Up tiap hari
pliss.... jangan lupa tinggalkan jejak
Ilmy Amelia adalah sosok gadis yang cantik dan juga pemberani, tapi ia juga sosok gadis yang sangat cuek pada sekitarnya, itu di karenakan sosok ilmy mempunyai kekuatan dapat melihat makhluk halus, ia juga dapat mengetahui masalalu orang lain.
Dimas adalah sosok arwah yang entah mengapa bisa melupakan kejadian disaat ia meninggal.
Pertemuan antara ilmy dan juga bima yang secara tidak sengaja, bisa membuat dimas mengingat sepenggal masalalunya.
Akankah ilmy membantu bima......???
Apakah yang sesungguhnya terjadi dan ada hubungan apa antara bima dan Ilmy....????
Penasaran....???
Nantikan kelanjutan ya......
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dark Queen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Season 31
Selamat membaca
Mendengar teriakan Sinta, Ilmy langsung saja kabur meninggalkan Deni dan Weni yang menertawakan mereka berdua.
"Hah.. Mau lari kemana loe hah....???" Sinta yang mengejar Ilmy.
"Ta.... Ampun ta...., gue tadi lagi ngurusin si Weni...., jadi loe salahin Weni aja yah..." bujuk Ilmy kepada sahabatnya itu.
"Jangan banyak alasan loe...!!!, balik sini nga... !!!" Sinta sudah tak menerima alasan lagi sekarang.
"Ta.... Plis...., kalau loe maafin gue sekarang, gue akan matuhin keinginan loe selama seminggu... Gimana...???." Ilmy mulai merayu lagi.
"Seminggu....???." tanya Sinta memastikan.
"Ya.. Ya.. Seminggu ta.., gimana... ???, Setuju kan..kan... Kan...???." Ilmy ikut memainkan alisnya saat mengatakan kata kan.
"Ok...., gue maafin kali ini, tapi kalau loe bohongin gue ...!!!, awas aja loe, gue nga mau ngomong lagi sama loe sebulan lamanya." jawab Sinta dan mendapat tatapan permohonan dari Ilmy.
"Ya elah ta....!!!, serem amat sih loe...!!!, lebih serem dari si wewegombel tau... " Ilmy kini menggandeng tangan Sinta, mereka berdua kembali bersama untuk makan siang bersama Deni dan Weni.
Suasana makan siang kali ini begitu suram dan sedikit tegang, pasalnya Sinta tak henti-henti ya memandang Dion dengan tatapan permusuhan.
"Kenapa manusia kebo tukang molor ini harus ada di meja kita sih....???." Sinta yang protes dengan kehadiran Dion dimeja makan yang sama dengan dirinya.
"Ya kalo loe nga suka, ya loe tutup mata aja ta..., susah amat hidup loe...???." jawab Dion asal sambil memakan makanannya, ia tak menanggapi tatapan Sinta yang seakan ingin memakannya, layaknya zombi pemakan daging.
"Udah... Udah..., buru makan gih.., ntar makanan loe keburu dingin.." Ilmy yang sedang menenangkan sahabatnya yang suka ngambek.
Sedangkan Randy, Billy, Hendra, Deni dan Weni hanya memakan makanannya dengan diam, tapi ada saja masalah yang menghampiri mereka, kini Mia dan Jessy yang datang hendak bergabung dengan mereka, tetapi menyuruh Ilmy untuk pergi karena bangku mereka sudah tidak cukup lagi.
"Hai ran..., kita gabung yah....???. " Mia yang sok-soan bersuara manja di depan Randy.
"Hei loe...!!!, gadis aneh...., minggir...!!!, Gue mau duduk." perintah Mia terhadap Ilmy, tapi tak mendapat respon dari yang di perintah.
"Loe budek yah...???, nga dengar gue nyuruh loe pergi.... ???." tegur Mia lagi sedikit meninggikan suaranya.
"Gue nga budek dan gue juga nga aneh, yang aneh itu malahan loe...!!!, datang dan teriak-teriak nga jelas, apa mata loe rabun yah...??? Loe nga lihat di sini tempatnya udah penuh...??? Kalo loe nga lihat, mending pulang dari kemping, loe ke dokter mata deh...!!!, mata loe pasti dah rabun tuh...!!!. " Ilmy kini sudah tak menghormati Mia lagi sebagai kaka kelasnya, siapa suruh dia songong.
Anak-anak yang mendengar pembelaan dari Ilmy hanya bisa menertawakan Mia, banyak bisik-bisik yang terdengar di telinga Ilmy dan yang lainnya sekarang.
"Kali ini mia mendapat lawan yang salah.....”
"Rasain tuh Mia....!!!, dia hobi banget sih ngenyiksa anak-anak baru di sekolah."
"Sok berkuasa sih...!!!, mentang-mentang orang kaya, jadinya mau seenaknya."
Ya... Seperti itulah yang terdengar di telinga Ilmy dan yang lainnya, termaksud telinga Mia sendiri.
"Di sini dah penuh mia...!!!, kenapa juga loe nyuruh-nyuruh si Ilmy pindah, padahal diakan yang duduk lebih dulu, loe aneh deh... ,!!!." kini Hendra yang menegur Mia.