NovelToon NovelToon
Transmigrasi: Demi Kekayaan, Aku Memilih Menikah

Transmigrasi: Demi Kekayaan, Aku Memilih Menikah

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Cinta Seiring Waktu / CEO
Popularitas:7.3k
Nilai: 5
Nama Author: Aplolyn

Miskin seumur hidup, ia bahkan harus mengakhiri hidupnya karena penyakit yang tak mampu ia obati.

Namun, ketika membuka mata, ia justru mendapati dirinya telah masuk ke dalam novel sebagai seorang wanita yang baru saja melompat dari sebuah gedung demi melarikan diri dari pernikahan perjodohan.

Seharusnya ia ikut kabur.

Tapi setelah mengetahui bahwa pria yang akan menjadi suaminya adalah seorang pewaris kaya raya, pikirannya berubah.

“Melarikan diri? Untuk apa? Bukankah lebih baik aku menikah dan hidup nyaman?”

Kini, ia bertekad mempertahankan pernikahan yang bahkan tidak diinginkan oleh pemilik tubuh asli.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4

Pagi berikutnya, Elena terbangun lebih awal. Ia membuka mata dan menatap langit-langit kamar yang luas. Beberapa detik berlalu, lalu ia tersadar.

"Aku masih hidup."

Ia duduk di atas ranjang.

"Aku juga masih kaya."

Senyum lebar langsung muncul di wajahnya. Semalam ia sempat berpikir semua ini hanya mimpi, tapi melihat kamar mewah, pakaian mahal, dan pelayan yang sudah menunggunya, Elena akhirnya menerima kenyataan.

Ia benar-benar mendapat kehidupan kedua. Dan tiga hari lagi... ia akan menikah dengan Sebastian Hale. Elena turun dari tempat tidur.

"Aku harus memastikan pernikahan ini tidak gagal."

Bukan karena cinta. Setidaknya belum. Ia hanya ingin mempertahankan kehidupan nyaman ini.

Setelah sarapan, Elena duduk di ruang keluarga bersama orang tuanya. Ayah membaca koran, ibu memeriksa dokumen pernikahan.

"Pernikahan tinggal tiga hari," kata ibunya.

Elena mengangguk. "Aku tahu."

"Kamu benar-benar tidak ingin membatalkannya?"

Elena menggeleng mantap. "Tidak."

Ayahnya menurunkan koran. "Kalau begitu, ada satu hal yang harus kamu ketahui. Setelah kejadian kemarin, keluarga Hale meminta kalian bertemu beberapa kali sebelum pernikahan."

Elena langsung mengangguk. "Boleh."

Ayahnya tampak terkejut, biasanya putrinya akan langsung menolak. "Besok kamu harus pergi bersama Sebastian memilih hal-hal untuk pernikahan."

"Besok?" Elena tersenyum. "Tidak masalah."

Dalam hati ia senang. Pergi bersama calon suami berarti bisa mengenalnya lebih dekat. Ia tidak bisa hanya mengandalkan kekayaan Sebastian. Ia harus memastikan pria itu punya sifat yang bisa ditoleransi.

Jika Sebastian kasar, suka bermain wanita, atau punya kebiasaan buruk, ia mungkin harus mempertimbangkan kembali. Meski kemungkinan membatalkan pernikahan sangat kecil. Hampir tidak ada. Karena Sebastian terlalu kaya.

***

Siang harinya, Elena pergi ke pusat perbelanjaan bersama ibunya. Ia ingin membeli pakaian baru. Tapi baru masuk toko pertama, Elena langsung berhenti.

"Ini harganya berapa?"

Pelayan toko tersenyum. "Delapan belas juta."

Elena mengedipkan mata. "Untuk satu pakaian?"

"Benar, Nona."

Elena mengambil pakaian itu, lalu mengembalikannya. "Tidak jadi."

Ibunya menatapnya aneh. "Bukankah kamu menyukainya?"

"Cantik."

"Kalau begitu beli saja.."

Elena menggeleng. "Tidak perlu."

Ibunya semakin bingung. "Sejak kapan kamu mulai memikirkan harga?"

Elena terdiam. Ia baru sadar Elena asli terkenal sangat boros. Kalau tiba-tiba berubah drastis, keluarganya pasti curiga.

"Aku hanya... ingin menghemat."

Ibunya menatapnya beberapa detik, lalu tersenyum. "Mungkin kejadian kemarin benar-benar membuatmu berubah."

Elena ikut tersenyum. "Ya."

Ia tidak menjelaskan lebih jauh. Bagaimana mungkin ia bilang dirinya bukan lagi Elena yang dulu? Mereka terus berjalan. Saat melewati toko perhiasan, langkahnya berhenti. Matanya tertuju pada sebuah kalung berlian. Cantik. Sangat cantik.

