NovelToon NovelToon
PRADA TRACE : Melacak Jejak Arwah

PRADA TRACE : Melacak Jejak Arwah

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Horor / TKP
Popularitas:26.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ichageul

Pradipta mendirikan divisi PRADA TRACE. Dia menerima klien yang ingin mencari anggota keluarga, teman, atau kerabat yang hilang. Pradipta bekerja sama dengan Gilang dalam menjalankan PRADA TRACE.

Namun setiap kasus yang mereka dapat, selalu menuntun mereka ke sebuah misteri yang harus dipecahkan.

Terkadang, orang yang mereka cari sudah menjadi arwah. Gilang pun harus menggunakan kemampuannya untuk menemukan jejak arwah dibantu oleh Prisa dan Jung Kook.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichageul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Informasi Berharga

Pradipta terus menelusuri jejak Arga. Rekaman CCTV menangkap jejak Arga memasuki daerah Cikalong Wetan.

Terakhir, keberadaannya terekam berada di Desa Tenjolaut. Namun setelah itu, jejaknya tidak terlihat lagi.

“Aneh,” gumam Pradipta.

Takut dia melewatkan sesuatu, Pradipta melihat kembali rekaman CCTV di Desa Tenjolaut. Untuk sampai di Kecamatan Darangdan, Arga harus melewati kawasan hutan pinus.

Diperkirakan akan memakan waktu sepuluh sampai dua puluh menit untuk melewati kawasan ini. Harusnya jejak Arga akan terlihat di Darangdan, tetapi Pradipta tidak menemukannya.

Karena penasaran, pria itu menelusuri Google Maps. Dia mencari alternatif jalan yang mungkin diambil Arga. Namun dia tidak menemukan jalan lain.

“Kenapa, Bang?” tanya Gilang yang menangkap kebingungan di wajah Pradipta.

“Jejak Arga menghilang di Desa Tenjolaut. Kalau memang tujuannya ke Jakarta, dia pasti ke Purwakarta lebih dulu. Rute yang diambil sudah benar, tapi begitu masuk ke Tenjolaut, jejaknya nggak ada lagi. Aku curiga dia hilang di kawasan hutan pinus Tenjolaut.”

“Dia kecelakaan gitu?” tanya Gilang yang ikut penasaran.

“Aku nggak tahu. Tapi aku nggak lihat mobil ambulans melewati Desa Tenjolaut dan Darangdan di jam itu. Tapi…”

Untuk menuntaskan rasa penasarannya, Pradipta bermaksud mencari data pasien di rumah sakit terdekat. Jarinya bergerak lincah di atas keyboard.

Dua puluh menit kemudian, dia sudah berhasil masuk ke sistem rumah sakit terdekat yang berada di daerah sana, tetapi hasilnya nihil.

Pradipta tidak menemukan catatan bahwa ada pasien pria yang dibawa masuk karena kecelakaan. Pria itu terdiam sejenak.

“Gimana, Bang? Ada?” tanya Gilang.

“Nggak ada. Nggak mungkin, kan dia ngilang gitu aja? Masa iya diumpetin genderuwo atau kuntilanak?”

“Kita minta aja Jung Kook sama Prisa cari tahu,” usul Gilang.

Tanpa membuang waktu, Gilang langsung memanggil Jung Kook dan Prisa. Dalam hitungan detik, kedua makhluk astral itu sudah berada di dekat Gilang.

“Gimana? Kalian dapat apa?”

“Si Arga emang ke Londomart. Habis makan, dia langsung pergi lagi. Kita udah telusuri jejaknya. Pas di Padalarang, dia sempat bantuin cewek yang lagi dikasarin sama cowok. Ada sekitar empat orang cowok. Satu aja sih yang bermasalah, sisanya cuma nonton doang,” tutur Prisa.

“Si Arga bantuin tuh cewek terus antar dia pulang. Habis itu dia lanjut perjalanan lagi,” sambung Jung Kook.

“Kalian nggak nemu apa-apa lagi habis itu?”

“Nggak. Soalnya nggak ada makhluk astral yang lihat Arga lagi setelah lanjut perjalanan. Jadi kita kehilangan jejak,” jawab Prisa.

