Mati karena diabaikan oleh keluarganya, mati karena diabaikan bahkan dikhianati oleh sang suami, lelaki yang paling dicintai, mati akibat fitnah, kebusukan dan kelicikan saudara tiri dan ibu tirinya.
Mati sebagai orang hukuman yang benar-benar hina, mati di ujung pedang tajam sang algojo.
Tapi...
Dia punya kesempatan kedua untuk hidup, punya kesempatan untuk mengubah takdir buruknya di masa lalu.
Maka kesempatan kedua itu dia manfaatkan sebaik-baiknya untuk membalas dendam terhadap semua orang yang telah membuatnya hancur dan sakit hati....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ikri Sa'ati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 4. Penyebab yang Sebenarnya
Tidak lama kemudian...
Criiingng...!
[SISTEM TELAH AKTIF]
Seketika terdengar suara notifikasi seolah datang dari ambang udara. Lalu menyusul suara datar dan nyaring sebuah mekanis sistem. Kali ini bukan lagi di kedalaman dimensi pikiran Ling Qingxue, melainkan datang dari ambang udara di depan tempat tidur.
Buru-buru Ling Qingxue mendongakkan sedikit kepalanya, memandang asal suara itu yang terdengar di depan tempat tidur.
Di situ, di ambang udara tahu-tahu sudah ada sebuah layar persegi panjang berwarna kuning transparan. Di layar ajaib itu terdapat beberapa baris tulisan.
[Selamat datang, Ling Shao Jie. Anda berhasil mendapat kesempatan kedua untuk hidup Anda. Selanjutnya hamba akan menemani perjalanan Anda dan akan menuntun Anda untuk memperoleh kekuatan dan kesaktian dengan menyelesaikan misi-misi yang hamba tuntunkan.]
Tentu saja kejadian itu membuat Ling Qingxue cukup terkejut heran dan seakan tak percaya. Lalu dia menoleh sebentar pada Liu Xui, terus bertanya bernada ragu sekaligus penuh keheranan.
"Liu Xui, apa... kamu melihat sesuatu di depan aku?"
Liu Xui tidak lantas menjawab pertanyaan majikannya. Dia mengamati sejenak keadaan di depan mereka. Bakan dia celingak-celinguk segala. Tapi....
"Aku tidak melihat apa-apa selain apa yang ada di kamar ini, Shao Jie," ungkap Liu Xui bernada heran. "Anda melihat sesuatu yang aku tidak lihat?"
"Oh...," desah Ling Qingxue seraya mengangguk kecil.
Dia langsung paham bahwa pesan sistem yang ada di depan itu cuma dia yang melihat, bahkan cuma dia seorang yang dengar.
Ling Qingxue kembali menatap layar transparan yang masih mengambang di depan matanya. Sementara layar sistem itu kembali menampilkan pesan sistem berikutnya.
[Sebagai langkah awal, Anda harus menyelesaikan misi pertama, yaitu membuka segel meridian yang selama ini terkunci dalam diri Anda.]
Ling Qingxue tercenung beberapa saat. Lalu tanpa sengaja bergumam dalam hati, seolah bertanya kepada sistem.
"Kenapa meridianku bisa tersegel?"
[Sistem menjawab: akibat racun ganas yang mengendap dalam tubuh Anda selama bertahun-tahun, meridian Anda telah tertutup.]
[Oleh karena itu, Anda harus mengaktifkan kembali meridian Anda untuk membangkitkan energi spiritual Anda yang tersegel.]
[Hadiah akan menanti Anda berupa: Anda akan memperoleh kembali kecantikan Anda, ditambah kecerdasan.]
Oh, kamu bisa mendengar suara hatiku?
[Benar, Ling Shao Jie. Bahkan Anda bisa berbicara dengan hamba kapan pun Anda mau.]
Kalau begitu, apa yang harus aku lakukan untuk membuka kembali meridianku yang tertutup?
[Hamba telah mendeteksi seluruh tubuh Anda, Shao Jie. Dan hasilnya bahwa Anda memang terkena racun ganas, racun kombinasi antara racun dingin dan racun pelemah saraf....]
[Kedua kombinasi racun itu diberikan kepada Anda dalam dosis yang ringan, akan tapi selama bertahun-tahun, dan Anda sama sekali tidak menyadarinya.]
[Oleh karena itu, untuk menghilangkan kedua kombinasi racun itu, Anda membutuhkan Pil Pemurnian dan Pembukaan.]
