NovelToon NovelToon
Gawat! Aku Punya Anak Dari Musuh Sendiri!

Gawat! Aku Punya Anak Dari Musuh Sendiri!

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:10.6k
Nilai: 5
Nama Author: riri-can

Karena terlalu lelah dengan urusan skripsi, Ayara pingsan dan saat terbangun Ayara mendapati dirinya berada dikehidupan dimasa depan.

Dimasa depan Ayara menikah dan bahkan sudah memiliki seorang anak laki-laki tampan, tetapi yang membuat Aya ingin pingsan kembali adalah Ayara menikah dengan musuhnya saat di bangku kuliah, pria tampan bernama Guzelar adalah suaminya dimasa depan.

Guzelar pria tampan yang suka menghinanya dan mengatainya wanita tidak benar karena saat di bangku kuliah Ayara suka gonta-ganti pacar hampir setiap hari, bagaimana bisa dimasa depan Guzelar menjadi pria yang lembut dan manja serta bucin padanya?.

Bagaimana Ayara bisa mengatasi semuanya dimasa depan? Menghadapi Guzelar versi bucin dan menerima fakta jika mereka sudah memiliki anak? Ikuti terus perjalanan Ayara dimasa depan! Selamat membaca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri-can, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Setiap Hari Melakukannya!

Kelopak mata Ayara bergetar pelan sebelum akhirnya terbuka sempurna. Pandangannya langsung menyapu seluruh sudut kamar mewah bernuansa cream dan emas itu. Aroma lavender yang sama menyambut indra penciumannya. Sialnya, ini bukan sekadar bunga tidur atau mimpi buruk akibat terlalu keras memforsir otak mengerjakan skripsi.

​Nyata. Semuanya benar-benar nyata.

​Jadi, dia dan Guzelar si musuh bebuyutan bermulut silet di kampus benar-benar menikah di masa depan? Bahkan sampai dikaruniai seorang anak laki-laki setampan Gabriel? Ayara merasa lidahnya kelu, tidak bisa berkata-kata lagi untuk merespons takdir hidupnya yang luar biasa tidak masuk akal ini.

​Lalu, apa kalimat terakhir yang pria itu ucapkan sebelum dia pingsan tadi? Guzelar bilang dia mencintainya? Bukannya semasa kuliah dulu Guzelar adalah orang paling depan yang menunjukkan rasa jijik dan membencinya? Setiap kali berpapasan di koridor, pria berdarah Rusia-Indonesia itu selalu mendengus dan melontarkan kata-kata kasar, bahkan tega melabelinya sebagai seorang jalang!

​"Bagaimana bisa manusia sekejam itu berubah drastis jadi bucin akut?" batin Ayara merana, menatap langit-langit kamar dengan pandangan kosong.

​Gerakan di sisi tempat tidur menarik perhatian Ayara. Guzelar, yang tadinya mondar-mandir karena panik, menyadari bahwa sang istri sudah membuka matanya. Pria itu langsung berbinar lega dan berjalan mendekat.

​"Akhirnya kamu sadar, sayang. Aku sangat khawatir setengah mati tadi," ucap Guzelar lembut. Tanpa canggung, pria bertubuh tegap itu naik ke atas ranjang king-size lalu duduk bersimpuh di samping Ayara.

​"Dokter pribadi kita baru saja keluar dan bilang kalau kamu kelelahan serta stres berat. Sebenarnya apa sih yang kamu pikirkan belakangan ini? Apa karena tiket konser idola kamu itu batal ya?" tanya Guzelar penuh perhatian, jemari kokohnya merapikan helaian rambut Ayara yang berantakan di atas bantal.

​Mendengar tebakan ngawur sang suami, Ayara melongo. Konser siapa pula? Semasa kuliah hidupnya cuma diisi oleh jurnal, perpustakaan, dan drama percintaan tidak jelas!

​Sebelum Ayara sempat meluruskan kesalahpahaman itu, Guzelar sudah menarik tubuh Ayara ke dalam pelukan hangatnya.

