NovelToon NovelToon
Calon Istri Milyader

Calon Istri Milyader

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Perjodohan / Wanita perkasa / Menyembunyikan Identitas / Terpaksa Menikahi Suami Cacat / Dijodohkan Orang Tua / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Herazhafira

Alika gadis mandiri yang tangguh dan pemberani. Dengan menyembunyikan identitasnya, Ia dapat menyelesaikan setiap masalahnya dengan kemampuan yang ia miliki.

Menjadi calon istri dari milyader cacat membuatnya harus menghadapi musuh, keluarga, dan kekasih Zein.

"Kenapa kamu tidak menolak perjodohan ini?" Tanya Zein.

"Kenapa bukan kamu saja yang menolaknya? Tanya Alika balik.

Sikap cuek dan dingin yang dimiliki Zein membuat mereka seperti Tom and Jerry yang tidak pernah akur.
Sama-sama menolak dijodohkan tapi tidak ada yang berani melawan keputusan Hutama.

Bagaimana dengan kisah cinta dengan kekasihnya yang belum usai?

Bagaimana jika disaat cinta mulai tumbuh, tiba-tiba Papa Alika memutuskan pertunangan mereka secara sepihak?

Mampukah Alika bertahan dan mewujudkan impian kakeknya?

Ataukah Alika harus menyerah dan kembali menjalani kehidupannya seperti sebelumnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Herazhafira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gadis kecil

"Oke! aku akan keluar tapi kamu jangan melakukan apapun lagi."

Ramon menyerah, Zein semakin tidak bisa mengendalikan dirinya. Ramon keluar lalu berdiri di depan pintu. Ia membiarkan Zein menyendiri untuk sejenak.

"Akkhhh!" Teriak Zein di dalam ruangannya.

Saat melihat Alika lewat menuju dapur. Muncul ide di kepala Ramon. "Nah, ini dia pawang singa yang mengamuk itu. Hanya Alika yang dapat menenangkannya. Zein paling tidak bisa melawan Alika. Apa lagi jika mereka lagi perang mulut, pasti Zein yang kalah." Gumam Ramon dengan senyuman licik di wajahnya.

Ramon berjalan menghampiri Alika yang sedang sibuk di dapur.

"Khemm!" Dehaman Ramon membuat Alika seketika berbalik.

"Ramon, kamu kenapa? sepertinya kamu lagi ada masalah." Tanya Alika melihat raut wajah Ramon yang memerah.

"Ia Nona, aku dalam masalah besar."

"Kalau kamu ada masalah bilang aja sama Zein. Dia pasti membantumu."

"Justru masalahnya adalah Tuan Zein."

"Zein!?" Alika mengernyitkan keninggnya.

"Iya, Tuan Zein lagi ngamuk di ruang kerjanya. Aku aja di usir keluar. Tangannya berdarah lagi..!" Lapor Ramon melebih-lebihkan.

"Kenapa dia seperti itu? apa ada masalah di kantornya?"

"Nona lihat aja sendiri. Jangan lupa bawa kotak obat, tangannya terluka dan berdarah."

"Kalau dia terluka, kenapa kamu nggak obatin?"

"Dia nggak mau."

"..."

Alika mengernyitkan keningnya.

"Iya, dia nggak mau diobati dan malah mengusirku." Lanjut Ramon.

"Kamu duduk di sini aja, itu ada cookies di toples. Biar aku yang melihat keadaannya. " Ujar Alika lalu menunjuk toples yang berisi cookies.

Alika berjalan menuju ruang kerja Zein karena khawatir. Ia mengetuk pintu lalu masuk karena tidak ada sahutan dari Zein.

"Astaga..!? Zein apa yang sedang kau lakukan? Kenapa ruangan ini seperti kapal pecah?" Teriak Alika sambil mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan.

Kertas, pecahan asbak, pulpen, buku, serta beberapa miniatur, berhamburan di lantai. Bahkan Alika harus berjinjit agar dapat berjalan menghampiri Zein. Zein yang sedang menatap ke luar jendela kaca sontak berbalik mendengar teriakan Alika yang begitu nyaring di telinganya.

"Kenapa kamu ada di sini? siapa yang menyuruhmu masuk!"

"Tidak ada, aku hanya menghawatirkanmu."

Alika tetap berjalan mendekat sambil membawa kotak obat. Tangan Zein memang berdarah tapi Zein tidak merasa sakit sedikitpun.

"Keluar!" Bentak Zein sambil menunjuk pintu ruangan.

"Zein, kamu terluka."

"Jangan perdulikan aku, aku tidak perlu bantuan siapapun. Keluar dari sini!"

"Aku tidak akan keluar sebelum mengobati luka di tanganmu. Kakek akan menyalahkan aku jika kamu kenapa-napa, sini!"

