NovelToon NovelToon
Life After Marriage

Life After Marriage

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:738.4k
Nilai: 5
Nama Author: leni septiani

Menikah membutuhkan sebuah kesiapan, karena bukan hanya menyatukan dua insan yang berbeda kelamin, tapi juga menyatukan dua keluarga yang mana di dalamnya akan terjalin silaturahmi yang begitu erat.

Namun kehidupan setelah menikah tidaklah mudah, dimana setiap cobaan silih berganti menghampiri dan keharmonisan tidak selalu terjaga. Percekcokan itu selalu ada, begitu pun dengan pertengkaran akibat sebuah keslah pahaman.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon leni septiani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 30

Birma menceritakan semua masalah yang menimpanya pada sang istri yang kini setia duduk di sampingnya, air mata wanita hamil itu sudah menetes dengan begitu derasnya, membuat Birma mengelus punggung Clara dan kecupan ikut serta dirinya layangkan.

Ini yang membuat Birma tidak ingin berbagi masalahnya dengan sang istri, karena ia tidak pernah ingin melihat isrinya menangis selain tangisan bahagia. Tapi mau bagaimana lagi, Clara adalah bagian dari hidupnya, dan benar apa yang di katakan ayah mertuanya, akan beresiko jika sampai wanita hamil itu mendengar dari orang lain.

“Itu lah kenapa siang tadi aku menemui ayah sama Abang kamu. Awalnya aku tidak ingin merepotkan siapa pun, tapi mau bagaimana lagi ....” Birma menghela napasnya, kemudian kembali melayangkan kecupan di kening istri cantiknya itu, mengurai pelukannya dan menyeka air mata yang membasahi pipi Clara.

“Ayah bantu kamu ‘kan?” tanya Clara yang di angguki oleh suaminya itu.

“Awalnya aku gak mau cerita masalah ini sama kamu, karena terlalu takut membuat kamu kepikiran dan berakhir membahayakan anak kit...”

“Aku istri kamu, apa pun masalah kamu jelas aku wajib tahu, Bir. Jangan hanya mengenai kebahagiaan yang harus kita bagi, tapi juga kesulitan. Karena sejak kamu dan Ayah berjabat tangan, sejak itu lah aku dan kamu resmi menjadi kita. Jadi, jangan pernah sembunyikan masalah sepahit apa pun itu, karena aku akan siap menjadi pendengar segala keluh kesah kamu.” Clara memotong ucapan suaminya, meraih tangan suami tercintanya, lalu melayangkan kecupan di sana.

“Mas Bram, bidadarimu baper.” Seru Cella sedikit berteriak menyadarkan kedua orang di depannya akan kehadiran satu orang lain yang sejak tadi menyaksikan dengan terharu.

“Merusak suasana aja lo, Cellaram.” Dengus Clara mencebikkan bibirnya.

“Kalau gak gue ganggu yang ada kalian berdua lupa dunia. Gue juga yang sengsara.” Cibir Cella di akhiri dengan desahan lirih.

“Itu mah derita lo.” Birma dan Clara berucap kompak, membuat Cella yang sejak tadi menjadi penonton tanpa bayaran memberikan dengusannya. Selalu saja dirinya menjadi pihak ketiga yang tak di harapkan jika sudah berada di antara sepasang suami istri menyebalkan itu. Ah, sudah lah, lagi pula mana ada pihak ketiga yang di inginkan.

“Mentang-mentang gue cuma jadi selingkuhan, di sayangnya waktu gak ada nyonya sah doang.” Dengus pelan Cella dengan wajah yang seolah terluka.

“Tenang Cell, beberapa hari terakhir ini saya akan perlakukan kamu dengan baik, gak akan buat kamu jengkel, apa lagi membuatmu kesal.” Ucap Birma seraya memberikan senyumnya yang dulu berhasil memikat Cella, meskipun sebenarnya hingga saat ini pun masih, tapi tidak berani mengatakan, karena istri dari atasannya itu lebih galak dari anjingnya tetangga.

“Maksud Bapak apa, ya? Kok saya gak paham,” Cella mengenyitkan keningnya. Kembali Birma melayangkan senyumnya, dan itu membuat Cella kesal. “Please deh Pak Birma kesayangannya Cella istri Mas Bram, jangan kasih senyum itu terus, nanti saya makin naksir Bapak gimana coba? Saya gak siap ninggalin Masa Bram tercinta saya.”