"Pil Pemurnian dan Pembukaan?!" gumam Ling Qingxue, masih dalam hati.
Kembali sistem menampilkan informasi tentang pil tersebut berikut suara mekanisnya yang datar.
[Pil Pemurnian dan Pembukaan berfungsi untuk: membersihkan racun yang mengendap di dalam tubuh Anda, membuka kembali meridian Anda yang tertutup, dan meningkatkan sirkulasi aliran Qi atau energi spiritual di dalam tubuh Anda.]
"Kalau begitu, bahan ramuan apa yang dibutuhkan untuk membuat pil itu?" tanyanya lagi pada sistem.
[Bahan-bahan yang perlu Anda siapkan untuk membuat Pil Pemurnian dan Pembukaan adalah Akar Rumput Mutiara Ungu, Anggrek Tebing Es, Serbuk Melati Merah, dan Buah Inti Api Naga.]
"Cukup dulu, aku akan berusaha menyiapkan bahan-bahan itu," kata Ling Qingxue kepada sistem, sekaligus menutup pembicaraan.
Sementara itu, Liu Xui yang masih berada di sisi Ling Qingxue, hanya diam saja memperhatikan majikannya seperti tengah memikirkan sesuatu. Rupanya dia tidak tahu jika Ling Qingxue tengah berbicara kepada sistem.
Sedangkan Ling Qingxue, sejenak merenung kembali tentang meridiannya yang tertutup akibat racun yang mengendap di dalam tubuhnya.
Meridian yang tertutup....
Ling Qingxue merasa keterangan sistem amat masuk akal.
★☆★☆
Sejak kecil Ling Qingxue kerap merasakan tubuhnya lemah dan kedinginan, lebih sering sakit-sakitan. Seberapapun usahanya dalam berlatih, tetap saja dia merasa kekuatannya tidak berkembang, bahkan seolah terkunci. Ditambah lagi dia merasa seperti tidak memiliki energi spiritual sama sekali.
Dia mengira jika takdirnya memang buruk, terlahir dalam keadaan lemah. Akan tetapi sistem telah membuktikan jika itu bukanlah takdirnya, melainkan sesuatu yang memang disengaja....
Dia diracuni....
Seketika wajah Ling Qingxue berubah dingin mengelam. Sepasang matanya menyorot tajam seolah hendak membakar seluruh apa yang ada di depannya. Kedua telapak tangannya dikepal dengan kuat dam erat....
Benaknya segera mengingat akan misi pertamanya. Maka dia bertekad misi ini harus berhasil.
Dia tidak ingin lagi menjadi bulan-bulanan nasib, dia tidak ingin lagi menjadi orang yang tertindas.
Tak lama, setelah meredakan kembali keadaan dirinya, Ling Qingxue menoleh pada pelayan setianya itu, terus bertanya.
"Liu Xui, apa kita mempunyai uang?"
Tentu saja pertanyaan itu membuat Liu Xui kaget bercampur trenyuh. Mana majikan mudanya ini memiliki uang?
"Mana kita memiliki uang, Shao Jie?" sahutnya penuh rasa prihatin dan sedih, "koin perunggu pun kita tidak punya."
"Kita tidak punya uang?!" desah Ling Qingxue meringis dalam hati.
Seketika dia tersenyum pedih....
Dari dulu dia dan Liu Xui memang hidup melarat di dalam rumahnya sendiri.
Paviliun mereka terletak paling belakang dan paling kecil, bahkan cukup terpisah dari kediaman megah Jenderal Ling Guojin. Paling sederhana dan paling buruk, sangat tidak layak jika rumah itu merupakan tempat tinggal seorang putri jenderal yang amat disegani dan dihormati.
Beda halnya dengan Ling Yaofei dan ibunya, Su Yinfei, mereka tinggal di lingkungan kediaman mewah Jenderal Ling Guojin, hidup dalam kemewahan, berpesta di atas penderitaan Ling Qingxue, menikmati semua kesenangan yang seharusnya dirasakan oleh Ling Qingxue juga.
Menyadari akan kemiskinannya dan kesusahan hidupnya, Ling Qingxue hanya bisa mengepalkan tangannya, merasa geram dan marah dengan situasi seperti ini.
Tidak punya uang apa yang harus dia lakukan? Sementara sistem menuntutnya untuk menyiapkan bahan-bahan pembuatan Pil Pemurnian Meridian, untuk membuka segel meridiannya yang tertutup.