Alika menarik tangan Zein. Tapi Zein kembali menarik tangannya.

Alika berkacak pinggang lalu membuang napas berat. "Kau ini benar-benar keras kepala! Berikan tanganmu, Aku harus mengobatinya biar nggak infeksi."

Alika menarik kursi kemudian duduk di depan kursi roda Zein. Ia kembali menarik tangan Zein lalu mengambil kapas. Ia membersihkan luka ditangan Zein, setelah itu memberinya cairan anti septik.

"Ah.." Zein merintih implusif menarik tangannya.

"Laki-laki itu nggak boleh cengeng, masa nggak bisa nahan sakit." Ejek Alika kembali mengusap luka Zein dengan kapas dan anti septik.

Zein hanya meringis menahan sakit, Ia diam menatap Alika yang dengan teliti membersihkan lukanya.

Tiba-tiba saja Zein mengingat saat dirinya masih kecil. Seorang gadis kecil datang menghampiri lalu menolongnya ketika Zein jatuh karena mengejar penjual balon di taman. Ejekan Alika sama persis dengan ucapan gadis kecil itu.

.......Flashback off .......

"Balon tunggu..!" Teriak Zein kecil mengejar penjual balon yang mengendarai motor. Panggilan Zein sama sekali tidak terdengar oleh penjual balon. Penjual balon itu tetap pergi sedangkan Zein terus mengejarnya hingga terjatuh. Lututnya luka dan berdarah. Zein kemudian menangis dan meringis.

Seorang gadis kecil berumur 7 tahun datang menghampiri lalu menolongnya.

"Lututmu berdarah." Ujar Gadis kecil yang sedang berdiri di hadapan Zein.

"Ayo kita ke sana, aku akan membantu mengobati lukamu." Tunjuk Gadis kecil ke salah satu kursi taman bermain.

"Kakiku sakit, aku tidak bisa berjalan." Ujar Zein.

"Aku akan membantumu." Gadis kecil itu memang lengan Zein dan membantunya berjalan menuju kursi.

Setelah duduk, Gadis kecil itu membuka tasnya yang berisi plaster obat, tissue basah dan air minum.

Gadis kecil itu mengambil plaster obat dan tissue basah lalu membersihkan luka di lutut Zein.

"Aw.." Ringis Zein saat tissue basah terkena di lukanya.

"Tahan sedikit."

"Pelan-pelan sakit tau!" Kesal Zein.

"Laki-laki itu nggak boleh cengeng, masa nggak bisa nahan sakit."

Zein diam, ia hanya meringis ketika gadis kecil itu kembali membersihkan lukanya.

Setelah selesai membersihkan luka Zein, Gadis kecil itu membuka plaster obat lalu merekatkan di lutut Zein.

"Selesai, nggak sakit lagi kan?" Tanya gadis kecil itu.

Zein diam menatap lukanya, kemudian menatap wajah gadis kecil yang menolongnya. "Makasih." Lirih Zein.

Gadis kecil itu hanya tersenyum sambil mengamati sekitar taman.

"Kenapa kamu bisa jatuh?"

"Aku mengejar penjual balon, tapi penjualnya sudah pergi jauh." Jawab Zein.

"Hahaha, ya pasti pergi jauhlah! Dia naik motor sedangkan kamu hanya berlari. Seharusnya nggak di kejar, tunggu aja penjual balon yang lain datang. Hehehe, sudah besar kok masih suka main balon." Ejeknya.

"Iya juga ya?" Pikir Zein. Perkataan gadis kecil itu masuk akal baginya.

"Nah, tuh ada penjual balon."

Zein menggeleng, ia tidak mau lagi membeli balon karena gadis kecil itu mengejeknya.

"Namaku Zein, siapa namamu?" Ujar Zein mengulurkan tangannya kemudian mereka saling bersalaman.

"Itu dia." Teriak seorang pria berpakaian serba hitam pada temannya yang mengejar gadis itu.

"Gawat! aku harus pergi!" Gadis kecil itu langsung berdiri kemudian berlari. "sampai jumpa Zein ganteng. Aku akan menikah denganmu jika sudah besar nanti, Bye-bye." Teriaknya sambil berlari menghindari dua pria berbadan besar yang sedang mengejarnya.

Wajah Zein langsung merona, ucapan gadis kecil itu membuatnya tersipu malu.

"Hei, tunggu! siapa namamu." Teriak Zein, tapi gadis kecil itu sudah menjauh dan tidak mendengarnya.

"Apa gadis itu sedang melamarku? ihh.. dasar gadis kecil nakal!" Zein bergidik ngeri, tapi dalam sekejap raut wajahnya seketika berubah dan langsung tersenyum, "Aku akan mencarimu suatu saat nanti." Monolog Zein.

