NovelToon NovelToon
°

°

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Patahhati / Balas Dendam / Poligami
Popularitas:139.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ollane

Adli Aplosso suami dari Almara memutuskan menikah lagi karena nyaris lima tahun pernikahan mereka tidak dikaruniakan anak.

Saat frustrasi tidak disentuh lebih dari tiga bulan oleh suaminya sendiri yang sibuk dengan istri keduanya Alma tidak sengaja memiliki hubungan skandal dengan sepupu suaminya.

Sean Aplosso, yang selalu menganggap dirinya sebagai pemerkosa karena sudah menodai Alma.

Seharusnya itu menjadi hal yang buruk. Saat Sean menawarkan penjara, hukum, polisi dan jaksa kepada Alma, agar Sean dipenjara, Alma menolak karena berpikir ini bukan salah Sean, tapi kesalahan di kedua pihak jadi saya tidak perlu menjebloskan diri sendiri ke penjara. Alma tidak mau berurusan dengan hukum apalagi suaminya. Toh tak ada bayi yang akan dikandung karena dia mandul.

Tapi saat terbukti sebagai perempuan sempurna yang tidak mandul, Alma ternyata hamil. Dan Sean memaksa untuk bertanggungjawab untuk menikahi Alma, suami dari Alma dan Ayah dari bayi itu. Meskipun Sean akan menjadi Ayah dan Suami dari penjara.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ollane, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

31: Adli Mabuk

Adli menatap dingin cairan bening di gelas yang tergenggam di tangannya. Kepalanya mulai berhalusinasi, di genangan air itu terbayang wajah Alma. Cantik, manis, menggoda dan memesona ... Adli tersenyum kecut. Ah, Alma. Andai mereka di satu raga yang sama. Adli hanya mengurut kening.

"Bahaslah apa yang harus kita bahas, tidak usah berbelok ke yang lain ... dan satu lagi, jauhkan semua wanita ini dariku." Adli menggerakkan telunjuknya ke arah seluruh wanita yang ada, hembusan napasnya cukup kuat. Adli tentu saja terlihat begitu kesal. Kenapa di rapat bisnis dengan calon klien harus ada wanita-wanita seksi seperti mereka? Bukannya fokus untuk bekerja, bukannya akan merangsang gairah?

"Jangan mengusir mereka dan menatapnya seperti itu, Tuan Aplosso. Mereka juga bagian dalam bisnis, gairah tinggi yang terpuaskan akan meningkatkan kinerja otak seorang pebisnis," Pou Ei menyeringai, diketuknya kepalanya sendiri.

Adli memang selalu bertemu dengan klien yang tidak bisa hidup tanpa wanita-wanita, dimanapun mereka berada selalu saja ditemani wanita-wanita yang terus berganti jika mereka bosan. Dalam kehidupan Adli, dia sudah terbiasa dengan pola hidup orang-orang yang seperti itu. Awalnya Adli tidak perduli, tapi semenjak menikah dia menjadi risih. Kenapa orang-orang itu tidak mencari satu wanita saja dalam hidup mereka? Adli memang tidak berhak mengatakan ini karena dia punya dua wanita. Tapi bagi Adli, tak ada yang lebih membahagiakan saat dia berangkat bekerja sambil menahan diri dan saat dia pulang satu-satunya wanita yang benar-benar special baginya—bukan sekedar wanita bayaran yang cuma numpang memuaskan saja—sudah menungguinya di dalam rumah, memberikan Adli ciuman, pelukan dan bersedia saat Adli meminta hal yang lebih.

