NovelToon NovelToon
Young Single Mom

Young Single Mom

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Single Mom / Chicklit
Popularitas:310.9k
Nilai: 5
Nama Author: mey umaya

Bukankah tidak ada yang salah menjadi single parents ?

Arabelle adalah seorang gadis yang menyerahkan seluruh hidupnya untuk kebahagiaan anaknya.

Sesuatu yang tak kita inginkan mungkin saja bisa terjadi,takdir Tuhan selalu yang terbaik.


Mohon kebijakan para pembaca saat membaca novel ini ☺️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mey umaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Periksa.

"Hallo ra ?."

"Hallo kak Ayya,kenapa ?."

"Kamu udah di Jawa Timur sekarang ?."

"Iya nih kak."

"Kebetulan banget aku juga ditugaskan dikantor cabang Jatim nih."

"Eh beneran kak? Serius ?."

"Iya,kirim alamat kamu deh ! nanti aku kesitu."

"Oke kak,wa ya."

"Sip bye,see ya."

Seneng banget akhirnya ada teman di kota rantau. Rasanya lebih tenang jika ada sesuatu bisa saling berbagi tak ku pendam sendiri lagi.

* * *

Aku mencari informasi alamat bidan praktik terdekat melalui pencarian di google. Selain dari google,aku juga sempat bertanya pada tetangga. Karena sudah waktunya aku periksa kondisi kehamilanku. Setelah mendapatkan beberapa informasi,aku berencana untuk segera pergi ke bidan praktik tersebut.

Tok tok tok...

Saat sedang bersiap - bersiap pergi ke bidan tiba - tiba seseorang datang.

Ceklek...!

"Kaaaak ! Kirain siapa,kaget tauk !."

"Hahaha kamu dirumah sama siapa ?."

"Sendiri,ini lagi mau ke bidan."

"Lohh mau periksa ? Aku anterin yuk !."

"Boleh,katanya tempatnya deket kok."

Aku dan Ayya mencari alamat bidan yang diberitahukan tetangga baruku dengan bantuan google maps. Tempatnya memang dekat dari rumahku sehingga kami tak butuh waktu lama untuk sampai. Aku segera berjalan mendekat kearah bangunan itu,namun sebelum sempat masuk seseorang tengah menghampiriku.

"Mohon maaf mba,kami untuk sementara tutup."

"Loh ? buka lagi kapan ya bu?."

"Belum tahu ya,tergantung situasi covid-19 ini mba."

"Oh gitu ? Kalau bidan selain disini dimana lagi ya bu yang masih buka?."

"Setahu saya bidan daerah sini tutup semua mba. Kami meminimalisir penularan virus. Coba mba langsung aja ke puskesmas atau Rs."

"Kalau gitu makasih banyak ya bu."

"Iya sama-sama mba.maaf banget ya mba."

"Iya gak papa bu." Aku sangat kecewa karena semua bidan tidak mau melayani pemeriksaan kehamilan.

"Kita coba ke klinik A dulu aja Ra ! kalau ke puskesmas takutnya malah terlalu ramai."

"Oke deh kak." Ayya melajukan kembali mobilnya menuju klinik,namun sayang sekali sesampainya di klinik A tidak ada satupun dokter yang bertugas.

"Gimana nih kak?."

"Ya udah ke klinik bersalin B coba yuk ?." Kami menuju klinik B dengan penuh harapan. Tapi hasilnya juga sama saja nihil.

"Mohon maaf bu,hari ini dokternya tidak datang. Harus reservasi dulu seminggu sebelumnya." Begitulah yang dikatakan salah seorang pegawai di klinik B.

"Deket sini ada Klinik C tuh Ra. Mau coba kesana gak?."

"Mau kak yuk !." Ternyata di klinik C pun sama saja tidak ada dokter yang bertugas. Mungkin kondisi Covid menyebabkan beberapa dokter berhenti bertugas untuk sementara.

