Arabella yang di paksa bertunangan dengan anak sahabat ayahnya. saat dia tau bahwa yang jadi tunangan nya adalah orang yang dia sukai, maka Bela dengan senang hati menerima nya.
Arga seorang CEO muda yang mempunyai kekasih matre harus rela bertunangan dengan Arabella.
apakah kisah mereka bakal berjalan dengan mulus atau kandas di tengah jalan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ananda Anggit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 4.
Tok tok tok
" Assalamu'alaikum.. Belaaaa"
"Wa'allaikusalam iya sebentar" Ayah bergegas untuk membuka pintu
Ceklek
" ohh nak Lula.. Mari Mari masuk. Bela nya masih siap-siap. "
" hehehe iya om makasih. " cengengesan Bela sambil salim.
"AAADEEKKK ADA LULA " teriak ayah lalu melanjutkan aktivitas nya lagi.
Ibunda sibuk menyiapkan bekal untuk suaminya " langsung masuk kamar aja nak, biasa Bela masih siap-siap"
"Siap tante, saya izin masuk ya"
Di dalam kamar Bela sedang menyisir rambut sambil bergoyang- goyang sambil bernyanyi.
" IBU IBU.. BAPAK BAPAK SIAPA YANG PUNYA ANAK BILANG AKU.. AKU YANG TENGAH MALU SAMA TEMAN-TEMAN KU.. KARNA CUMA DIRIKU YANG TAK LAKU-LAKU.... YEEEAHHH HOBAHH" suara merdu dari Bela dan jangan lupakan goyangan patah-patah.
Lula yang melihat aksi kocak Sahabat nya langsung tangannya mengambil handphone lalu merekam aksi Bela.
"HAHAHAHA ANJIRR.. BARU TAU GUE LO BISA GOYANG NGEBOR" ngakak Lula sampai mata nya berair.
Mendengar ada suara lain Bela pun menoleh dan terkejut melihat Lula sudah berada di dalam kamarnya " ANJIRR.. SEJAK KAPAN LO DI SITU"
Lula mengusap air mata" hahaha haduh.. Haduh pipi gue sakit ketawa terus. " kekehan Lula masih terdengar " sejak lo nyanyi-nyanyi.pas banget tu lagu ama nasib lo, cantik-cantik belom laku."
"YEEE GUE MAH BUKAN BELOM LAKU TAPI EMANG NYARI YANG PAS, KAN YANG NAMANYA PASANGAN GA BOLEH ASAL PILIH"
" iya iya, Ywdah ayo buruan kita hampir telat nih."
Bela dan Lula akhirnya berangkat sekolah dengan menggunakan kendaraan motor scoopy, motor kesayangan Lula. Di dalam perjalanan Bela tak sengaja bertemu seorang pria yang termasuk tipe idealnya.
" LA LA LA LA" Bela nepuk nepuk pundak Lula sampai sang Empu nya meringis "Anjirr La liat ada cowo tipe guee"
" Bel sakit anjirr , lo kalo mau ngasih tau mah kasih tau aja gausah tepok-tepok gue juga kali. Apalagi lo ngeluarin tenaga nya tenaga samson." Keluh Lula
" hehe ya mangap, lagian gue kan cuma berbaik hati biar lo ngga kelewatan ngeliat cowo ganteng."
" halah seganteng apa sih cowo idaman lo itu, paling juga masih gantengan Bagas."
"Idih alah, ganteng katanya... Tapi ga pernah nembak-nembak." Cetus Bela sampai raut muka Lula cemberut.
---
*SMA MAJU TERUS*
Arga telah tiba di SMA yang dia tuju, kedatangannya membuat para siswi menjerit histeris dan untuk para siswa merasa iri melihat paras Arga.
"Gila anjir, ganteng banget cok"
" ya ampun ada cha Eun-woo kw "
" sial tambah aja saingan gue"
Itu yang di dengar oleh Arga di sepanjang koridor sekolah.
" permisi, kalo ruang kepala sekolah di mana ya?" Arga bertanya pada siswi yang kebetulan berpaspasan dengan dia.
Sela yang di tanya tiba-tiba oleh seorang pria tampan dan gagah pun terpana beberapa detik lalu tersadar dan dia mengantarkan pria tersebut ke ruang kepala sekolah. Biasa kesempatan dalam kesempitan mmuueeheehehe.
" hah o-oh iya mari pak aku antar saja, kebetulan aku wakil ketua OSIS di sini sekaligus anak dari kepala sekolah." Sela tersenyum-senyum dan Sambil menyelipkan rambut agar terlihat manis.
"Wah kebetulan sekali saya bertemu dengan kamu." senyum Arga sampai Sela tambah salting di buatnya.
---
" HUH UNTUNG GA TERLAMBAT, LO SIH KALO MAU ISI BENSIN MBOK YA JANGAN PAS MAU BERANGKAT SEKOLAH." kesal Bela. Untung aja belom terlambat dan masih ada sisa waktu 5 menit Bel masuk.
" hehehe ya mangap, semalem gue lupa mau isi bensin" nyengir Lula " Ywdah yu ke kelas nanti keburu Bel loh." Lula menarik tangan Bela, Bela hanya merotasi bola matanya.
Di dalam kelas 12 IPA 2 , ramai memperbincangkan kalo ada guru baru yang tampan.
" HELO EVERYBODY RATU TERCANTIK SUDAH DATAAANNGG YUHUUU." heboh Bela saat masuk ke kelas, para teman-teman nya pun meng abaikan kedatangan makhluk tak terduga, sudah biasa seperti itu kalo Bela masuk ke kelas pasti heboh sendiri.