"Kalau memang gara-gara itu, nanti aku akan datangkan langsung idolamu itu ke rumah kita, atau bahkan aku beli agensinya buat kamu. Jadi, jangan dipikirkan lagi, ya? Aku sangat khawatir melihatmu pingsan tadi, rasanya aku jadi suami yang tidak berguna karena tidak bisa menjagamu dengan baik," ucap Guzelar dengan nada sedih yang terdengar tulus.

​Ayara masih berusaha keras memproses semuanya. Jantungnya berdegup kencang, bukan karena terpesona, melainkan karena rasa gugup yang teramat sangat. Dengan tubuh kaku dan tangan bergetar, Ayara mendorong pelan dada bidang suaminya, lalu mendongak menatap manik mata tajam itu.

​"Guzelar... tunggu sebentar. Jawab aku jujur," cicit Ayara ragu-ragu.

"Apa kita berdua beneran sudah menikah?" tanyanya gemetar, memastikan bahwa dia tidak sedang masuk ke dimensi lain yang lebih menyeramkan.

​Mendengar pertanyaan konyol itu, Guzelar mengerutkan keningnya bingung. Alis tebalnya bertaut, menatap Ayara seolah wanita itu baru saja terbentur tembok.

"Tentu saja sayang, kita menikah sah di hadapan hukum dan agama, dan kita memiliki Iel," balas Guzelar lembut, mengusap pipi Ayara penuh kasih.

​Ayara menelan ludahnya susah payah, tenggorokannya terasa kering. "Jadi... maksudmu... kita menikah dan... dan melakukan hubungan badan, begitu?" tanyanya terbata-bata, nyaris menangis karena malu sekaligus syok.

​Tanpa beban dan tanpa rasa canggung sedikit pun, Guzelar mengangguk mantap. "Tentu saja, bahkan kita hampir setiap malam melakukannya, sayang." Pria itu bahkan dengan santainya mengecup pipi Ayara sekilas.

"Kenapa? Kamu ingin melakukannya sore ini? Wajahmu memerah, apa kamu sudah siap?" tanya Guzelar dengan tatapan polos dan senyuman menggoda yang sangat mematikan.

​Deg!

​Mendengar pertanyaan blak-blakan itu, seketika ubun-ubun Ayara terasa mendidih. "Enak saja! Tidak sudi melakukannya denganmu, Guzelar!" pekik Ayara kencang.

​Saking syoknya, Ayara langsung melompat turun dari ranjang, membuat Guzelar terperanjat kaget atas respons kasar dan mendadak dari sang istri.

​"Sayang, sebenarnya ada apa denganmu hari ini?" tanya Guzelar, keterkejutan jelas terukir di wajah tampannya.

"Mengapa kamu sangat kasar sekali? Biasanya kamu selalu menyambut ku dengan pelukan manja, dan kita biasa berciuman, lalu setelah itu langsung melakukan hubungan bad—"

​"CUKUP!" potong Ayara histeris, melengkingkan suara setinggi mungkin karena tidak sanggup mendengar kelanjutan kalimat kotor dari mulut suaminya itu. Wajahnya sudah semerah kepiting rebus.

"Aku tidak ingin mendengar apapun itu dari mulutmu! Jangan lanjutkan atau aku lempar pakai vas bunga!"

​Guzelar terdiam, menatap Ayara dengan sorot mata terluka dan bingung. "Sayang... aku salah apa?" tanyanya sedih, suaranya terdengar begitu putus asa menghadapi perubahan sikap istrinya yang mirip badai tropis.

​"Tinggalkan aku sendiri, Guzelar! Kumohon, keluar dari kamar ini sekarang juga!" pinta Ayara putus asa, kedua tangannya sudah meremas rambutnya sendiri karena frustasi tingkat dewa.

​Guzelar menatap raut wajah Ayara yang terlihat sangat kacau dan tertekan. Pria itu tahu persis kapan harus mendesak dan kapan harus mengalah demi kesehatan mental istrinya. Dengan berat hati, Guzelar menghela napas panjang, menyerah untuk sementara waktu.

​"Baiklah... kalau kamu butuh waktu sendiri, aku akan di kamar Iel ya, sayang," ucap Guzelar sangat lembut.

​Sebelum benar-benar beranjak pergi meninggalkan kamar, pria berdarah Rusia-Indonesia itu tetap menyempatkan diri mendekat sebentar, lalu mengecup kening Ayara penuh kelembutan. Sebuah perlakuan manis yang justru membuat Ayara semakin ingin menjerit histeris ke dalam bantal.

