NovelToon NovelToon
Bukan Sekedar Pengganti

Bukan Sekedar Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:11.3k
Nilai: 5
Nama Author: Triyani

Setelah bertahun-tahun diabaikan dan dibuang, akhirnya Alisa pun kembali kerumah Ayahnya, Pak Ali. Mirisnya, kepulangan Alisa bukan untuk kembali jadi putrinya. Melainkan untuk dijadikan pengantin pengganti untuk Kakak sambungnya, Marisa.

Dan Alisa diharuskan langsung bercerai setelah Marisa kembali. Lalu, bagaimana jadi nya, jika Harlan menolak berpisah dan lebih memilih Alisa untuk tetap menjadi istrinya?

Lalu, apa yang akan dilakukan Ibu Yuni dan juga Marisa untuk merebut kembali posisi Alisa?

Saksikan kisahnya disini….

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Triyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.4

Alisa sempat terdiam beberapa detik. Ia mengangkat wajahnya sedikit, menatap sekilas ke arah pria di sampingnya.

Untuk pertama kalinya sejak duduk di meja akad, tatapan mereka bertemu.

Tatapan Harlan tajam, dingin dan datar.

Membuat Alisa menelan ludahnya karena semakin gugup dan takut.

Perlahan, Alisan pun mulai mengangkat tangan kirinya yang masih gemetar.

Harlan bergegas menggenggam tangan itu sebentar.

Sentuhan tangan itu terasa dingin, namun menimbulkan debaran aneh dihati Alisa. Tanpa berkata apa-apa lagi, Harlan menyelipkan cincin tersebut ke jari manis Alisa.

Cincin pernikahan yang bernilai ratusan juta itu akhirnya terpasang dengan sempurna di jari manis Alisa.

“Sekarang giliran mempelai wanita yang memasangkan cincin ke mempelai pria sambil cium punggung tangannya, tanda baktimu sebagai seorang istri kepada suaminya.” titah Pak Penghulu lagi.

Seorang petugas lain pun berjalan mendekat, menyerahkan kotak cincin lainnya kepada Alisa. Dengan tangan yang masih gemetar, Alisa membuka kotak itu.

Ia mengambil cincin pria yang ada di dalamnya, lalu perlahan mengarahkan tangannya ke tangan Harlan. Kini, keduanya pun resmi menjadi suami istri.

Setelah itu, Alisa pun membukukan sedikit tubuhnya, lalu menarik sedikit tangan Harlan agar sedikit terangkat ke atas dan…

Cup.

Satu kecupan pun mendarat dengan sempurna di punggung tangan Harlan. Membuat jantung pria itu berdetak sedikit lebih cepat dari biasanya.

Dan… untuk pertama kalinya, Harlan merasakan debaran tak biasa itu. Sebelumnya, ia tidak pernah mengalami hal itu. Bahkan, saat dijodohkan dengan Marisa pun, Harlan tidak merasakan apa-apa.

Berbeda dengan saat ini, dimana jantungnya berdebar saat bibir ranum Alisa menyentuh punggung tangannya dan kehangatan pun mulai menyusup kedalam hati Harlan yang dingin.

“Sekarang, mempelai pria boleh mencium kening mempelai wanita. Sebagai tanda, jika mulai saat ini, kalian sudah resmi menjadi pasangan yang halal.”

Deg.

Seketika, Harlan pun dibuat kaget dan bangun dari lamunannya setelah mendengar suara dari Pak penghulu yang menginstruksikan apa yang harus mereka lakukan selanjutnya.

Petugas WO itu tersenyum profesional, berusaha mencairkan suasana yang tiba-tiba terasa sangat canggung dan sang petugas pun memaklumi hal itu, karena kebanyakan dari klien nya mengalami hal yang sama.

“Silahkan, Mas… Mbak… sedikit mendekat lagi. Biar terlihat lebih natural.” ucapnya lembut sambil memberi contoh dengan kedua tangannya.

Harlan menelan ludah pelan. Rahangnya mengeras, jelas terlihat ia menahan sesuatu, entah itu perasaan gugup, atau mungkin rasa tidak nyaman karena harus berinteraksi cukup mesra dengan wanita yang baru saja ia temui.

