NovelToon NovelToon
The Real Of Ketempelan ~Mafia Bucin~

The Real Of Ketempelan ~Mafia Bucin~

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Mafia / CEO
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Nana_Jm

"Eh...anak kecil minggir kamu!!"-usir bodyguard Naren-

"Lahh...aku duluan yang disini"-jawab Rena dengan ketus-

"Makanya datang lebih pagi dongg...gimana sih!!!"-berkacak pinggang di hadapan Naren-


Seorang Serena yang tidak tahu jika orang dihadapannya adalah ketua Mafia yang paling kejam Narendra Oliver Pradipta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana_Jm, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Nomer Telepon

Setelah kejadian itu Naren mengantar Rena pulang ke apartemen kembali, ia memastikan gadis itu baik-baik saja. Namun di sisi lain ada orang yang sedang mengawasi pergerakan keduanya.

Sebelum pulang dirinya meminta nomer telepon Serena, siapa tahu jika ada sesuatu terjadi bisa dihubungi langsung.

"Apaan nih?! Mau kasih aku hp?!"-celetuk Rena asal-

"Minta nomer telepon kamu Cantikk"-jawab Naren tersenyum tipis-

"Buat apa coba?! Nomer kamu udah nggak aktif yaa?!"-ucapnya dengan sinis-

"Komunikasi dong Cantikku"-jelas Naren sambil menatap lekat Serena-

"Huft...menyebalkan sekali Om ini!!!"-mengetik nomer teleponnya di ponsel Naren-

"Okeee...makasih Cantikkk"-menyentuh hidung Serena dengan jari telunjuknya-

"Apaan sih!! Nggak jelas banget!!"-berlalu pergi dari hadapan Naren-

Selepas Narendra pergi, ia bukannya masuk ke apartemen tapi pergi ke tempat lain dengan taksi online yang di pesannya. Serena pergi ke salah satu butik miliknya, tak banyak yang tahu tentang keluarga Serena sebenarnya. Gadis itu sangat menutup sekali akses tentang latar belakang keluarganya yang sangat berpengaruh.

Bahkan ada saja yang ingin mendekatinya namun selalu saja gagal, karena dirinya sangat cuek dan tidak mudah di rayu begitu saja.

"Haiii....bagaimana hari ini?"-sapa Serena dengan ramah-

"Baik Nona...tapi ada juga yang ribet orangnya!"-jelas salah satu karyawan butiknya-

"Ahhh...hal biasa itu! Terus jadinya gimana?!"-tanyanya lebih lanjut-

"Dia bilang harganya mahal....nggak seperti di tempat lainnya"-sambung karyawan satunya-

"Bisa kaliii...kita bandingkan dulu kualitas kainnya?!"-jelas Serena dengan santai-

"Iya tuh Non....belinya cuman satu! Pake acara ribet banget!!"-celetuk Lala, karyawan yang melayani pembeli ribet itu-

"Oke okee...thanks ya untuk semuanya!!"

"Karena hari ini kalian sudah bekerja keras...jadi aku mau traktir kalian semuanya!!"-jelasnya sambil tersenyum lebar-

"Wahhh...beneran ini Non?"-tanya Lala memastikan-

"Jelas donggg...ayoklah!! Tutup aja dulu sebentar tokonya!!"-jelas Serena dengan antusias-

Tak hanya itu saja, dirinya juga membantu menutup toko butik itu sementara. Banyak karyawannya yang sangat nyaman dengan tempat maupun fasilitas di toko butik itu. Terlebih lagi sikap Serena yang sangat humble meskipun ucapannya terkadang absurd.

Mereka semua pergi ke salah satu restoran mahal yang ada di mall itu. Serena memesan tempat untuk dirinya dan semua karyawannya, dia memberikan kebebasan untuk para karyawannya memilih makanan yang mereka sukai.