Mendengar ucapan bernada lebay dan wajah seolah frustrasi itu, membuat Clara melemparkan bantal sofa tepat pada wajah Cella yang kini semakin cemberut. “Berani naksir laki gue, gak akan segan-segan gue kasih racun di minuman lo!” ancam Clara.

“Gue udah naksir dari lama kali,” Cella memutar bola matanya. “Siapa suruh, Pak Birma ganteng.” Kedipan mata genit Cella berikan pada Birma yang langsung saja bersembunyi di belakang punggung istrinya.

“Lo godain laki gue lagi, gue laporin nih sama laki lo saat nanti dia jemput ke sini.” Ancam Clara, yang membuat Cella seketika panik dan melayangkan plototan protesnya.

“Ck, mainnya ancaman. Awas aja lo, Bu boss!” kesal Cella melayangkan tatapan tajamnya, tapi jelas saja itu tidak berpengaruh pada Clara. “Pak Bos lanjutin dong, maksud dari beberapa hari terakhir itu apa? Pak bos benar-benar akan masuk penjara?” tanya Cella mengalihkan obrolannya, ia sudah begitu penasaran mengenai ucapan atasannya itu, dan kini hatinya entah kenapa terasa hampa.

“Sa...”

Teng nong ...

Baru saja Birma akan berucap, tapi suara bel lebih dulu menghentikanya, membuat Cella cemberut dan menggerutu, menyalahkan siapa yang berani bertamu di sore-sore seperti ini. Terkadang Cella memang setidak tahu diri itu, lupa bahwa dia tengah berada di rumah orang.

“Bukain pintu dong, Cell, gue mager.” Titah Clara seraya menyenderkan punggungnya pada tangan sofa dan meluruskan kakinya, bertumpu pada pangkuan suaminya, meminta di pijatkan oleh Birma yang beberapa detik lalu hendak bangkit, namun urung karena Clara lebih dulu menarik suaminya itu untuk kembali duduk.

“Kenapa hari ini gue malah jadi sekretaris plus-plus gini sih,” dengus kesal Cella, tapi tak urung wanita itu bangkit dari duduknya, melangkah menuju pintu utama untuk melihat siapa tamu yang datang.

“Gue mau puas-puasin nyuruh sama ngerjain lo, Cell, mumpung masih jadi sekretaris laki gue.” Kata Clara sedikit berteriak, lalu setelahnya tertawa. Sementara Birma hanya menggelengkan kepala, dan Cella berusaha tidak memedulikan istri dari atasannya itu, memilih melangkah untuk membukakan pintu yang bel-nya kembali berbunyi.

“Ish, Mas Bram ganggu aja deh,” gerutu Cella begitu membuka pintu untuk si penekan bel. Namun tak urung perempuan cantik itu menggandeng tangan laki-laki yang menjadi suaminya tiga tahun ini. “Padahal barusan aku sama Pak Birma lagi tegang-tegangnya.” Lanjut Cella dengan bibir cemberut.

“Emang kalian lagi ngapain?” laki-laki yang di panggil Mas Bram itu bertanya dengan kening mengerut, karena jujur saya apa yang di katakan istrinya terdengar ambigu, dan dirinya tidak ingin sampai salah paham.

“Ayo deh masuk dulu nanti juga tahu,” kata Cella menggiring suaminya kembali masuk ke dalam rumah milik sang atasan yang sudah dirinya anggap sebagai rumah sendiri. Oh tentu saja, sebagai selingkuhan bukankah berhak menganggap seperti itu?

Cella yang masih saja menggerutu sambil bergelayut manja di lengan suaminya, menghampiri pasangan Birma–Clara yang masih dalam posisi seperti semula, dimana kaki wanita hamil itu berada di pangkuan Birma yang setia memijatnya. Namun begitu Cella kembali dengan seseorang yang sudah mereka kenal, karena beberapa kali pernah bertemu dan mengobrol, Clara kembali menurunkan kakinya dan menyalami pria kesayangan Cella itu.

Sebagai tuan rumah, Birma tak lupa untuk meminta tamunya itu duduk, meskipun Cella yang kadang lupa diri itu sudah lebih dulu mendorong suaminya untuk duduk. Birma dan Bram, mengobrol untuk sekedar basa-basi sampai Clara yang beberapa menit lalu beranjak, kembali dengan satu cangkir kopi di tangannya dan segera menyuguhkan di depan laki-laki yang cukup tampan itu.

