NovelToon NovelToon
AKIBAT SALAH SERVER

AKIBAT SALAH SERVER

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir / Penyelamat
Popularitas:587
Nilai: 5
Nama Author: Linda Lubi Channel

Novel ini bergenre horor komedi yang menghibur meski horor. Cinta bisa tumbuh kapan saja dan pada siapa saja. Termasuk cinta Mbak Kunti kepada Nurdin, bestienya yang notabene-nya manusia. Karena patah hati, Mbak Kunti pindah ke daerah lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Linda Lubi Channel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

AKIBAT SALAH SERVER (Bab 4)

Penulis: Linda Lubi

***

Mbak Kunti menggeliat. Sepertinya hari sudah siang. Matahari menyilaukan mata Mbak Kunti.

"Pungo nih Fuso. Tau-tau udah nyampe aja. Di mana ini?" Mbak Kunti kentut.

Jika saja ada manusia di dekatnya, auto pingsan mencium aromanya. Mbak Kunti kebingungan. Saat ini dia berada di mana?

Mbak Kunti mencari tempat yang sepi dan nyaman. Ia tipe kuntilanak yang lebih menyukai kesunyian daripada keramaian. Ia terbang tanpa ada yang bisa melihatnya.

Perut Mbak Kunti berbunyi. Mbak Kunti kelaparan. Jangan pikir kuntilanak nggak butuh makan. Ia harus mencari makanan jadul. Lagi bosan dengan makanan kekinian. Apalagi makanan setan. Bosan.

Di kejauhan ia melihat seorang kakek-kakek jualan getuk . Mbak Kunti jadi pengin getuk. Ia merubah wujudnya menjadi wanita cantik.

"Kek, getuknya 20 biji ya. Kelapanya yang banyak. Gulanya dikit aja. Takut diabetes." Mbak Kunti ngadi-ngadi.

Emang kuntilanak ada yang diabetes? Si kakek jadi bergairah melihat wanita cantik yang membeli getuknya. Kebanyakan nenek-nenek yang sering beli getuknya.

"Ini uangnya. Kembaliannya buat kakek aja." Mbak Kunti menberi selembar uang berwarna merah.

"Wah; terima kasih ya cantik." Kakeknya agak genit juga.

Mbak Kunti menghilang dengan kecepatan yang tak biasa. Si kakek kebingungan karena Mbak Kunti udah nggak kelihatan lagi.

Begitu dia lihat uang dari Mbak Kunti hanya selembar daun, si Kakek pingsan dengan sukses.

Suasana pasar jadi heboh. Si Kakek digotong ke Puskesmas terdekat. Para pedagang teman Kakek takut si Kakek kena serangan jantung koroner.

Sementara Mbak Kunti memakan getuknya dalam sekejap. Belum satu menit, getuk habis semua.

Para influencer yang kontennya mukbang, pasti akan kalah kalo melawan Mbak Kunti mukbang. Cuma Mbak Kunti gak mau flexing tentang kehebatannya. Mbak Kunti gak suka dikenal orang, selain Nurdin.

"Nur...kiban haba awak drone?" Mbak Kunti ingat Nurdin.

Sementara di kampung Nurdin, warkopnya makin berkurang omset-nya. Biasanya warkop dipenuhi pelanggan perempuan. Sejak Nurdin kawin, mereka tidak berani menatap kegantengan Nurdin yang paripurna. Takut digampar istri Nurdin.

Mereka pindah ke warkop lain yang tidak ada pemandangan estetik seperti di warkop Nurdin. Selama ini mereka menabah-nabahkan hati melihat kolor dan kutang bergantungan di jemuran tetangga-tetangga Nurdin.

Demi melihat Nurdin mereka rela lewat di bawah jemuran orang.

Sekarang jika mereka melihat istri Nurdin, Salima, bukan lagi hidung mereka yang mimisan, tapi hati mereka yang berdarah-darah. Mereka kalah dengan Salima. Padahal mereka sudah bela-belain beli skincare terbaik agar Nurdin tertarik pada mereka. Lagi-lagi mereka kalah dengan Salima. Hikkk.....

Entah kenapa Nurdin jadi kepikiran Mbak Kunti. Sudah lama ia tidak pernah bertemu dengan Mbak Kunti. Ada kekosongan di hati Nurdin.

Di sebuah rumah kosong tak berpenghuni, Mbak Kunti mulai menata hidupnya. Karena ia sudah terbiasa dengan berteman dengan Nurdin, segala kebiasaan Nurdin kini sudah menjadi kebiasaan Nurdin.

Mbak Kunti menyapu dan mengepel ruangan yang akan dijadikan kamarnya. Cairan pel, sapu, alat pel, shampoo, sabun mandi, dan segala perlengkapan mandi ia colong dari kios Baba Aleng. Tak ada yang mengetahui kalau pelakunya Mbak Kunti.

Sebenarnya bisa saja Mbak menyihir rumah kosong menjadi bersih. Tapi ia ingin memulainya dari nol. Ia ingin kebiasaan Nurdin menjadi kebiasaannya. Nurdin...Nurdin terus di pikirannya. Apa benar Kuntilanak punya pikiran?

Walau warkop Nurdin sudah kurang laris, tapi penghasilannya sebagai influencer dan konten kreator semakin tinggi viewers dan followers-nya. Ia masih bisa menabung dan memberangkatkan emaknya Umroh. Tadinya ia ingin berangkat sekeluarga tapi karena Salima lagi hamil, mereka tidak jadi berangkat. Biar Emak saja.

Salima dikit-dikit muntah. Apalagi ngidamnya juga aneh-aneh. Nurdin harus siap siaga.

"Bang, adek pengin makan ikan hiu kuah merah."

"Dek, di mana abang cari ikan hiu kuah merah? Kemarin adek minta sate bebek. Nggak ada yang jual. Terpaksa minta dibikin sama Cek Timah, istri Cekni. Ini siapa pula yang abang suruh?" Nurdin sakit kepala.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!