"Ini beneran Nona?! Kita bebas milih?"-ucap Lala berbisik-

"Iyes Lalaaaa....aku yang bayar"-jawabnya sambil mengedipkan matanya-

"Wahhh...terima kasih banyak ya Nonaa"-ucap Dayu dengan lirih-

"Ehhh...jangan terharu donggg....kita mau makan ini!"-celetuk Serena sambil tersenyum lebar-

Akhirnya makanan yang mereka pesan sudah datang dan siap untuk dinikmati, bukan Serena namanya kalau nggak ada gebrakannya. Sebelum makan foto bersama dulu. Tak hanya itu dirinya juga memberi bonus lelah untuk karyawannya hari itu juga.

Tanpa dirinya sadari, ada seseorang yang mengawasinya sejak dari apartemen. Orang itu adalah laki-laki yang sudah lama mengincar dirinya.

"Dari dulu masih sama dia...nggak berubah juga"-gumamnya pelan-

"Kenapa tambah gemesin banget sih tu anak!"-gumamnya gemas sendiri-

"Rena....kamu masih jadi orang yang mengisi hatiku sampai saat ini"-gumamnya sambil tersenyum tipis-

Sudah lama sekali Serena keluar dari rumahnya dan tinggal di apartemen miliknya. Orang tuanya sampai heran dengan dirinya yang sangat sulit untuk di atur. Bahkan banyak sekali dari teman orang tuanya yang ingin menjodohkan ia dengan anaknya.

Seluruh bodyguard mencari keberadaan dirinya namun sampai saat ini belum juga ketemu.

"Nona...apa saya boleh ijin?"-ucap Dayu pelan-

"Mau kemana kamu? Liburan?"-ucap Rena iseng-

"Mmmm....Minggu depan saya mau menikah Nona"-jelasnya dengan ragu-

"Wahhhh...seriusan ini?? Kenapa baru cerita sihh?"-celetuk Rena terkejut-

"Boleh banget donggg!! Ehh...jangan lupa undangannya yaaa"-ucapnya sangat antusias-

"Gimana kalau kita semua datang ke nikahan Dayu?? Tenang kita libur waktu dia menikah"-jelas Serena dengan tersenyum lebar-

"Boleh banget tuh Non....kita bisa jalan-jalan juga"-ucap Lala antusias-

Tiba-tiba saja ponselnya berdering, ada nomer asing yang menghubungi dirinya. Dia mengabaikan panggilan itu begitu saja, Nomer itu menghubungi dirinya berkali-kali.

"Siapa sih ini!! Ishh...mengganggu saja!!"-ucapnya kesal-

"Hishhh!!! Halo siapa sih ini?!"-ucapnya sambil menerima panggilan telepon itu-

"Masih di luar Cantikk"-tanyanya sambil tersenyum tipis-

"Haaa?! Siapa sih ini?!"-celetuk Serena gemas-

"Masih ingat dengan "Pak Tua"?"-jawabnya sambil tersenyum tipis-

"Haduhhh.....kenapa emangnya?! Eh...tau darimana aku diluar?!"-ucapnya sambil melihat sekeliling-

"Mau aku jemput?"-ucapnya sedikit jahil-

"Nggak usah!! Aku pulang sendiri aja!!"-jawabnya singkat dan menutup panggilan itu-

Selesai makan bersama dengan karyawannya, Serena memutuskan untuk berkeliling mall sebentar sambil membeli barang-barang lucu. Tak disangka jika seorang Narendra sudah berada di mall itu untuk menjemput Serena.

Dia dengan mudahnya melacak posisi Serena melalui ponselnya, ia langsung menghampiri gadis itu dari belakang.

"Lucu juga barangnya"-ucapnya dari belakang-

"Biasa aja sih!! Eh....!!"-menoleh ke belakang-

"Kamu!!! Kok bisaaaa!!"-memutar badan Narendra-

"Ohhh....bilang aja sihh!! Om ngefans sama aku kann?"-celetuknya asal-

"Iyaa...soalnya kamu gemesin banget sihh"-mencubit gemas pipi Serena-

"Huh...kebiasaan banget sihhh!!"-menepis tangan Narendra-

"Ayooo...aku antar pulang"-ajaknya dengan lembut-

"Udah di bilang bisa pulang sendiri kok!! Ngeyel banget sihh!!"-mencubit gemas pipi Narendra sampai merah-

"Gemesin banget sih kamuuu"-mendekatkan wajahnya ke wajah Serena-

Serena mendorong badan Naren yang menghalangi dirinya untuk lewat, sedangkan orang misterius itu masih mengawasi Serena dan melihat gadis incarannya di dekati seorang Narendra. Dia sangat mengenal siapa sosok Narendra itu, jadi dia lebih memilih diam untuk sementara.

