Hana Yori putri dari pengusaha Yori. dia sudah tak memiliki ibu dan ayah, dia hanya hidup berdua dengan Gege yang sudah memiliki istri dan putra. saat itu Hana melihat mobil yang melaju kencang ke arah keponakan yang berumur 7 tahun
"Yosa...." teriak Hana dan mendorong tubuh keponakan nya agar tak tertabrak tapi sayang mobil itu menabrak tubuh Hana Yori dan terlempar sekitar 10 meter
"HANA......" teriak histeris Gege nya yang bernama Yohan. dia terkejut saat mendengar teriakkan sang adik yang menyebutkan nama Putranya istri Yohan segera mendekati Yosa putra nya sedang kan Yohan berlari mengejar tubuh adiknya yang sudah terkapar di tengah jalan raya. sedangkan mobil yang menabrak dia sudah di hentikan para warga
"Ha Hana.. Gege mohon bangun dik, jangan buat Gege takut" tangis Yohan sambil memeluk tubuh adik nya yang sudah tak sadarkan diri
Saat tangan nya memegang tangan untuk memastikan nadi sang adik dia tertegun
"TIDAK..
Cie penasaran ya 🤣 yuk mampir kecerita
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Intanpsarmy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
네 번째 장
"Eh... ngga gitu konsep nya... ih main nya dorong" teriak Hana Yori.
Oek
Oek
Kaisar Ming terbangun saat mendengar suara tangisan putri mungil nya, Kaisar Ming pun langsung mengangkat tubuh mungil putrinya itu.
Cup
CUP
"Putri ayah haus ya? aduh maafkan ayah yang bangun nya kesiangan ya... ayah baru bisa tidur saat mendengar ayam berkokok sayang" ucap lembut Kaisar Ming. dia mengendong dengan penuh kasih sayang, Mei Hui Ming yang mendengar ucapan hangat itu pun langsung diam. dia sudah lama tidak menerima pelukan hangat dari sang ayah, hanya ada Gegenya yang selalu mendukung dan membantu dia di masa hidup.
Kaisar Ming pun memanggil ibu susu putrinya, dia harus bersiap untuk mengkremasi jasad istrinya.
Kaisar Ming melihat putra mahkota Chyen Ming, Chyen Ming yang melihat kedatangan ayah nya pun diam tak seperti para adiknya yang menyambut kedatangan beliau.
"Gege" bisik Chin Ming putra kedua Kaisar Ming dan Permaisuri Ming.Chyen Ming menatap tajam adiknya.
"Diam... Gege tidak ingin membuat masalah di hadapan ibunda, lanjutkan duduk mu Chin'er" ucap datar Chyen Ming. Chin Ming menunduk sambil menahan air matanya, dia tidak suka dengan Gegenya yang sekarang. dia lebih suka Gegenya yang dulu, Chin Ming pun mengangguk kecil. dan mendekati ke kempat adiknya.
Lagi dan lagi Kaisar Ming mendapatkan tatapan dingin dari putranya, Kaisar Ming pun hanya bisa melangkah mendekati peti kemas sang istri.
Acara kremasi Permaisuri Ming, di hadiri para rakyat. Mereka benar-benar mengutuk putri Kaisar Jang, tidak hanya itu mereka juga menutup usaha di kekaisaran Jang.
Selama tiga jam acara kremasi pun berjalan dengan lancar, walau ada suara tangis dan doa yang di berikan para rakyat. prajurit dan pelayan, sedangkan Keluarga Permaisuri Ming diam seribu bahasa. tapi tidak dengan keponakan jauh ibu Permaisuri Ming, dia diam-diam melirik Kaisar Ming dengan penuh kekaguman. Chyen Ming yang melihat itu pun mendengus, setelah selesai Chyen Ming langsung menghadang Keluarga ibunya.
"Chyen'er ada apa sayang? apa kau ingin bicara dengan kakek?" tanya lembut ayah tiri Permaisuri Ming, Chyen Ming menatap diam. dan dia mendekati wanita yang tadi mencoba mencari perhatian ayahnya.
"Kau.... jaga sopan santun mu, jangan karena kau putri dari saudara jauh nenek ku. bisa bersifat tidak tahu malu seperti itu... kau dengan ayah ku beda jauh umurnya, dan hidup lah menjadi wanita berpendidikan" ucap Chyen Ming. semua keluarga Permaisuri Ming menatap tajam wanita yang di tunjuk putra mahkota mereka, Ibu Permaisuri Ming pun mendekati cucu lelaki pertama nya.
