NovelToon NovelToon
VALEXA

VALEXA

Status: tamat
Genre:Romantis / Balas dendam. / Perubahan Hidup / Peningkatan diri-Perubahan dan Mengubah Takdir / Teen School/College / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Menyembunyikan Identitas / Bullying dan Balas Dendam / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 4.8
Nama Author: Titin Supriatin

follow igku @zariya_zaya

Kasus pembullyan yang terjadi disebuah kampus ternama hingga ada salah satu korban bully mengalami koma, membuat Valexa ingin mencari tahu apa yang terjadi sebenarnya. Valexa, si gadis tangguh adalah mahasiswi baru yang langsung dibully dihari pertama dia masuk universitas bergengsi karena penampilannya dianggap cupu dan kampungan.

Keteguhan Valexa menghadapi para pembully membuat Ravelo, sang pangeran kampus mengincar Valexa untuk dijadikan kekasihnya. Para kaum hawa idola Ravelo, langsung menyalakan api permusuhan pada Valexa karena dianggap merebut idola mereka. Namun, dibalik itu semua, ada sebuah rahasia yang dimiliki seorang Valexa dan hanya Ravelo saja yang mengetahuinya.

Apa rahasia itu? Dan apa tujuan Valexa datang ke kampus elit? Bisakah dia menghadapi para musuh-musuh yang membully dan mengincar nyawa Valexa?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Titin Supriatin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 31 Flashback 5

Dua insan saling gelagapan ketika mereka tahu Charlen ada diantara mereka dan pastinya, sahabat Ronan itu tahu apa yang sudah mereka berdua lakukan di dalam ruangan ini. Shakila langung salting dan ia pun memilih pamit undur diri. Sungguh betapa malunya Shakila saat ini, ia bahkan sampai tak berani mengangkat mukanya lagi.

Dengan hati campur aduk tak karuan, gadis itu berlari keluar ruangan menuju taman kampus lalu memilih duduk di sana untuk menata hatinya kembali. Fakta tentang Ronan yang ternyata seorang dosen, masih membuat Shakila shock, sekarang ditambah pengakuan cinta Ronan padanya. Hati siapa yang nggak jantungan ketika seorang dosen tampan dan terkenal paling keren dikampusnya mengatakan cinta pada mahasiswinya sendiri.

Apalagi mahasiswi itu hanyalah gadis desa biasa dan tak punya apa-apa. Jelas itu sama sekali tidak mungkin nyata. Namun, bagi Ronan, tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Rasa cinta Ronan pada Shakila itu sungguh real dan bukan cinta semu semata. Meski akan ada badai yang menghadang cinta mereka, Ronan bertekad akan melaluinya bersama Shakila serta melindungi gadis yang ia cinta dengan segenap hati dan jiwanya.

"Sejak kapan kau ada di sini? Kenapa tidak mengetuk pintu terlebih dulu? Dasar tidak sopan!" ujar Ronan.

"Sejak tadi, kau saja yang tak menyadari kehadiaranku di sini karena sibuk merayu wanita," protes Charlen.

"Benarkah? Tapi aku tidak merayu, aku menyatakan perasaanku, kau tahu aku jatuh cinta padanya pada pandangan petama."

"Kau yakin, kalian berdua bakal bisa bahagia? Dia gadis yang sangat polos Ronan, kau sangat tahu bahaya apa yang akan menimpanya kalau kau tetap berhubungan dengannya? Keluargamu sudah menjodohkanmu dengan Maria? Kau tahu sendiri seperti apa Maria dan keluarganya, kan? Jangan libatkan gadis polos itu dalam masalahmu." Charlen mengingatkan sahabatnya.

"Aku tahu, dan kau juga tahu, aku tak mencintai Maria. Dia yang selalu saja cari cara agar aku mau bersamanya. Termasuk meminta keluarganya menjodohkanku dengannya."