“Sekarang kalian ke Desa Tenjolaut. Arga terlihat lewat sana. Kemungkinan dia hilang di hutan pinus Tenjolaut.”

“Oke deh, kita ke sana sekarang,” ujar Prisa.

Tanpa berlama-lama, Prisa dan Jung Kook langsung menghilang. Dalam sekejap mata, keduanya sudah tiba di hutan pinus Tenjolaut. Mereka langsung berkeliling mencari makhluk yang bisa ditanyai.

Prisa langsung melompat saat melihat kuntilanak sedang duduk santai di atas dahan pohon sambil bersenandung.

“Hei, kunti,” panggil Prisa. “Aku boleh nanya, nggak?”

“Wani piro?” tanya kuntilanak itu santai.

“Elo tuh jadi setan, masih aja perhitungan. Apa-apa diduitin, udah kayak manusia aja,” gerutu Prisa.

“Ya, terserah. Kalau butuh informasi, ya harus siap bayar dong.”

Prisa mengembuskan napas panjang. Dia segera berlalu meninggalkan kuntilanak tersebut. Hantu wanita itu kemudian memanggil Jung Kook.

“Tuh di atas pohon ada kunti. Tapi dia nggak mau informasi. Siapa tahu kalau kamu yang nanya, dia mau jawab.”

Jung Kook langsung mengalihkan pandangannya pada pohon yang ditunjuk Prisa. Dia bisa melihat sesosok kuntilanak sedang duduk santai di atas dahan. Jung Kook segera mendekati kuntilanak tersebut.

“Hai,” sapa Jung Kook.

Mendengar sebuah suara menyapanya, sang kuntilanak menoleh. Wajahnya langsung berseri-seri begitu melihat jin ganteng berada di dekatnya.

“Hai, ganteng. Kamu penghuni baru di sini ya?” tanya kuntilanak tersebut. Sikapnya jauh lebih ramah dibandingkan saat berbicara dengan Prisa.

“Nggak juga. Sebenarnya aku lagi cari seseorang. Siapa tahu aja kamu lihat dia lewat sini.”

“Kamu cari siapa sih, ganteng?”

“Aku cari cowok, namanya Arga. Wujudnya kayak gini.”

Jung Kook langsung mengubah tampilannya menjadi Arga. Kuntilanak itu menggeleng pelan. Dia memang sering berada di sini dan terkadang mengganggu orang yang lewat.

Namun, dia tidak pernah memperhatikan atau mengingat dengan jelas wajah orang yang diganggunya.

“Coba kamu ingat-ingat lagi. Sekitar sebulan yang lalu Arga lewat sini naik motor. Tapi dia hilang begitu melewati hutan pinus ini. Apa kamu ada lihat kejadian apa gitu? Kecelakaan misalnya.”

Kuntilanak itu terdiam sebentar. Setelah beberapa saat dia mengangguk setelah berhasil mengingat peristiwa malam itu. Kebetulan dia berada di pohon yang dekat dengan kejadian.

“Aku lihat ada motor lewat. Di belakangnya ada mobil yang ngebut. Mobil itu nyalip tuh motor terus nyenggol sampai si pengemudinya jatuh dan pingsan.”

“Terus, gimana?” tanya Jung Kook yang merasa orang yang dibicarakan kuntilanak tersebut adalah Arga.

“Pengemudi motornya dimasukkin ke mobil. Terus salah satu orang di mobil itu bawa motor yang jatuh. Mereka pergi dari sini habis itu.”

“Kamu tahu nggak mereka ke mana?”

“Nggak tahu.”

“Kamu bisa bantu aku nggak cari jejaknya? Please.” Jung Kook menangkupkan kedua tangannya seraya mengedipkan matanya.

Hati sang kuntilanak langsung luluh dibuatnya. Dia pun langsung menyetujui permintaan Jung Kook.

Prisa mendecih melihat kelakuan kuntilanak ganjen tersebut. Namun begitu, dia tetap mengikuti ke mana Jung Kook dan kuntilanak itu pergi.

Mereka menelusuri jalan sepanjang hutan pinus tersebut. Sesekali kuntilanak itu bertanya kepada makhluk sejenisnya yang ditemui olehnya. Sampai akhirnya, salah satu makhluk astral yang ditanyai memberikan informasi yang dibutuhkan.