"Anjirr ngga ada yang gubris dong" ceplos Lula sambil cekikikan
Yang selalu merespon saat Bela datang hanya Galang itu pun bukan sapaan balik lebih ke mengejek aja.
" WUUUIIHH BONEKA ANABEL UDAH DATANG, SINI SILAHKAN DUDUK NDORO." timpal Galang sambil menarik tempat duduk Bela.
Lula Dan Bela sudah duduk di tempat nya, baru juga pantatny nempel bangku.. Lilis si ratu biang gosip menghampiri Bela dan Lula.
" Eh eh eh eh lo mau tau ngga" sambar lilis sambil duduk di meja depan Bela dan Lula. " kita kedatengan guru baru tauuu."
" cewe apa cowo? " tanya Bela
" cowo Bel " balas lilis
" Ganteng ngga lis? " ucap Lula
Mendengar pertanyaan Lula, Bagas pun langsung berdeham. " ekhm, batuk" celetuk Bagas Dan cuma di balas lirikan doang sama Lula.
" NAH ITUUU YANG GUE MAU OMONGIN.. GURU BARUNYA GUUUANTENGG POL MIRIP CHA EUN-WOO " seru lilis menyebutkan gebu.
"KYAAAAAAAA..." histeris Bela dan Lula. Siswi Kelas 12 IPA2 itu penggemar para cogan termasuk Bela dan Lula. "SERIUS LO LIS, LO NGGA NGADA-NGADA KAN? " Tanya Bela dengan mata yang berbinar-binar.
Buk "SERIUS GUE...KAPAN SIH GUE NGADA-NGADA TENTANG BERITA YANG GUE BAWA" Lilis mengebrak meja " TERUS YAA DENGER-DENGER NAMA GURU BARU ITU PAK ARGANTARA.. BEUHH CAKEP POL BEB. ALIS NYA YANG TEBAL, BULU MATA YANG LENTIK, HIDUNG MANCUNG KEK PEROSOTAN TK. DAN YANG PALING MENGGODA BIBIR MERAH TEBALNYA ITUUUUU" cerita lilis yang menggebu gebu membuat Siswa Di kelas 12 IPA2 merasa kesal termasuk Galang dan Bagas yang memang duduk di sebrang meja Bela Dan Lula.
" Halah kek gitu mirip cha EUN-WOO. Cha EUN-WOO bibir nya ngga tebal. Harusnya gue yang mirip cha EUN-WOO, gue juga bibir nya merah, alis gue tebal, hidung gue juga mancung." Cetus Galang yang hatinya sudah panas.
" bener tuh, gantengan juga gue. Inget La lo tuh cewe jangan kecentilan" dengus Bagas. Lula pun hanya menunduk sambil senyum-senyum.
"APAAN SIH LO BERDUA, NYAMBUNG AJA. KALIAN TUH NGGA DI AJAK" tunjuk Bela kepada Arga dan Bagas sambil menyipitkan mata. Dan di anggukan Lula dan lilis.
Teng.. Teng.. Teng.. Waktu jam pelajaran mulai. Jam pertama mata pelajaran kelas 12 IPA2 adalah olahraga .
" huh gue males banget harus olahraga. KENAPA SIH HARUS ADA PELAJARAN OLAHRAGA." Teriak Bela
----
Arga sudah menemui kepala sekolah dan langsung di tugaskan untuk mengajar hari ini.
Arga pun bersiap-siap untuk ke kelas 12 IPA2, kelas 12 IPA2 ada di lantai 3 dan paling ujung , saat dalam perjalanan menuju ke kelas. Arga ngga sengaja berpas-pas san dengan Ratna.. Pujaan hati nya.
"A-Arga? " Ratna terpaku melihat kekasih nya berada di sekolah ini. Apalagi tampilannya seperti guru olahraga. "Kamu sedang apa di sini? Kamu nyusul aku beb?"
"Oh Hai selamat pagi bu Ratna, saya guru baru di sini." Senyum lebar Arga. " oh ya ini di sekolah jadi tolong pisahkan urusan pribadi.Ok" kedip 1 mata Arga, setelah itu dia melanjutkan lagi berjalan menuju ke kelas. Ratna pun masih terpaku melihat Arga, sebelum Arga semakin jauh Ratna mengejar Arga lalu langsung menarik menuju koridor yang sepi.
" maksud kamu apa? Kenapa bisa kamu kerja di sini? Bukannya kamu seorang CEO? " Cerca Ratna
Arga pun menghela nafas " maaf bu Ratna bisakah masalah pribadi jangan di bahas di sekolah, sepertinya tidak pantas jika ada murid yang mendengar nya."
" baik, saya tunggu penjelasan pak Arga di cafe xxx di jam pulang sekolah nanti." Setelah berbicara seperti itu Ratna pun langsung meninggal kan Arga.
Arga menghela nafas kasar. " huh.. Lo harus kuat Arga, ngga boleh goyah. Lo harus buktikan kalo Ratna tidak seperti wanita yang mamih katakan." Ucap Arga yang sedang menguatkan diri, lalu dia lanjut berjalan menuju kelas yang di tuju.
12 IPA 2.
Tok tok.. Arga pun mulai memasuki kelas yang akan dia ajar.
" selamat pagi anak-anak " senyum merekah Arga yang membuat seisi kelas yang tadi ramai mendadak sepi. Lalu....
" AKHIRNYA JODOH GUE DATANG JUGA" suara nyaring dari Bela yang membuat seisi kelas tersadar dan langsung para siswi berteriak histeris sama persis seperti Bela.
Arga yang baru mengucapkan salam, matanya langsung tertuju ke suara nyaring itu. Dia sedikit terpana dengan kecantikan yang di miliki ARABELLA.