"Chyen'er memang apa yang di lakukan dia? apa dia melakukan sesuatu yang tidak baik sayang?" tanya lembut Nyonya Sum Yun. tuan Yun pun mengangguk, dia bisa melihat kemarahan cucu Lelaki yang dia sayangi itu. walau Permaisuri Ming bukan putri kandung nya, tapi dia sangat menyayangi Permaisuri Ming. karena dari umur dua tahun dia sudah tinggal dengan tuan Yun, Tuan Yun yang tidak bisa memiliki putri pun begitu memanjakan Permaisuri Ming saat kecil.
"Ya... dia menatap ayah ku dengan mesum, dia juga mencoba mendekati ayah ku... Jangan dipikir aku tidak memerhatikan mu, aku terus memperhatikan gerak gerik mu dari kejauhan. kalau kau tahu malu, harus nya kau tidak membuka bagian dada mu saat di acara kremasi ibu ku" teriak Chyen Ming. dia merasa wanita itu membuat dosa di acara kremasi ibunya, semua wanita pun langsung menatap Bagian Dad* wanita itu.
.
Sedangkan para keluarga Permaisuri Ming yang menjaga pandangan pun langsung membuang muka mereka kearah lain. sedangkan wanita itu menunduk malu, semua keluarga wanita yang lihat itu langsung mencibir.
"Kau benar-benar tidak tahu malu..." ucap sinis para keluarga lain. Mereka pun menjauh wanita itu, Nyonya Sum Yun pun mendekati arah anak saudara jauhnya itu.
PLAK
AKHHH
"BI bibi" ucap wanita itu dia terkejut saat pipi mulus nya di tampar begitu kencang.
"Sum Yun...." teriak marah sepupu Nyonya Sum Yun. dia tidak terima dengan apa yang di lakukan Nyonya Sum Yun, kepada putri nya. walau pun dia malu dengan apa yang dilakukan putri nya itu, tapi apa pantas putrinya di tampar seperti itu. sedangkan ayahnya Hanya bisa menatap tajam kearah putri nya.
"Apa.... apa kau akan marah pada ku? apa kau tidak terima dengan apa yang aku lakukan? sudah untung aku tidak menarik toko yang di jalani oleh keluarga mu..." ucap Nyonya Sum Yun. ibu wanita itu pun langsung diam, dia tidak mungkin rela bila toko perhiasan yang di jalani oleh keluarga nya di ambil oleh pemilik nya. ya Nyonya Sum Yun menjalankan toko perhiasan dari putrinya, awalnya Nyonya Sum Yun akan mengembalikan toko itu. tapi Permaisuri Ming menolak dia ingin semua keluarga ibunya menjalankan toko-toko yang sudah dia buat itu.
"Sepupu ipar tolong maafkan putriku, aku berjanji ini tidak akan terjadi lagi... aku menerima hukuman apa pun, asal jangan tarik mata pencarian Keluarga ku.... aku tidak hanya memiliki putri, tapi ada tiga putra yang akan terkena imbas nya bila toko perhiasan Keluarga Sum kau ambil kembali" ucap dari suami Sepupu Nyonya Sum Yun. dia merasa gagal menjadi putri satu-satunya itu.
"Kalau bukan karena aku menghargai mu dan ketiga putranya mu sudah dari dulu aku mengambil nya.... kau lebih didik Putri Sepupu... Jangan hanya bisa menghadiri acara minum Teh di kediaman para menteri, jaga batasanmu. selama masih bergantung pada keluarga ku" ucap dingin Nyonya Sum Yun. dia pun langsung mendekati cucu lelaki dari putri satu-satunya itu, Chyen Ming yang lihat itu pun puas dengan apa yang di lakukan nenek nya.
"Prajurit.... pastikan wanita itu tidak menginjakkan kakinya di istana lagi, kalau dia memaksa masuk potong kakinya" ucap dingin Chyen Ming. dan dia pun langsung pergi bersama Nyonya Sum Yun, Tuan Yun menatap tajam kearah Keluarga itu. dia sebenarnya muak dengan tingkah ibu dan anak itu, dia pun menatap suami dari sepupu istri nya itu.
"Tuan Ye... tolong lebih tegas lagi kepada istri dan putrimu itu, istri ku masih bisa menghormati mu... tapi aku tidak" ucap Dingin Tuan Yun. dan dia pun pergi dari hadapan keluarga istri nya, dia di ikuti oleh Gege pertama dan Gege kedua Permaisuri Ming. juga putra bungsu nya.
Adik dan jie jie Nyonya Sum Yun menatap jijik kearah putri tuan Ye.
"Menjijikan" ucap sinis semua keluarga Nyonya Sum Yun. Tuan Ye merasa harga dirinya di injak-injak oleh kelakuan putri dan istri nya. dia pun menarik kedua nya dan.
BRUK
"Ayah....Suamiku.....
BERSAMBUNG......
dan tu tasyih phote untut mu 😁