NovelToon NovelToon
TAKDIR 2

TAKDIR 2

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Berbaikan / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Angst / Tamat
Popularitas:546.5k
Nilai: 5
Nama Author: nazwa talita

Bagaimana jika takdir justru membuat kita kembali bertemu dengan orang yang pernah singgah dalam masa lalu kita?

Renata tidak menyangka, setelah sekian lama berpisah dengan Bima, takdir ternyata mempertemukan mereka dalam situasi yang sama-sama sulit.

"Setelah bertahun-tahun mencoba melupakan, kenapa takdir justru mempertemukan kita kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nazwa talita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MENCOBA MENGIKHLASKAN

Setelah kepergian Bima, Renata merenungi nasibnya. Semua kata-kata Bima yang menyuruhnya untuk bangkit kembali terngiang. Begitupun dengan ucapan-ucapan Iren dan Dika.

Semua masa lalunya bersama Devan dan Bima pun muncul silih berganti di kepala Renata. Hubungannya dengan Bima sebelum bertemu dengan Devan juga berputar di kepalanya laksana kaset yang sedang memutar film.

Rasa sakit kembali terasa saat Renata mengingat betapa jahatnya perlakuan Bima terhadapnya.

Perbuatan Bima di masa lalu membuat luka di hati Renata kembali terasa. Renata masih ingat saat awal dirinya menikah dengan Bima.

Semua sikap dan perbuatan Bima masih Renata ingat satu persatu. Ia masih ingat bagaimana Bima begitu membencinya karena ia menuruti wasiat ibunya Bima yang memintanya untuk menikah dengan pria itu.

Renata juga mengingat bagaimana Bima menyiksa batinnya hampir setiap hari. Apalagi, saat pria itu menikahi wanita lain di saat usia pernikahannya bahkan belum genap seminggu.

Penderitaan demi penderitaan yang disebabkan oleh Bima dirasakan oleh Renata. Puncaknya adalah saat Renata hamil dan akhirnya mengalami keguguran akibat perbuatan Bima.

Bukan hanya itu saja, Bima juga telah menyebabkan ibunya meninggal dunia. Terlalu banyak luka yang Bima torehkan dalam hatinya hingga membuat Renata begitu membencinya.

Dulu, Renata bahkan tidak ingin bertemu sama sekali dengan Bima karena setiap kali bertemu dengan pria itu, hatinya terasa sangat sakit. Tetapi, hari ini entah apa yang terjadi padanya sampai-sampai Renata bahkan tidak menolak saat pria itu memeluknya.

"Ada apa denganku? Apa karena aku sudah melupakan semua kenangan pahit itu karena itu aku merasa baik-baik saja?"

Renata mengembuskan napas panjang. Air matanya kembali luruh saat bayangan tentang Devan juga ikut muncul. Perempuan itu masih ingat jelas saat Devan berusaha menyembuhkan lukanya akibat perbuatan Bima.

Lelaki itu dengan sabar membantunya berobat sampai akhirnya ia bisa kembali berjalan. Devan adalah lelaki yang amat berjasa dalam hidupnya. Semenjak pertemuannya dengan lelaki itu, tidak pernah sedikitpun Devan membuatnya kesal apalagi marah.

Devan laksana malaikat yang dikirimkan Tuhan untuk hadir membawa kebahagiaan dalam hidupnya.

"Devan, apa kamu bisa melihatku dari tempatmu berada? Jika iya, tolong katakan padaku, bagaimana caranya agar aku bisa melupakanmu? Katakan padaku bagaimana caranya agar aku bisa melepaskanmu dengan ikhlas?"

"Aku mencintaimu, Devan. Sangat mencintaimu." Renata kembali menangis.

Satu tangannya mengusap perutnya yang mulai membuncit di usia kehamilannya yang kelima. Tubuh Renata yang sangat kurus membuat perutnya terlihat membuncit.

Renata tertawa miris. Dia seolah baru sadar telah menyiksa buah hatinya sendiri. Bima benar, seandainya dia tidak sayang sama diri sendiri, setidaknya ia harus memperhatikan bayinya.

Calon bayi dalam kandungannya itu adalah satu-satunya kenangan yang ditinggalkan oleh Devan. Kelak, bayi itulah yang akan selalu mengingatkannya tentang lelaki yang sangat dicintainya itu.

"Aku juga sedang mencoba melupakan dan melepaskan kepergiannya. Memang, rasanya sangat sulit dan sangat menyakitkan. Namun, hidup akan terus berjalan.Aku tidak bisa terus-menerus menangisi ataupun menyalahkan takdir Tuhan. Apalagi, saat ini aku harus merawat kenangan terindah yang telah dia tinggalkan sebelum dia mengembuskan napas terakhirnya." Kalimat demi kalimat yang keluar dari mulut Bima sebelum lelaki itu pergi beberapa saat yang lalu kembali terngiang.

"Cobalah mengikhlaskan semuanya, Renata. Bicara memang mudah, tapi, kamu harus bangkit. Ada kenangan indah yang Devan tinggalkan untukmu."

"Anakmu akan menjadi penawar rindu untukmu dan juga jalan bahagiamu nanti. Bangkitlah! Kamu harus membuat Devan bangga padamu. Bukan hanya Devan, tapi juga anakmu. Buat dia bangga karena memiliki ibu seperti kamu."

"Mencoba mengikhlaskan? Apa aku benar-benar bisa mengikhlaskan kepergianmu, Devan?"

BERSAMBUNG ....

1
Gintania nia
bagus dong
Siti Maulidah
ceritanya menarik
Lilik Juhariah
karya yang luar biasa
Yani Basith
ga adil .. perjuangan cinta devan dan karin kalah sm orang2 bodoh
Rahima Nurlaela
Luarrr Biasaaa
Ria Lita
Buruk
RithaMartinE
luar biasa
devita rani
Nangis banget😭😭😭
juwita
mama iren sm papa Dika mertua idaman g egois. biasanya mertua g mau menantunya nikah lg setelah anaknya meninggal
juwita
takdir othot sangat kejam 😭😭😭😭😭✌✌✌
juwita
Luar biasa
Lathifa Dwy Maulida
takdir tidak ada yang tau ya thor 🥺🥺
Hartini Arya
suka sekali critanya lanjut kakkkk
Wine Widianti
kebanyakan bawang
Lilik Juhariah
Novel karyamu banget banget bagus
Lilik Juhariah
walaaah bayi tuek gk sabaran
Lilik Juhariah
bima ngerapel.ya bim
Lilik Juhariah
itulah takdir
Lilik Juhariah
jodoh emang gk kemana, ky temenku ,cerai ,yg ceweknya udah nikah lagi dan punya anak trs cerai ma suami ke 2, yg mantan suami 1 udah nikah lagi tapi cuma 3 bulan nikah trs cerai , skrng balikan lagi he he sama yg pertama
Lilik Juhariah
bener nih novel memporak porandakan hatiku jungkir balik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!