NovelToon NovelToon
I Will Go To Your Destiny

I Will Go To Your Destiny

Status: sedang berlangsung
Genre:Sci-Fi / Fantasi / Time Travel
Popularitas:76
Nilai: 5
Nama Author: M.Khaidar Ali Fathan

Perjalanan celah dimensi antar ruang angkasa, seorang pangeran kerajaan menjadi pengamat takdir dari sang Penjaga cahaya dari kegelapan absolute yang terus melahap semuanya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon M.Khaidar Ali Fathan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Invasi Wadah tidak Berdosa

Dari suasana sore hari yang jingga, sebuah pesawat kecil tampak sedang menembus atmosfer Planet Nova. Di dalam kokpit minim cahaya, si pengintai mulai sibuk memindai dataran di bawahnya sembari mengaktifkan mode kamuflase tingkat tinggi agar tidak terdeteksi.

"Wow, hijau juga planet ini. Ini sih pasti ada penghuninya. Aku harus mencari sebuah goa untuk menyembunyikan pesawatku," gumam

si Pengintai.

Setelah beberapa saat melayang rendah melakukan pemindaian, layar monitornya menangkap sebuah celah besar di struktur bebatuan. Ia tersenyum puas melihat goa yang sangat pas untuk menyembunyikan kendaraan antariksa miliknya.

"Ini dia yang dicari-cari."

Pesawat pengintai itu pun meluncur halus, mendarat dengan sempurna di dalam sebuah goa tersembunyi di sebelah timur daerah

Central.

"Kayaknya aman pesawatku berada di dalam goa ini. Aku sudah mengaktifkan mode kamuflase, jadi mustahil makhluk hidup di sini bisa melihat pesawatku. Sekarang aku harus terus mencari informasi tentang planet ini, sebaiknya aku mulai menyamar.

Menyamar menjadi apa ya, hmmm..."

Saat sedang memikirkan rencana, pandangan si pengintai tidak sengaja menangkap siluet seseorang di luar goa. Di pinggir sungai, tampak seorang wanita muda yang sedang asyik memetik

buah-buahan.

"Makhluk itu cocok kayaknya jadi penyamaran. Dari bentuk tubuhnya, pas kayaknya dengan bentuk tubuhku."

Secara perlahan dan tanpa suara, pengintai itu merangkak keluar dari kegelapan goa. Ia mengendap-endap mendekati targetnya, lalu dengan satu gerakan cepat langsung menyergap perempuan tersebut dari belakang.

Tubuh wanita malang itu diseret paksa masuk ke dalam keheningan goa. Ia hanya bisa mengerang panik dan meronta-ronta, namun suaranya teredam penuh karena mulutnya ditutup rapat oleh selembar kain tebal milik si Pengintai.

Tanpa basa-basi atau rasa iba, si Pengintai langsung menyerang dan menikam tubuh perempuan tersebut berulang kali hingga ia terkulai lemas dan meninggal dunia.

"Arkh! ku..kumo..hoon! Sambil pandangan wanita tersebut memudar kehampaan.

Begitu korbannya tak lagi bernyawa, si pengintai segera merapal kekuatan khususnya. Detik itu juga, kesadarannya berpindah sepenuhnya ke dalam jasad sang wanita. Sebagai bayarannya, tubuh asli si mata-mata seketika hancur lebur menjadi debu yang beterbangan.

Begitu proses perpindahan selesai, luka-luka bekas tikaman di tubuh sang wanita mulai menutup dan beregenerasi dengan sangat cepat berkat kekuatan si pengintai yang kini mengalir di sana. Dengan kekuatan barunya, ia mulai mengintip jalinan ingatan yang tersimpan di dalam otak sang korban.

"Jadi makhluk ini mempunyai kelamin wanita. Oh, namanya Alexa," gumam si mata-mata yang kini telah berwujud Alexa, sambil memilah-milah sedikit memori masa lalu wanita tersebut.

Mata-mata yang kini berada dalam tubuh Alexa itu segera melangkah keluar dari goa. Ia kembali ke tempat awal di pinggir sungai, lalu memungut kotak keranjang berisi buah-buahan yang tadi sempat terjatuh.