"Maria masih tergolong dari keluarga Yakuza, jika kau sampai macam-macam, kau tahu apa yang akan terjadi padamu dan orang-orang disekitarmu. Shakila bisa dalam bahaya kalau sampai Maria tahu posisinya dihatimu. Saranku, cari cara agar Maria membencimu lalu memutuskan perjodohan kalian, barulah kau bisa melanjutkan hidupmu dengan gadis yang kau cintai." Charlen iba juga pada Ronan yang hidupnya terkekang karena dicintai wanita dari keluarga yang berbahaya. Keluarga Ronan bahkan tak berani menolak perjodohan ini atau nyawa mereka semua dalam bahaya.

"Kau benar, aku akan cari cara untuk memutuskan perjodohan ini. By the way, bekas apa yang kau bawa itu?" tanya Ronan.

"Ini adalah proposal yang kau ajukan dan disetujui oleh para petinggi kampus bahwa akan ada penghapusan penindasan dan pembullyan di kampus ini. Begitu ini diumumkan, sudah tidak ada lagi pembullyan seperti yang kau inginkan. Hanya saja ..." Charlen tak melanjutkan kalimatnya.

"Hanya saja apa?" Ronan memeriksa berkas yang diberikan sahabatnya.

"Kita tak bisa sepenuhnya menghilangkan aksi pembullyan yang sudah mendarah daging di sini. Tak menuntut kemungkinan, oknum-oknum tertentu tetap akan membully mahasiswa yang mereka inginkan tanpa sepengetahuan kita. Berkas yang kau ajukan hanya sebatas formalitas untuk pencitraan mereka. Tidak akan ada yang bisa melawan kediktatoran oknum penguasa kampus ini. Bahkan pamanmu, tak bisa berkutik dihadapan mereka." lagi-lagi Charlen mengingatkan.

"Itulah alasan kenapa aku menyeretmu kemari saat paman memintaku jadi salah satu dosen di kampus tempat para sarang monster ini berkumpul, Charlen. Aku yakin kau bisa mengatasi ini. Kau punya gelar Profesor dibidang IT. Sudah saatnya kita memanfaatkan teknologi untuk membasmi para monster-monster itu. Pasang cctv disemua sudut kampus ini, mulai dari kelas, taman, koridor, lorong, kantin, asrama, serta tempat-tempat sepi lainnya dan jangan sampai ada yang terlewat. Hanya kau dan aku saja yang bisa melihat dan mengawasi semua pergerakan orang-orang di dalam kampus. Dengan cctv itu, kita bisa membatasi tindakan kriminalitas yang terjadi di sini. Ini sangat rahasia dan jangan sampai ada yang tahu."

"Idemui bagus juga, oke ... aku setuju, kampus ini memang menyeramkan dan sangat menakutkan. Aku penasaran, ada apa dengan kampus ini." Charlen pun langsung pergi melaksanakan apa yang dikatakan oleh Ronan,

Dan benar saja, melalui cctv yang dipasang Charlen secara dima-diam, banyak hal gila yang terjadi di kampus itu. Mulai dari pelecehan, pencurian, pembullyan dan tindakan-tindakan kriminalitas lain yang dilakukan dosen ataupun mahasiswa terekam jelas di situ. Ronan dan Charlen hanya geleng-geleng kepala menyaksikan semua itu, tapi mereka masih belum bisa berbuat banyak. Kalau mereka langsung ambil tindakan, bisa-bisa mereka dicurigai. Sudah dapat ditebak apa yang terjadi jika Charlen dan Ronan ketahuan memata-matai mereka. Mereka berdua berencana untuk menyimpab video cctv mnereka dan menyerahkan masalah itu ke agen FBI yang mereka kenal.

Di sisi lain, kisah cinta Ronan dan Shakila masih berlanjut, bila yang satu masih dalam tahap mengejar, maka yang satunya mati-matian melarikan diri. Yah, Shakila tak ingin tertimpa masalah mengingat siapa Ronan sebenarnya. Sebab itulah, sebisa mungkin ia menghindari Ronan agar jangan sampai mereka bertemu muka. Shakila bahkan sering bolos mata kuliah Ronan agar ia tak dipanggil lagi keruangannya seperti yang dosen itu lakukan beberapa waktu lalu.