★☆★☆
Dalam keadaan pikirannya buntu seperti itu, tiba-tiba dia teringat akan harta yang cukup berharga miliknya.
Tanpa menunggu dia segera membuka lemari kusam di samping tempat tidurnya. Mengacak-acak dan meraba-raba isi di dalamnya yang tidak banyak. Tak lama tangannya menyentuh sesuatu yang dingin. Lalu dengan cepat dia mengeluarkan benda itu yang ternyata sebuah gelang giok berwarna hijau muda mengkilap.
"Shao Jie, itu....," Liu Xui langsung terkejut melihat benda kesayangan majikannya itu.
"Aku masih ingat kalau aku masih punya benda berharga ini," ucapnya tersenyum bahagia dan senang.
Gelang giok cukup mewah ini sebenarnya milik Ling Yaofei, hadiah pemberian kakak keduanya. Namun Ling Yaofei tidak menyukainya, karena tidak sesuai dengan seleranya yang tinggi. Maka Ling Yaofei memberikan kembali benda itu pada sang kakak.
Kebetulan Ling Qingxue --yang bahkan sama sekali tidak memiliki perhiasan satu pun-- lewat di tempat itu. Maka seolah tidak mau banyak pertimbangan, Ling Yuchen langsung memberikan gelang giok kepada Ling Qingxue.
Waktu itu Ling Qingxue betapa senangnya bukan main, mendapat hadiah dari sang kakak, hadiah pertama. Demi agar gelang giok tetap bersamanya, dia rela menahan lapar. Karena itu merupakan hadiah yang diberikan langsung oleh kakaknya.
Sekarang beda lagi ceritanya. Menahan benda buangan ini bersamanya, itu merupakan suatu kebodohan yang pernah dia lakukan.
Sekarang benda itu sudah tidak punya nilai lagi di hati Ling Qingxue, mengingat perlakuan kakaknya kepadanya di kehidupan yang lalu.
Menjual gelang giok itu untuk mendapatkan duit adalah langkah nyata yang harus dia lakukan, tanpa penyesalan, tanpa perasaan.
"Aku akan menjual gelang giok ini, Liu Xui," kata Ling Qingxue memberi tahu niatnya. Penuh keyakinan dan bernada mantap.
"Shao Jie, gelang giok itu adalah pemberian Ling Er Shao Ye, dan itu gelang yang paling Anda sayangi," kata Liu Xui berkomentar. "Anda rela menahan lapar demi agar gelang giok itu tetap bersama Anda...."
"Sekarang Anda mau menjualnya, bukankah itu...."
"Benda ini sudah tidak punya arti lagi bagiku, Liu Xui," ucap Ling Qingxue dengan santai. "Bahkan menjualnya adalah tindakan yang lebih baik."
"Lagipula gelang giok ini cuma benda buangan," lanjut Ling Qingxue tetap tenang, tanpa ada tekanan emosi. "Menjadikannya duit, itu lebih berharga daripada menyimpannya."
Liu Xui sejurus langsung terdiam, tak bisa membantah lagi. Dia semakin melihat perubahan yang begitu berbeda dari majikan mudanya ini.
Dulu Ling Qingxue selalu saja merasa takut dan ragu-ragu dalam bertindak. Namun sekarang, ucapannya dan tindakannya begitu tegas, penuh keyakinan dan semangat.
Dia berdoa, semoga perubahan ini dapat membawa kebaikan pada sang majikan muda.
"Baiklah, Shao Jie, aku akan mengatur waktu untuk menjualkan gelang giok itu," putusnya, setuju dengan tindakan Ling Qingxue.
"Tidak perlu," tolak Ling Qingxue sungguh-sungguh. "Biar aku sendiri yang menjualnya."
"Baiklah, Shao Jie," ucap Liu Xui patuh.
"Liu Xui, mulai sekarang, kita akan menata hidup kita sendiri," kata Ling Qingxue seraya menggenggam kedua tangan Liu Xui sambil menatapnya penuh kelembutan, "kehidupan yang lebih baik daripada hari-hari sebelumnya...."
"Iya, Shao Jie...," Liu Xui mengangguk dengan antusias seraya tersenyum penuh semangat.
★☆★☆★
kumpulkan kekuatan byk2 ,,
biar gx perlu pake byk tenaga buat ngebalas perbuatan mereka ,,
dan buat mereka menyesal ,,