Aku dapat telfon dari ibu dan katanya itu hal penting ibu meminta ku pulang, terpaksa aku pulang. Aku tidak menyangka aku mendadak di suruh menikah sampai aku tidak menyangka wanita yang akan aku nikahi bukanlah wanita tipe ku, bahkan melainkan jauh dari tipe ku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur dzakiyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sholat subuh di mesjid
Tring...
Getaran Jam weker yang terletak di nakas hingga suara getarannya terdengar jelas, perlahan gadis itu bangun, ia yang masih merasa ngantuk tapi berusaha untuk tetap melihat jam yang sudah menunjuk kan 04.55. Ia segera bangun dari tidurnya, lalu mencari sakral lampu untuk di nyalakan. Saat lampu itu menyala menerangi kamarnya, ia melihat suami dan adiknya yang masih tertidur disana.
Najwa tersenyum melihat suaminya yang masih tertidur pulas, tangan besarnya memeluk gadis kecil yang ada di sampingnya yang seperti dengannya masih tertidur pulas. Ia melangkah mendekati suaminya yang masih tertidur.
"Kak,"kata Najwa perlahan ia menggoyangkan badan Aktar.
"Emm...."matanya perlahan ia buka, tangannya yang tadi memeluk Rafa kini sudah terlepas. Ia melihat Najwa yang berdiri di sampingnya.
"Ayo bangun sudah waktunya sholat subuh," ucap Najwa sambil tersenyum. Aktar terdiam melihat senyumannya, ia merasa senang karena di awal bangun pun gadis itu tetap melemparkan senyuman manisnya.
"Kenapa diam kak ? cobalah mulai membuka hati kakak untuk mendekatkan diri dengan Allah, mungkin setelah itu hati kakak bisa tenang dan akan merasa bahagia."ujar Najwa dengan lembut berusaha menyakinkan suaminya. Lagi-lagi Aktar terdiam lalu ia mengangguk, mengiakan Najwa.
Najwa sangat bahagia, ia tidak tahu harus mengatakan bagaimana perasaan itu, yang jelas dirinya benar-benar bahagia. Akhirnya suaminya itu mau ikut sholat dengannya.
"Baguslah, kalau gitu bagaimana kalau kita sholat di mesjid. Pahala sholat berjamaah di mesjid lebih banyak dari sholat di rumah."
"Terserah saja, aku akan ke kamar mandi. Kamu siapkan pakaian sholat untuk ku."katanya dan mulai bangun.
"Baiklah kak,"Aktar kemudian beranjak pergi ke kamar mandi, lalu Najwa pergi membuka almari mencari baju sholat untuk suaminya. Aktar.
Setelah Najwa mendapat baju sholat untuk suaminya, ia kemudian menyimpannya di kasur dan saat itu juga Aktar sudah keluar dari kamar mandi. Lalu giliran Najwa masuk ke dalam kamar mandi.
Saat Najwa keluar dari dalam kamar mandi ia sudah melihat suaminya yang menggunakan baju sholat, hati Najwa benar-benar senang. Aktar terlihat berbeda kali ini, wajahnya bercahaya dan lebih enak di pandang. Dan Najwa merasa ia semakin terlihat tampan.
Najwa melangkah melenggang, ia mengambil sejadah yang masih tersimpan di atas kasur lalu ia lipat berbentuk segi empat panjang, kemudian ia simpan di pundak Aktar.
"Jangan lupa di bawah sejadahnya."pinta Najwa sambil tersenyum, Aktar tertunduk malu.
"Pffft... tidak usah malu ( sambil tertawa kecil ) kakak tunggu aku yah, aku siap-siap dulu."Aktar mengangguk, lalu Najwa pergi mengambil jilbab sholat beserta cadar kemudian ia pakai.
"Ayo aku sudah siap."ucap Najwa saat sudah berada di depan Aktar, yang dari tadi berdiri di samping ranjang. Aktar melihat Rafa yang masih tertidur. Najwa mengerti pandangan itu.
"Tidak apa-apa, dia tidak akan bangun sebelum kita pulang."ucap Najwa.
"Oh,"kemudian mereka pergi ke bawah menuju garasi untuk mengambil kendaraan karena mesjid yang lumayan jauh dari rumahnya.
Aktar menarik motor keluar dari garasi, menurutnya terlalu berlebihan menggunakan mobil kemesjid jadi ia memilih motor untuk di pakai.
