NovelToon NovelToon
Dendam Anisa

Dendam Anisa

Status: tamat
Genre:Horor / Hantu / Kutukan / Tamat
Popularitas:227.8k
Nilai: 5
Nama Author: novita jungkook

Anisa adalah gadis yang gendut dan juga pendek, beda jauh dengan sang adik yang bertubuh langsing serta berkulit putih.

siapa yang tidak tertarik bila melihat Arumi, bahkan mulut para tetangga juga tak segan mencemooh Anisa yang beda jauh dengan sang adik.

Hingga suatu hari Anisa di temukan tewas tergantung di dalam kamar, membuat seluruh keluarga menjadi berduka, namun mereka menutupi kematian Anisa yang gantung diri itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4. Gantung diri

"Anisa masih marah atau bagaimana kok sudah sampai siang begini masih belum keluar juga dari kamar?" pak Hardi bertanya kepada sang istri.

"Sudah, biarkan saja dulu Karena dia butuh waktu untuk berpikir." Bu Ningsih tidak ingin mengurus hal itu lagi.

"Ya jangan begitu juga karena nanti dia tambah kecil hati loh." Pak Hardi tetap saja cemas dengan sang anak.

Arumi segera bangkit karena dia tidak ingin bila kedua orang tua dia nanti malah berdebat dengan hal itu, sebenarnya bisa dikatakan walau Dia adalah anak bungsu namun tetap saja banyak mengalah kepada Anisa dan bahkan rela melakukan apa saja agar tidak terjadi pertengkaran.

Namun segala sesuatu yang dilakukan oleh Arumi masih tetap saja salah di mata Anisa, sebab Anisa menatap sang adik dengan penuh rasa iri dan juga rasa tidak terima sehingga apa saja akan terasa salah dan tidak pernah benar, kadang bu Ningsih juga merasa iba dengan Arumi yang terlalu banyak mengalah seperti itu.

Namun Bu Ningsih juga tidak ingin membela secara langsung karena nanti yang ada Anisa akan semakin gila saja, dia hanya perlu melakukan secara diam dan nanti akan menasehati Anisa agar berubah menjadi pribadi yang lebih baik, setidaknya walau memiliki wajah buruk rupa namun memiliki hati yang baik dan juga bersih.

Ini udah buruk rupa dan juga buruk hati maka semua menjadi lengkap dalam diri Anisa itu, selama ini orang tua Anisa sudah berjuang mati-matian agar gadis itu mau berubah dan bisa mencintai takdir ini dengan benar agar ada motivasi lain yang membuat dia menjadi lebih baik.

Toh sebenarnya mereka ini bukan orang susah juga dan bila memang Anisa ingin berubah rajin olahraga, maka kedua orang tua Dia juga tidak keberatan untuk membelikan berbagai macam perlengkapan agar Anisa mendapat perubahan pada tubuh ini, sebab di zaman sekarang ini sudah tidak ada lagi yang tidak mungkin bila memang ada niat di dalam hati.

Tapi dasar Anisa saja yang terus keras kepala dan malah dia sempat mengatakan kepada Bu Ningsih bahwa dia lebih baik mencari susuk agar menjadi gadis yang cantik jelita, sebab bila menggunakan susuk maka itu menjadi lebih baik serta tidak membutuhkan waktu yang lama agar terlihat perubahan ini.

Hal itu terkadang yang membuat bu Ningsih merasa begitu cemas dan dia takut bila Anisa menempuh jalan sesat itu, jadi terkadang dia telah memiliki kecemasan tersendiri dan selalu memperhatikan gerak-gerik Anisa bila dia sudah keluar dari rumah untuk mencari sesuatu, sebab dia takut bila Anisa memang nekat mengambil jalan tersebut.

"Kakak." Arumi mengetuk pintu karena dia tidak berani bila langsung masuk.

Tok, Tok.

"Ayo kita makan siang dulu, tadi kakak sudah tidak sarapan kan." Arumi kembali bersuara.

"Atau jangan-jangan dia sudah mulai diet ya." batin Arumi di dalam hati.

"Kak, buka pintu dulu ya dan mari kita makan siang." bujuk Arumi kembali.

"Apa tidak dijawab sama Anisa?" Bu Ningsih datang sambil membawa sepiring nasi.

"Loh kok Ibu bawa sepiring nasi begitu, apa Kak Anisa mau makan di dalam kamar saja?" tanya Arumi.

"Ya, Ibu ingin ngobrol juga sama dia biar lebih tenang dan tidak ada masalah lagi." Bu Ningsih mengangguk sambil tersenyum.

"Em Oke bila memang begitu." Arumi mengangguk dan dia sama sekali tidak keberatan.

"Nis, Ibu masuk ke dalam kamar ya?" Bu Ningsih izin terlebih dahulu karena nanti Nisa bisa mengamuk bila tidak izin.

"Dari tadi hening tidak ada suara sama sekali dari dalam." bisik Arumi.

Maka Bu Ningsih langsung menjadi cemas dan dia segera membuka pintu kamar yang ternyata tidak terkunci itu, takut bila ternyata Anisa malah melarikan diri dari dalam rumah dan mencari dukun yang paten untuk membuat susuk Karena dia sudah sempat membicarakan hal itu beberapa hari yang lalu kepada bu Ningsih.

"ANISAAAAAA!"

"Bapaaaaak, Kakak Anisa gantung diri."

"Anak ku, Ya Allah Kenapa kau lakukan hal seperti ini?" Bu Ningsih berlari dan segera menggendong kaki Anisa agar leher gadis itu tidak semakin tertarik oleh tali.

"Bapaaaaak cepat kesini." Arumi panik dan sampai menginjak piring yang tadi di bawa oleh bu Ningsih.