Aku sangat sedih mengingat sesulit ini hanya untuk mengetahui kondisi kehamilanku.

"Kita coba ke Rumah Sakit bersalin aja sekalian kalau gitu Ra ! Pasti ada dong dokter yang bertugas."

"Baik coba kak,nanti kalau gak ada juga kita pulang aja." Aku tak enak hati pada Ayya yang setia mengantarku kesana kemari dengan sabar. Pasti ia juga lelah,jadi aku memutuskan untuk mencoba sekali lagi saja.

Kami berkeliling dari pagi dan sampailah ke RS sudah sore hari. Waktu pun sudah menunjukkan pukul 5 sore. RS itu terlihat lumayan ramai. Kali ini aku yakin pasti ada harapan.

"Mba sebelum masuk sterilisasi dulu ya ! setelah itu cek suhu dan pakai handsanitizer !." Seorang security menghadangku didepan pintu sebelum aku masuk dan memberikan arahan protocol kesehatan sebelum masuk.

Aku dan Ayya segera mengiyakan intruksi dari security tersebut. Kami berdua sedikit terkejut melihat antrian yang lumayan panjang. Aku mendapatkan nomor antrian ke-60 dan melihat kearah monitor yang memampangkan angka 8 yang berarti antrian pemeriksaan telah berlangsung.

Ruang tunggu itu cukup besar namun terasa sesak saking banyaknya pasien yang datang periksa. Ayya terlihat keluar masuk karena tidak tahan dengan panasnya suhu di dalam ruang tunggu.

Setelah cukup lama menunggu,akhirnya nomorku di panggil. Bukan untuk diperiksa,melainkan untuk mengisi pendaftaran.

"Mba sudah suntik Hb belum?."

"Kayaknya belum deh mba."

"Yang diambil darahnya itu ?."

"Belum."

"Kalau belum nanti tes Hb dulu di lab nanti baru kesini lagi." Aku kembali lagi ke tempat dudukku untuk menghampiri Ayya.

"Kak aku harus suntik Hb. Padahal kamu tahu kan ? Aku paling takut disuntik hiks."

"Hahaha gak papa Ra ! Ayo aku temenin." Ayya masih dengan sangat sabar menemaniku suntik Hb. Demi apa badanku gemetar bukan main saking takutnya. Tangan kiriku terus memegang erat lengan Ayya dan meletakkan tangan kananku di atas meja bersiap untuk bertempur dengan jarum suntik.

Aku menyerahkan hasil tes Hb.ku pada perawat yang bertugas dan kembali menunggu antrian lagi cukup lama.

Sekitar pukul 21.00 akhirnya nomorku dipanggil. Dengan langkah cepat aku segera masuk kedalam ruang dokter.

"Silahkan rebahkan tubuh ibu." titah seorang perawat yang mendampingi dokter tersebut.

Ia mengoles perutku dengan cairan berbentuk gel yang terasa dingin di atas perut. Dokter kemudian menekan perutku dengan bantuan alat yang bisa terlihat dari komputer yang berada tepat di depanku.

Jedug... jedug... jedug. Suara detak jantung bayiku yang selalu kurindukan. Rasanya sangat terharu saking bahagianya mendengar detaknya. Kedua mataku otomatis mengeluarkan air mata,tak lupa bibirku juga tersenyum mendengarnya.

"Detak jantungnya normal ya bu,air ketubannya juga cukup, posisinya sudah bagus,ukuranya normal sesuai usianya."

"Jenis kelaminnya dok?."

"Belum kelihatan bu. mungkin nanti di bulan ke 7 ibu periksa lagi baru bisa kelihatan."

"Ah baik dok." Perawat membersihkan perutku dan aku beranjak turun dari atas ranjang.

"Ini saya resepkan asam folat dan kalsium ya bu."

"Baik dok Terimakasih." Aku segera keluar dari ruangan itu menuju kasir untuk membayar biaya pemeriksaan dan juga resepnya.