Sementara Alisa sendiri… masih bertahan dengan menundukkan kepalanya. Gadis itu bahkan belum berani menatap wajah pria di hadapannya. Pria yang kini telah sah menjadi suaminya.

Perlahan, Harlan mengangkat tangannya. Gerakannya terlihat kaku, namun tetap melakukannya, sesuai dengan instruksi sang petugas WO. Ia mendekatkan tangannya ke pundak Alisa, namun sempat terhenti di udara sepersekian detik.

Sampai akhirnya… Dengan ragu, tangannya pun benar-benar ia daratkan di pundak Alisa.

Dan seketika itu juga tubuh Alisa tiba-tiba menegang, membeku di tempat dan tidak bergerak sedikitpun.

Deg.

Sentuhan itu membuat jantungnya kembali berdetak tak karuan. Membuat Alisa semakin gugup.

“Bisa lebih dekat lagi, Mas… Mbak? Boleh dirapatkan lagi tubuhnya.” arah fotografer dari depan, kameranya sudah siap mengabadikan momen itu.

Alisa menggenggam jemarinya sendiri, mencoba menenangkan diri. Dengan sangat pelan, ia menggeser langkahnya mendekat. Jarak di antara mereka kini nyaris tak ada. Semakin membuat keduanya merasa kaku dan canggung.

Harlan menarik napas panjang. Tangannya yang tadi hanya bertumpu di pundak Alisa, kini sedikit bergerak, ragu, tapi akhirnya mantap, menarik Alisa lebih dekat ke sisinya.

Alisa refleks pun langsung menahan nafas. Matanya masih menunduk. Tak berani menatap ke arah sang suami.

“Bagus… sekarang, Mas Harlan bisa sedikit menunduk… Mbak Alisa, wajahnya agak diangkat sedikit, ya. Tatap ke arah Mas Harlan. Lalu Mas Harlan cium kening Mbak Alisa nya, ya dan tahan sebentar.” titahnya lagi

Instruksi itu justru membuat suasana makin kikuk. Harlan menoleh pelan. Tatapannya jatuh pada wajah Alisa yang perlahan mulai terangkat.

Dengan segala keberanian yang tersisa, perlahan Alisa pun memberanikan diri untuk mengangkat wajahnya, menatap lurus ke arah wajah tampan Harlan.

Dan…

Untuk pertama kalinya sejak akad selesai, pandangan mereka benar-benar bertemu. Saling menatap dan memperhatikan wajah masing-masing.

Seketika, suasana pun terasa hening. Yang terasa hanya suara hembusan nafas keduanya yang saling bersahutan. Tiba-tiba…

Klik!

Suara kamera yang berhasil mengabadikan momen itu pun menyadarkan keduanya dari lamunan masing-masing.

“Bagus! Sekali lagi, tapi kali ini lebih santai, ya. Coba Mas Harlan pegang tangan Mbak Alisa dan tetap saling pandang, ya.” pinta fotografer lagi.

Harlan sempat terdiam. Namun kali ini, ia tidak terlalu lama ragu. Ia menurunkan tangannya dari pundak Alisa, lalu menggenggam tangan gadis itu.

Dingin dan sedikit basah. Itu yang pertama dirasakan oleh Harlan saat menggenggam tangan mungil Alisa.

Alisa tersentak halus. Namun tetap berusaha untuk bersikap tenang dan membiarkan Harlan melakukan arahan dari sang fotografer.

“Ya, bagus… tahan. Sekarang Mbak Alisa nya, senyum sedikit, ya, Mbak.” suara fotografer kembali terdengar.

Senyum? Ah, tidak. Rasanya itu permintaan yang terlalu sulit untuk Alisa kabulkan. Meski begitu Alisa tetap berusaha mencoba nya.

Berbeda dengan Harlan…

Pria itu bahkan tidak tersenyum sama sekali. Wajahnya tetap datar, hanya sorot matanya yang sedikit melembut. Entah itu karena lelah, atau karena mulai pasrah, menerima kenyataan.

Klik!

Klik!

Klik!