“Aku tahu itu. Waktu kecelakaan terjadi, aku juga lihat,” ujar hantu pria bernama Saep tersebut.

Hantu pria itu berwujud menyeramkan. Bagian kepalanya menggantung hampir putus. Dia adalah korban pembegalan di tempat ini. Para pembegal menyabet kepalanya sampai hampir putus lalu mengambil motornya.

“Awalnya aku pikir mereka pembegal. Tapi mobil yang dipakai itu mobil mahal. Karena penasaran, aku ikuti mereka.”

“Kamu bisa tunjukin ke mana mereka pergi?” tanya Jung Kook.

“Bisa. Ayo ikut aku.”

Jung Kook dan Prisa langsung mengikuti Saep. Kuntilanak yang belum puas bersama Jung Kook itu memutuskan untuk ikut juga.

Prisa meminta Saep membawanya menelusuri jalan yang dilalui mobil tersebut, agar dia bisa menunjukkan jalan kepada Gilang dan Pradipta nantinya.

Sekitar dua ratus meter dari lokasi, Saep berbelok menuju jalan yang mengarah ke vila. Dia berhenti tepat di depan vila tempat Arga dihabisi pada malam itu.

“Dia dibawa masuk ke sana.” Saep menunjuk bangunan vila mewah di depan mereka. “Laki-laki itu dipukuli sampai mati oleh orang yang menabraknya,” lanjut Saep.

Jung Kook dan Prisa saling berpandangan setelah mendengar ucapan Saep. Ternyata orang yang sedang dicari Pradipta dan Gilang sudah kehilangan nyawanya.

“Kamu tahu nggak dia dikubur di mana?”

“Nggak tahu. Aku langsung pergi setelah laki-laki itu mati.”

“Terima kasih atas informasinya. Aku pergi dulu.”

Secepat kilat, Prisa dan Jung Kook langsung menghilang dan sekarang mereka sudah berada di kantor PRADA TRACE.

“Kalian dapat sesuatu?” tanya Gilang tanpa basa-basi begitu Jung Kook dan Prisa muncul di dekatnya.

“Iya. Kami sudah menemukan jejaknya. Tapi… Arga udah mati,” jawab Prisa pelan.

Refleks, Gilang melihat pada Indri. Bagaimana reaksi Indri saat tahu bahwa Arga sudah meninggal dunia?

***

Kasih tahu nggak ya ke Indri?

1
Umma Ridwan
iiiiih kalo bener yang ngikutin Giana teh si Ruben, berarti yang gondal gandulnya segede uprit punya nya si Ruben donk 🤣🤣
semoga neng Giana baik baik aja 🙏
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
kena sial dia 🤣🤣
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
senasib🤣🤣
Ani
bisa iya bisa nggak sih tapi kok yo beneran diikuti 🤔🤔🤔🤔
Safitri Agus
kenapa lari gi, tendang aja biar kapok kan reflek itu ya pas terkejut 🤭
Safitri Agus
Oalah kasihan 🤭🤣
Safitri Agus
🤭🤣🤣🤣
Safitri Agus
bisa jadi
Safitri Agus
sadiz ya😱
tehNci
Dari motor trail ke sepeda BMX,..jauh bangettt seenggaknya motor bebek atau matic gitu, masih sama¹ motor😂😂😛😛😛
tehNci
Wuiiih keren banget. si Leya ini😍🤩
tehNci
kirain Kania...
tehNci
Kania bukan ya?
tehNci
Giana lagi cosplay jadi detektif😄
tehNci
Mau mengumpankan dirikah? Semoga hanya menyelidiki saja
tehNci
Dasar gila nih orang. Buang mayat manusia kayak buang kresek bekas gorengan aja
tehNci
Kalo sudah mati, arwahnya bisa jadi petunjuk buat Jungkook dan Prisa
Lina Suwanti
semoga yg meninggal bukan Anjani n arwah korban ketemu sm Prisa atau Jun Kok biar bisa jd petunjuk
Ria alia
Murah banget tuh rudal dikeluarin mulu 🤣
Ria alia
Buset dasar emng otak iblis ya enteng bnget tuh bunur orng
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!