​Cklek.

​Pintu kamar tertutup rapat. Begitu memastikan Guzelar sudah benar-benar pergi menjauh, pertahanan terakhir Ayara runtuh seketika. Ia menjatuhkan diri ke lantai karpet, menutup wajahnya dengan kedua tangan, lalu berteriak sekeras-kerasnya.

​"Aku ingin pulang! Aku tidak sanggup hidup seperti ini! Huaaaaa!" pekiknya frustasi di dalam kamar yang luas itu, suaranya teredam oleh isak tangis histeris.

​Bagaimana mungkin takdir mempermainkannya separah ini? Di dunia nyata atau lebih tepatnya di masa lalunya dia dan Guzelar Jonathan Maximilian adalah musuh bebuyutan abadi yang saling memuntahkan racun setiap kali bertemu. Tapi di masa depan, entah bagaimana caranya, Ayara justru sudah resmi menjadi istri sah pria itu, tidur sekamar dengannya, bahkan melahirkan seorang anak laki-laki menggemaskan bernama Gabriel.

​Sebenarnya, iblis apa yang merasuki Ayara masa depan sehingga dia bisa takluk di pelukan si singa kampus yang menyebalkan itu? Memori apa yang hilang dari kepalanya? Skenario hidup macam apa yang sedang ia jalani sekarang?

​Ayara meringkuk di atas lantai, memeluk lututnya erat-erat sambil meratapi nasib malang. Otaknya benar-benar buntu, menyisakan rasa pusing berdenyut dan sejuta tanda tanya besar yang tidak punya jawaban.

Bersambung...

1
Ita Putri
mike
Hadi Mulyono
biadab banget ayah ayara ..jadi kuat ayara balas dendam .aku kok pingin ayara bisa bela diri .hajar keluarganya yg jahat
mimief
ternyata yg bikin dia hancur bukan mike.
tapi dari orang yg paling dia cintai .
yg dikira jadi pelindung dia
😔🥹🥹🥹
Anbu Hasna
ketiduran di ruang laundry 🫣🫣
mimief
saudara tirinya ya?🥹🥹🥹
mimief
sering Thor...
sayang akal sehat selalu mengalah. Karena jajan nya aku banyak. kalau kabur susah ntar jajan nya🤣🤣🤣🫣
It's me Ri🥕
Wkwkwk... Ayara emang suka benget ngerjain orang, tapi ga boleh ditiru yaa🤭
It's me Ri🥕
Tania nya belom mau cuti kak😭
mimief
dasar Ayana...kasian bapak bapak dikerjain.
nanti suaminya marah besar itu istri kesayangan nya main ditarik ajaa🫣🫣🤣
Anbu Hasna
kirain beneran jadi sekertaris. kasihan Tania lagi hamil besar disuru kerja
Mia Camelia
banyak rahasia ingatan yg belum terungkap nih🤔
Hadi Mulyono
guziler perlu di bawa ke uya kiya biar di hipnotis tar kan jujur ngomongnya😄
mimief
iy kan,laki laki tuh aneh. buat nyari perhatian kita tuh ngelakuin segala cara🤣🤣🤣.
seenggaknya dia inget akyu
eh ..kok cyiin nya kebawa lagi thor🤣🤣
mimief
masa lalu adalah cerminan masa depan kita
mimief
kyk dihipnotis kl yaaa....🥹🥹🥹
biar trauma nya terputus
Mia Camelia
mungkin duanda nyiksa ayara pas lagi hamil muda 🤔🤔🤔
Hadi Mulyono
emang nanti Gabriel mati?
Hadi Mulyono
ayara ayo semangat balas lah dendammu
mimief
pantesan mereka sebegitu benci nya.
anak pertama mereka??🥹🥹🥹
mimief
kalau kata di didrakor fix me..
meminta pertolongan adalah langkah pertama kita mau sembuh
jadi ga usah takut dan malu...
ayo kita sembuh bersama
It's me Ri🥕: Benar kak, semakin bungkam maka akan semakin sulit untuk sembuh 🥺
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!