Please para pembaca tercinta, untuk tidak dibomlike!. Like 3 chapter sehari saja, mohon hargai karya saya ya. Terimakasih.. 😊
Lisia seorang wanita kantor pengila kerjaan, berusia 22 tahun dan masih jomblo sampai sekarang. Menyukai novel romantis sampai mengoleksi berbagai novel dengan judul yang berbeda-beda.
Saking tergila gilanya ia terhadap novel, lisia juga menghayalkan karakter di novel seolah mereka nyata baginya.
Suatu hari saat pulang kantor Lisia langsung tertidur dan begitu membuka matanya ia sudah ada ditengah hutan.
lalu... Keterlibatan dengan para tokoh novel yang sangat lisia sukai pun dimulai.
siapa kah yang harus lisia pilih, diantara mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Redblack, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 28 Jebakan
Chapter sebelumnya
Disisi lain disebuah kediman Duke, seorang lady yang sedang marah marah dan menghancurkan seisi kamar miliknya sambil melempar barang kelantai.
Pranggg
Suara vas yang dilempar tersebut membuat para pelayan yang ada diruang itu dibuat kaget.
"Sial! Bagaimana bisa si dewi sialan itu masih hidup, jelas jelas aku sudah melihatnya terluka akibat serangan pembunuh bayangan waktu itu. Tapi bagaimana caranya ia bisa selamat?"ucap seorang Lady yang ternyata Lady Flora.
Dengan perasaan kesal , Flora mengancurkan barang barang yang ada disekitarnya.
"Sial! "
Lalu salah seorang pelayan mendekati Flora dan mencoba menenangkannya, namun Flora yang dipenuhi kemarahan dalam dirinya menampar pelayan tersebut dan meneriakinya.
"Jangan ikut campur, kalian semua keluar dari kamar ku. Sekarang!! "ucap Flora yang meneriaki para pelayan.
Lalu mereka pun keluar meninggalkan Flora yang sudah seperti orang gila tersebut.
"Sial! Setelah bisa menyingkirkan Diana sialan itu sekarang malah datang dewi baru yang tidak jelas asal usulnya"ucap Flora yang berguman sambil mengingit kuku jari tangannya.
🌺🌺🌺🌺🌺
Disisi lain Didesa Agelios, Lisia yang sedang menjelaskan rencananya kepada Oliver, Adelio, Ezra, Kyler dan Nevan didalam ruang kepala desa. Mereka pun mendengar dengan baik dan mencoba memahami apa yang di sampaikan oleh Lisia. Setelah selama 30 menit mereka mendengarkan, akhirnya Adelio mendapatkan sebuah ide untuk mendukung rencana yang Lisia.
Setelah Adelio menyampaikan idenya, semua yang ada didalam ruangan tersebut menyetujuinya, lalu mereka pun mulai melakukan rencananya.
🌺🌺🌺🌺🌺
seminggu kemudian
Berita Tentang Dewi Lisia yang tiba-tiba saja tidak sadarkan diri pun menyebar cepat keseluruh Kerajaan Magixion. Lalu berita tersebut juga sampai kediaman keluarga Duke Floweries dan seorang pelayan menyampaikan berita itu kepada Flora yang sedang menikmati secangkir teh ditaman.
Flora yang mendengar hal tersebut pun tersenyum senang, karna rencana yang dilakukannya saat pesta dansa waktu itu tidaklah gagal. Walau berita Lisia yang terkena racun akibat serangan pembunuh bayaran itu dan saat ini dalam keadaan koma, Flora mencoba memikirkan cara agar bisa membunuh Lisia secepatnya.
Lalu tersebar kembali sebuah berita keseluruh kekaisaran Dacania. Bahwa setiap orang, baik rakyat biasa sampai keluarga bangsawan boleh berkunjung untuk menjenguk dan berdoa akan kesembuhan sang dewi tersebut selama 3 hari penuh.Flora pun memanfaatkan hal tersebut untuk bisa menbunuh Lisia, lalu ia meminta kepada kepala rumah tangga untuk menyiapkan beberapa barang dan koin emas yang akan disumbangkan kekuil dewi hutan.
Keesokan paginya
Flora beserta 2 orang pelayannya ikut pergi bersama kedesa agelios begitu matahari mulai tebit. Wilayah Duke Floweries yang terletak disebelah utara dari Kerajaan Magixion, keberangkatan menuju kedesa agelios memakan waktu 6 jam .
🌺🌺🌺🌺🌺
Begitu Flora sampai didepan Kuil dewi hutan, terlihat banyak orang orang yang juga berkunjung melihat ataupun mendoakan akan keselamatan dewi Lisia. Lalu sebelum Flora turun dari kereta kudanya, ia mengatakan sesuatu pada salah satu pelayannya lalu memberikan sebuah botol yang berisi cairan berwarna ungu kehitaman. Setelah itu Flora pun turun dari kereta kuda bersama para pelayan pelayannya itu.
