NovelToon NovelToon
Arini, I Love You!

Arini, I Love You!

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:2.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: iLmaa_

Arini Aryani Putri
Lulusan tahun lalu dari Universitas Nusa Bangsa. Sudah melamar pekerjaan ke berbagai tempat namun selalu ditolak dengan alasan kualifikasinya yang tidak memenuhi standar. Sehingga mereka menjadi ragu untuk menerimanya bekerja.

Namun suatu hari, ia berhasil diterima bekerja di perusahaan Diamond Grup. Tetapi ini beda jauh dari jurusannya waktu masih kuliah dulu.

Akankah Arini mampu beradaptasi dan mengemban tanggung jawab itu? Bagaimana ia bisa menghadapi bosnya yang dingin dan selalu marah-marah padanya?
.
.
.
Simak ceritanya❤
Selamat membaca❤💋

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon iLmaa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 03

Sejak kejadian tadi, aku tidak disuruh melakukan apapun sama pak Reyhan. Sampai tak terasa jam makan siang pun tiba. Aku menutup dokumen yang sedari tadi aku pelajari. Merapikannya dan meletakkan diatas mejaku. Aku beranjak dari tempat dudukku dan berniat mencari Caca, sahabatku. Sebenarnya aku sudah kangen padanya.

Saat berada dalam satu lift dengan karyawan lain, entah kenapa aku merasa mereka tidak menyukai keberadaanku. Aku berusaha tersenyum ramah dengan mereka. Harus bisa beradaptasi dengan baik di lingkungan kerjaku.

"Oh jadi ini sekretaris baru yang katanya tidak bisa bekerja dengan benar, heh!" Ucap salah satu karyawan disana sambil memandangiku dengan sinis.

"Kok bisa ya, padahal tidak becus kerjanya tapi masih dipertahankan di perusahaan ini. Jangan-jangan dia bisa sampai diposisi ini dengan cara yang nggak benar." Balas karyawan satunya lagi.

Aku berusaha acuh dengan perkataan mereka. Apa seperti ini dunia kerja di kantoran yang sebenarnya. Menjatuhkan rekan kerjanya sendiri, sungguh miris. Aku masih menundukkan wajahku tidak ingin menanggapinya.

"Waahh, padahal tampilannya wanita baik-baik loh, tapi nyatanya..."

"Hahahahaha.." Semua yang ada dalam satu lift denganku tertawa.

Aku menggigit bagian bawah bibirku. Aku tidak punya keberanian membalas mereka. Apa yang mereka pikirkan tentangku, kenapa mereka sangat membenciku.

Ting

Pintu lift terbuka. Dengan tergesa-gesa aku berlari meninggalkan tempat itu. Entah kenapa langkahku berhenti di depan kamar mandi. Aku masuk ke dalam dan mengunci pintunya.

Hiks hiks hiks

Aku menumpahkan semua beban dihatiku. Air mata yang sudah menumpuk dipelupuk mataku ini. Kenapa dunia kerja begitu kejam. Aku takut sekali.

Sekitar 15 menit aku berada di kamar mandi. Setelah puas menumpahkan kesedihanku, aku segera mencuci mukaku. Keluar kamar mandi dan berdiri di depan cermin. Mataku terlihat sembab. Mungkin karena lamanya aku menangis tadi. Aku memoles wajahku dengan make up tipis. Untuk menyamarkan sembab diwajahku. Setelah mengatur napas sejenak, aku keluar dan menuju kantin untuk makan siang.

Setelah selesai, aku kembali ke meja kerjaku. Aku duduk disana dan membuka kembali dokumen yang belum selesai aku pelajari. Aku langsung berdiri saat melihat pak Reyhan datang menuju ruangannya.

"Pak.." Sapaku sambil menundukkan wajahku.

Pak Reyhan berhenti sejenak sebelum membuka pintunya. Menatapku dengan tatapan dingin dan tak menjawab sapaanku. Pak Reyhan langsung menarik pintunya dan segera masuk. Ada Novi dan beberapa karyawan yang mengikutinya.

Aku kembali duduk saat mereka sudah masuk ke dalam ruangan. Aku, sekarang apa yang aku lakukan. Mereka nampak serius saat memasuki ruangan pak Reyhan. Tapi aku juga tidak disuruh apa-apa sama pak Reyhan. Akhirnya aku memutuskan melanjutkan mempelajari dokumen tadi.

Satu jam kemudian, Novi dan beberapa karyawan tadi keluar dari ruangan pak Reyhan. Aku segera berdiri dan menunduk dengan sopan. Novi berhenti sejenak dan menatapku sinis. Kemudian melanjutkan langkahnya kembali, begitu juga dengan karyawan itu.

"Apa yang harus aku lakukan sekarang. Aku benar-benar tidak paham dengan pekerjaan ini. Aku merasa gugup saat mereka menatapku seperti itu. Tidak, Arini kamu tidak boleh menyerah begitu saja." Batinku dan aku melanjutkan lagi aktivitasku.

Aku mengamati sekitar meja kerjaku. Mereka nampak fokus dengan apa yang dikerjakan. Sedangkan aku, hanya duduk-duduk dan membaca dokumen ini. Biarkan saja, tidak perlu memikirkan mereka. Aku hanya punya waktu satu minggu untuk membuktikan kepada pak Reyhan bahwa aku bisa menjadi sekretarisnya.

1
Enung Samsiah
clara+Novi mau dinikahi rey 11 12
Enung Samsiah
ki sjarini nngk mikir dulu anak d tinggl gitu aja,,, ceroboh
Enung Samsiah
aduuhh sirehan main nyosor wae panas dingin aja awasss jngn smpi kebablasan
Enung Samsiah
ayo siapa yg gercep dia yg dapat,, taapiii kynya hti aini ke Reyhan ya, itu klu d cium lngsung nyaut, klu sm vian blm tentu,,
Enung Samsiah
bukn tipe tapi main cium-cium aja kaauuuu,,,,
Enung Samsiah
rugi arini dong Reyhan seenak jidat Sebellll
Enung Samsiah
jreng jreng jreng,,,
Enung Samsiah
tpi ntar rebutan arini kaka,adik nih kacauuu
Enung Samsiah
waah asyiiik tuh jdi sklian jdi mmhnya,,,, 🥰
Mugiya
mampir
Lena Sari
Novi kek nya cemburu sama Arini,,,memendam rasa ya nov??
lovely
cape2 baca dari awal endingnya gantung
lovely
dasarrr dunia haluuu gak mungkin cewek ma cowok palgi saling cinta satu kamarrr gak ngapa2in 😛🥴
lovely
swetttnya reyhan nah itu donk gentle jangan biasanya nyosor2 😂😂😡
lovely
duda lebih agresif nyosor2 karena dah pengalaman 😂
lovely
klo ada visuonya pasti lebih seruuu
lovely
yg tersakiti disini vian reyhan munafik bilang g suka masih cium2😜
lovely
harusnya Arini ma Vian thour baik ga sombong bukan maa Reyhan duda lagi mimpi apa tuh dapat perawan 🤔
lovely
jangan galak2 tar bucin lo
lovely
dulu dah pernah baca cm blm kelar
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!