"Kenapa hidupku harus semenyedihkan ini? Aku bukan hanya kehilangan suamiku, tapi aku juga harus memupus harapanku untuk menjadi seorang ibu karena aku mandul. Apa aku tidak pantas bahagia?"
Maharani adalah seorang wanita yang menjadi istri dari seorang pria yang bernama Rendy Wijaya. Awal pernikahan mereka terjalin dengan begitu bahagia dan penuh keromantisan. Namun, setelah 5 tahun menikah dan selama itu juga mereka masih belum juga dikaruniai seorang pun anak, perlahan sikap Rendy mulai berangsur berubah hingga akhirnya ia menghadirkan Celine dalam pernikahan mereka dan mengakibat pernikahannya harus berujung dengan perceraian.
Bagaimana kisah Maharani dalam menjalani kehidupan keduanya dan menyembuhkan luka di hatinya atas pengkhianatan yang dilakukan oleh suaminya? Apakah Maharani akan memperoleh kebahagiaan yang begitu diimpikan? Lantas bagaimana dengan kemandulannya, akankah ada mukjizat yang Tuhan akan berikan untuknya atau selamanya harapan untuk dapat menggend
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eka Pradita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Doa Dion
Selamat membaca!
Kala itu Maharani hanya dapat menangis dengan bibir gemetar dan penuh rasa takut. Kesadarannya memang tetap terjaga. Namun, tatapan matanya tampak kosong, hingga membuatnya diam dan tak sanggup melanjutkan percakapannya dengan polisi di telepon.
Tak lama kemudian, seorang wanita datang dengan setengah berlari, hingga langkahnya tepat berhenti di depan pintu kamar Maharani sembari mengatur napasnya yang terengah karena kelelahan. Seorang wanita itu adalah Dini yang saat ini masih sangat terpukul atas kabar yang disampaikan polisi padanya melalui sambungan telepon.
"Maharani. Apa kamu sudah mendengar kabar soal Mamamu, sayang?" tanya Dini masih terus mengetuk pintu kamar. Namun, karena Maharani tak kunjung menjawabnya Dini pun memutuskan masuk ke dalam kamar yang memang tak terkunci itu. Saat ini raut wajah Dini menampilkan rasa cemas yang luar biasa, ketika melihat kondisi Maharani yang tengah terbaring di atas ranjang dengan tubuh lemas dan terkulai.
"Tante... Mama ke--kecelakaan." Maharani menjawabnya begitu lirih dengan dada yang terasa sesak. Bahkan bulir kesedihan masih terus mengalir deras dari kedua sudut matanya.
Dini mengerti kesedihan Maharani saat ini, ia segera membangunkan wanita itu dari posisinya dan segera merengkuh tubuh Maharani lalu mendekapnya sangat erat.
"Sayang, kamu yang sabar ya. Tante juga baru dihubungi oleh pihak kepolisian, jadi lebih baik sekarang kita ke rumah sakit ya untuk bertemu Mama kamu," ucap Dini sambil mengusap punggung Maharani dengan lembut.
"Tante, aku sudah enggak punya mobil lagi. Apa Tante bisa pesankan taksi untuk kita pergi ke rumah sakit?" tanya Maharani yang terdengar lemas dengan tubuh yang tak bertenaga.
"Jangan risaukan hal itu ya. Kita naik mobil Dion saja, dia sudah menunggu kita di bawah. Kamu kuat untuk berjalan 'kan, sayang?" tanya Dini penuh dengan kelembutan seraya mengurai pelukannya dari tubuh Maharani.
Maharani tak dapat menolak dalam situasi yang darurat seperti ini. Ia menganggukkan kepalanya dengan cepat untuk mengiyakan perkataan Dini. Maharani pun mulai bangkit dari ranjang dan melangkah secara perlahan dengan dibantu oleh Dini yang memapah dirinya.
"Ya Allah, aku mohon selamatkan Mama. Berikan Mama kekuatan. Tolong jangan ambil Mama dari sisiku karena hanya Mama satu-satunya orang yang aku miliki saat ini yang dapat menerima keadaanku apa adanya. Aku masih sangat membutuhkan Mama, tolong selamatkan Mama, ya Allah." Maharani terus berdoa dan berharap dalam hati, pikirannya tidak dapat tenang dan terus tertuju pada Vania yang saat ini keadaannya tengah kritis di rumah sakit.
Setiba di halaman rumah, terlihat mobil Dion telah terparkir di sana, sedangkan sang pemilik mobil tengah berdiri di luar mobil untuk membukakan pintu dan mempersilahkan Dini dan Maharani masuk ke dalam.
"Silakan Maharani," ucap Dion sambil menundukkan pandangannya. Kedua matanya terus menatap penuh rasa empati atas apa yang dialami oleh Maharani saat ini. Ia masih ingat dengan jelas, baru kemarin Maharani mengalami hal yang menyedihkan, kini Allah sudah memberikan ujian lagi untuknya.
Melihat pintu terbuka, Maharani pun segera masuk dan duduk di kursi belakang, sedangkan Dini duduk di samping kursi kemudi yang ditempati oleh Dion. Sebenarnya Maharani ingin sekali mengucapkan terima kasih pada Dion. Namun, ia tak memiliki tenaga lagi untuk menggerakkan mulutnya dan mengungkapkan dua kata tersebut.
"Kamu yang kuat ya Maharani. Aku percaya jika Allah tidak akan memberi ujian di luar kemampuan Umat-NYA, jadi aku yakin Allah tahu bahwa kamu bisa melewati semua ini," batin Dion yang kini telah duduk di kursi kemudinya.
Setelah Dion menyalakan mesin mobil, ia pun mulai melajukan kendaraannya keluar dari halaman rumah untuk secepatnya menuju rumah sakit, tempat dimana Vania berada.
Sesekali Dini melirik ke arah belakang untuk melihat kondisi Maharani. "Sayang, kamu harus kuat ya! Yakin saja pasti Mama kamu mampu melewati semua ini dan bisa berkumpul lagi dengan kita." Kata-kata itu terlontar dari mulut Dini yang sebenarnya merasa begitu takut kehilangan sahabatnya.
Maharani hanya mampu menganggukkan kepalanya, kemudian kedua manik matanya menatap nanar ke arah kaca mobil untuk memandang suasana di luar yang terlihat mendung.
"Ya Allah, bagaimana kondisi Mama saat ini? Pasti Mama sedang menantikan kedatanganku 'kan? Aku percaya Mama pasti kuat dan baik-baik saja 'kan?" batin Maharani yang terus bertanya-tanya, mengharapkan segala yang terbaik akan kondisi sang Mama saat ini.
Dion yang sesekali melihat Maharani dari kaca tengah pada mobilnya, sangat mengerti apa yang tengah wanita itu rasakan.
"Ya Allah, semoga Tante Vania selamat agar Maharani tidak semakin larut dalam kesedihannya. Entah kenapa aku tidak tega melihatnya bersedih seperti itu," batin Dion di kedalaman hatinya yang sangat ingin menenangkan tangisan Maharani saat ini, tapi ia bisa melakukan apa-apa. Terlebih Maharani bukanlah siapa-siapa baginya.
...🌺🌺🌺...
Bersambung✍️
Berikan komentar positif kalian ya.
Jangan lupa jika suka dengan novel ini berikan gift sebanyak-banyaknya.
Terima kasih ya sahabat semua.
Follow Instagram : ekapradita_87
makasih ya Thor ceritanya bagus 👍