Cerita ini berkisah tentang ketulusan cinta
seorang pemuda Tampan bernama Bima.
Dia sangat mencintai seseorang wanita
Cantik bernama Seila.
Walaupun Seila tidak pernah mencintainya
Tapi Cinta Bima begitu besar dan tulus
untuk Seila.
Hingga suatu hari Seila kehilangan kesuciannya dan di campakkan oleh
mantan pacarnya Bima tetap menerima
dan mencintai nya dengan sepenuh hati.
Bagaimanakah perasaan Seila kedepannya
untuk Bima ?
Akankah Seila membalas Cinta Bima?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santai dyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab.31 KAGET
Melihat tatapan tajam sang Nenek, Arya
buru buru menaruh slang pipa airnya ke tanah.
Air dalam slang dia biarkan tetap menggalir.
Pikiran Arya begitu kalut dan was was, sudah
terbayang dalam angan angannya.
Nenek yang marah dan sudah pasti akan
menghukum nya.
Hukuman yang sangat tidak Arya suka.
" Apa yang kalian lakukan disini ?"
Untuk beberapa saat kami terdiam, kami tidak tau harus menjawab apa dan bagaimana?
hingga Nenek kembali menggulang pertanyaan nya.
"Apa yang kalian lakukan disini ?"
Kami berpandangan sejenak sebelum, Arya memberikan jawaban.
" Nenek sudah pulang ?"
"Aku bertanya kepada kalian, bukannya menjawab tapi malah balik bertanya.
"Maaf Nek, kami hanya.....Arya tidak melanjutkan ucapannya karena Arya tidak tau harus menjawab apa.
" Dan Kau Arina...!"
Apa yang kamu lakukan, apakah begini caranya kamu bekerja ?"
Aku menelan ludaku dengan kasar, ucapan Nenek bagaikan jarum yang menusuk ke dalam jantungku.
sungguh telah mampu membuat hatiku sakit
Benar benar hari yang menyedihkan.
"Arina..!"
Kenapa diam,ayo jawab pertanyaan ku?"
"Ne..Nek!
" A..aku hanya....
" Sudahlah"
"Arya kau ganti bajumu yang basah.
" Dan kau Arina ganti juga bajumu yang basah
lalu temui aku.
Aku ingin bicara dengan kalian berdua.
" Baik nek !"
Setelah segala nya siap dan rapi aku bergegas menemui Nenek, tapi langkah ku terhenti, ketika mataku melihat Arya sibuk memandangi ponsel hpnya.
Kudekati dia.
" Kenapa ada disini !"
Kenapa tidak masuk, bukankah Nenek juga memanggilmu?
" Aku malas kamu saja yang kesana.
" Katanya takut sama Nenek kenapa justru
Sekarang berani membangkang perintah nya."
Arya melangkah dari tempat duduknya dan
duduk berpindah tempat dengan menyilangkan
kedua kakinya.
" Kau tidak menggenal Nenek,kau saja yang masuk aku tunggu disini.
" Tidak bisa" gara gara kau aku kini jadi pembantu kontrakan di rumahmu ini,harus bekerja dan melakukan suatu kegiatan yang belum pernah sekalipun ku lakukan.
"Awas saja kalau bayaranku sedikit.
Arya tertawa
Ha...ha..ha..ha...!"
" Tenang gajimu lebih tinggi dari gaji seorang dokter ternama."
Mata Arina berbinar mendengar ucapan Arya.
"Benarkah?" Awas kalau bohong!"
" Pantang bagiku untuk berbohong, jadi kamu tenang saja, nikmati hari harimu dengan menjadi pembantu kontrakan ku.
Ha...ha .ha.
Melihat Arya tertawa, Arina segera menghampiri dengan membawa sapu.
Arya yang menyadari dirinya dalam bahaya segera lari nenjauh.
Maka terjadilah aksi kejar kejaran lagi.
Dan mereka baru berhenti saat ada sebuah teriakan.
" Aryaaaa...!"
" Arina !"
" Sedang apa kalian disini?"
"Cepat masuk ke kamar, aku ingin bicara dengan kalian !"
Seperti seekor ayam yang takut kehilangan induknya, Arya dan Arina menggikuti langkah'
kaki Nenek memasuki kamar nya.
Dengan wajah menunduk keduanya berdiri di dekat pintu.
" Kenapa masih berdiri disitu, ayo masuk dan duduklah."
Dengan kepala menunduk Arina duduk begitu juga Arya.
Mereka sibuk dengan pikiran nya masing masing.