"Kita pakai motor saja,"kata Aktar kepada Najwa yang berdiri sambil memegang sejadah di tangannya. Najwa mengangguk.
"Aku terserah saja asal bisa di pakai, jalan kaki pun tidak masalah."tutur Najwa sambil melihat Aktar dengan sediki mendongak. Aktar melirik Najwa menatap sebentar gadis yang di hadapannya. Pandangan mereka teralih saat Adzan sudah di kumandankan
"Ayo pergi,"kata Aktar kemudian naik kemotornya. Lalu Najwa pun menyusul naik ke motor yang menurut Najwa terlalu besar dan akan sedikit sulit untuknya, dia duduk sesuai boncengan khusus perempuan.
"Kau harus berpegangan, nanti kau jatuh."pungkas Aktar sambil menghidupkan motornya dan menyiptakan suara keras khas motornya.
"Dimana aku berpegangan ?"tanya Najwa iseng, karena memang ia juga sedikit bingung. Dan takut kalau harus berpegangan di pundak Aktar. Aktar menghembuskan napasnya pelan lalu mengambil tangan Najwa.
"Disini !"kata Aktar sambil menyimpan tangan Najwa di pinggangnya. Kini jantung Najwa berdetak sangat kencang. Dan dia juga merasa senang. Kemudian motornya melaju melewati beberapa perumahan menuju mesjid.
-----
Seusai sholat di lanjutkan ceramah subuh yang biasanya di lakukan di mesjid itu yang di bawah oleh pak imam. Dan tidak ada yang meninggalkan mesjid sebelum ceramah selesai. Aktar tersentuh mendengar ceramaah yang di bawakan pak imam yang bertema " IMAN " semunya di ambil di tema itu, tema pendek tapi pembahasannya luas, membahas semua yang mengenai iman. Sedikit kesadaran yang muncul di hatinya dan ada rasa penyesalan terpercik di hatinya karena selama ini dia hanya terlena atas duniawi dan melupakan Allah.
Saat ceramah selesi langit pun mulai menampilkan cahayanya, orang-orang mulai berdiri dari tempat duduknya lalu segera meninggalkan mesjid. Sedangkan Aktar masih duduk di atas sejadah, pak imam yang melihatnya langsung menghampirinya.
"Penduduk baru yah ?"tanya pak imam saat sudah berada di dekat pria yang menunduk kan kepalanya, karena ia belum pernah melihat pria berbadan seperti itu jadi ia mengira dia itu penduduk baru. Aktar kemudian berbalik. Pak imam itu tiba-tiba kaget melihat wajahnya.
"Tuan Aktar ?"
"Pak imam, kurasa tidak enak mendengar jika pak imam memanggil saya tuan, maka panggil saja nama saya. Saya juga lebih mudah dari anda."sahut Aktar.
"Masyaallah, ada hati apa yang bisa membawa anda kemari ?"tanya pak imam.
"Alhamdulillah pak, berkat istri saya. Jika bukan karena dia mana mungkin saya akan datang kemari melaksanakan sholat, mungkin saja saya masih terbaring di kasur."Pak imam itu tersenyum.
"Baguslah, mungkin dari istri anda akan di datangkan semua hidaya untuk anda."
"Mungkinlah, pak saya pamit dulu mau pulang. Dia mungkin sudah menunggu ku."pak imam itu menganggukan kepala lantaran mengiakan, kemudian Aktar bergegas keluar dari mesjid.
Sesuai tebakannya Najwa sudah menunggunya di depan, ia segera menambah langkahnya menuju tempat Najwa berdiri menunggunya.
"Aku ambil motor dulu,"kata Aktar saat sudah berada di dekat Najwa. Najwa mengiakan lalu Aktar pergi keparkiran mengambil motor dan berhenti di depan dimana Najwa berdiri. Najwa kemudian Naik kemotor, dan Aktar mulai melajukan motornya dengan kecepatan rendah.
"Kenapa lama kak ?"tanya Najwa karena ia cukup lama menunggu Aktar keluar dari mesjid.
"Oh itu, aku mengobrol sedikit dengan pak imam."jawabnya masih fokus dengan pandangan kedepan.
"Mengobrol ? kalian mengobrol apa ?"tanya Najwa sedikit penasaran.
"Tidak ada apa-apa,"ucanya kemudian menambah laju motornya. Dan membuat jilbab Najwa terkibar karena anging yang cukup kecang, hingga ia tiba di halaman kediamannya.
Bersambung....
outhor ya kemana ya🤔
Lanjut lagi kak