Begitu sampai didalam ruang doa, Flora dan salah satu pelayannya berdoa lalu memberikan sumbangan berupa makanan pakaian dan sekantong koin emas. Selama itu satu pelayan Flora lainnya diam diam meninggalkan ruang doa lalu bergabung dengan orang orang yang ingin menjenguk dewi Lisia.
Begitu sampai diruang khusus untuk bisa melihat dewi Lisia, orang orang secara bergiliran masuk untuk mendoakan keselamatan Lisia. Karna ada sebuah kepercayaan ,bagi mereka yang berdoakan Sang Dewi yang sedang sakit atau sedang terluka, maka doa dari orang orang tersebut bisa menyembuhkan atau menyelamatkan Sang Dewi.
Karna itulah semua orang dari berbagai tempat datang dan mendoakan akan kesembuhan Dewi Lisia, agar Dewi yang menjadi keseimbangan hutan tersebut bisa kembali pulih agar hasil alam sekitar menjadi lebih subur dan berlimpah lagi.
Sebab seminggu sebelumnya banyak yang mengeluk hasil panen mereka gagal dan hewan hewan dihutan juga berkurang, akibat kabar Dewi Lisia tidak kunjung sadarkan diri. Mereka merasa sejak dewi Lisia terbaring lemah hutan dan halam juga ikut melemah, karna itulah semuanya berbondong bondong datang kekuil dewi hutan setelah mendengar kabar pihak kuil mengizinkan semua orang berkunjung untuk mendoakan akan kesembuhan Dewi mereka.
Flashback seminggu sebelumnya
"Bagaimana jika kita manfaatkan doa dari orang orang yang datang berkunjung kedesa agelios. Untuk menangkap si pelaku"ucap Lisia.
"Apa maksud anda Lisia? " tanya Oliver.
"Jika misalnya saya sakit atau tidak sadarkan diri dalam waktu yang cukup lama. Kita bisa memanfaatkan keparcayaan itu! "ucap Lisia yang melihat kearah Oliver.
"Ah! Benar. Kepercayaan itu bisa menarik si pelaku keluar, tapi jika Lisia pura pura sakit untuk menarik orang banyak maka... "Ucap Oliver yang terpotong.
"Diperlukan alasan yang kuat agar mereka percaya dan berkunjung Kedesa Agelios "ucap Adelio.
Oliver menatap jam kearah Adelio yang ada didepannya itu karna telah memotong perkataannya, lalu Adelio hanya tersenyum puas kepada Adelio. Lisia yang melihat mereka hanya menghela nafas panjang. Lalu Nevan yang sedikit ragu ragu mencoba mengeluarkan pendapatnya.
"Itu...Bagaimana jika membuat keadaan hutan dan alam sekitar menjadi buruk?" ucap Nevan dengan suara pelan dan malu malu.
"Itu sebuah ide yang bagus" bersemangat "saya bisa menggunakan kekuatan saya untuk membuat hewan dihutan untuk tidak menampakan diri mereka, lalu saya juga bisa membuat hasil tanaman para petani menjadi rusak"ucap Lisia yang ada disamping Nevan.
"Jika hal tersebut terjadi maka orang orang akan percaya jika hasil panen mereka menjadi buruk karna sang dewi hutan dalam keadaan kritis. Bukan kah begitu Lisia? " ucap Kyler.
"Benar sekali"ucap Lisia.
"Lalu dengan menyebarkan berita dewi yang jatuh sakit dan mengizinkan orang orang untuk berkunjung kekuil, maka sang pelaku akan datang untuk memanfaatkan hal itu untuk mencoba membunuh Lisia lagi" ucap Ezra.
"Dengan jebakan yang kita pasang, maka ia akan datang dengan sendirinya tanpa perlu bersusah payah mencarinya"ucap Lisia dengan ekspresi wajah jahat.
"Baiklah. Kalau begitu saya akan menyebar kabar Lisia yang tidak sadarkan diri akibat terkena racun oleh pembunuh bayaran yang menyerangan pesta dansa waktu itu , keseluruh kekaisaran Dacania. Lalu Lisia mulai melakukan rencana anda untuk memperburuk alam dua hari setelah berita menyebar. Bagaimana? " ucap Adelio.
Lisia, Oliver, Ezra, Kyler dan Nevan menyetujui usulan dari Adelio. Lalu mereka pun memulaikan rencananya.
Flashback selesai.
Disebuah ruang, salah satu pelayannya Flora sedang berdiri disamping Lisia yang sedang terbaring dikasur tersebut.
Bersambung
...Terus dukung Redblack...
...Jagan lupa like, comment, hadiah, dan votenya, Kilik juga tombol favoritnya....
...Agar redblack terus semangat...
...Salam cinta dari redblack....
jangan lupa mampir yaa kaak