Menyadari kalau Shakila terus menghindarinya, Ronan sudah tidak tahan lagi. Di pagi buta dosen tampan itu berdiri di depan asrama Shakila, sengaja menungu gadis itu keluar. Asrama ini tak punya pintu lain lagi selain tempat Ronan menunggu sekarang, artinya ... Shakila takkan bisa melarikan diri darinya. Sudah hampir sebulan Shakila tak masuk kelasnya dan Ronan khawatir akan berpengaruh pada prestasi Shakila sebab ia adalah salah satu mahasiswi berprestasi di kampus ini.

Tentu saja kehadiran Ronan di depan asrama wanita membuat gadis itu sangat terkejut. Banyak sekali mahasiswi yang menyapa Ronan walau mereka bingung dan heran ada apakah gerangan sampai dosen Ronan datang ke asrama wanita pagi-pagi buta begini?

Mereka semua tak berani bertanya langsung dan hanya bisa menebak-nebak saja. Sedangkan Ronan, hanya membalas sapaan mereka semua dengan senyuman.

"Gawat! Kenapa orang itu ada di sini, sih? Gimana keluarnya coba? Asrama ini mana ada pintu belakang?" gumam Shakila yang bersembunyi di balik dinding sambil mengamati gerak-gerik Ronan. Ia tetap tak beranjak dari sini meski jam kuliah sudah hampir mau di mulai.

Berkali-kali Shakiala melihat arlojinya dan waktu kuliah sudah harus dimulai. Namun ia terjebak di sini tanpa ada yang bisa membantunya. Beberapa mahasiswi yang bangun kesiangan berlarian keluar mengejar kelas mereka. Hal itu Shakila gunakan untuk ikutan berlari dalam diam tanpa sepengetahuan Ronan.

Sayangnya, Ronan keburu melihat dan iapun mengejar Shakila. "Berhenti disitu!" teriak Ronan.

Beberapa mahasiswi lain yang berlari bersama Shakila jadi berhenti karena mereka semua mengira Ronan memanggil mereka.

"Ah, bukan kalian! Maksudku, gadis yang ada di tengah. Kalian semua boleh pergi kecuali gadis itu," jelas Ronan. Para mahasiswi itupun mengerti dan melanjutkan lari mereka dengan terheran-heran.

Gawat! Matilah aku sekarang, apa sebaiknya aku lari saja, ya? batin Shakila sebelum Ronan sampai padanya.

"Jangan coba-coba lari lagi, kalau sampai aku menangkapmu, aku takkan pernah melepaskanmu!" ancam Ronan seakan tahu apa yang ada dipikiran Shakila.

BERSAMBUNG

***

Harap sabar untuk kisah flasbacknya, pasti sudah bisa menebak siapakah yang membuat Shakila dan Ronan sampai mengalami hal tragis. Seperti apa kelanjutan kisahnya, apakah Valexa dan Ravel bernasib sama seperti Shakila dan Ronan. Simak terus kisah Valexa ya ...

1
Martha Amelia Susanti
Luar biasa
Oka Mur
Kecewa
Oka Mur
Buruk
Ummaza
keren
Lea_Rouzza
yooowoooo br hari k2,,,nadin lenyap kau dr bumiiii wkwk #modePembasmiKbenarn
Annisa Djafar
Buruk
Annisa Djafar
Kecewa
Rini Susanti
mmg Iki kampus gk ada cctv??
Shinta Dewiana
bahagia...
Shinta Dewiana
kelepek2 deh klu punya suami kayak gitu...hanya ada di dunia halu....cakeeppp
Shinta Dewiana
ho...ho...ho....rupanya si paman si raja dedemit yg beri tau...
mampuslah lo caittin
Shinta Dewiana
kereeennnn...deh
Shinta Dewiana
tepat waktu...suaminya datang...
Shinta Dewiana
wk...wk...wk....
Shinta Dewiana
omo omo omo penuh dg kejutan..
Shinta Dewiana
kejutan ya
Shinta Dewiana
haayyuuu eksekusi..
Shinta Dewiana
lebai
Shinta Dewiana
huh ravel sialan malah beneran nyekik istrinya apaan....hiss...kan enggak harus sekeras itu juga..
Shinta Dewiana
kasihan banget sebagian udah terjun ke jurang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!