Beberapa kali kamera mengabadikan momen yang seharusnya penuh kebahagiaan itu… namun justru terasa hambar.

“Terakhir, ya, Mas… Mbak. Boleh dipeluk Mbak Alisa nya, Mas. Dan Mbak Alisa, coba bersandar di dadanya Mas Harlan.”

Perintah itu kembali membuat tubuh keduanya membeku. Harlan menoleh sedikit, menatap Alisa.

Seolah meminta izin… meski tanpa kata dan Alisa menyadari hal itu. Perlahan… Alisa pun menganggukkan kepalanya. Tanda jika ia mengizinkan Harlan memeluk dirinya.

Harlan pun mulai melingkarkan kedua tangannya di pinggang Alisa dan Alisa, mulai menyadarkan wajahnya di dada bidang Harlan.

Nyaman. Itulah hal yang pertama dirasakan oleh Alisa begitu ia menyandarkan wajahnya di dada Harlan.

Klik!

“Perfect!” ucap sang fotografer dengan suara yang terdengar puas karena Harlan dan Alisa bisa bekerja sama dengan baik. Sehingga memperlancar pekerjaannya.

1
Uba Muhammad Al-varo
siapa tuh orang yang sedang ngintip dan menguping Harlan dan Alisa 🤔🤔🤔
Teh Yen
ngeri banget yah suasana d rmh kakek Harlan
Titik Ristiana
up lg kpn??
🌸 Triyani 🌸: maaf, insya Allah malam ini. aku nya sakit kak. jdi belum sempet nulis 🙏
total 1 replies
Teh Yen
smngta Alisa d Harlan kalian pasti bisa melewati semuanya bersama
Ariany Sudjana
kan kamu itu pelacur murahan Yuni, yang hanya ingin kekayaan pak Ali
Uba Muhammad Al-varo
harus lebih tegas lagi pak Ali kalau ngomong sama bu Yuni
Teh Yen
gegara siapa tuh pak Ali d Bu yuni jadi cekcok.terus gegara putri semata wayang mu lah Bu Yuni yg kabur d hari pernikahan 😏 sadar diri dong sedikit putrimu yg salah nyalahin Alisa terus heran 😏
Teh Yen
lah jd ikutan bingung aku hehe 😁,, tp jangan terlalu banyak berpikir Alisa suamimu kan kaya sekarang kamu istri pengusaha loh setidaknya itu salah satu bentuk tanggung jawab Harlan suamimu kalau kamu mau sekolah desain lagi ya kan jd terima saja
Eti Alifa
semoga anak2 author segera sehat kembali.
Eva Karmita
sama otor di tempat ku juga lagi musim demam bapil mungkin karena cuaca hujan panas ... aku aja satu rumah kenak semua 🥺 ..,, semoga otor dan keluarga cepat sembuh aamiin 🤲🤲
maya ayu
semoga lekas sembuh thoorrr.. amiiinn🙏🙏🙏
Uba Muhammad Al-varo
iya kakak Author 👍👍👌 yang diutamakan semuanya pada sehat, aamiin...🙏❤️💪💪💪
vita
sll suka karya2nya
Teh Yen
engg pa pa thor ,, smoga lekas sembuh yah semuanya
Elisabeth Ratna Susanti
like, subscribe plus 🌹 untuk karya keren jni🥰
🌸 Triyani 🌸: makasih kak 🤗🥰🙏
total 1 replies
Teh Yen
Alisa bingung yah mau pesen yg mana abisnya harganya.mahal" untuk dia hihii
Uba Muhammad Al-varo
Harlan apa benar kamu udah memahami Alisa, makanya sekalian kamu selidiki Alisa Harlan,ada apa sebenarnya yang terjadi pada Alisa 🤔🤔🤔
maya ayu
semangat othooorrrrr aku suka novel2 mu❤️❤️❤️👍👍
Uba Muhammad Al-varo
kini saatnya Alisa bahagia semenjak dari kecil ditinggalkan dan tanpa kasih sayang bpknya sekarang ada Harlan yang akan menyayangi, mencintai dan membahagiakan mu Alisa
Uba Muhammad Al-varo
semoga cepat sembuh kakak, aamiin...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!