"Berapa harganya?" tanyanya.

Pelayan menyebutkan angka. Elena langsung terdiam. "...Tidak jadi."

Ia menarik ibunya pergi.

Ibunya tertawa. "Kenapa? Bukankah kamu suka berlian?"

"Aku suka."

"Lalu?"

"Kalau aku membeli semuanya sekarang, nanti saat jadi istri Sebastian, aku tidak punya alasan untuk meminta hadiah."

Ibunya terdiam. Pelayan juga terdiam. Elena baru sadar perkataannya terdengar aneh. Ia segera tersenyum. "Bercanda."

***

Sore hari, Elena kembali ke rumah. Baru masuk ruang keluarga, ia melihat seorang pria duduk di sana. Setelan hitam. Wajah tampan. Tatapan dingin. Sebastian Hale. Ia tidak menyangka pria itu datang hari ini.

Sebastian berdiri. "Aku ingin berbicara denganmu."

Elena mengangguk. "Baik."

Mereka berjalan ke balkon. Pintu tertutup, suasana jadi lebih tenang. Sebastian berdiri beberapa langkah darinya.

"Aku dengar kau pergi berbelanja hari ini."

Elena mengangguk. "Iya."

"Kau membeli sesuatu?"

"Tidak banyak."

Sebastian menatapnya. "Benarkah?"

Elena merasa aneh. "Kenapa?"

"Aku hanya bertanya." Ia mengeluarkan kotak kecil dari saku. "Untukmu."

Elena menatap benda itu. "Apa itu?"

"Anggap saja hadiah."

"Kenapa?"

"Karena kita akan menikah."

Elena menerima kotak itu. Saat dibuka, matanya langsung membesar. Sebuah gelang berlian terletak di dalamnya. Cantik. Elegan. Dan jelas sangat mahal.

"Ini..."

"Anggap saja tanda keseriusan."

Elena menatap gelang itu, lalu menatap Sebastian. Senyumnya perlahan muncul. "Terima kasih."

Sebastian memperhatikan wajahnya. Tidak ada penolakan. Tidak ada kemarahan. Tidak ada sikap dingin seperti sebelumnya. Justru Elena terlihat sangat bahagia.

"Aku suka."

Sebastian sedikit terdiam. "Bagus kalau begitu."

Dalam hati Elena berseru, 'Calon suamiku ternyata sangat murah hati! Dia bahkan membelikannya sebelum aku minta!'

Elena semakin yakin bahwa pernikahan ini harus terjadi. Apa pun yang terjadi.

***

Malam itu, Elena berdiri di depan cermin sambil mengenakan gelang pemberian Sebastian. Ia mengangkat tangannya dan tersenyum. "Keputusan terbaik dalam hidupku."

Lalu ia teringat sesuatu. Dalam cerita asli, Elena seharusnya meninggal dan pernikahan ini batal. Setelah itu, Sebastian akan bertemu tokoh utama wanita. Jika alurnya berjalan seperti novel, Sebastian suatu hari nanti akan mencintai wanita lain. Elena mengerutkan kening.

"Tidak." Ia menggeleng. "Aku tidak boleh membiarkan itu terjadi."

'Kalau suatu hari Sebastian jatuh cinta pada wanita lain, bukankah itu berarti aku akan kehilangan kehidupan mewahnya?'

Elena mengepalkan tangan. "Aku harus membuat pernikahan ini bertahan lama.."

***

Di tempat lain, Sebastian duduk di ruang kerjanya. Ia menatap layar ponselnya. Ada pesan dari asistennya.

"Tuan, kami sudah memeriksa aktivitas Nona Elena setelah kejadian kemarin. Tidak ada yang mencurigakan. Tapi Elena yang dulu sangat boros tiba-tiba menolak membeli barang mahal. Beberapa staf bilang sikapnya berubah drastis sejak kejadian kemarin"

Sebastian menyandarkan tubuhnya.

'Benar sekali.. aku masih merasa aneh dengannya.. mengapa dia tidak membatalkan pernikahan dan juga.. sifatnya berubah drastis..'

1
MomRea
lanjut Thor... makin penasaran 😊
mauza
next😘😘😘😘😘
mauza
up
mauza
ditunggu upnya thor 😘😘
mauza
next
mauza
nah kan..
...tp trus lanjuuut💪💪😘😘
mauza
pinisirin ttp lanjut
mauza
up
mauza
😘😘😘😍😍😍/Rose//Rose//Rose//Rose/
mauza
lanjut trussss💪💪
mauza
lanjut kk
mauza
hati" dan ttp semangat
mauza
next
mauza
up
mauza
/Determined//Determined//Determined//Determined/
mauza
next😘😘
mauza
lanjutkan thorrr👍😘😘
mauza
up
mauza
lanjuttt👍💪
mauza
next
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!