"Ada apa kok kalian berteriak seperti itu?" Pak Hardi sedang makan dan dia segera masuk juga ke dalam kamar.

Deg.

Jantung Pak Hardi seolah berhenti berdetak ketika melihat tubuh sang anak telah tergantung dengan leher menjulur keluar, mata Anisa mendelik karena kemungkinan besar dia melakukan gantung diri ini tadi malam ketika semua orang sedang tertidur lelap, sebab tubuh dia juga sudah kaku dan terasa begitu dingin saat di peluk oleh bu Ningsih.

"Anisa....

"Cepat ambil pisau untuk memutus tali ini, kenapa kamu malah diam saja?!" Bu Ningsih berteriak kepada sang suami.

"Ak...aku..." Pak Hardi gugup dan dia segera berlari mengambil pisau.

"Ya Allah." Arumi hanya bisa berdiam diri di depan pintu karena dia sangat tidak menyangka dengan ini semua.

"Cepat, Pak!" Bu Ningsih berteriak dan menangis karena dia masih kepikiran bahwa nanti Anisa bisa selamat.

"Kakak sudah meninggal dunia itu, Bu." Arumi berkata pelan karena dia juga agak takut.

"Tutup mulut mu, Arumi!" Bu Ningsih membentak Arumi dengan sangat keras.

"Awas, aku akan memotong tali ini." Pak Hardi datang membawa parang dan juga kursi dan dia segera naik ke atas.

"Bantu Ibu memegang kakakmu ini Arumi." Bu Ningsih memang tidak mungkin sanggup memegang Anisa sendirian karena tubuh Anisa yang cukup besar.

Arumi segera berlari dan dia juga memegang tubuh Annisa bila nanti tali yang di atas sudah putus, dan ternyata benar mereka berdua tidak sanggup menopang tubuh Anisa sehingga langsung jatuh di atas lantai dengan keadaan tertimpa tubuh gadis Malang itu, membuat Arumi menjadi ketakutan karena dia menyadari bahwa ini adalah mayat.

"Ibuuuu angkat dia dari atas tubuh ku!" jerit Arumi yang sangat ketakutan.

"Diam, jangan sampai ada orang yang mendengar tentang perbuatan Anisa ini." Bu Ningsih menatap mereka yang ada di dalam kamar.

"Apa maksud Ibu?" Arumi tidak paham karena dia jadi bingung.

"Semua orang tidak ada yang boleh mengetahui bahwa Anisa meninggal dunia karena gantung diri." tegas Bu Ningsih.

Pak Hardi dan juga Arumi saling pandang satu sama lain karena mereka tidak paham dengan jalan pikiran bu Ningsih saat ini, Kenapa mendadak saja mereka ingin menyembunyikan kematian tersebut dan tidak boleh ada warga yang mengetahui tentang kabar kematian Anisa yang meninggal karena gantung diri.

Selamat pagi besti, jangan lupa like dan komentar nya ya.

1
Damn Nwtch
setuju,, anak anak Arya juga Pati akan setuju biarpun nafertari usianya jaaaaaauuuuuh sekali dari arya.ttapi mereka sama, setengah iblis
nur
selalu menarik karyamu thor
Anonim
Terimakasih thor sudah mau melanjutkan Smpek end
Salsa Bila
sebernya masih penasaran knp Thor kox ngk ada di ceritakan gimana nigsih bisa dapat xueka dan masuk ke tubuh nigsih,,dan nigsih yg pernah pergi dari rumah bawa mayat Anisa juga ngk ada di bahas di bawa ke mana, tau2 Anisa udah jadi manusia lagi,,,
Nureliya Yajid
Terima kasih thor
Nureliya Yajid
Lanjut
Dewi
Smoga bner2 sudah selesai ya si naksu musnah wlau kya da yg janggal
Dewi
Mnrtku msih mending arya dr pd arka arya msih brguna sering bantu klo arka yg hrusny pny ilmu hebat mlah sudh memudar dan gk bisa bntu sma skli
Dewi
arya mencoba rendah diri hehe tpi memng wjar kok gk semua arya hrus tau kn krn psti da lbh dan kurg nya.. mb pur hrus serba bisa krn dia yg jdi pemimpin..
Dewi
Gun di sni psti mersa da cmburu krn slma ini dia kn yg jdi tabib..tpi nefrtri jg jgan lah brlagak krn dia baru jg di sini..
wlau kamu pny mslalu yg mnyedihkn dan sudh mmbntu xiela krn mreka smua gk da dektny dgn nefrtri..
Dewi
Smbong jg lah si nfertri ini baru jg di situ dan blm tentu mb pur mau jdikan dia member.. sudh brlagak
Alissia
Setuju
Alissia
wkwk🤣🤣🤣
septian arista
tapi yang jadi masalah saat ini kan dendamnya itu sudah salah sasaran sampai banyak orang yang tidak bersalah menjadi korban
septian arista
aku setuju banget Kak dari awal aku berpikiran Apakah dia akan jadi jodoh Arya yang berikutnya
septian arista
aduh makin berdebar aku
septian arista
bukan hal yang bijak kalau seorang anak diharuskan untuk bertanggung jawab atas kesalahan orang tuanya yang dia sendiri pun tidak ingin dilahirkan dalam keadaan seperti itu
septian arista
Apakah ini juga sosok setengah manusia dan setengah iblis yang nantinya juga akan menjadi member dari ratu ular🤔🤔🤔
septian arista
sebenarnya apa sih maunya Ningsih ini🤔🤔🤔
septian arista
aduh aduh ini Jenis ilmu apa lagi ya🤔🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!