NovelToon NovelToon
Gairah Duda Perjaka

Gairah Duda Perjaka

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Duda / Perjodohan / Cintamanis / Keluarga & Kasih Sayang / Romansa / Tamat
Popularitas:3.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Mphoon

Kejadian tragis yang dialami oleh Brian beberapa tahun lalu menyebabkan dia kehilangan istrinya, membuat pria itu menjadi bersikap lebih dingin pada setiap wanita.

Bagi Brian tidak ada wanita yang bisa menggantikan posisi mendiang istrinya dihatinya.
Hingga akhirnya Brian bertemu dengan Hana, gadis desa yang cantik dan juga mandiri.

Apakah Hana akhirnya dapat meluluhkan hati Brian?

Yuk... Mari saksikan kisah kehidupan Brian dan Hana di sini! ❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mphoon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kedatangan Keluarga Brian

Di desa SUKA MAJU

Brian beserta keluarganya sudah sampai untuk memasuki perkampungan.

Brian memperlambat laju mobilnya karena jalanan perkampungan tidaklah semulus jalanan di kota.

Sampai akhirnya Brian dan keluarganya sudah sampai tepat di halaman depan rumah Hana.

Arya yang baru saja pulang sekolah dan memakirkan motornya di kejutkan dengan suara klakson mobil.

Tin..

Tin..

Brian membunyikan klakson mobilnya dan membuka kacanya.

"Wah.. mas Brian toh, kirain siapa?" Arya yang baru saja turun dari motor merasa terkejut dengan kedatangan Brian, pdahal baru kemarin sore Brian pulang. Dan kini malah kembali ke desa.

Brian turun dari mobil bersamaan dengan kedua orang tuanya dan seorang anak kecil yang sangat lucu.

Arya yang melihat rombongan keluarga Brian kini semakin di buat terkejut, Arya kira Brian datang seorang diri. Tetapi nyatanya Brian malah datang bersama keluarganya.

"Ayah, ntuh capa?" Qisya menarik tangan Brian dan menunjuk ke arah Arya.

"I-ini anak mas Brian?" tanya Arya dengan kegugupannya yang masih sangat terkejut campur bingung.

"Dia adalah putri kecilku satu-satunya. Ayo sayang salim dulu sama om Arya" Brian mengajari Qisya untuk beprilaku sopan terhadap yang lebih tua dari umurnya, sesuai dengan apa yang diajarkan selama ini.

Qisya yang awalnya takut, kini mencoba mendekati Arya dan mengulurkan tangan mungilnya dengan muka malu-malu.

Arya berjongkok di depan Qisya dan mengulurkan tangannya, tidak lupa Arya sedikit mencubit pipi gembul Qisya yang membuat ia gemas.

"Hai cantik.., siapa namamu hum?" tanya Arya dengan suara lembutnya dan muka yang tersenyum sangat lebar.

"I-isa, o-om.." jawab Qisya dengan perasaan malu dan takut.

Arya kemudian menatap Brian meminta jawaban apakah benar namanya Isa, Brian yang seolah mengerti dengan tatapan Arya langsung menjawab "Qisya" dengan nada dinginnya.

Arya kini sudah mengerti bahwa Qisya masih sedikit cadel untuk berbicara dengan benar.

Qisya yang merasa takut, malah sedikit berlari dan mengumpet di belakang Brian serta sesekali mengintip Arya yang membuat Qisya penasaran.

Arya melihat kedua orang tua Brian di depannya ini, lagsung berdiri mendekati mereka dan bersalaman dengan sangat sopan.

"Siapa namamu, nak?" tanya Tuan Ferry dengan sangat ramah.

"Saya Arya Tuan..," jawab Arya.

"Panggil kita om dan tante saja, Arya" saut Nyonya Syifa dengan senyum ramahnya.

"Hehe.. siap, ya sudah ayo mari masuk ke gubug keluarga Arya yang reot ini" Arya mempersilahkan mereka untuk memasuki rumahnya dengan sesekali bercanda.

"Tidak, rumah keluargamu bagus saya suka. Ini khas rumah di pedesaan bahkan bilik-biliknya pun tersusun sangat rapih" Tuan Ferry mencoba untuk menelusuri setiap sudut halaman rumah Arya dengan matanya dan menatap kagum.