Tak ada yang lebih membahagiakan dari itu. Kebersamaan mereka bukan hanya pelepas nafsu, tapi memang benar-benar terasa indah dan special. Orang-orang seperti Tang Pou Ei memang takkan pernah merasakannya, sebahagia apa Adli dan secinta apa Adli pada hidupnya karena Alma menghiasinya. Pou Ei belum menikah, seluruh wanita di matanya sama saja, dan tak ada istri yang akan menungguinya di rumah utama yang ada di Tiongkok saat Pou Ei pergi untuk berbisnis. Jadi wajar saja, kadang Tang Pou Ei merasa kesepian, bukan? Itu yang Adli dulu rasakan. Tak ada teman, seluruh temannya hanya mendekat karena Adli adalah orang yang pandai berbisnis dan dari keluarga terpandang. Tak ada 'keluarga', di sini yang dimaksud bukan orang-orang yang punya ikatan darah dengannya, tapi yang benar-benar keluarga. Adli memang punya seorang Ayah, tapi Sang Ayah hanya membanggakannya jika Adli bisa memenuhi kriterianya. Jika Adli tidak bisa memuaskannya, bahkan ayahnya tidak melirik sama sekali. Jadi, orang seperti itu bisakah disebut Ayah? Bahkan ibunya, hanya akan 'menyayangi' Adli jika bisa mengambil hati ayahnya.

Jika Adli tidak bisa menemukan orang berharga dalam keluarganya yang benar-benar terikat darah dengannya, maka Adli akan mencarinya di luar keluarga. Dan dia menemukannya. Wanita yang menungguinya sekarang di rumah. Alma dengan segala pesonanya ... hanya wanita itu yang membuatnya bergairah dan tergila-gila.

Adli mengeluarkan sesuatu dari dalam saku celananya. Shampoo Alma, hanya satu bungkus saset. Di bawah meja Adli diam-diam merobeknya dan mengeluarkan sedikit shampoo tersebut untuk diusap ke sekitar pergelangan tangannya. Setelah merata, hidung Adli mengendusnya, menghirup aromanya dalam-dalam. Aroma rambut Alma ... tak lama Adli sudah terbuai begitu saja. Inilah aroma Alma, yang selalu membayangi hidungnya. Jika wajah Alma selalu membayangi mata Adli, aromanya akan membayangi hidungnya dan sentuhan wanita itu akan membayanginya seluruh anggota tubuhnya.

>><<

Adli pulang dalam keadaan mabuk. Hari sudah benar-benar gelap, saat turun dari mobil langkahnya terhuyung untung sopir Adli dengan sigap memapahnya. "Jangan sentuh pergelangan tanganku!" Adli berteriak, direnggutnya paksa tangannya dari sang sopir yang hanya terheran-heran. Adli yang mabuk parah menempelkan pergelangan tangannya ke hidung. Menghirup aromanya dalam-dalam, tapi aroma itu sudah pudar. Adli menghempaskan tangannya berdecak, dia melangkah masuk. Menyeret kaki masuk ke dalam rumah, ada Yura yang menungguinya di sofa. Adli terlihat kesal, kenapa harus Yura? Biasanya Alma yang menungguinya!

Adli mengerang, kesadarannya benar-benar mengkhawatirkan. "Dimana, Alma!? Dimana!"

Yura gelagapan. Apalagi saat Adli berteriak, "ALMA! ALMA!"

Alma yang ada di dalam kamar terbangun kaget. Alma menoleh ke samping tubuhnya, tak ada Aldo. Aldo benar-benar seperti halusinasi, sejak sore Alma menungguinya Aldo tidak kunjung datang lagi. Jangan-jangan Alma terlalu banyak mengkhayal? Dan nyatanya Aldo hanyalah seorang halusinasi atau hantu?

"ALMA!"

Teriakan parau itu membuat Alma bergegas keluar kamar. Ada Adli yang menghunusnya tajam, seperti kecewa. Adli tidak butuh Yura yang menungguinya sampai larut ... hanya wanita ini! Adli melangkah mendekat, menangkap kepala Alma dan meraup bibirnya. Awalnya Alma membiarkannya, tapi teringat perkataan Aldo 'bahkan di rumah ini entah berapa penyadap dan kamera yang tak bisa ditemukan kecuali rumah ini dirobohkan' Alma langsung melepaskan pangutan Adli. Adli terlihat kecewa, kenapa istrinya menolak? Tidak biasanya Alma-nya seperti ini. Sekalipun Adli mengecewakannya, sekalipun Adli membuatnya benci, Alma tidak pernah menolaknya dengan cara kasar. Alma selalu sambil menangis jika melakukannya, bukti dia merasa bersalah.