Clara kadang tidak mengerti dengan otak Cella yang memilih menjadi sekretaris Birma di bandingkan duduk anteng di rumah menunggu suami pulang kerja. Padahal laki-laki yang menjadi suaminya itu cukup mapan dan mampu untuk memenuhi kebutuhan Cella yang memang cukup berkelas. Tapi setelah kembali di pikir, bagaimana dengan dirinya sendiri? Bukankah sama saja? Ah, sudahlah Clara memang kadang tak sadar diri.

“Pak Bir, lanjutin dong yang tadi,” pinta Cella memotong obrolan basa-basi antara suami dan atasannya.

“Gak sopan kamu itu, main potong pembicaraan orang aja.” Bram yang berada di samping Cella, memberikan satu sentilan pelan di pelipis istrinya itu, membuat Cella memajukan bibirnya.

“Kalau gak di potong nanti kamu sama Pak bos keasyikan, dan akhirnya obrolannya merambat soal pekerjaan, lupa waktu dan aku di cuekin. Lagi pula obrolan aku sama Pak Birma lebih penting dari pada obrolan kamu. Ini soal masa depan, antara lanjut dan tidaknya perselingkuhan aku sama Pak Birma.” Ujar Cella panjang lebar, yang lagi-lagi mendapatkan sentilan dari suaminya.

“Kamu mah KDRT, aku laporin ke Badan Perlindungan Anak baru tahu rasa!” delik Cella yang kali ini dapat lemparan bantal sofa dari Clara.

“Pak Bram dapat istri model gini dari mana sih? Jangan bilang kalau waktu itu Pak Bram khilaf, atau malah kelilipan?” Clara memicing curiga, menatap laki-laki yang usianya di atas Birma, dan tentu juga di atas dirinya. Bram yang mendapatkan pertanyaan itu bukannya tersinggung tapi malah terkekeh dan itu membuat Cella, sang istri semakin cemberut.

1
Suhaida Ghani
hebat ceritanya
si kece
justru yg begini yg menakutkan, diam2 menghanyutkan.
si kece
hadehh.. makanya apa2 jgn pendem sendiri, utarain ke suami. laki2 kan memang sering tdk peka, bkn jg mereka dukun yg bs tau isi hati manusia..
Fransiska Siba
Clara juga egois dalam keadaan marah. tp tidak mau kasih tahu kekesalannya bagaimana Birma mau tahu kesalahannya. kalau kamu kasih tahu pasti Birma menjauhi Dinda dan kamu tidak berlanjut cemburu begitu.
tp krn kamu tidak kasih tahu jadi silahkan saja berlanjut kemarahanmu itu sampai mati.
aku aja kesal sama Clara, meskipun Birma salah
Susi Susilawati
di tunggu karya terbaru nya lho mba Leni
Aminuddin Marpaung
Umai Kak....maaf saya baru nemu ini lg....trims Kak....
Nurwana
itulah kekuranganmu Birma krna kurang tgas. tp ingat Birma, jgn smpai gara gara sifatmu yg tdk tgas itw org yg kamu sayang dpt terlpas dri genggamannu.
Euis Jubaedah
kangen bangetttttttttt
Erma Marliany
akuu msh blm bisa move on dr rapa & cleona 😍😍😍 ngarep nya sih ada sesion 2 gth 😘😘😘
࿇ℕ_ℚєєLค✿࿐ 🅟🅖 ☄
udah end Thor ini nggak ada ektra part lagi keknya debay nya belum dikasih nama deh🙊
࿇ℕ_ℚєєLค✿࿐ 🅟🅖 ☄
nah betul itu kata ayah pandu atu emang harus dikasih tau dari pada tau dari orang lain nanti malah berabe
Weni Wulandari
ceritanya cela ama bram gk ada ya thor? kalo ada pasti seru bngt thor
Ayu Arthamobilindo
up thor
Ayu Arthamobilindo
dasar birma
Ayu Arthamobilindo
SE x x kerjain ibu hamil boleh y
Ayu Arthamobilindo
Calla hebat👍👍👍👍
Ayu Arthamobilindo
impas y bir
Ayu Arthamobilindo
kapok Lo Birma
Ayu Arthamobilindo
sompelak nya lyra itu
Ayu Arthamobilindo
sdh sdr birma
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!