Jevandra Raksa Bumi, Seorang laki-laki tampan yang tidak banyak di ketahui orang jika di balik wajah tampannya terdapat sosok iblis yang sangat kejam.
Hidup dalam dendam masa lalu yang membuatnya begitu membenci keluarga besar Bagaskara hingga membuatnya terpaksa menikahi seorang gadis bernama Diara Bagaskara sebagai tumbal atas balas dendam masa lalu.
Akankah Diara berhasil membuat Jevandra melembut dan luluh akan kelembutannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tessa Amelia Wahyudi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menikah
Tidak ada acara mewah, karena pernikahan mereka hanya di hadiri oleh keluarga dekat saja. Tidak ada tamu yang datang silih berganti untuk mengucapkan selamat kepada mereka.
Tapi bisa di pastikan, jika apapun yang di pakai Diara saat ini sudah pasti menjadi yang terbaik.
"Nyonya muda, sudah saatnya kita pergi." ucap Roy menjemput Diara karena Jevandra sudah menunggu di dalam mobil.
"Dimana suami mu Diara? kenapa dia bahkan tidak datang untuk menyapa keluarga kamu?" tanya salah satu istri dari pamannya.
"Tuan muda masih memiliki pekerjaan penting. Jadi tidak bisa datang untuk menyapa." jawab Roy menatap datar pada mereka.
"Sayang, kamu hati-hati ya. Jaga diri, dan jangan lupa makan. Kamu-"
"Ibu, ayah..." panggil Diara lembut.
"Kalian tenang ya, Diara akan baik-baik saja. Diara akan selalu kasih kabar oke." ucapnya menenangkan mereka.
"Nyonya muda..." panggil Roy lagi membuat Diara melepas pelukannya pada ibu dan ayahnya.
Jevandra yang melihat hal itu dari dalam mobil hanya tersenyum kecil melihatnya. Dia surah merencanakan banyak hal untuk menyakiti hati gadis yang baru saja dia nikahi itu.
"Setalah ini, aku pastikan jika kau akan membayar semuanya. Semua perbuatan bajing*n Bagaskara itu." ucap Jevandra dari dalam mobil.
Raut wajahnya terlihat datar seperti biasa, saat Diara masuk ke dalam mobil.
"Jalan!" titah Jevandra saat Diara sudah masuk ke dalam mobilnya.
Sepanjang perjalanan menuju rumah, tidak ada pembicaraan apapun di antara mereka. Dimana Diara yang bergelut dengan pikirannya, Jevandra yang terlihat datar dan dingin.
Apa yang akan mereka bicarakan jika begini? Bahkan saat mereka sampai di tempat yang beberapa hari lalu Diara datangi pun mereka tidak bicara.
"Astaga, dia benar-benar tidak memiliki perasaan." gumam Diara yang merasa kesulitan berjalan dengan gaun pengantinnya.
"Bantu dia bersiap dan bawa dia ke ruangan kerja ku setelah itu!" titah Jevandra tak terbantahkan.
Diara yang masih berada di ambang pintu dapat mendengarnya. Kenapa laki-laki ini datar sekali? tidak ada manis-manisnya sama sekali batinnya memberontak.
"Baik, tuan muda..." jawab kepala pelayan tadi.
Jevandra menuju ruangan kerjanya, sedangkan Diara di bawa ke kamar utama.
"Silahkan, nyonya muda." ucap kepala kepala pelayan Rye membawa Diara ke dalam kamar utama.
Diara terpukau dengan kamar ini. Tapi kenapa harus warna hitam seperti ini? jadi terlihat mengerikan sekali baginya. Karena suara menyukai warna soft.
"Mari, nyonya muda."
"Eh, kalian mau apa?" tanya Diara panik.
Apa mereka juga akan membantunya mandi dan berganti pakaian?
"Tuan muda menunggu nyonya muda di ruangan kerjanya. Jadi kita harus cepat, nyonya muda." jawab kepala pelayan Rye yang mulai hari ini mengemban tanggung jawab penuh pada Diara. Istri tuan mudanya.
"Tapi apa harus sampai membantu saya mandi? Saya bisa melakukannya sendiri." tolak Diara mentah-mentah.
"Maaf, nyonya muda. Kamu tidak berani membantah perintah tuan muda." jawabnya membuat Diara merasa kesal.
Bagaimana bisa dia di perlakukan seperti orang lumpuh di saat dia terbiasa mandiri dan melakukan banyak hal sendirian.
Tapi disini dia di anggap gadis lemah yang tidak bisa melakukan apa-apa.
"Terserah kalian!" jawab Diara kesal.
Berjalan ke kamar mandi, dia kembali terkejut melihat bagaimana ruangan mandi ini. Belum lagi ruangan ganti yang ah, sudahlah. Orang kaya memang beda, walau dia juga bukan terlahir dari keluarga susah.
Tapi semua yang ada disini memang sangat luar biasa. Sedangkan di ruangan kerjanya, Jevandra memantau semua itu dari cctv. Dia melihat bagaimana gadis itu bersiap dengan segala yang telah dia siapkan untuknya.
"Pastikan jika dia tidak keluar dari tempat ini. Batasi setiap hubungannya dengan keluarga Bagaskara. Karena sejak dia menikah dan menjadi nyonya muda Jevandra, dia sudah tidak memiliki ikatan apapun lagi dengan keluarga Bagaskara." ucap Jevandra pada Roy yang masih berdiri di depannya.
"Baik, tuan." jawab Roy cepat.
Pintu ruangan kerjanya di ketuk dari luar, menandakan jika gadis itu sudah siap.
"Masuk!" titah Jevandra membuat pelayan Rye datang membawa Diara ke ruangan kerjanya.
"Nyonya muda sudah siap, tuan muda." lapor pelayan Rye.
"Tinggalkan kami!" titahnya tak terbantahkan membuat Roy dan pelayan Rye pamit bersamaan.
Jevandra sendiri masih menatap gadis itu. Uang memang bisa merubah segalanya. Bahkan dia bisa membeli harga diri seluruh keluarga Bagaskara, hingga ke cucu kesayangan bajingan itu.
***
keren ini mah calon mommy banyak pikiran gampang di bikin hamil
biasanya cepat Up nya..
laki jg pny ksbrn.... jd jgn uji ksbrn ny... jk gk mau hal keras trjd
dgn wajah yg tak sama kau dgr...
kalo mdel yak gn trs ya mt kau🤣