Adli meraup bibir Alma sekali lagi, benar-benar menahan punggung kepala Alma agar tidak bisa menjauh. Alma berusaha menjauhkan wajah, berbisik lirih, "maaf, Mas ... jangan sekarang ...." Adli yang ditolak matanya berkaca-kaca. Ada apa, Alma? Apakah kamu benar-benar sudah membenci Adli sekarang.

"Kenapa?" Suara Adli mulai pecah. Lelaki mabuk itu kehilangan control diri, "kenapa? Kenapa? Kenapa, Alma? Apa salahku?" Suaranya yang parau berubah menjadi segukan. "Apa salahku?" Lelaki mabuk itu kacau. "Kenapa kamu menolakku? Padahal aku hanya menciummu ... kamu tidak pernah menolaknya sebelumnya tapi ...." Tatapan Adli mengarah ke pergelangan tangannya yang tadinya ditepis oleh Alma. "Kenapa, Alma?"

Alma terlihat pias saat mendapati Adli kacau dan menangis. Sekalipun itu pengaruh alcohol, tetap saja Adli yang menangis kacau seperti ini terlihat menyedihkan. "Aku bukan menolakmu ...." Alma memeluk Adli, ditepuknya punggung lemas lelaki itu. Alma berusaha membujuk lelaki mabuk yang bahkan tak bisa dibujuk dengan benar, Adli masih menangis. "Tapi jangan sekarang, ya? Nanti ...." Alma mengedarkan pandangan ke segala penjuru ruangan. Aldo tengah mengintai mereka. Entah dari sudut mana, Aldo bisa melihat dan mendengar segalanya apa yang terjadi di rumah ini. Yang sama saja, Alma tidak mungkin berciuman atau berhubungan dengan Adli di depan mata Aldo langsung 'kan?

"Kenapa harus nanti?" Adli bertanya seperti anak kecil. Saat Alma memeluknya, dibalas peluknya Alma sambil mengangkat tubuh mungil itu hingga tidak bersentuhan dengan lantai. "Kenapa tidak sekarang? Kenapa harus ditunda? Kenapa?"

1
katerina
lanjutkan karya bagus ini
Eka Pengestu
padahal bgus loh...knpa slalu buat cerita yg gantung gini sih thor kek di PHP in..😫
cinta pertama
ditunggu updatenya Thor
cinta pertama
yah... penasaran deh? lanjutkan Thor
cinta pertama
benar-benar menguras emosi dan bikin penasaran. semangat kak ollane... author favoritq
NandhiniAnak Babeh
author kemana ya.. sudah 2 bulan ga ada kabarnya lagi nih 🤔🤔🤔
Rika Jhon
ahaha sean bnr2 udh gila bkn stres lg..tpi aq suka n mendukung itu😀
Rika Jhon
ahaha sean stres🤣
Rika Jhon
ahaha ngakak bgt sm kelakuan ny sean
Rika Jhon
ahaha sean menghayal alma hamil dan dy akn memiliki anak dr alma
Rika Jhon
do'a mu aq dukung sean..dan akan di kabulkan olh otor ny😁
Rika Jhon
wuih sean udh mulai fall in love sm alma tpi dy tdk menyadarinya
NandhiniAnak Babeh
author where are you
NandhiniAnak Babeh
author Cepat bangun dan up lagi.. aku begitu setia dengan Karyamu sampai² slalu mengintip ke lapak mu di setiap waktu nya
NandhiniAnak Babeh
author dimanakah dirimu.. jangan bikin reader jadi tergantung seperti ini 😩😩😩😩😩
Vinna_hot mommy
wew....msh blom up jga c othor....
sampe lumutan akoh...
sampe2 ai selingkuh sama tetangga sebelah,eh ..pas ngintip ksni msh blom2 jga ..
ande
up up up up😊😊😊😊
Lenabid Daeng Lumang
udh gk up lg y Thor😁SDH terlalu lama diriku menunggu🤭
Lenabid Daeng Lumang
kadang geram jg sma si Alma,,kan jadi kasihan sma Sean

semangat y Sean aku ad d pihakmu kok💪😊
Indah Tuk Di Kenang
up dong thorrr...semangat💪🏻💪🏻💪🏻💪🏻ada aku yang menunggu😭😭walau berat😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!