Serena pulang sendiri dengan taksi online, baru saja dirinya mau pesan tapi ponselnya tidak bisa sama sekali. Sinyal di ponselnya tiba-tiba menghilang begitu saja.

"Bagaimana Cantikk? Sudah dapat taksinya?"-bisik Narendra-

"Berisik banget sih!!!"-menutup mulut Narendra dengan tangan kecilnya-

"Wanginya lembut banget....aku suka"-ucap Narendra sambil menatap lekat Serena-

"Dasar Pak Tua gilaaa!!!"-memukul dada Narendra-

Narendra langsung membawa Serena masuk ke mobilnya, gadis itu tak hentinya marah-marah dan memukul dirinya. Ia juga mengambil ponsel Serena dan menyimpan kontaknya di ponsel gadis kecil itu dengan nama "Pak Tua kesayangan".

"Ngapain sihhh!!! Punya ponsel sendiri!!"-mendorong badan Narendra-

"Ishhh....buka nggak pintu mobilnya!! Yaaaaaa!!!"-teriaknya kesal sambil mencubit lengan Narendra-

"Duduk yang tenang Cantikkk"-mendekatkan wajahnya dengan Serena-

Ia memakaikan sabuk pengaman mobil untuk Serena yang terus mengomeli dirinya, Narendra hanya tersenyum dan tertawa kecil melihat Serena yang kesal dengannya. Sampai akhirnya Serena tertidur pulas di mobil Narendra.

Hal itu membuatnya sangat gemas sekali dengan gadis kecil itu, dia mengambil foto diam-diam berdua dengan Serena di dalam mobil.

"Gemesin banget sihhh..."-menopang dagunya sambil menatap lekat Serena-

"Sepertinya aku mulai tertarik dengan anak ini"-gumamnya sendiri sambil tersenyum tipis-

"Aku harus cari tahu siapa dia sebenarnya"-membelai rambut Serena-

Ponsel Serena di ambilnya, karena tidak di kunci jadi membuat Narendra lebih mudah untuk melihat isi ponsel milik Serena. Dia membuka galeri foto, banyak sekali foto-foto Serena yang absurd tapi menggemaskan.

Dia tertarik dengan satu foto dirinya memakai dress dan tersenyum manis dan di sampingnya ada orang tuanya.

"Jadi dia putri tunggal keluarga Arkatama?!"-tersenyum tipis sambil mengusap lembut pipi Serena-

Sepanjang jalan Narendra tak hentinya menatap wajah Serena yang tampak imut tanpa riasan makeup di wajahnya. Sampainya di apartemen, Narendra langsung menggendongnya dan menutup wajah Serena memakai jas yang ia pakai supaya tidak ada yang tahu wajah gadis kecil itu.

Tubuh Serena yang mungil membuat Narendra sangat mudah untuk membawanya, dia mendekap tubuh Serena dengan erat sampai bibir gadis itu tak sengaja menyentuh leher Narendra.

"Shit!!! Tahan dirimu Narendra!!"-gumamnya pelan sambil memejamkan matanya-

"Kenapa jadi nyaman begini!!"-ucapnya heran sambil menatap lekat wajah Serena di balik jas miliknya-

"Gimana kalau aku sekap aja dia di apartemenku!!"-ucapnya pelan sambil tersenyum tipis-

Narendra membawanya ke apartemen miliknya, karena dia tidak tahu akses masuk ke apartemen milik Serena. Ia merebahkan tubuh Serena dengan perlahan, takut membangunkan gadis kecil itu.

~wihhh...Serena di incar "Pak Tua" nih... wkwkwkwk!! Hati-hati dia mulai kecintaan tuh Ser~😀

1
Hasniza Babab
sangat bagus /Good/
Karo Karo
pak tua yg akan membucin
Karo Karo
orangnya dong Thor 😁
Karo Karo
singgah Thor 🤗
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!