Rafael Adinata, adalah aktor terkenal yang terjerat skandal memalukan dengan aktris pendatang baru.
Rafael terpaksa menikah dengan wanita biasa demi menyelamatkan reputasinya. Gita Larasati, seorang editor buku yang hidupnya sederhana. Dengan terpaksa menerima tawaran Rafael pernikahan kontrak dengan sang aktor demi melunasi hutang keluarga.
Sebuah pernikahan dimulai, tanpa cinta hanya sebatas hitam diatas putih.
Mampukah Rafael dan Gita menjalani pernikahan kontrak mereka yang penuh liku-liku? berpisah setelah masa kontrak habis, atau justru saling jatuh cinta?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ARSYILA qirani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 4 : Rencana
Gita memicingkan mata, terik matahari terasa menyengat di kulit padahal masih pukul 8 pagi. Gita mengibaskan kaos hitamnya sebelum di jemur.
hari ini hari libur, tapi tidak dengan dengan pekerjaan rumah. Cuci baju, setrika, sampai bersih-bersih rumah.
Setelah selesai mengerjakan pekerjaan rumah, Gita bisa bersantai sejenak sebelum bersiap pergi bersama Rafael ke rumah orang tuanya. Gita dan Rafael sepakat akan melaksanakan pernikahan secepatnya.
***
Gita memoles lipstik merah muda di bibir mungilnya. Dia meneliti lagi penampilannya di cermin sebadan miliknya. Lumayan lah, pikirnya. Ini baju terbaik menurut Gita untuk bertemu calon mama mertua.
"Assalamu'alaikum." suara laki-laki terdengar dari luar pagar. Maklum rumah Gita kecil, jadi suara dari luarpun bisa terdengar.
"waalaikumsalam." Anin yang menjawab kebetulan ia sedang di ruang tamu nonton tv.
Rafael datang memakai baju serba hitam, topi hitam dan tidak lupa masker hitam. Anin melihat Rafael dari atas sampai bawah, ada rasa was-was dalam benaknya. Anin takut orang ini orang jahat.
"Gita-nya ada?" tanya Rafael tanpa melepas masker dan topi.
"siapa nin?" ibu Gita yang penasaran akhirnya keluar dari dapur. Rafael yang sadar ia masih memakai masker dan topi segera melepaskannya. Seketika ibu dan Anin melongo, Rafael Adinata yang biasa mereka lihat di tv sekarang ada di hadapan mereka.
"mbak.....mbak Gita ...."teriak Anin, mbaknya ini harus menjelaskan kok bisa aktor terkenal mencari mbaknya.
Gita yang sudah tahu bakal heboh kalo ibu dan Anin tahu soal Rafael. Gita buru-buru keluar dari kamar.
" mbak, iih ada Rafael.... Rafael selebriti itu looo." Anin berbisik sambil menyeret Gita.
"iya tau."
"mbak kok bisa kenal?" tanya Anin penasaran. Gita tetap tidak menjawab. Gita melihat Rafael masih berdiri di depan pintu.
"ibu.... kok Rafael gak disuruh masuk sih. Masuk sini." yap, waktunya berakting harus totalitas biar ibu dan Anin percaya.
"perkenalkan saya Rafael. Saya pacar Gita" Rafael gugup setengah mati, padahal ini hanya pura-pura. Mungkin karena ini pertama kalinya ia melakukan kejahatan, berbohong termasuk kejahatan bukan.
" apa pacaaar....?!!" teriak ibu Gita dan Anin bersamaan. Gita menutup telinganya, Rafael terkejut.
" kok bisa selebriti seperti kamu, suka sama anak saya yang bentukannya begini?" tanya ibu Gita tak yakin, Gita yang sedikit tersinggung di bilang bentukan seketika melotot.
" bentukan Gita unik Tante makanya saya suka hehehe." Rafael tertawa karir. Gita mencebikkan bibir. sedangkan ibu Gita dan Anin ikutan tertawa.
" kalau begitu saya pamit dulu Tante, mau ajak Gita jalan." Rafael mencium tangan ibu Gita dengan rasa hormat, di ikuti Gita.
Gita dan Rafael memasuki mobil, yang Rafael parkir depan gang rumah Gita. Mereka bersamaan menghela nafas.
"ingat yang di briefing kemarin!" Rafael mengingatkan jangan sampai Gita lupa dan ada Miss sedikit saja, bisa-bisa ketahuan nanti.
"iya iya, tenang aja."
***
Gita memandang kagum pada bangunan depannya. Nyalinya semakin ciut. Untung cuma bohongan, kalo beneran kayaknya Gita bakal mundur karena tau diri itu penting.
" ayo masuk." kata Rafael. Pintu terbuka, terlihat wanita paruh baya. Cantik nan elegan. dengan dress warna biru laut dengan gambar burung yang cantik. terlihat mahal.
"kalian sudah datang." senyum wanita itu mengembang.
"ma...." Rafael mencium tangan mamanya di ikuti dengan Gita.
"mama ini Gita. Gita ini mama." Rafael memperkenalkan mereka satu sama lain.
" ini toh nak Gita. Ayo masuk dulu."
Gita duduk tenang di sofa warna krem di ruang tamu. Rafael entah kemana bersama mamanya. Gita meremas tangannya, ini pertama kalinya bagi Gita datang ke rumah laki-laki sebagai--pacar.
Mama Rafael keluar bersama Papa Rafael, sedangkan Rafael berjalan di belakang mereka.
Gita mencium tangan papa Rafael sopan.
Mengembangkan senyum seramah yang ia bisa. Rafael duduk disamping Gita, tiba-tiba meraih dan menggenggam erat tangan Gita. Hampir saja bola mata Gita keluar, sesuatu yang mengejutkan. Ia langsung menoleh ke Rafael. Rafael yang di tatap tersenyum sambil melotot.
Mama Rafael tersenyum " jadi ceritakan bagaimana kalian bisa bertemu lalu jatuh cinta?" kata mama Rafael antusias.
Rafael menceritakan dengan santai, masih sambil menggenggam tangan Gita. Gita hanya sesekali tertawa, tapi tidak banyak berkontribusi sama seperti papa Rafael.
"jadi kapan kalian akan menikah?" pertanyaan itu datang dari papa Rafael.
"apa gak terlalu cepat pa." mama Rafael rasa anaknya harus berpikir matang dengan siapa dia harus menikah.
"kelamaan pacaran juga gak bagus ma. Rafael..." jelas papa Rafael.
Rafael menjelaskan tujuannya, kalau ia akan melangsungkan pernikahannya dengan Gita 2 Minggu lagi. Gita hanya menyimak pembicaraan orang di depannya. Setelah melalui banyak perdebatan akhirnya mama Rafael setuju dengan pernikahan anaknya.
Keluarga Rafael juga sudah tahu, bagaimana keadaan keluarga Gita. Sekarang yang Gita pikirkan adalah meminta ayahnya untuk jadi wali nikah untuknya.
***
.