Arina bergumam dalam hati.
Baru kali ini ada Nenek, dari Tuan majikan suka
memanggil dan memberi hukuman sesukanya.
Benar benar sial nasibku terlantar disini, semua ini gara gara Bima.
Apa dia tidak tau betapa besar dan sulitnya
perjuanganku demi ingin bersama nya, aku
lakukan apapun termasuk menghancurkan
rumah tanggaku sendiri aku tidak perduli dengan kedua orang tua ku menanggung malu atau apapun.
Aku ingin bahagia bersama dengan orang yang
aku cinta bukan dengan laki laki yang di jodohkan dengan ku.
Aku sungguh tidak percaya dengan apa yang kudengar, Bima menikahi wanita lain.
Bima tidak setia menunggu diriku.
Siapa wanita itu dan seperti apa dia sehingga
Bima mau melabuhkan hatinya.
Kini nasibku terjebak disini,di rumah megah tapi sangat buruk keadaan yang harus kuterima, aku menjadi pembantu kontrakan.
harus bekerja dan harus taat aturan.tanpa aku bisa melawan.
Bima, sampai kapanpun aku tidak akan membiarkanmu hidup bahagia dengan wanita selain aku dan wanita yang berhak mendampingi mu itu cuma aku.
tidak boleh ada wanita yang lain.
Dalam diam dengan kepala menunduk Arya pun bergumam dalam hati.
Sial,pasti Nenek memberikan hukuman yang sama seperti waktu lalu.
Waktu itu aku bisa menolak dan lolos dari hukumannya lalu sekarang bagaimana?
Hukuman yang aneh.
Masak iya, aku harus menikah secepatnya dan di berikan waktu satu Minggu.
memangnya mencari pacar itu gampang dan mudah seperti memesan tiket apa?
kali ini smoga hukuman nya tidak seburuk waktu itu.
Tanpa disadari Arya dan Arina sang Nenek
terus menatap wajah galau mereka.
Dengan menggelengkan kepalanya.
Anak anak muda jaman sekarang itu aneh dan nekad semua.
masak demi menutupi sebuah hubungan cinta, pacar nya disuruh jadi pembantu dan lebih aneh lagi sang pacar menerima.
benar benar cinta sejati yang selalu bisa saling
berkorban.
Akan ku berikan kejutan untuk mereka berdua
pasti mereka senang dan akan berterima kasih kepada ku.
Gumam Nenek dalam hati sambil senyum senyum sendiri.
" Ehemm.
"Kenapa kalian pada menundukkan kepala.
"Apa kamu pikir Nenek ini monster yang menakutkan?"
" Maaf Nek bukan begitu"
Ucap Arya.
"Arya dan Kau Arina " tatap dan dengarkan ucapan Nenek jangan ada yang menunduk.
"Sekarang jawab pertanyaan Nenek.
"Apakah kalian ada hubungan ?"
"Maksud Nenek apa?"Tanya Arina.
"Apakah kalian punya hubungan seperti berpacaran begitu?
Arya tertawa mendengar ucapan Nenek.
Ha hah ha ha
" Nenek ada ada saja "
" Tentu saja Nek kami ada hubungan dan hubungan kami antara Majikan dan pembantu.
" Benar begitu kan Arina!"
Arina yang ditanya pun segera memgagguk.
Melihat itu sang Nenek tersenyum penuh arti.
"Arya.!"
Arina pembantumu itu cukup cantik kan?"
Mendengar ucapan Nenek Arya tidak bisa menjawab selain menelan ludahnya dengan kasar, Arya memilih diam.
"Dan kau Arina!"Bukankah Arya majikan mu juga cukup tampan kan?"
Arina membulat kan kedua bola matanya dengan sempurna, mendengar ucapan sang Nenek, sebelum akhirnya menunduk.
Arina menelan ludah nya dengan kasar, dalam
hati ia bergumam.
Tampan apanya, bagiku ngak ada laki laki tampan di dunia ini selain Bima.
" Kenapa diam?"
" Kalian berdua di tanya semua nya kompak diam.
"Begini saja minggu depan kalian aku Nikahkan.
Keduanya kaget.
Bagaikan di sambar petir Arina mendongakan wajahnya yang tadinya menunduk menjadi menatap Nenek.
begitu juga dengan Arya.
Bagaikan paduan suara dalam lomba lomba
yang selalu kompak dalam berirama serentak
mereka berdua menjawab .
" Apaaa...?"Menikah?"
aku dkung kamu jd madu