"Totalnya 1 juta ibu."

"Ah i-iya." Dalam hati aku bergumam karena tarifnya begitu mahal itu hanya sekedar periksa. Sebelumnya saat periksa hanya menghabiskan 500rb saja paling mahal.

"Ada gak uangnya kamu ra ?."

"Ada kok kak."

"Ini emang tarif normalnya segini ya mba?." Ayya bertanya pada petugas kasir penasaran.

"Tidak bu. Ini karena covid,sulit untuk mencari dokter yang mau bertugas. Jadi kami harus menaikkan tarifnya."

"Ohh pantesan." Ayya menganggukkan kepala terlihat mengerti.

"Naiknya banyak amat ya Ra." Ayya berbisik kepadaku. Aku hanya menganggukkan kepala mengiyakan Ayya.

Setelah semua pembayaran selesai kami berdua langsung kembali kerumah.

"Kamu nginep sini aja kak ! Udah malem loh....

Bersambung.

Hallo readers kesayangan aku 🤗 Apa kabar ? Selalu jaga kesehatan ya 💕

Terus ikuti cerita YSM ya jangan bosen - bosen ❤️

Jika kalian suka dengan karya author,tinggalkan like,komen dan votenya yah 🙏

Komen di bawah jika ada kritik dan saran. Komen dibawah juga jika ada unek-unek yang mau disampaikan 😘

Pembaca selalu diminta bijak dalam membaca novel ini !

Terimakasih.

1
Mayang Sary yusuf
semoga sukses ya,
Lestari Setiasih
bagus ceritanya
Hikmah Bae Ya
seriusan pernah diposisi dihina gini. tapi saya suka jawab gk kalah pedesnya Krn gk suka ditindas. 🤣 beneran bukan di sinetron doang.
Mebutjuly: justru sinetron insiprasi dunia nyata 🤣
total 1 replies
Senjaaa___
aku setuju mama2...semoga Siwi Aryo gak bisa punya anak.dan bikin Ara sukses...menemukan pria yg baik yg terima Ara apa adanya.kalau perlu atasan Aryo sekalian...jodohnya Ara...
ceritanya sangat menarik
Yanti Mandasari
kok pindah lapak,
Sri Utami
kok... tahu² an polisi rumah Ara yaaa....
secara dia tanya paket n siapa yg titip paket. aranya juga musti foto surat pengeledahan n tanda pengenal polisinya
bila emang langit residivis kenapa yg dilibatkan orng lain 🤔🤔🤔
Meylina Maringga
kok pindah sih thor,update lg thor
Meylina Maringga
bagus ceritanya,cuma bingung aja si siwi sdh berulang kali dihinayinasihnmai aja sm tu laki ,perempuan bodoh
Luna
Semangat Thor ceritanya sangat bagus😍, mampir juga di novel ku "Gulinear Ashika" 💙💙
Nanik Rusmini
ah ternyata ada.....beli coin ....😛
Nanik Rusmini
Ara ...sekarang SDH ada jagoanmu yg siap menjagamu ..tetap semangat yaaa
Nanik Rusmini
jangan khawatir Ara...orang sabar pertolongan Allah pasti datang
Nanik Rusmini
tidak punya Hati....!!!! itulah kata yg hanya kubisa tuliskan....tunggu kaemamu Arya dan klg nya ...
Neni Nuraeni
lanjutkan
Cornelia l Mustamu
lanjut kak
Lani Lani
d hapus aja d sini... thorrr ngak b tagung jawab sm p baca... lain kali jng dsini lg... k lpk lain a ja.....
Rania Sholeh Sholeh
Belit Belit ceritanya,
Ella Aja Dech
Thor.. lanjutin d sini aja dong.. 😂😂 cerita nya menarik.. sehat selalu utk author nya yaccchh.. semangat..
Jesica Adryanna
namanya juga melahirkan pasti antara hidup dan mati lah..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!