........ Flashback on........

"Hei..! kenapa kamu melamun?"

Alika memukul lengan Zein, membuat Zein tersadar dari lamunannya. Ia menatap Alika dengan lekat. Tatapannya semakin sendu dan tak terbaca.

Alika kemudian membalut luka Zein dengan kasar steril. "Selesai." Ujar Alika lalu memasukkannya kembali obat ke kotak P3K.

"Kalau ada masalah dipikirin lalu cari solusinya. Bukannya menghancurkan barang seperti ini? apa salahnya barang-barang ini?" Ujar Alika

Zein hanya diam masih dengan tatapan datarnya, Ia melihat tangannya yang sudah terbalut perban. Cara Alika membalut lukanya cukup rapi dan itu membuat Zein menyunggingkan senyum tipis di ujung bibirnya.

"Alika..!"

"Hmm"

"Apa kamu pernah mengobati luka seseorang?"

"..."

"Maksudku, saat kamu kecil."

Alika menggelengkan kepalanya, Ia tidak terlalu ingat masa kecilnya.

"Saat aku kecil? Emangnya kenapa?"

"Ah, tidak! lupakan saja pertanyaanku."

Zein kembali memperhatikan tangannya yang terluka, entah kenapa hatinya mengatakan jika Alika adalah gadis kecil itu.

"Gadis kecil nakal! dimana kamu? kenapa begitu sulit menemukan mu? bagaimana rupamu saat ini? apa kamu masih cantik, imut, dan lucu seperti dulu? aku harus mencarimu sebelum aku menikah, tapi bagaimana caranya? atau tidak memiliki informasi apapun tentang dirimu." Batin Zein.

.

.

Bersambung....

1
Qaisaa Nazarudin
Kamu sama Meriska aja..sayang di anggurin..Meriska cewek cantik pasti jadi incaran banyak cowok tuh..😄
Qaisaa Nazarudin
Dasar lelaki MURAHAN suka banget Ngobral tubuhnya ke wanita JALANG..
Qaisaa Nazarudin
Ciihhh bilang aja tanpa Alika kamu gak dapat banyak Tender..🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Bagus Zein..Wkwkwwkk gimana Andrew..Nih om Hendrick sembarangan milih mantu,Oadahal dulu kalian yg maksa Alika sama Zein,Hanya dengan satu ke khilafan,itu juga sebenarnya keaalahan Alika sendiri yg terlalu keras kepala yang gak nurut sama Zein,Tapi kenapa Zein yg disalahkan??
Qaisaa Nazarudin
Dasar Playboy cap gayung.
Qaisaa Nazarudin
Halu mu terlalu tinggi nona..😂
Qaisaa Nazarudin
Lumayan
Qaisaa Nazarudin
Aku suka Visualnya,gak mulu artis korea,Sampai aku bosan liat artis oplas..
Qaisaa Nazarudin
Air mata buaya..Mulaikan DRAMA nya setelah ketahuan..
Qaisaa Nazarudin
🤮🤮🤮 Bilang aja.kamu RINDU uang nya Zein..🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Harusnya jangan ngomong hal itu saat ini, Takutnya yg ikut masuk ke Cafe tadi Sander,Ntar ketahuan deh..🤦🤦
Qaisaa Nazarudin
Gak ada peluang kedua..ini yg terakhir nya..
Qaisaa Nazarudin
Cumanya tunangan kan, Belum Nikah juga,Hal besar tuh kalo Nikahan gak ngundang sahabat itu baru keterlaluan..
Qaisaa Nazarudin
Banget.. Sekarang aja Sander udah ngerencain buat nyulik kamu lho.. jadi jangan keras kepala Lika,Mending nurut aja..
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwkw Zein takut tuh Alika di gondol orang..
Qaisaa Nazarudin
SETELAH puas kau mengobok obok Monika,kamu akan mengembalikan dia ke Zein?? wkwkwkkwk kamu pikir Zein BODOH mau menerima BARANG BEKAS?? mimpi aja kamu sono.. Alika deketin kamu juga karena misi..🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Pantesan setelah diputusin Alika,Dirga gak terima, karena dia takut gak dapat tender perusahaan..Makanya jangan jadi pria BODOH,sok soan selingkuh,tender aja masih mengharapkan belas iksan dari Alika..
Qaisaa Nazarudin
Ada yg kebakaran jenggot tuh tapi gengsian..🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Langsung di rakam harusnya Alika,sebagai bukti,Sanderkan lagi mabok,mana dia tau kamu merakamnya..
Qaisaa Nazarudin
akhirnya kamu masuk perangkap Alika juga ya Sander...👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!