Tiba-tiba, sebuah teriakan memanggil namanya dari kejauhan, memecah keheningan sore.

"Heiii, Alexa! Sudah belum memetik buahnya? Kalau sudah, ayo kita pulang. Ayah sudah capek nih pengen tidur, matahari juga mulai tenggelam."

"Baik, Ayah! Aku sudah selesai nih!" sahut Alexa dengan nada yang dibuat semirip mungkin dengan ingatan sang korban. (Fiuh, hampir saja. Kukira aku tadi ketahuan.)

Laki-laki paruh baya yang merupakan ayah kandung Alexa itu mendekat, lalu melirik ke dalam keranjang. "Coba Ayah lihat buahnya. Tumben sedikit, biasanya banyak, Nak."

"Gak tahu apa yang terjadi, buahnya memang lagi sedikit, Yah. Padahal aku sudah keliling sana-sini," balas Alexa.

"Yaudah, ayo kita pulang, Alexa."

"Ayo."

Akhirnya mereka berdua tiba di sebuah rumah sederhana. Begitu melangkah masuk, mereka langsung disambut hangat oleh ibu Alexa yang sudah menunggu di ruang makan.

"Wah, kalian sudah pulang! Pas banget Mama sudah buat masakan enak nih."

"Wah, harumnya! Enak nih kayaknya," sahut sang ayah bersemangat. Mereka bertiga pun segera duduk dan mulai menyantap makanan yang tersaji.

"Slurrrp! Enak banget, Mah," ucap Alexa, mencoba berbaur.

Sang ibu terkekeh bangga. "Mama gitu loh, hehe."

Di sela-sela kunyahannya, sang ayah menatap Alexa dengan pandangan serius namun lembut. "Gimana pertemananmu dengan Tuan Putri Kirana? Ayah gak melarang, tapi kau juga tahu kita hanya keluarga biasa.

Kalau bisa, kau jangan sampai membuat malu Putri Kirana. Jujur, waktu Ayah dengar pertama kali kau bisa berteman baik dengan Tuan Putri, Ayah bahagia mendengarnya."

(Tuan Putri? Wanita ini berteman baik dengan tuan putri kerajaan? Kayaknya aku harus mencoba menyelam lebih dalam ke dalam ingatan wanita ini. Ini bisa jadi sebuah kesempatan untuk melihat sejauh apa planet ini mempunyai kekuatan.)

Melihat putrinya mendadak terdiam dengan pandangan kosong, sang ayah mengayunkan tangannya di depan wajah Alexa lalu menepuk bahunya pelan. "Hallo? Alexa? Kamu lagi ngelamunin apa?"

Alexa tersentak kecil, lalu buru-buru tersenyum. "Maaf, Ayah. Aku sedang berpikir penyelesaian soal pekerjaan rumah dari sekolah kemarin. Tenang, Ayah, aku pasti akan menjaga kehormatan keluarga ini. Aku akan menjadi teman baik Putri Kirana."

"Ohhh, hmph... Kayaknya susah ya soal-soalnya. Tapi anak Ayah pasti pintar, haha. Yaudah, yaudah, Alexa, setelah makan kamu harus segera beristirahat ya, biar besok gak kesiangan sekolahnya."

"Oke, Yah."

Setelah menyelesaikan makan malamnya, Alexa segera pamit masuk ke dalam kamar. Ia merebahkan diri di atas kasur, sang pengintai mulai memejamkan mata untuk merasuk ke dalam memori otak Alexa.

(Wanita ini ternyata pintar, banyak ilmu pengetahuan yang telah dia pelajari. Tapi kenapa tidak ada pelajaran tentang kekuatan planet ini? Hanya ilmu-ilmu biasa? Planet ini gak punya kekuatan kah? Padahal dari angkasa luar, planet ini memancarkan cahaya yang sangat terang. Putri Kirana, ya... Aku harus bersabar. Aku akan mulai perlahan-lahan menghancurkan planet ini.)

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!