"Hehe.. terima kasih om atas pujiannya, semoga Arya tidak terbang ke langit ke tujuh" Arya berusaha bercanda dan tertawa yang membuat orang tua Brian pun ikut tertawa.

Kemudian mereka semua mengikuti Arya untuk masuk ke dalam rumah.

"Assalamualikum, Abah, Umi, mbak.., where are you?" Arya membuka pintu dengan memberi salam lebih dulu dan masuk.

"Ayah, ini lumah capa? Apa kita nyasal ke lumah olang?" Qisya yang berada di gendongan Brian kini mengeluarkan suara kecilnya lalu berbisik di telinga Brian.

"Tidak sayang, kita lagi main ke rumah tante Hana" ucap Brian dengan sesekali mencium pipi Qisya.

"Ante Ana itu capa, ayah? Apa dia olang baik atau olang jahat?" tanya Qisya dengan wajah polosnya.

"Nanti Qisya lihat saja sendiri ya, Qisya nilai. Apa tante Hana orang baik atau orang jahat? Qisya bisa kan mengenali mana orang baik dan jahat" ucap Brian yang malah bertanya balik kepada Qisya.

"Ica dong, kan Isa sudah perlnah di ajali cama Oma" saut Qisya dengan percaya diri yang malah mendapat senyuman lebar dari Brian.

Arya yang sudah mempersilakkan mereka semua duduk kini meninggalkan mereka untuk ke ruang belakang, karena dari tadi tidak ada yang menyauti suara Arya.

Brian dan kelurganya duduk dengan manis dengan sesekali orang tua Brian menatap isi rumah keluarga Hana. Sedangkan Qisya duduk di samping Brian.

*

*

*

*

Di ruang belakang

Arya berjalan ke arah pintu belakang dan membukanya, kemudian melangkahkan kakinya menuju halaman belakang yang terdapat berbagai macam hewan ternak Abah.

Hana yang sedang fokus memberikan makan dan minum pada hewan ternak Abah, sampai-sampai tidak tahu jika Arya sudah berada di sampingnya.

"Ternyata disini, dari tadi Arya cariin ke kamar, ruang belakang. Tahunya mbak di sini" ucap Arya yang malah membuat Hana terkejut dan menyiamkan air yang berada di tangannya ke muka Arya.

"A..., mbak ini muka Arya loh, bukan tanaman yang main siram-siram saja" Arya yang mendapati mukanya di siram dengan air oleh Hana, kini merasa sangat kesal dan mengusap wajahnya dengan kasar.

"Astagfirullah, dek!! Kebiasaan banget sih, kalau datang coba deh jangan kaya jalangkung. Beri salam kek apa kek, ini malah bikin orang kaget saja" ucap Hana dengan nada sebalnya sambil mengelus dadanya.

"Beri salam, assalammualikum wr. wb." jawab Arya dengan nada mendayu, dan malah mendapati tatapan kesal dari mbaknya.

Arya yang melihat mbaknya sudah kesal, kini malah mencubit kedua pipi Hana dengan sangat gemas sambil tertawa puas yang malah membuat Hana semakin kesal.

"Sudah sana ganti baju dulu, terus makan. Mbak sudah masakin tempe mendoan kesukaan kamu noh" Hana kembali memberi makan dan minum pada semua hewan ternak Abah dan sesekali selirik Arya.

"Wah.., enak dong. Tapi apa Abah sama Umi tidak pulang untuk istirahat dirumah mbak?" tanya Arya dengan wajah bingungnya bahkan Arya sampai melupakan jika di depan ada kelurga Brian yang menunggu, saking asyiknya mengganggu Hana.

"Tadi umi agak siangan menyusul Abah ke sawah, dan membawakan makanan di rantang buat Abah" jawab Hana yang masih fokus dengan hewan ternaknya.

"Oh gitu toh.., ya-" Arya yang ingin melanjutkan berbicaranya kini terhenti saat mendengar suara bariton, kemudian Hana dan Arya berbalik untuk melihat siapa orang tersebut.

"Ekhem.." Brian berdehem dengan keadaan berdiri di pintu belakang serta melipat kedua tangan di dada, sambil menatap tajam ke duanya.

"Rupanya kalian sedang asyik di sini, sampai melupakan jika ada tamu yang sedang menunggu di ruang tamu begitu lama" ucap Brian dengan nada dinginnya.

