puas, menyadari bahwa di kelas XI-3 ini, tidak ada yang bisa menandingi kekuatan lidah Lyra jika gadis itu sudah mulai bertindak.

Tap-tap-tap.....

Suasana kelas yang sangat riuh itu perlahan mulai kondusif ketika langkah kaki guru sejarah mereka terdengar bergema dari arah koridor luar, memaksa kerumunan di meja Lyra dan Rian untuk segera membubarkan diri ke kursi masing-masing dengan sisa-sisa tawa yang tertahan.

Bersambung~~~

Hallo gess!! Semoga suka cerita nya ya!! 🤗 Lyra akhirnya balas dendam ges ehehehe🤭

Jangan lupa follow akun ini, like, komen dan share cerita nya ya!! 😉

Instagram: @dinndaayu_64

Wattpad: @dinda.glow

See you~~

1
Edi Seprianto
cocok untuk anak remaja dan genre nya juga ada manis manis nya
Zea Amanda487
Cerita anak remaja yang ku suka ><
Dinnda Ayu Pratiwi
Bagus ceritanya, suka deh 🤩
ig:_ilfaraksara
Yuhuuuuuuuuuu
dinda.glow: maaci akk dah mampir... ntar adk mampir kok ehehe
total 1 replies
ig:_ilfaraksara
Lanjut, Kak Dinda.
dinda.glow: siapsss
total 1 replies
Dinnda Ayu Lonia
Ceritanya bagus.... sangat suka!!! 🤩🤩 Tidak hanya menceritakan tentang anak remaja, namun tentang kebersamaan keluarga juga ada ehehe
Rafifa Clemira Karima
Keren banget ceritanya, sangat suka.

cocok untuk remaja, ceritanya tentang anak SMA /Good//Good//Good/
Protocetus
Novel Teenlit yang fresh
dinda.glow: makasih >< aamiin
total 3 replies
Protocetus
gk pp sesekali bolos. Urus rumah
dinda.glow: ehehehe... itu bukan bolos si.. tapi salah kostum. karna Lyra nya semangat nak sekolah, tpi blm sklh ehehe
total 1 replies
Protocetus
Stay halal 💪
Maysa
Semangat terus berkarya ya🤗
dinda.glow: avvv maaci support nya 🤩🤩😻

aamiin
total 1 replies
ig:_ilfaraksara
Keren sih Dinda ini konsisten banget nulisnya. Semoga nular ke aku, aamiin. 🤲🫶
dinda.glow: aamiin.. maaci akk support nya ✨
total 1 replies
Jum😊
aku udah mampir kak semangat yaa💪🤭
dinda.glow: wah... maaci udah mampir 🤩🤩🤩✨
total 1 replies
Bubun123
semangat kak makasih tadi udah mampir
dinda.glow: makasi juga udah beri support!! ✨🥳
total 1 replies
Waaaaaa_
Aku mampir jugaaa
dinda.glow: makasi sudah mampir ihihi
total 1 replies
Sandhyaruntala
Semangat kecilll🫶
dinda.glow: maaci akk 😍
total 1 replies
Firmahadi
izin mampir kak
dinda.glow: hay... makasi sudah mampir ^^
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!