"Loh, kok ada mas Brian?" tanya Hana yang bingung, kenapa ada Brian. Padahal kamarin sore dia sudah pulang ke Jakarta.

Arya yang mendengar ucapan Brian kini malah membuat ia menepuk jidatnya sambil berkata "Astagfirullah, Arya lupa mas hehe.., maaf ya"

"Sejak kapan mas Brian ada di sini? Bukannya kemarin sudah pulang ya?" Hana masih penasaran dengan keberadaan Brian di sini sampai-sampai membuat dirinya bertanya berkali-kali.

Tetapi Brian hanya menatap Hana, dan langsung pergi begitu saja meninggalkan Hana dan Arya.

"Ya ampun, orang lagi nanya bukannya di jawab malah ditinggal. Dasar manusia es batu" Hana yang melihat Brian langsung pergi begitu saja merasa sangat kesal, karena pertanyaannya tidak di jawab oleh Brian.

"Mbak, di depan ada keluarga mas Brian bahkan ada anaknya juga yang sangat lucu. Jadi mbak temui mereka dulu ya, Arya mau memanggil Abah dan Umi di sawah agar bisa pulang menemui mereka. Siapa tahu ada kabar baik hehe.. assalamualikum"

Arya langsung kabur lewat belakang dan tidak lupa mengucapkan salam, sebelum mendapati ocehan dari Hana.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Hai para leaders 🤗

Perkenalkan ini adalah karya novel ke-2 aku loh 🤩

Semoga kalian menyukainya ya 🤝

Dukung othor terus dengan cara berikut :

Like 👍

Komen 📨

Favorite ❤️

Rate 🌟

Dan tidak lupa selipkan hadiahnya ya 😍🙏

Bunga, kopi atau sebagainya pun tak apa kok, malah lebih bagus lagi pundi-pundi receh yang berterbangan di karyaku ini hihi 😆😜

Terimakasih 🙏🙏

Papay 🤗🤗

1
jauharotus shofiyah
Ceritanya bagus. Tapi bagian Brian yang menangis ada "Hua dan Hiks" mengganggu karakter lelaki dewasa apalagi tokoh digambarkan sosok yang dewasa dan bersifat dingin. Jadi terkesan lebay.
Jelo Muda
romantis campur komedi
IN_DAYLE: Hihihh, syiap, Nanti author kembali dengan pesona yang baru 🥰🥰
total 1 replies
Dewi Ansyari
😭😭😭😭😭😭😭😭😭Briyan
Dewi Ansyari
Yg sabar ya Hana😭😭😭😭😭
Dewi Ansyari
Semoga Qisya kembali dan bersatu dengan Bryan dan Hana
Dewi Ansyari
Astaga Qisya meninggal thorr kasihan Hana dan Briyan😭😭😭😭😭😭
Dewi Ansyari
Semoga Qisya bisa siuman sedih banget nyesekkk😭😭😭😭😭
Dewi Ansyari
Sedih banget thorr😭😭😭😭😭😭😭
Dewi Ansyari
Astaga 😱 Qisya semoga selamat 😭😭😭😭😭
Dewi Ansyari
Lucu banget sih Qisya,ana,Arya dan Brian si kutub es🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Dewi Ansyari
Astaga Brian makan kayak kesambet tuh bahkan nambah terus
Dewi Ansyari
Akhirnya bertemu Ana juga sih Brian
Dewi Ansyari
Wah luar biasa Qisya sudah besar
Dewi Ansyari
Qisya semoga kamu bahagia bersama Ayah barumu Brian
Dewi Ansyari
Sandra😭😭😭😭😭😭😭
Dewi Ansyari
Astaga kasihan Sandra pasti akan sangat ketakutan.
apa tidak ada anak buah Brian sih kan orang kaya aduh jadi takut sandar kenapa-napa😭😭😭😭
Dewi Ansyari
Astaga 😱 ada perampok kok jadi gini sih thorr kan kasihan Sandranya udah polos ngak pake baju begitupun Brian .
semoga saja semuanya baik2 saja
Dewi Ansyari
Alhamdulillah akhirnya sandar dan Brian sah jadi suami istri
Dewi Ansyari
Bahagianya sandra dan Brian 💐😘🤩🤩🤩🥰🥰🥰
Siti Marwah
amit² deh si brian..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!